Saat alergi pernapasan terjadi, tubuh bereaksi seolah melawan ancaman, meskipun zat alergen biasanya tidak berbahaya. Yuk, cari tahu cara mengatasi dan mencegah alergi ini pada si Kecil!
Apa Itu Alergi Pernapasan?
Kondisi ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi negatif terhadap suatu zat alergen seperti serbuk sari, bulu hewan peliharaan, atau tungau debu.
Alergi saluran pernapasan seringkali dimulai sejak kanak-kanak dan biasanya muncul sebagai rinitis alergi (gangguan saluran napas atas) atau asma (gangguan saluran napas bawah).
Anak dengan alergi saluran pernapasan atas juga kerap menderita asma, dan penyakit penyerta lainnya mulai dari gangguan pencernaan, hingga kesehatan emosional atau mental.
Penyebab Alergi Pernapasan pada Anak
Hal ini terjadi karena tubuh si Kecil bereaksi berlebihan terhadap alergen, dan menyebabkan iritasi serta peradangan pada sistem pernapasan dan organ-organ lain pada anak.
Penyebab alergi ini pada anak yang paling umum biasanya dari alergen seperti serbuk sari tanaman, tungau debu, jamur, kotoran serangga, atau bulu hewan. Khusus untuk asma, bisa juga dipengaruhi dari faktor genetik.
Baca Juga: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasi Intoleransi Laktosa pada Bayi
Gejala Alergi Pernapasan pada Anak
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gangguan pernapasan pada anak terbagi menjadi gangguan saluran napas atas (rinitis alergi), dan gangguan saluran pernapasan bawah (asma).
Ada beberapa gejala rinitis alergi pada anak, di antaranya:
- Bersin-bersin
- Hidung tersumbat
- Hidung berair atau meler
- Mimisan
- Gatal pada hidung, tenggorokan, mata, dan telinga
Sementara, gejala alergi di pernapasan bawah atau asma pada anak meliputi:
- Dada terasa sesak
- Batuk di malam atau dini hari
- Napas pendek atau terengah-engah
- Kelelahan
- Adanya lingkaran hitam di bawah mata
- Mood lebih sensitif
- Mengi
Gejala gangguan pernapasan bisa ringan hingga berat dan terjadi sesekali atau sering. Jika si Kecil mengalaminya, segera konsultasikan ke dokter, ya, Bun.
Bagaimana Cara Mengetahui Alergi Pernapasan pada Anak?
Bunda bisa mencurigai alergi pernapasan jika si Kecil sering bersin, hidung tersumbat, batuk malam hari, atau napas berbunyi (mengi) tanpa sebab jelas, terutama setelah terpapar debu, bulu hewan, atau udara dingin.
Perhatikan juga gejala berulang seperti mata berair, lingkaran hitam di bawah mata, atau mudah lelah saat bermain. Gejala ini muncul musiman atau saat berada di lingkungan tertentu.
Untuk memastikannya, Bunda bisa konsultasi ke dokter dan melakukan tes alergi, seperti skin prick test atau tes darah IgE, guna mengetahui pemicu alergi yang spesifik pada si Kecil.
Cara Mengatasi Alergi Pernapasan pada Anak
Cara mengatasi asma dan alergi pada pernapasan yang terbaik adalah menghindari alergen, meski sulit dilakukan. Namun, ada langkah lain yang bisa Bunda coba untuk membantu si Kecil.
1. Minum Banyak Air
Air putih membantu menghidrasi tubuh, terutama saat si Kecil sering bersin-bersin. Bunda bisa menyeduh teh herbal yang memiliki sifat anti-inflamasi sebagai alternatif.
Selain dengan minum air dan teh herbal, uap dari mandi air hangat juga efektif membantu melegakan hidung si Kecil yang tersumbat.
2. Konsumsi Makanan Penurun Alergi
Sajikan makanan kaya vitamin C, zinc, vitamin D, dan antioksidan untuk meningkatkan sistem imun tubuh si Kecil. Hal ini juga bisa membantu mengurangi gejala alergi pada anak.
Bunda dapat memberikan si Kecil buah-buahan asam (jeruk, stroberi, blueberi), sayuran hijau, apel, madu, dan makanan bernutrisi lainnya.
