Bunda pasti khawatir melihat anak tidak mau makan nasi, kan? Anak tidak mau makan nasi umumnya karena picky eater, kurang suka dengan tekstur nasi yang lembek, sedang bosan, atau sudah merasa kenyang oleh camilan/susu.
Yuk, cari tahu solusinya agar asupan gizi si Kecil tetap terpenuhi!
Kenapa Anak Tidak Mau Makan Nasi?
Menolak makan nasi adalah hal yang sering terjadi pada anak usia 1–3 tahun. Menurut IDAI, fase ini dikenal sebagai “picky eater”, yakni ketika si Kecil mulai menunjukkan preferensi rasa, warna, atau tekstur makanan tertentu.
Berikut beberapa alasan penyebab anak tidak mau makan nasi:
- Sedang dalam fase pilih-pilih makanan (picky eating).
- Tekstur nasi tidak sesuai selera.
- Sudah kenyang karena camilan atau susu.
- Trauma karena pernah dipaksa makan.
- Rasa nasi yang hambar.
Fase picky eater akan berangsur hilang saat anak berusia 5 tahun.
Apakah Anak Harus Makan Nasi Setiap Hari?
Anak tidak harus selalu makan nasi selama ia masih mendapatkan energi dan zat gizi seimbang dari berbagai sumber makanan seperti protein, sayur, dan lemak sehat.
Nasi hanyalah salah satu bentuk karbohidrat. Tubuh tetap bisa memperoleh energi dari makanan lain seperti kentang, jagung, atau ubi.
Berikut contoh menu makanan sehari tanpa nasi:
- Sarapan: ubi kukus + telur dadar keju + sayur bening bayam dan oyong.
- Makan siang: sup jagung ayam + sayur brokoli dan tofu.
- Makan malam: kentang tumbuk + ikan kembung kuah kuning + tumis buncis tahu.
Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan Nasi, Apakah Boleh Minum Susu Saja?
Cara Mengatasi Anak Tidak Mau Makan Nasi
Banyak dari Bunda yang khawatir melihat anak tidak mau makan nasi sama sekali. Lalu, apa solusinya? Berikut penjelasannya:
1. Variasikan Olahan Nasi agar Tidak Membosankan
Bunda bisa coba kreasikan nasi putih menjadi menu baru yang menarik dan lezat untuk dicoba sebagai salah satu cara mengatasi anak susah makan nasi.
Contoh, membuat nasi kepal isi ayam suwir yang dibungkus rumput laut kering seperti makanan jepang.
Bisa juga menambahkan bumbu rempah, kaldu gurih alami, dan potongan jamur atau sayur pada nasi putih. Seperti kalau Bunda membuat nasi goreng sayur, nasi tim, atau nasi uduk.
2. Hindari Camilan Dekat Waktu Makan
Memberikan camilan terlalu dekat dengan jadwal makan utama akan membuat anak tidak mau makan nasi dan lauk-pauk lainnya.
Idealnya menurut IDAI, berikan camilan 2-3 jam setelah jadwal makanan utama. Mengapa? Karena pada jangka waktu 2-3 jam lambung akan bekerja untuk memproses makanan yang sebelumnya disantap.
Berikan si Kecil camilan sehat dan rendah gula seperti potongan buah segar (pisang, melon, pepaya), yogurt tanpa gula tambahan, biskuit gandum, atau roti panggang.
3. Jadikan Waktu Makan Menyenangkan
Cara agar anak mau makan nasi atau makanan pokok lainnya, Bunda bisa menyulap waktu makan jadi lebih menyenangkan. Berikut beberapa ide yang bisa Bunda lakukan:
- Ajak anak makan bersama keluarga di meja makan.
- Hilangkan distraksi gadget atau TV saat makan.
- Gunakan piring dan sendok berwarna cerah dengan bentuk lucu.
- Biarkan anak memilih lauknya sendiri, agar ia merasa punya kontrol.
Baca Juga: Bun, Pastikan Anak Mau Makan Sendiri dengan Tips Berikut!
4. Kurangi Porsi Nasi
Terkadang anak tidak mau makan nasi bukan karena tidak suka, tapi karena porsi makan terlalu banyak. Ini karena karbohidrat sederhana dalam nasi bisa memberikan efek kenyang yang instan.
Jadi, cara agar anak mau makan nasi adalah berikan ia nasi dalam porsi kecil, misalnya 2–3 sendok makan nasi. Jika anak mau menambah, baru tambahkan sedikit demi sedikit.
5. Jangan Memaksa Anak Makan
Bunda tentu khawatir melihat anak GTM sehingga kadang jadi tersulut emosinya. Namun, marah dan memaksa hanya akan membuat anak semakin tidak mau makan nasi, lho.
Memaksa anak makan bisa menimbulkan trauma psikologis dan memperburuk kebiasaan makannya.
Sebaliknya, gunakan pendekatan positif seperti beri contoh dengan makan nasi bersama anak, atau ajak anak bantu menyiapkan nasi atau memilih lauknya.
6. Hindari Minuman Manis Sebelum Makan
Minuman manis seperti jus buah, susu rasa stroberi, atau teh dalam botol cepat sekali membuat si Kecil merasa kenyang. Sebab, kandungan kalorinya sangat tinggi.
Maka, sebaiknya Bunda tidak memberikan minuman manis pada si Kecil. Utamakan memenuhi kebutuhan cairan anak dengan air putih.
Namun sebelum makan utama, Bunda juga sebaiknya tidak memberikan air putih. Berikan setelah anak selesai makan atau saat membutuhkan saja.
Baca Juga: 5 Pilihan Makanan agar Anak Cerdas dan Pintar
7. Beri Makanan Pengganti Nasi
Menurut panduan Angka Kecukupan Gizi dari Kemenkes RI kebutuhan karbohidrat anak usia 1–3 tahun adalah 215 gram per hari, yang setara tiga kali makan utama (nasi dan lauk pauk).
Jika si Kecil sedang tidak mau makan nasi, Bunda bisa berikan sumber karbohidrat lain sebagai pengganti nasi.
Berikut tabel perbandingan beberapa sumber karbohidrat sehat pengganti nasi untuk anak GTM:
|
Jenis Makanan
|
Kandungan Gizi Utama
|
Cara Penyajian yang Disarankan
|
|
Kentang
|
Karbohidrat kompleks, vitamin C, kalium
|
Kukus, tumbuk, atau buat perkedel
|
|
Ubi jalar
|
Beta-karoten, serat tinggi, antioksidan
|
Kukus, panggang, atau dibuat puree
|
|
Jagung
|
Serat, vitamin B, dan antioksidan alami
|
Rebus, campur sup, atau bakar
|
|
Singkong
|
Sumber energi tinggi, bebas gluten
|
Kukus, goreng, atau dijadikan getuk
|
|
Roti gandum
|
Serat tinggi, zat besi, dan magnesium
|
Sandwich isi telur atau sayur
|
|
Pasta whole wheat
|
Karbohidrat kompleks, energi tahan lama
|
Campur saus tomat dan ayam cincang
|
Sebagai pelengkap asupan nutrisi hariannya, Bunda juga bisa berikan susu pertumbuhan anak yang mengandung zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
Baca Juga: Cara Ampuh agar Anak Mau Makan Sayur, Bunda Perlu Tahu!
Apakah Berbahaya Jika Anak Tidak Mau Makan Nasi?
Fase menolak makan nasi umumnya tidak berbahaya selama kebutuhan karbohidrat dipenuhi dari sumber lain seperti kentang, ubi, singkong, jagung, roti, mie, atau pasta.
Namun, Bunda perlu waspada jika penolakan makan berlangsung lebih dari 3 hari. Kekurangan karbohidrat bisa memicu kadar gula darah turun yang menyebabkan anak jadi mudah lelah, sulit berpikir, dan susah konsentrasi.
Jika anak menolak makan lebih dari 3 hari berturut-turut atau berat badannya turun, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter anak.
Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?
Meski sebagian besar anak tidak mau makan nasi karena faktor kebiasaan atau selera, Bunda perlu waspada jika muncul tanda-tanda berikut:
- Anak menolak semua makanan, bukan hanya nasi, selama lebih dari 3 hari berturut-turut.
- Berat badan menurun atau tidak naik sesuai kurva pertumbuhan.
- Anak tampak lemas, pucat, mudah marah, atau kehilangan energi.
- Terjadi perubahan perilaku makan ekstrem, misalnya selalu melepeh atau menutup mulut rapat saat diberi makanan.
Jika salah satu tanda di atas muncul, segera konsultasikan ke dokter anak atau ahli gizi untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses artikel ke ratusan artikel parenting, tumbuh kembang, hingga nutrisi anak terverifikasi ahli. Bunda juga berkesempatan mendapatkan hadiah menarik setiap pembelian produk SGM!