Facebook Pixel Code Kenapa Anak Sering Pilek? Ini Penyebab Hingga Pencegahannya

Kenapa Anak Sering Pilek? Ini Penyebab Hingga Pencegahannya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 23 Juni 2023

Diperbarui: 30 Juni 2025

1 Tahun
Alergi
Cover Image of Kenapa Anak Sering Pilek? Ini Penyebab Hingga Pencegahannya

 

Mengetahui faktor penyebab kenapa anak sering pilek akan membantu Bunda melakukan pencegahan dan penanganan yang tepat. Simak ulasan serba-serbi anak pilek berkepanjangan!

Apakah Normal Bila Anak Pilek Terus-Menerus?

Frekuensi pilek pada setiap anak bisa berbeda-beda. Namun, bayi, balita, serta anak-anak prasekolah bisa mengalami flu dan pilek sekitar 7-12 kali dalam setahun. 

Sementara anak-anak usia sekolah bisa terserang flu sekitar 5-6 kali per tahun. Bunda tak perlu cemas karena kondisi ini normal terjadi pada anak-anak. 

Ini berarti anak bisa sakit flu dan pilek selama beberapa kali dalam setahun dengan tetap memiliki sistem kekebalan tubuh yang normal. 

Apa yang Menyebabkan Anak Sering Pilek?

Melihat frekuensinya yang cukup sering, Bunda tentu bertanya-tanya kenapa anak sering pilek, ya? Berikut kemungkinan alasannya:

1. Sistem Imun yang Belum Sempurna

Anak-anak masih dalam proses pembentukan sistem kekebalan tubuh. Di luar rumah, virus ada di mana-mana, sehingga membuat si Kecil bisa terpapar berbagai virus baru.

Setiap kali terpapar virus baru, tubuh anak akan membangun pertahanan dan kekebalan terhadap virus-virus tersebut. 

Namun, ini butuh waktu sampai akhirnya sistem imun anak terbentuk sempurna dan frekuensi sakit pun berkurang.

2. Paparan di Lingkungan Sosial

Faktor penyebab kenapa anak sering pilek selanjutnya adalah aktivitas di tempat umum.

Daycare, sekolah, atau taman bermain dapat meningkatkan risiko anak tertular berbagai macam virus. 

Bahkan meskipun anak berada di rumah tapi bertemu kakak atau adik yang membawa virus dari luar rumah, anak berisiko terpapar dan tertular virus tersebut. 

3. Punya Alergi Rhinitis

Jika anak ingusan, sering bersin, dan pilek berulang, alergi rhinitis mungkin bisa jadi pencetusnya.

Alergi rhinitis muncul ketika si Kecil menghirup partikel yang sebenarnya tidak berbahaya, tetapi tubuhnya mengira partikel (alergen) tersebut sebagai sesuatu yang mengancam. 

Gejala alergi rhinitis mirip dengan gejala pilek biasa, seperti bersin-bersin, hidung gatal, hidung berair, hidung tersumbat, batuk dan radang tenggorokan, gangguan penciuman, pusing, dan lemas.

4. Kurangnya Pola Hidup Bersih dan Sehat

Virus ada di mana saja terlebih di tempat maupun benda-benda yang sering dikunjungi dan disentuh orang, seperti sekolah, taman bermain, gagang pintu, mainan, dan masih banyak lagi. 

Kurang menerapkan pola hidup bersih seperti tidak rajin cuci tangan, berbagi barang pribadi, bahkan kontak langsung dengan anak sakit berisiko jadi penyebab kenapa anak sering pilek.

Itulah mengapa penting untuk rajin mencuci tangan terutama setelah pergi dari luar rumah.

Baca Juga: 4 Cara Deteksi Dini Alergi Anak yang Perlu Bunda Ketahui

5. Faktor Lingkungan

Musim hujan, hawa dingin, serta kualitas udara yang buruk bisa berpengaruh pada kondisi saluran pernapasan anak, sehingga jadi penyebab kenapa anak sering pilek.

Selain itu, paparan asap rokok baik di rumah maupun di luar rumah juga meningkatkan risiko anak mengalami flu dan pilek. 

Hal ini bisa terjadi karena sirkulasi udara yang kurang baik, kemudian terhirup oleh si Kecil.

Jika Bunda punya pertanyaan terkait kesehatan si Kecil, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Cara Mengatasi Anak Pilek Berkepanjangan

Bila Bunda merasa penyebab kenapa anak sering pilek terus-menerus adalah akibat alergi, periksakan ia ke dokter. Berikut beberapa penanganan yang mungkin dilakukan dokter:

1. Semprotan Kortikosteroid

Semprotan kortikosteroid merupakan salah satu pengobatan terbaik untuk alergi rhinitis, terutama ketika muncul gejala hidung tersumbat. 

Obat ini bekerja dengan cara meredakan peradangan di dalam hidung. Bunda dapat menyediakan semprotan kortikosteroid ini di rumah sesuai dengan petunjuk dokter.

Metode pengobatan ini diklaim aman untuk digunakan kapan saja saat si Kecil membutuhkan. 

