Cara mengembangkan kecerdasan emosional anak sama pentingnya dengan membangun kecerdasan intelektual. Tujuannya agar anak mampu melihat, memahami, mengatur, dan mengungkapkan peristiwa emosional. Lantas, bagaimana caranya?
Cara Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak
Kecerdasan emosional dapat tumbuh secara alami, tetapi perlu dukungan lingkungan sekitar dan peran aktif orang tua agar bisa berkembang optimal. Ini dia beberapa hal yang bisa dilakukan.
1. Bantu Anak Mengenali Emosinya Sendiri
Perkenalkan berbagai jenis emosi beserta contohnya, seperti senang, marah, sedih, maupun kecewa. Lalu, bantu si Kecil memberi label pada emosi yang ia rasakan.
Contohnya, “Bunda lihat, Adik cemberut sepanjang hari. Adik sedih, ya?” Biarkan anak bercerita tentang emosi yang dirasakan. Selanjutnya, tanyakan hal yang membuat ia merasakan hal yang sama.
Cara mengembangkan kecerdasan emosional anak lebih menyenangkan bila dengan permainan sosial-emosional yang interaktif. Cobalah dengan nyanyian, kartu ekspresi, dan menggambar suasana hati.
2. Ajak Anak Membicarakan Perasaan
Coba beri tahu emosi yang dirasakan Ayah Bunda. Ini juga merupakan cara mengembangkan kecerdasan emosional anak.
Beritahu si Kecil hal-hal yang membuat Ayah Bunda senang, sedih, kecewa, atau berbagai emosi lainnya.
Sebagai contoh, jika buah hati mencoret-coret tembok dan membuat Ayah Bunda marah, sampaikanlah perasaan dengan nada positif.
Contohnya, seperti “Ayah/Bunda marah deh kalau Adik coret-coret tembok terus. Temboknya kan jadi kotor.”
Baca juga: Penyebab Anak Cengeng dan Cara Tepat Menghadapinya
3. Jadi Role Model dalam Mengelola Emosi
Anak merupakan peniru ulung, maka sebaiknya orang tua perlu menjadi contoh yang baik saat mengontrol emosi. Coba lakukan pengelolaan emosi berikut:
- Dengarkan musik lembut saat sedang tegang, putar lagu ceria saat sedang murung.
- Lakukan latihan pernapasan.
- Cari sisi baik dari setiap kejadian yang tidak menyenangkan.
- Berpikir sebelum bertindak, sebut dan sadari tindakan yang akan dilakukan, lalu pikirkan konsekuensinya.
- Jangan berkutat pada peristiwa dan emosi negatif, akui semuanya yang sudah terjadi, lalu lanjutkan kegiatan seperti biasa.
Saat merasakan emosi negatif di depan anak, tentu ada perasaan tidak nyaman. Ayah Bunda perlu tetap membicarakan perasaan, tetapi dengan tenang dan tanpa meledak-ledak.
Jadi, si Kecil memiliki panutan sehingga ia bisa mengelola emosinya. Hal inilah yang digunakan sebagai cara mengembangkan kecerdasan emosional anak.
4. Latih Empati dan Kepedulian pada Orang Lain
Cara mengembangkan kecerdasan emosional anak yang satu ini bisa dilakukan dengan mengajaknya membantu teman dan berbagi mainan.
Kedua aktivitas ini penting agar si Kecil memikirkan kebutuhan dan perasaan orang lain. Perlahan-lahan, empati pun muncul.
Membantu dan berbagi juga menunjukkan bahwa kebaikan kecil bisa berdampak besar bagi orang lain.
5. Membantu Anak Mengenali Perasaan di Berbagai Situasi
Mengenali suasana di rumah penting untuk melatih kecerdasan emosional anak. Biarkan si Kecil merasakan perubahan yang ada di sekitarnya.
Kalau terlihat bosan, misalnya malas bermain dan ingin keluar, ajaklah ke luar rumah. Aktivitas baru bisa memberi suasana berbeda.
