Melihat perut anak buncit tapi kurus pasti bikin khawatir, apakah karena cacingan atau penyakit yang lebih serius? Cari tahu penyebab perut anak buncit dan cara mengatasinya, yuk!
Perut Anak Buncit tapi Kurus Apakah Normal?
Wajar jika perut anak buncit padahal badannya kurus. Ini bisa terjadi karena otot-otot perutnya belum berkembang optimal.
Semakin dewasa, otot-otot tubuh anak akan menguat sehingga perutnya “mengempis” yang membuat perawakannya tampak lebih proporsional. Jadi, Bunda tidak perlu terlalu khawatir.
Selama perutnya terasa lunak dan tidak sakit saat ditekan, maka tidak masalah. Namun, waspadai jika perut anak buncit disertai gejala mencurigakan lainnya karena bisa jadi tanda masalah kesehatan tertentu.

Kenapa Perut Anak Buncit tapi Badan Kurus?
Berikut adalah sejumlah kemungkinan penyebab perut buncit padahal badan anak kurus, dari yang paling wajar sampai yang membutuhkan perawatan medis darurat:
1. Posisi Organ Lambung
Ketika anak berusia 2 tahun, posisi organ lambung perlahan akan berubah dari posisi horizontal atau sejajar menyamping, menjadi vertikal atau tegak ke atas.
Perubahan itulah yang kerap membuat perut anak buncit tapi kurus. Hal ini wajar dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
2. Otot Perut Masih Berkembang
Anak-anak akan mengalami masa pertumbuhan yang pesat di usia balita. Meski demikian, otot-otot perut anak masih belum berkembang dengan sempurna.
Padahal, anak kecil biasanya membutuhkan jumlah makanan lebih banyak dari ukuran perutnya.
Maka dari itu, perut anak mungkin tampak lebih besar setelah ia makan sampai kenyang.
3. Ukuran Organ Hati Berubah
Ukuran organ hati anak berpengaruh sangat signifikan terhadap proporsi tubuhnya.
Ketika anak bernapas, bagian bawah paru-paru anak akan terisi seiring dengan adanya pergerakan diafragma.
Kondisi ini yang membuat area perutnya tampak lebih penuh sehingga terlihat buncit.
4. Postur Tubuh Bungkuk
Balita umumnya belum memiliki struktur otot punggung yang kuat sehingga tampak melengkung.
Postur tubuh yang sedikit bungkuk ini membuat perut si Kecil tampak buncit padahal ia kurus.
Namun, Bunda tak perlu khawatir karena tulang belakang yang melengkung ini normal dialami balita. Seiring bertambahnya usia, kondisi ini dapat hilang dengan sendirinya.
5. Makan Terlalu Banyak
Mengonsumsi makanan terlalu banyak juga bisa menjadi penyebab perut anak buncit tapi kurus, Bun.
Karena ukuran tubuh anak yang kecil, ia terlihat memiliki perut yang membesar apabila terlalu banyak makan.
Namun, Bunda tak perlu khawatir karena hal ini normal terjadi dan akan hilang setelah makanan dicerna di dalam tubuh.
Baca Juga: Berat Badan Anak 2 Tahun yang Ideal Menurut Standar WHO
6. Perut Kembung
Perut anak buncit tetapi badannya kurus juga bisa terjadi akibat perutnya yang kembung dan membesar saat ia menelan terlalu banyak gas.
Kondisi ini bisa terjadi saat si Kecil mengonsumsi makanan tinggi gas. Misalnya roti, brokoli, kubis, bawang-bawangan, makanan berminyak, makanan cepat saji, hingga soda.
Selain itu, kebiasaan mengunyah permen karet, makan terlalu cepat, dan minum menggunakan sedotan juga dapat menyebabkan anak kembung.
7. Jarang BAB
Perut anak tampak membesar dan buncit bisa disebabkan oleh kondisi sembelit. Ini karena feses si Kecil yang masih memenuhi perut dan belum dikeluarkan dari ususnya.
Jika perut anak buncit tapi kurus disebabkan oleh sembelit atau konstipasi, umumnya si Kecil akan susah buang air besar, nyeri saat buang air besar, serta sering mengejan.
Namun apabila anak Bunda mengalami sembelit lebih dari 1 minggu, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter anak.
8. Penyakit Celiac
Intoleransi gluten atau alergi bisa menjadi penyebab penyakit Celiac terjadi. Kondisi ini ditandai dengan beberapa gejala, salah satunya adalah sakit perut dan perut yang buncit.
Oleh karena itu, Bunda perlu waspada apabila perut anak buncit tapi kurus yang disertai dengan gejala lainnya.
Sebaiknya, segera temui dokter spesialis anak untuk memeriksakan kondisi si Kecil.
9. Cacingan
Cacingan dapat menyebabkan perut anak terlihat buncit meski badannya kurus. Parasit cacing gelang, cacing cambuk, atau cacing tambang bisa menyerang saluran pencernaan.
