Rhinitis alergi pada anak adalah peradangan hidung akibat reaksi alergi seperti debu, serbuk sari, atau bulu hewan. Gejalanya bersin, hidung tersumbat, dan mata berair, namun bisa dikendalikan dengan menjaga kebersihan serta terapi dokter.
Cari tahu penyebab, gejala, dan cara mengatasinya!
Apa Itu Rhinitis Alergi pada Anak?
Rhinitis alergi adalah peradangan pada lapisan mukosa hidung yang muncul akibat respon berlebihan sistem kekebalan terhadap alergen yang terhirup seperti debu, tungau, bulu hewan, atau serbuk sari.
Saat alergen terhirup, tubuh anak yang sensitif mengenalinya sebagai ancaman dan memicu peradangan pada lapisan dalam hidung, mata, dan tenggorokan.
Rhinitis alergi dapat terjadi kapan pun sepanjang tahun, atau muncul secara musiman, seperti saat musim bunga tertentu. Rhinitis alergi disebut juga dengan hay fever.
Penyebab Rhinitis Alergi pada Anak
Penyebab alergi rhinitis adalah paparan terhadap alergen yang terhirup seperti serbuk sari, debu, bulu hewan, tungau, atau alergen lain yang berada di dalam ruang atau rumah.
Beberapa penyebab rhinitis alergi yang umum pada anak, antara lain:
1. Serbuk Sari Tanaman
Serbuk sari, baik dari pohon, rumput, bunga, atau tumbuhan lain, bisa menyebabkan alergi rhinitis pada anak. Serbuk sari ini bisa terbawa angin hingga akhirnya terhirup oleh si Kecil.
Beberapa contoh tumbuhan yang berisiko menyebabkan reaksi alergi, antara lain:
- Ilalang
- Bunga aster
- Bunga lili
- Akasia
- Baby’s breath
- Dahlia
- Bunga matahari
- Serbuk sari pohon pepaya
Meski demikian, alergi serbuk sari di Indonesia tidak sesering seperti di negara empat musim.
2. Tungau Debu
Tungau debu adalah penyebab alergi rhinitis yang paling umum pada anak. Tungau biasanya hidup di lingkungan yang hangat dan lembap dan makan sel-sel kulit mati.
Tungau debu sering kali berada di sofa, tempat tidur, atau karpet.
Untuk memastikan rumah bebas tungau debu, Bunda bisa mengganti seprai rutin dan mencuci seprai dengan air panas (54oC) dan menjaga kelembapan rumah hingga di bawah 50% dengan alat penjaga kelembapan udara.
3. Bulu dan Sel Kulit Mati Hewan
Bulu hewan peliharaan atau sel-sel kulit mati hewan juga bisa memicu reaksi alergi pada anak. Selain itu, air liur, urine, dan kotoran hewan juga bisa menyebabkan alergi.
Membatasi pergerakan hewan bisa jadi salah satu cara meminimalisir risiko rhinitis alergi pada anak.
4. Jamur
Jamur dapat berwujud seperti kumpulan debu yang menempel di perabotan rumah tangga atau lemari baju. Jamur ini dapat menyebarkan spora ke udara dan memicu timbulnya gejala alergi.
Beberapa jamur dapat dengan mudah dibersihkan. Namun, ada pula spora yang beterbangan dan tidak terlihat sehingga perlu diwaspadai.
Jamur ini biasanya tumbuh di ruang-ruang lembap, seperti dapur dan kamar mandi. Jadi, Bunda sebaiknya lebih sering membersihkan ruang-ruang, perabotan, dan sudut mati di dalam rumah yang sulit terjangkau.
5. Kecoa
Beberapa orang menunjukkan gejala alergi ketika mereka berada berdekatan dengan kecoa.
Partikel-partikel tak terlihat yang ikut terbawa melalui kecoa adalah pemicu terjadinya alergi pada seseorang. Mulai dari air liur, tubuh kecoa, sampai kotorannya bisa jadi pemicu alergi.
6. Pemicu Lain
Beberapa pemicu lain yang terhirup juga bisa jadi penyebab rhinitis alergi pada anak, seperti asap rokok, polusi udara, dan parfum.
Baca Juga: Jenis Bahan yang Menyebabkan Alergi
Gejala Rhinitis Alergi pada Anak
Gejala rhinitis alergi meliputi bersin berulang, hidung tersumbat, pilek berair, gatal pada hidung, hingga mata merah berair. Kondisi ini umumnya muncul saat anak terpapar alergen seperti debu, tungau, bulu hewan, atau serbuk sari.
Gejala umum
Beberapa gejala rhinitis alergi pada anak yang umum dan mudah Bunda kenali, antara lain:
- Bersin-bersin.
- Ingus yang keluar terus-menerus.
- post nasal drip (aliran lendir berlebih dari hidung ke belakang tenggorokan yang menyebabkan batuk, tenggorokan gatal, dan perasaan bernapas tidak lega).
- Ingus berwarna bening atau transparan.