Saat berada di luar, tanyakan perasaannya setiap kali suasana berubah. Cara ini membantu anak memahami perbedaan emosi di tempat yang berbeda.
Sebagai contoh, tanyakan perasaannya saat berjalan di trotoar dan di taman yang sepi. Jawabannya akan membuat ia lebih paham terhadap situasi yang membuatnya nyaman.
6. Sesuaikan Pendekatan dengan Usia Anak
Cara mengembangkan kecerdasan emosional anak perlu menyesuaikan rentang usianya, yaitu balita, prasekolah, dan sekolah dasar.
Di usia balita, si Kecil sudah benar-benar mulai bermain dengan teman sebayanya. Emosi anak 3 tahun bisa dilatih dengan bermain pura-pura agar ia sadar perannya memengaruhi permainan dan teman lainnya.
Anak usia prasekolah sudah memahami emosi dan lebih ekspresif. Untuk itu, ajak si Kecil mengungkapkan emosinya menggunakan kata-kata agar bisa mengelola perasaannya.
Pada anak usia sekolah, kenalkan mood-meter, berisi grafik bertuliskan mood dan energi si Kecil. Hal ini membantu mengenal, memahami, menamai, mengutarakan, dan mengatur emosinya.
7. Berikan Dukungan Lingkungan yang Positif
Cara mengembangkan kecerdasan emosional anak tidak selalu diberatkan kepada si Kecil. Orang tua perlu turut andil dengan cara memberi dukungan dan menjaga lingkungan positif.
Ayah Bunda juga perlu berempati saat si Kecil tampak frustrasi. Pahami perasaan dan ketidaknyamanannya. Jangan lupa puji proses si Kecil, bukan hanya hasilnya.
Penting juga untuk tanyakan perasaannya dan apakah ia tahu masalahnya. Perhatikan si Kecil dengan saksama, lalu jelaskan kepadanya, dan tanyakan kembali apakah pengamatan Ayah Bunda tepat atau tidak.
8. Beri Ruang Anak untuk Mengambil Keputusan
Cara mengembangkan kecerdasan emosional ini tak kalah penting. Pastikan Ayah Bunda membiarkan ia mengambil keputusan, seperti memilih pakaian atau menentukan permainan.
Membiarkan mengambil keputusan penting untuk membentuk karakter anak. Tak hanya itu, cara ini juga berguna untuk mengasah:
- Kepercayaan diri pada opininya.
- Ketegasan.
- Ketelitian.
- Pemikiran analitis.
- Empati.
Baca juga: 5 Cara Mudah Supaya Anak Cerdas di Masa Prasekolah
Penuhi Nutrisi untuk Mendukung Kecerdasan Emosional Anak
Mengasah kemampuan emosional harus diikuti dengan pemenuhan gizi yang optimal. Ada beberapa nutrisi otak untuk anak, seperti omega-3, omega-6, zat besi, dan vitamin B kompleks.
Studi menunjukkan, omega-3 dan omega-6 bagi otak berguna untuk kemampuan beradaptasi terhadap emosi. Zat besi mengatasi anemia yang berdampak pada penurunan kemampuan sosial dan emosional.
Vitamin B kompleks penting untuk menjaga senyawa di otak yang berkaitan dengan mood. Zat gizi tersebut bisa dijumpai pada ikan berlemak, daging merah, dan telur.
Bila perlu, lengkapi asupan gizi dengan susu yang bagus untuk kecerdasan anak.
Sebagian anak mungkin dapat mengembangkan kecerdasan emosional secara mandiri. Namun, tentunya akan lebih baik lagi jika buah hati mendapat dukungan dari sekitarnya.
Latihlah kecerdasan emosional anak sejak dini agar mereka tidak hanya dapat memahami emosi, tapi tentu juga memiliki kemampuan untuk mengelolanya.
Ibu bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!