Penting mengetahui penyebab dan cara mengatasi kaligata pada anak agar penyakit ini tidak kambuh lagi di kemudian hari. Yuk, simak bersama, Bun!
Apa Itu Kaligata?
Kaligata adalah nama lain dari biduran. Dalam bahasa medis, biduran atau kaligata disebut juga urtikaria.
Seringnya, kaligata pada anak adalah reaksi alergi yang muncul karena sistem imunnya yang masih berkembang. Akan tetapi, kondisi ini tidak berbahaya.
Gejalanya adalah muncul bentol kemerahan yang terkadang besar-besar. Bentol ini akan hilang tanpa bekas luka. Inilah yang membedakannya dari ruam kulit pada umumnya.
Penyebab Kaligata pada Anak yang Perlu Diwaspadai
Meski bukan penyakit kulit yang membahayakan, kaligata ini bisa membuat si Kecil rewel, serta tidak nyaman saat tidur atau beraktivitas karena sensasi gatal yang mengganggu.
Kaligata anak dapat disebabkan beberapa hal di bawah ini:
1. Reaksi Alergi
Salah satu penyebab kaligata yang paling umum adalah reaksi alergi. Umumnya, pemicu reaksi alergi yang paling sering pada anak adalah makanan dan faktor lingkungan.
Makanan yang sering jadi penyebab alergi dan kaligata anak yakni telur, alergi susu sapi, makanan laut, atau kacang-kacangan.
Selain itu, faktor lingkungan juga bisa menyebabkan biduran. Ini bisa meliputi debu, deterjen pakaian, bahan pakaian yang rentan timbulkan alergi, atau bulu hewan peliharaan.
2. Infeksi Virus
Penyebab kaligata pada anak tidak melulu akibat reaksi alergi, Bun. Penyakit kulit ini juga dapat disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu.
Kaligata akibat infeksi virus biasanya menunjukkan gejala alergi kulit, seperti bentol-bentol kemerahan dan gatal di seluruh tubuh. Anak juga bisa mengalami demam, batuk, atau diare.
Kaligata yang terjadi karena infeksi virus biasanya berlangsung sekitar 3 hari dan akan berangsur hilang. Penyebab kaligata ini tidak ada kaitan dengan reaksi alergi.
3. Infeksi Bakteri
Biduran pada anak juga bisa disebabkan oleh infeksi dari beberapa jenis bakteri, seperti bakteri Strep yang umum ditemukan pada penyakit infeksi kandung kemih.
Baca Juga: 6 Benda yang Paling Sering Memicu Reaksi Alergi pada Anak
Ciri-Ciri Biduran pada Anak yang Umum Terjadi
Ciri-ciri biduran pada anak yang paling umum terjadi adalah munculnya bentol berwarna merah atau merah muda yang cukup banyak.
Selain itu, beberapa gejala biduran lainnya pada anak, antara lain:
- Bentol bisa berukuran kecil atau lebar dan berkelompok.
- Bentol dapat tampak seperti gigitan nyamuk
- Bentol terasa sangat gatal atau panas.
- Anak rewel karena rasa gatal yang muncul.
- Bentol dapat muncul di dada, punggung, wajah, telinga, atau tangan.
- Biduran akan hilang tanpa bekas kurang dari 24 jam, kecuali bersifat kronis.
- Bentol berwarna pucat di tengahnya.
- Bentol dapat berubah bentuk.
- Biduran bisa menyebabkan bibir si Kecil bengkak.
Biduran pada Anak Berapa Lama Bisa Sembuh?
Biasanya, biduran pada anak dapat sembuh dalam hitungan 24 jam atau bahkan lebih cepat. Akan tetapi, itu semua tergantung pada jenisnya, ya, Bund.
Biduran pada anak dibedakan berdasarkan durasi kejadiannya, yaitu:
- Biduran akut: sembuh dalam hitungan jam atau sekitar 1-3 hari, maksimal 1 minggu. Biasanya, terjadi karena reaksi alergi.
- Biduran kronis: bisa berlangsung lebih dari 6 minggu dan dapat sembuh sebentar, untuk kemudian muncul lagi beberapa hari kemudian.
