Facebook Pixel Code 9 Cara Menidurkan Anak Setelah Disapih, Nyenyak dan Efektif!

9 Cara Menidurkan Anak Setelah Disapih agar Nyenyak

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 23 Desember 2023

Diperbarui: 13 Agustus 2025

2 Tahun
Pola Asuh
Cover Image of 9 Cara Menidurkan Anak Setelah Disapih agar Nyenyak

 

Menyapih adalah salah satu tahap perkembangan anak yang penting sekaligus menjadi tantangan sulit bagi Bunda. Sebab selama proses ini, anak mulai berhenti menyusui dan belajar mengurangi keinginan untuk menempel pada payudara Bunda. Lalu, bagaimana cara menidurkan anak setelah disapih? Simak selengkapnya pada artikel berikut ini.

Kapan Anak Mulai Disapih?

Penyapihan adalah tahap perkembangan anak di mana ia mulai mengurangi ketergantungan pada ASI sebagai sumber utama nutrisi. Saat memasuki fase ini, si Kecil akan mengonsumsi makanan padat secara lebih signifikan.

Lalu, kapan anak mulai disapih? Sebenarnya, tidak ada batasan usia yang tetap kapan anak harus mulai disapih. Namun, Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan agar proses penyapihan anak dimulai setelah anak mencapai usia 2 tahun atau 24 bulan.

Perlu diingat bahwa setiap anak memiliki tingkat kesiapan yang berbeda dalam hal berhenti menyusui. Namun, penting juga untuk menyapih anak pada waktu yang sesuai. Maka dari itu, tidak perlu terlalu khawatir atau terburu-buru untuk memulai proses penyapihan.

Apa Penyebab Anak Rewel Ketika Disapih?

Menghadapi fase menyapih akan membuat Bunda harus lebih konsisten dan mampu mengontrol emosi. Saat sedang dalam proses menyapih, biasanya si Kecil menunjukkan rasa tidak nyaman, mudah marah, dan menangis, terutama saat mendekati waktu tidur.

Rewel setelah disapih sering kali disebabkan oleh perasaan kehilangan rasa nyaman yang biasanya diberikan saat menyusui. Sebab saat menyusui, si Kecil merasakan kenyamanan fisik dan juga ikatan emosional dengan Bunda.

Hal ini terjadi karena saat menyusui, Bunda menghasilkan hormon oksitosin atau yang sering disebut sebagai “hormon kebahagiaan”. Hormon ini berperan dalam menciptakan perasaan terkoneksi dan sesuatu yang nyaman. Nah, oksitosin merangsang kemunculan perasaan tersebut saat proses menyusui, baik itu pada Bunda maupun pada bayi.

Hormon ini juga membantu merangsang kontraksi otot-otot dalam payudara, yang mendukung keluarnya susu dan memungkinkan bayi untuk menyusu. 

Maka dari itu, pada saat disapih, anak mulai kehilangan perasaan-perasaan “bahagia” tersebut sehingga membuatnya rewel dan cemas.

Penting untuk Bunda pahami, menyapih bukanlah proses menjauhkan diri dari si Kecil atau menghilangkan bonding terhadap anak. Proses ini justru menjadi bentuk bonding antara Bunda dan si Kecil yang berbeda.

Baca Juga: Apa Pentingnya Minum Susu untuk Anak Usia 2 Tahun?

Cara Menidurkan Anak agar Tidak Rewel Setelah Disapih

Proses menyapih sebaiknya memang dilakukan secara perlahan dan bertahap agar si Kecil tidak merasa kaget terhadap perubahan. Maka dari itu, wajar saja jika dalam proses menyapih bisa mengalami kegagalan di satu waktu, semisal ketika malam hari pada awal-awal memulai menyapih.

Di bawah ini beberapa cara menidurkan anak setelah disapih yang bisa Bunda terapkan.

1. Mengatur Jam Tidur

Untuk membantu anak tidur setelah proses menyapih, Bunda perlu menetapkan jadwal tidur yang konsisten.

Tidur pada waktu yang sama setiap malam membantu anak membangun rutinitas yang membuat tubuhnya terbiasa dengan jam tertentu untuk tidur. Dengan begitu, secara alami si Kecil akan merasa mengantuk pada waktu yang ditentukan.

Jumlah tidur yang dibutuhkan oleh anak memang bervariasi tergantung pada usianya. Berdasarkan informasi dari IDAI, pada usia 2 tahun, anak memerlukan sekitar 13 jam tidur setiap harinya, termasuk tidur siang.

2. Mengurangi Frekuensi Menyusui

Menyapih harus dilakukan secara bertahap dan memperhatikan kesiapan si Kecil. Hindari untuk menghentikan kebiasaan menyusui secara tiba-tiba, karena setiap anak memiliki ritme dan kesiapan yang berbeda dalam menghadapi penyapihan.

Cara menidurkan anak setelah disapih yang satu ini dapat dimulai dengan mengurangi frekuensi menyusui si Kecil, dari yang biasanya 5 kali dalam sehari menjadi 3 kali saja memberikan ASI.

3. Membuat Rutinitas Sebelum Tidur

Rutinitas sebelum tidur dapat membantu menenangkan anak, memperkuat pola tidur yang alami, serta memberikan sinyal bahwa saatnya tidur telah tiba.

Ada beberapa rutinitas sebelum tidur yang dapat dilakukan dengan si Kecil, seperti menggosok gigi, bercerita kegiatan yang dilalui pada hari ini, membacakan buku cerita, memberikan pijatan lembut, dan menyanyikan lagu pengantar tidur.