- Hidung tersumbat dan gatal.
- Tenggorokan gatal.
- Batuk.
- Mimisan.
- Mata gatal dan berair.
- Lingkaran gelap di bawah mata.
- Sakit kepala yang sering terjadi.
Gejala tambahan
Selain gejala umum, anak juga bisa mengalami keluhan tambahan bila alerginya berlangsung sepanjang tahun. Peradangan kronis dapat memicu kondisi lain yang lebih mengganggu, seperti:
- Infeksi telinga berulang.
- Gangguan tidur, seperti tidur mengorok.
- Bernapas melalui mulut.
- Batuk tidak kunjung sembuh (batuk kronis).
- Prestasi di sekolah tidak optimal.
Apa Perbedaan Gejala Rhinitis Alergi dan Flu Biasa?
Gejala rhinitis alergi sering mirip dengan flu karena sama-sama menyerang saluran pernapasan. Bedanya, rhinitis alergi muncul saat anak menghirup alergen di udara dan mereda jika pemicunya dihindari.
Sementara, flu disebabkan oleh infeksi virus dan biasanya disertai batuk pilek serta demam. Ingus flu berwarna kuning kehijauan kental, sedangkan pada rhinitis alergi bening dan cair tanpa demam.
Selain itu, flu umumnya sembuh kurang dari seminggu tanpa komplikasi berarti. Sementara rhinitis alergi bisa terus kambuh selama anak masih terpapar alergen penyebabnya..
Cara Mengatasi Rhinitis Alergi pada Anak
Cara mengatasi rhinitis alergi pada anak bisa dilakukan dengan menghindari alergen penyebabnya, menjaga kebersihan rumah, serta memberikan obat sesuai anjuran dokter.
Berikut beberapa tips mengatasi rhinitis alergi anak:
1. Pakai Antihistamin Sesuai Anjuran Dokter
Saat alergi, tubuh si Kecil akan mengeluarkan histamin sebagai salah satu mekanisme pertahanan tubuh. Bunda bisa memberikan antihistamin sesuai dengan anjuran dokter, ya.
Antihistamin ini menghambat produksi histamin sehingga gejala alergi bisa mereda.
2. Gunakan Semprotan Kortikosteroid dengan Pengawasan Dokter
Semprotan hidung yang mengandung kortikosteroid atau dengan cairan saline juga bisa membantu meredakan gejala.
Jika gejala alergi cukup ringan, Bunda bisa menggunakan semprotan cairan saline. Akan tetapi, jika gejalanya cukup berat, coba tanyakan pada dokter cara menggunakan semprotan kortikosteroid untuk si Kecil, ya.
3. Hindari Pemberian Dekongestan Oral pada Anak Kecil
Dekongestan adalah obat untuk meredakan hidung tersumbat karena alergi. Namun, Bunda sebaiknya tidak memberikan obat ini untuk anak berusia di bawah 6 tahun.
Pastikan Bunda hanya memberikan obat ini dalam jangka pendek dan jika diresepkan oleh dokter, ya.
4. Pertimbangkan Imunoterapi (Allergy Shots atau Tablet)
Jika gejala alergi si Kecil cukup berat dan tidak bisa diobati dengan obat biasa, coba tanyakan pada dokter kemungkinan untuk menggunakan imunoterapi.
Biasanya, opsi ini bisa diberikan jika si Kecil sudah berusia lebih besar, yaitu di atas 5 tahun.
5. Kurangi Paparan Alergen di Rumah
Cara mengatasi sekaligus mencegah rhinitis alergi pada anak yang paling ampuh adalah dengan menjauhi paparan alergen.
Bunda bisa mencoba menjaga kelembapan di dalam rumah, mencuci seprai dengan air panas, hindari boneka berbulu, membersihkan debu dan menjaga kebersihan rumah secara rutin.
Baca Juga: Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?
6. Atur Kelembapan Udara di Rumah
Rumah yang lembap bisa membuat tungau debu berkembang biak. Bunda bisa gunakan dehumidifier atau AC untuk menjaga kelembapan <50% agar jamur dan tungau debu tidak berkembang.
7. Bersihkan Rumah dengan Vacuum HEPA
Vacuum HEPA mampu menyedot debu, serbuk sari, dan tungau dengan lebih efektif sehingga membantu mengurangi pemicu alergi.
Jika si Kecil terus-menerus mengalami reaksi alergi, Bunda bisa memperhatikan dengan cermat demi menemukan hal yang jadi penyebab pastinya.
Menjauhi paparan alergi bisa mengatasi dan menghilangkan gejala rhinitis alergi pada anak supaya tidak kambuh.
Dengan penanganan tepat, gejala rhinitis seperti bersin, hidung tersumbat, dan mata berair dapat berkurang sehingga anak tetap nyaman dan aktif. Bunda juga bisa menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju untuk berkonsultasi dengan tim ahli mengenai kesehatan dan tumbuh kembang si Kecil yang memiliki alergi.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!