Baca Juga: Alternatif Makanan untuk Anak 1 Tahun ke Atas yang Alergi Protein
3. Hindari Paparan Asap
Jika anak mengalami alergi atau asma, sebaiknya hindari terkena paparan asap rokok karena dapat memperburuk gejala alergi. Hindari juga tempat umum yang memperbolehkan merokok.
Apabila memang harus pergi keluar rumah, kenakan masker untuk meminimalisir paparan asap rokok dan alergen.
4. Lindungi Mata Anak
Mata merah, gatal, dan berair merupakan gejala alergi yang dapat muncul bersamaan dengan alergi pernapasan.
Pastikan si Kecil mengenakan kacamata hitam dan topi untuk melindungi mata dari alergen, seperti asap rokok, atau serbuk tanaman. Tujuannya untuk menghindari ia sering mengucek mata dan memegang wajahnya.
5. Pemberian Antihistamin
Pengobatan untuk gejala alergi biasanya dengan antihistamin oral, semprotan hidung kortikosteroid, dan obat tetes mata untuk si Kecil.
Obat-obatan ini membantu meredakan gejala seperti bersin, hidung tersumbat, atau mata berair.
6. Imunoterapi
Penggunaan imunoterapi bertujuan mengubah respons imun tubuh, sehingga tubuh si Kecil jadi lebih toleran terhadap alergen.
Namun, imunoterapi butuh waktu lama dan biayanya mahal.
Baca Juga: Cara Menemukan Alergen pada Anak yang Perlu Bunda Ketahui
7. Pengobatan Asma
Pada si Kecil yang mengalami asma, perawatannya bisa beragam dan tergantung pada jenis asma yang diderita.
Karena asma dapat berubah seiring waktu, pengobatannya perlu disesuaikan dengan perkembangan kondisi si Kecil.
Jika Bunda punya pertanyaan seputar kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Cara Mencegah Alergi Pernapasan pada Anak
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kondisi gangguan pernapasan pada anak.
1. Hindari Pemicu Asma dan Alergi
Penting untuk mengidentifikasi dan membatasi paparan alergen serta iritan yang dapat memicu gejala asma pada anak. Langkah ini membantu mengurangi risiko serangan alergi.
Jika si Kecil mengalami alergi tungau, Bunda bisa atasi dengan menggunakan pelindung bantal dan kasur, rutin mencuci sprei dengan air panas, atau menggunakan humidifier untuk menjaga kelembapan udara dalam ruangan.
Baca Juga: Kiat Membersihkan Rumah jika si Kecil Alergi
2. Jauhi Paparan Asap Rokok
Paparan asap rokok, terutama selama masa bayi, menjadi salah satu faktor risiko utama asma pada anak. Pastikan si Kecil jauh dari area smoking di tempat umum ya, Bun.
Selain itu, paparan asap rokok pasif juga dapat meningkatkan risiko asma dan penyakit pernapasan kronis.
3. Dorong Anak Aktif Bergerak
Jika asma si Kecil sudah terkontrol dengan baik, Bunda bisa ajak anak melakukan aktivitas fisik yang dapat membantu menyehatkan paru-paru.
Tidak hanya anak jadi lebih sehat dan bugar, aktif bergerak juga mengurangi risiko kelebihan berat badan yang dapat memperburuk gejala asma sekaligus meningkatkan risiko gangguan kesehatan lainnya pada anak.
4. Kunjungi Dokter Secara Rutin
Pantau kondisi si Kecil dan segera konsultasikan dengan dokter jika gejala asma atau alergi pada pernapasan si Kecil makin memburuk.
Jika diperlukan, dokter mungkin akan melakukan pengobatan dengan obat-obatan resep agar dapat mengelola alergi tersebut.
5. Pastikan Asupan ASI Tercukupi
Infeksi paru-paru sering menjadi pemicu asma dan gangguan pernapasan pada anak.
Menyusui selama minimal 4-6 bulan dapat memperkuat sistem imun si Kecil, membantu mencegah infeksi, dan menurunkan risiko asma dalam jangka panjang.
Pastikan Bunda memberikan asupan ASI yang cukup sejak awal untuk mendukung tumbuh kembang anak yang lebih optimal, ya.
Itu dia Bun, penjelasan lengkap seputar alergi pada pernapasan anak mulai dari penyebab, gejala, pengobatan dan bentuk pencegahannya.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!