4. Menerapkan Metode Cry It Out

Ketika menjalani proses menyapih, anak menjadi rewel adalah hal yang wajar. Bunda bisa menerapkan metode sleep training yang satu ini agar si Kecil tidak rewel sebagai cara menidurkan anak setelah disapih.

Teknik cry it out adalah metode latihan tidur yang diterapkan dengan meletakkan si Kecil ke tempat tidur setelah ia lelah beraktivitas sebelum tidur, sehingga membantu anak untuk belajar tidur sendiri. Pada metode ini, si Kecil pasti akan menangis dan Bunda bertugas untuk membiarkannya. 

Bunda harus menahan diri untuk tidak menghentikan tangisannya dengan memberi ASI atau menggendongnya. Konsistensi dalam pendekatan ini diperlukan hingga akhirnya si Kecil terbiasa dengan kebiasaan tidur yang diinginkan.

5. Berpura-pura Tidur

Cara menidurkan anak setelah disapih lainnya yaitu dengan fokus tidak melakukan hal lain, terutama tidak mengambil gadget. Jika perlu, Bunda bisa ikut memejamkan mata untuk menciptakan lingkungan yang tenang dan membantu si Kecil terbawa untuk tidur juga.

Pada saat si Kecil terbangun, sebaiknya Bunda juga tidak merespons berlebihan dan hanya mengelus atau menepuk badannya perlahan agar tidur kembali.

6. Buat Suasana Tidur Nyaman

Agar si Kecil menjadi lebih tenang saat tidur, sebaiknya Bunda membuat kondisi kamar tidur menjadi lebih nyaman. Rekomendasi para ahli yaitu dengan menciptakan kamar tidur bayi yang redup, sejuk, dan sunyi.

Bunda juga dapat mempertimbangkan untuk menggunakan white noise sebagai opsi untuk membantu meredam suara-suara dari luar, terutama saat siang hari ketika si Kecil sedang tidur. White noise sendiri merupakan suara acak yang bikin nyaman telinga. Bunda bisa menemukannya di platform video online seperti YouTube melalui gadget.

7. Berikan Pesan Positif pada Anak

Bunda dapat memberikan afirmasi positif mulai dari sebelum disapih hingga proses penyapihan berlangsung pada si Kecil.

Komunikasikan secara perlahan dan baik kepada anak jika sudah saatnya untuk disapih. Berikan juga penjelasan yang mudah dipahami apa itu disapih dan kenapa si Kecil harus melakukannya.

Memberikan komunikasi seperti ini sejak awal akan menanamkan hal positif jika proses menyapih itu bukanlah hal yang buruk untuk anak. Selain itu, hal ini akan menghindari kesalahpahaman mengenai disapih yang mungkin akan mempengaruhi psikologisnya.

8. Memeluk Anak

Cara menidurkan anak setelah disapih bisa juga dengan memeluknya. Memeluk si Kecil dapat memberikan rasa percaya diri pada anak, mengurangi kecemasan, serta memperkuat ikatan emosional antara Bunda dan anak.

Namun, pastikan Bunda telah mengenakan pakaian yang tidak memudahkan anak untuk mencapai payudara. Penggunaan pakaian dengan kancing dapat mengganggu proses sapih dan membuatnya kembali ke kebiasaan menyusu.

9. Pastikan Anak Sudah Kenyang

Setelah proses disapih, penting bagi Bunda untuk memastikan si Kecil tidur dalam keadaan kenyang. Terkadang, anak mungkin mengalami kesulitan untuk tidur karena masih merasa lapar, terutama jika sebelumnya ia terbiasa menyusu hingga kenyang sebelum tidur. 

Proses menyapih ini juga bertujuan untuk mengalihkan perhatian si Kecil ke asupan nutrisi makanan padat. Oleh karena itu, penting untuk memastikan anak tidak merasa lapar dengan memberikan makanan pendamping ASI (MPASI) secara teratur sesuai jadwal yang telah ditentukan. 

Apakah Menyapih Membuat Bayi Tidur Lebih Lama?

Mungkin Bunda mengira kalau menyapih bisa membuat bayi tidur lebih nyenyak di malam hari dalam waktu yang lebih lama karena tidak terbangun-bangun untuk menyusu. Meski tidak sepenuhnya salah, tapi pada dasarnya penentu lama waktu tidur dan kemampuan tidur nyenyak di malam hari tidak ditentukan dari cepatnya bayi disapih, melainkan dari kesiapan anak.

Penting untuk menyesuaikan waktu terbaik mulai menyapih dengan usia si Kecil. Seperti yang dijelaskan di awal, waktu terbaik untuk menyapih adalah setelah usia 2 tahun. Jadi, jika si Kecil masih berusia kurang dari 6 bulan atau di atas 6 bulan tapi masih butuh menyusu di malam hari, maka tidak masalah untuk meneruskan proses menyusui sampai Bunda dan si Kecil siap disapih.

Sementara jika usia anak sudah lebih besar dan memang berada di fase siap disapih, maka Bunda bisa mempertimbangkan untuk mulai menyapih sekaligus bisa membuat kualitas tidur malam Bunda dan si Kecil jadi lebih baik.

Baca Juga: Berapa Banyak Anak 2 Tahun Harus Makan? Ini Porsi Idealnya dalam Sehari!

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya