Olahan susu, dari keju hingga yogurt, harus dihindari anak yang memiliki alergi susu sapi atau intoleransi laktosa. Maka itu, Bunda harus lebih cermat menghindari susu dan produk olahannya dalam menu makanan anak sehari-hari.
Produk Olahan Susu
Produk olahan susu dan turunannya (dairy product) adalah salah satu sumber protein yang berisiko menimbulkan gejala alergi atau gangguan cerna pada anak dengan intoleransi laktosa.
1. Keju
Keju dapat menyebabkan alergi karena mengandung protein kasein dan whey, yang merupakan alergen umum terutama pada anak-anak.
Pada anak yang memiliki alergi susu, sistem kekebalan tubuh secara keliru mengenali protein susu dalam keju sebagai zat berbahaya.
Hal ini memicu respons imun yang melepaskan zat kimia seperti histamin, yang menyebabkan gejala alergi.
Baca Juga: 10 Ciri-Ciri Anak Alergi Susu Sapi & Cara Mengatasinya
2. Yogurt
Alergi yogurt terjadi karena tubuh bereaksi terhadap protein susu, terutama kasein dan whey. Sistem imun menganggap protein ini sebagai ancaman dan memicu reaksi alergi.
Fermentasi yogurt memang mengurangi sebagian protein whey yang bersifat alergen, tapi kasein tetap utuh. Karena itu, yogurt tetap bisa menyebabkan alergi meskipun telah difermentasi.
Gejala alergi bisa berupa gatal, ruam, atau sesak napas setelah konsumsi. Jika muncul gejala, sebaiknya periksa ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

3. Kefir
Kefir adalah olahan susu hasil fermentasi dengan kombinasi ragi dan bakteri asam laktat. Rasanya asam, sedikit berkarbonasi, dan lebih cair dibanding yogurt.
Reaksi alergi terhadap kefir bisa disebabkan oleh protein susu (kasein/whey), komponen ragi, atau tingginya kadar histamin akibat fermentasi.
Alergi ini bisa muncul bahkan jika si Kecil sebelumnya tidak memiliki alergi terhadap susu.
4. Krim
Krim adalah olahan susu yang diperoleh dari lapisan lemak yang terpisah saat proses pendinginan. Terdapat berbagai jenis krim, seperti krim kental, krim kocok, dan krim masak..
Alergi terhadap krim susu terjadi karena sistem kekebalan tubuh salah mengenali protein dalam krim (terutama kasein dan whey) sebagai ancaman.
Tubuh membentuk antibodi IgE saat pertama kali terpapar protein susu. Paparan berikutnya memicu pelepasan histamin yang menyebabkan gejala alergi seperti gatal, ruam, hingga sesak napas.
5. Mentega (Butter)
Alergi mentega disebabkan oleh reaksi sistem imun terhadap protein susu seperti kasein dan whey yang masih ada dalam mentega.
Protein ini bisa memicu gejala alergi seperti ruam, gangguan pernapasan, atau pencernaan, karena tubuh menganggapnya sebagai zat asing dan memicu pelepasan histamin.
Reaksi bisa bersifat langsung atau tertunda, tergantung sensitivitas anak terhadap protein susu.
6. Es Krim
Sebagai olahan susu, es krim bisa memicu alergi karena kandungan bahan alergen seperti susu, telur, kacang, dan kedelai.Penyebab paling umum adalah alergi protein susu sapi, terutama pada anak-anak.
Reaksi alergi terjadi saat sistem imun bereaksi terhadap protein seperti kasein atau whey. Gejalanya bisa berupa ruam, muntah, sesak napas, hingga anafilaksis pada kasus berat.
Kontaminasi silang juga jadi faktor penyebab alergi, meski bahan alergen tak tercantum di label. Zat aditif seperti pewarna atau perasa buatan juga bisa menimbulkan reaksi pada yang sensitif.
7. Custard
Custard merupakan makanan penyebab alergi karena terbuat dari susu dan telur, dua bahan yang sering memicu reaksi alergi. Sistem imun salah mengenali protein dalam bahan ini sebagai ancaman.
Protein telur dan susu dalam custard tetap bisa memicu alergi meski sudah dimasak. Tubuh bisa bereaksi dengan gejala seperti gatal, muntah, diare, atau sesak napas.
Baca Juga: Apakah Alergi pada Anak Bisa Sembuh?
Makanan yang Mungkin Mengandung Olahan Turunan Susu
Susu dan olahannya juga sering digunakan dalam berbagai jenis makanan, baik secara langsung maupun tersembunyi. Berikut beberapa contohnya:
1. Permen
Tidak semua permen mengandung susu, tetapi sebagian ada yang menggunakan olahan susu sapi dalam bahannya. Kandungan tersebut bisa tersembunyi dalam bentuk susu bubuk, krim, atau mentega.
Bagi anak yang memiliki alergi susu, penting untuk selalu memeriksa label bahan. Kandungan kecil sekalipun dapat memicu reaksi alergi.
2. Selai
Selai cokelat biasanya mengandung susu skim, yaitu susu sapi dengan kadar lemak rendah. Walaupun rendah lemak, susu skim tetap mengandung protein susu.
Protein dalam susu skim bisa menimbulkan reaksi alergi seperti susu utuh. Karena itu, penting memeriksa kandungan sebelum mengkonsumsinya.
Baca Juga: 4 Cara Deteksi Dini Alergi Anak yang Perlu Bunda Ketahui
3. Produk Olahan Daging
Sosis dan daging asap populer karena praktis, tetapi terkadang mengandung turunan susu. Kasein sering ditambahkan sebagai bahan pengikat dalam produk tersebut.
Kasein merupakan protein dari susu sapi yang bisa menyebabkan reaksi alergi. Pastikan membaca label kemasan sebelum memberi produk ini pada anak yang alergi susu.
4. Tuna Kalengan
Tuna kalengan mungkin terlihat aman, namun beberapa produk mengandung kasein sebagai bahan tambahan. Kasein ditambahkan untuk memperbaiki tekstur dan daya tahan makanan.
Kandungan ini bisa membahayakan bagi penderita alergi susu. Selalu cek label untuk memastikan tidak ada kandungan susu tersembunyi.
5. Sereal
Banyak orang mengira sereal aman jika tidak menggunakan susu sapi sebagai pendamping. Padahal, beberapa sereal sudah mengandung turunan susu sejak dari proses produksi.
Laktosa dan bubuk susu sering ditambahkan ke sereal untuk meningkatkan rasa dan memperhalus teksturnya. Ini penting diperhatikan oleh orang tua dengan anak alergi susu.
6. Makanan Beku
Makanan seperti nugget atau kentang goreng beku juga bisa mengandung laktosa. Kandungan ini biasanya tersembunyi dalam campuran tepung atau bumbu.
Meskipun terlihat aman, produk ini tidak cocok untuk anak dengan alergi susu atau intoleransi laktosa. Perhatikan label sebelum membeli.
7. Pancake dan Waffle
Membuat pancake atau waffle sendiri di rumah bisa menghindari bahan susu. Namun, produk instan atau siap makan perlu lebih diperhatikan.
Banyak adonan instan mengandung susu bubuk atau whey. Selalu cek bahan pembuat jika membeli dalam bentuk kemasan atau matang.
8. Biskuit
Biskuit kemasan sering kali dibuat dengan tambahan mentega atau susu bubuk. Meski rasanya enak, kandungan ini bisa berbahaya bagi anak alergi susu.
Bahkan merek terkenal sekalipun bisa menggunakan bahan turunan susu. Cek kembali komposisinya sebelum dikonsumsi.
9. Keripik Kentang
Keripik rasa keju atau krim asam biasanya mengandung bahan turunan susu. Laktosa atau whey sering menjadi bahan dalam bumbu perasa.
Bukan hanya keripiknya, bumbunya juga dapat memicu alergi. Karena itu, orang tua perlu selalu cermat dalam membaca informasi gizi.
10. Mashed Potato Instan
Mashed potato instan umumnya ditambahkan susu dan mentega untuk cita rasa. Meskipun praktis, kandungan susunya bisa menjadi masalah bagi yang alergi.
Jenis makanan instan bubuk lainnya juga bisa mengandung zat yang serupa. Pastikan mengecek label sebelum menyajikannya kepada anak.
Cara Membaca Komposisi pada Label Kemasan
Salah satu metode menghindari susu dan makanan olahan susu adalah dengan memilih produk yang berlabel “non-dairy”.
Namun, perlu diingat label ini tidak selalu menjamin produk tersebut bebas laktosa. Maka dari itu, penting bagi Bunda untuk tetap membaca komposisi bahan dengan cermat.
Memahami istilah dalam daftar bahan akan membantu mengenali kandungan susu tersembunyi.
Menurut The Food Allergy & Anaphylaxis Network, ada sejumlah bahan yang sebaiknya dihindari oleh anak yang alergi susu. Beberapa di antaranya adalah:
- Mentega (butter)
- Kasein, kasein hidrolisat, dan kaseinat
- Keju
- Krim
- Curds (dadih)
- Custard
- Diacetyl
- Ghee
- Laktalbumin
- Laktoferin
- Laktosa dan laktulosa
- Cow’s milkSusu sapi
- Recaldent
- Rennet casein
- Krim asam
- Whey
- Yogurt
Mengetahui istilah-istilah ini membantu Bunda memilih makanan yang aman untuk buah hati.
Bagaimana Jika Anak Memiliki Alergi Susu Sapi dan Intoleransi Laktosa?
Jika Bunda sudah terbiasa membaca label makanan dan menghindari produk berbahan susu, langkah selanjutnya adalah menjaga agar pertumbuhan anak tetap optimal.
Alergi susu sapi atau intoleransi laktosa bukan halangan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si Kecil.
1. Nutrisi Alternatif
Susu memang kaya nutrisi, namun Bunda tetap bisa mencukupi kebutuhan gizi anak tanpa produk susu.
Gunakan bahan makanan segar seperti daging ayam atau sapi sebagai pengganti olahan sosis atau nugget.
Jika anak menyukai es krim berbahan susu, coba ganti dengan sorbet berbasis buah tanpa susu. Alternatif ini tetap lezat dan lebih aman untuk anak yang alergi.
2. Susu Pengganti
Susu berbahan dasar kedelai atau almond dapat menjadi pengganti yang baik untuk susu sapi. Keduanya memiliki rasa yang enak dan kandungan gizi yang mendukung pertumbuhan anak.
Susu pertumbuhan soya, seperti SGM Eksplor ISOPRO SOY, bisa menjadi pilihan. SGM Eksplor ISOPRO SOY adalah susu soya dengan nutrisi sebaik susu sapi dan terbuat dari isolat protein soya berkualitas.
SGM Eksplor ISOPRO SOY dilengkapi dengan nutrisi sebaik susu sapi yang mengandung IronC, DHA 100% berkualitas dari minyak ikan tuna, tinggi vitamin D & kalsium, serta bebas laktosa dari isolat protein soya. Lebih Cepat Atasi Gejalanya, Lebih Baik Eksplorasinya!
3. Perhatikan Produk Selain Makanan
Tidak hanya makanan, produk non-makanan seperti lotion, sabun, atau krim kulit juga perlu diperhatikan. Beberapa produk ini bisa mengandung turunan susu sapi yang berisiko bagi anak dengan alergi.
Selain itu, banyak obat dan multivitamin mengandung laktosa sebagai bahan tambahan. Anak dengan intoleransi laktosa sebaiknya menghindari produk farmasi semacam ini dan konsultasikan terlebih dahulu ke dokter.
4. Konsultasikan ke Dokter
Jika muncul gejala alergi, segera konsultasikan ke dokter anak untuk diagnosis yang akurat. Dokter akan membantu memastikan apakah anak mengalami alergi susu sapi atau intoleransi laktosa.
Dokter juga dapat menyarankan nutrisi pengganti yang sesuai. Konsultasi dengan ahli gizi juga penting agar menu harian anak tetap seimbang dan bergizi.
Meski anak tidak cocok dengan susu sapi, Bunda tak perlu khawatir. Banyak bahan makanan bergizi lainnya yang bisa mendukung pertumbuhan si Kecil secara optimal.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.
Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!