Cacingan dapat mengakibatkan perut si Kecil terlihat buncit karena infeksi menyebabkan peradangan di dalam usus yang memicu penumpukan gas dan cairan.
Beberapa jenis cacing, seperti cacing tambang, juga dapat menyebabkan anemia pada anak. Anemia dapat membuat anak terlihat lemah dan kurus, dengan perut yang terlihat buncit.
10. Malnutrisi
Malnutrisi adalah salah satu penyebab perut anak buncit yang berbahaya. Malnutrisi lebih sering dialami oleh anak yang suka mengonsumsi makanan olahan.
Zat aditif seperti garam, gula, dan pengawet bisa membuat tubuh si Kecil menimbun lebih banyak cairan sehingga perutnya kembung dan tampak membuncit.
Malnutrisi juga memengaruhi fungsi organ internal seperti hati dan ginjal. Gangguan ini dapat menyebabkan penumpukan cairan dan pembesaran organ, yang dapat berkontribusi pada perut buncit.
11. Ascites
Perut anak buncit meski berat badannya tergolong kurus bisa jadi disebabkan oleh ascites, yakni penumpukan cairan di dalam rongga perut.
Ascites biasanya terkait dengan gangguan kesehatan yang mendasarinya, seperti penyakit hati (seperti sirosis), penyakit ginjal, atau masalah kardiovaskular.
Ascites menyebabkan perubahan metabolisme dan distribusi cairan tubuh yang dapat memengaruhi penampilan fisik anak. Segera konsultasi ke dokter jika Bunda curiga si Kecil mengalami ascites.
Baca Juga: Berat Badan Si Kecil Stagnan, Bisa Jadi Ini Penyebabnya!
Cara Mengatasi Perut Anak Buncit
Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi perut anak buncit yang bisa Bunda terapkan pada si Kecil:
1. Batasi Makanan Olahan dan Cepat Saji
Salah satu cara untuk mengatasi perut anak buncit tapi kurus adalah dengan membatasi makan makanan olahan dan cepat saji.
Sebab, kedua jenis makanan ini tergolong sebagai makanan tinggi garam sehingga kerap menjadi pemicu terjadinya perut buncit pada anak yang kurus.
Selain itu, kedua jenis makanan tersebut juga hanya tinggi kalori tanpa mengandung berbagai macam nutrisi yang baik untuk tumbuh kembang si Kecil.
2. Terapkan Pola Makan Sehat dan Bergizi
Bunda mungkin sudah paham kalau pola makan sehat dan bergizi merupakan kunci utama dari mengatasi perut buncit pada anak yang kurus.
Untuk itu, Bunda perlu memulai pola makan sehat pada si Kecil dengan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, protein, serat, lemak sehat, serta sayuran dan buah-buahan.
Sebagai pelengkap nutrisi si Kecil, Bunda juga bisa berikan susu pertumbuhan yang terfortifikasi lebih banyak nutrisi dengan zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
3. Jaga Porsi Makanan si Kecil
Porsi makan yang terlalu banyak dapat menyebabkan perut anak buncit tetapi kurus. Untuk itu, penting bagi Bunda agar bantu jaga porsi menu makanan si Kecil sesuai usianya.
Bunda dapat memberikan 3 kali makan dan 2 porsi camilan dalam sehari untuk mencegah si Kecil kelaparan dan membantunya untuk tidak makan berlebihan.
Baca Juga: Manfaat Bermain Outdoor untuk Anak, Mulai dari Perkembangan Fisik hingga Sosialnya
4. Biarkan Anak Aktif Bergerak
Bunda juga bisa bantu atasi perut anak buncit tapi kurus dengan membatasi screen time untuk menonton televisi atau bermain gadget supaya tidak lebih dari 2 jam per hari.
Alihkan kegiatan si Kecil untuk melakukan aktivitas yang melibatkan fisik. Misalnya, mengajak anak melakukan olahraga bersama Bunda dan Ayah secara rutin setiap hari.
Bunda dapat menyesuaikan jenis olahraga yang cocok untuknya, seperti bermain bola, renang, jogging, senam pagi, atau bersepeda untuk membangun postur tubuh anak ideal.
Mengajak anak untuk bermain permainan tradisional seperti lompat tali, petak umpet, layangan, engklek juga menjadi ide aktivitas yang menyenangkan untuk bantu jaga kesehatan si Kecil.
5. Konsultasikan ke Dokter
Jika Bunda mencurigai ada masalah pada kesehatan si Kecil yang menyebabkan perutnya buncit tampak tidak wajar, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.
Bawa anak ke dokter jika ia mengalami kondisi berikut:
- Nyeri perut
- Demam
- Perut terasa kencang
- Tubuh si Kecil pendek
- Perut membengkak
- Muntah
- Buang air besar (BAB) terlalu sering
Dokter dapat memastikan apa penyebab perut anak buncit tapi kurus, dan memberikan penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi medis si Kecil.
Bunda juga bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!
Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!