2. Antihistamin

Antihistamin dapat membantu mengatasi gejala gatal, anak ingusan, bersin, dan pilek pada rhinitis alergi. Namun, pemberian obat ini tidak mampu melegakan gejala hidung tersumbat. 

Beberapa antihistamin dapat menyebabkan kantuk, Bun. Jadi, apabila si Kecil sudah mulai sekolah, Bunda perlu memastikan obat yang diberikan padanya tidak menimbulkan kantuk. 

3. Imunoterapi

Apabila rhinitis anak sangat parah dan tidak dapat diredakan dengan dua jenis pengobatan di atas, mungkin dokter akan mempertimbangkan metode pengobatan imunoterapi. 

Perawatan ini bertujuan untuk mengubah sistem kekebalan tubuh dan mematikan alergi si Kecil.

4. Jauhi Anak dari Penyebab Alergi

Untuk mengatasi penyebab kenapa anak sering pilek karena alergi debu, sering-seringlah bersihkan rumah dan perabotan serta furnitur agar tidak menumpuk debu di permukaannya. 

Sementara bila anak alergi bulu hewan, batasi akses hewan peliharaan di rumah. Misalnya tidak boleh bermain dengan kucing di kamar tidur.

Penting juga untuk membiasakan si Kecil memakai masker tiap kali keluar rumah agar tidak menghirup asap dan polusi kendaraan yang bisa memicu kekambuhan alergi.

Baca Juga: Ini 5 Tips Mencegah Alergi Dingin pada Anak yang Aktif

Cara Mencegah Pilek Anak Tak Kunjung Sembuh

Supaya si Kecil tidak gampang pilek dan flu, terlepas dari apa pun penyebabnya, berikut beberapa cara mencegahnya:

1. Mengenali Penyebab Alergi

Cara untuk mengetahui kenapa anak sering pilek adalah dengan membuat jurnal harian. Catat apa yang dilakukan atau di mana anak berada ketika reaksi alergi terjadi. 

Apabila memungkinkan, Bunda dapat mengambil foto atau video saat ia menunjukkan gejala alergi. Setelah itu, bawa si Kecil dan hasil dokumentasi yang Bunda miliki ke dokter. 

Catatan tersebut penting untuk bantu dokter melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menentukan jenis alergi anak. 

Baca Juga: Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?

2. Menghindari Paparan Alergen 

Setelah hasil pemeriksaan alergi keluar, jauhkan anak dari alergen. Misalnya, anak sering pilek karena alergi serbuk sari bunga, maka hindari pergi liburan ke taman bunga atau kebun buah. 

Jika berada di lingkungan yang berisiko tinggi membuat alergi kambuh, pastikan anak mengenakan masker, kacamata, dan topi. Setelah sampai rumah, segera ajak anak mandi dan berganti pakaian. 

3. Menjaga Kebersihan Tempat Tinggal

Pastikan Bunda selalu menjaga kebersihan tempat tinggal dengan rutin membersihkan rumah, kamar tidur, serta tempat bermain anak.

Bunda sangat disarankan untuk menggunakan sprei yang terbuat dari bahan hipoalergenik. 

Sprei model ini memang relatif lebih mahal karena dibuat dari bahan yang diformulasikan, sehingga tidak memicu reaksi alergi dari penggunanya. 

4. Menutup Ruangan 

Saat di luar rumah sedang banyak debu atau banyak bunga yang bermekaran, sebaiknya ajak si Kecil bermain di dalam rumah terlebih dahulu. 

Jangan lupa juga untuk selalu menutup pintu dan jendela rapat-rapat supaya risiko alergen masuk ke dalam rumah lebih sedikit. 

5. Menjauhkan Anak dari Hewan Peliharaan 

Jika ada hewan peliharaan di rumah, pastikan mereka tidak bermain atau tidur di ruangan yang sering digunakan anak. 

Jaga kebersihan hewan dengan memandikannya secara rutin dan bersihkan area yang mereka sentuh. 

Bila anak terlanjur memegang hewan, cukup ajak ia cuci tangan dengan sabun dan ganti pakaiannya tanpa perlu dimarahi ya, Bun.

6. Jaga Kelembapan Rumah

Rumah yang terlalu lembap dapat membuat lumut dan jamur tumbuh di tembok atau plafon. 

Lumut dan jamur di dalam rumah sangat buruk bagi kesehatan tubuh, terlebih bagi anak yang menderita alergi rinitis. 

Jaga agar kelembapan ruangan tetap normal dengan menyediakan ventilasi udara yang baik. Jika perlu, belilah dehumidifier untuk bantu menyerap uap air di dalam ruangan. 

7. Terapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat dengan rajin cuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas dan tidak sembarangan menyentuh area wajah.

Perkuat juga sistem imun anak yang masih berkembang dengan membiasakan tidur cukup, makan makanan bergizi setiap hari, dan jaga anak agar tetap aktif, Bun. 

Itulah ulasan lengkap tentang penyebab kenapa anak sering pilek, cara mengatasi, dan cara mencegahnya. 

Untuk mendapatkan lebih banyak informasi seputar kesehatan anak, yuk daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Dapatkan Voucher & Coba SGM Eksplor Isopro Soy!

Image Banner Dapatkan Voucher & Coba SGM Eksplor Isopro Soy!