Cara Mengatasi Kaligata pada Anak
Berikut adalah beberapa cara mengatasi biduran pada anak yang perlu Bunda dan Ayah ketahui:
1. Hindari Pemicu Alergi
Agar gejala cepat mereda, Bunda perlu menghindari si Kecil dari alergen yang jadi penyebab kaligata.
Alergen tersebut antara lain telur, makanan laut, susu sapi, serbuk sari, bulu hewan peliharaan, bahan pakaian tertentu, produk perawatan kulit, hingga obat-obatan.
Baca Juga: Cara Tepat Mengatasi Alergi Susu Sapi pada Anak
2. Kompres Dingin
Bentol akibat kaligata bisa menyebabkan sensasi panas dan gatal. Bunda bisa mengompres kulit si Kecil dengan air dingin sebagai cara menghilangkan kaligata pada anak.
Caranya, rendam handuk waslap dengan air yang sejuk dan peras sampai terasa lembap. Kompres area kulit yang terasa gatal selama 10-15 menit, sebanyak 2-3 kali sehari.
3. Gunakan Lotion Antigatal
Mengoleskan lotion antigatal juga bisa menjadi cara mengobati kaligata pada anak.
Bunda bisa memilih lotion mengandung calamine dan obat antiradang dan mengoleskannya ke area kulit tubuh anak yang terasa gatal. Diamkan beberapa saat sampai kering.
4. Pilih Baju yang Longgar dan Sejuk
Pakaian ketat dengan bahan tidak menyerap keringat juga bisa menyebabkan kaligata.
Sebab, ini dapat menyebabkan kulit si Kecil akan terus mengalami gesekan dengan pakaian sehingga berpotensi menyebabkan iritasi.
Untuk mengatasinya, pakaikan anak baju yang longgar, berbahan sejuk, dan menyerap keringat, seperti kaus katun.
5. Mandikan Anak dengan Air Dingin
Cara lain untuk mengatasi kaligata pada anak adalah Bunda bisa memandikan si Kecil atau mengajaknya berendam air dingin selama 10-15 menit.
Sebaiknya, jangan menggunakan suhu dingin ekstrem agar si Kecil tidak kaget, juga tidak membuatnya kedinginan.
Mandi atau berendam air dingin bisa membantu mengatasi rasa gatal dan panas perih di kulit.
6. Berikan Susu Isolat Jika Alergi Susu Sapi
Untuk mengatasi biduran pada anak karena alergi susu sapi, Bunda perlu menghentikan pemberian susu sapi dan konsultasikan ke dokter untuk beralih ke alternatif lain.
Bunda bisa memberikan si Kecil susu isolat protein soya, seperti SGM Eksplor ISOPRO SOY. SGM Eksplor ISOPRO SOY dilengkapi dengan nutrisi sebaik susu sapi yang mengandung IronC, DHA 100% berkualitas dari minyak ikan tuna, tinggi vitamin D & kalsium, serta bebas laktosa dari isolat protein soya. Lebih Cepat Atasi Gejalanya, Lebih Baik Eksplorasinya!
7. Pantau Gejala Lanjutan
Sering kali, biduran pada anak adalah reaksi alergi. Untuk itu, Bunda perlu mewaspadai kemungkinan adanya gejala lanjutan.
Meskipun sangat jarang, reaksi alergi berat, alias reaksi anafilaksis dapat terjadi akibat paparan alergen.
Bunda sebaiknya segera membawa si Kecil ke rumah sakit jika muncul gejala, seperti sesak napas, wajah bengkak, berliur, dan kesulitan menelan.
Baca Juga: Ciri Ruam Alergi Susu Sapi, Penyebab, dan Cara Mengatasinya
Kaligata pada Anak Obatnya Apa?
Untuk kaligata yang bersifat akut, biasanya akan sembuh dengan sendirinya dalam 24 jam atau kurang dari seminggu.
Namun kadang, gejalanya bisa sangat mengganggu. Beberapa obat kaligata anak yang bisa Bunda berikan, yaitu:
1. Antihistamin
Antihistamin adalah salah satu obat untuk mengatasi gejala alergi pada anak. Ada banyak jenis obat antihistamin, seperti cetirizine dan loratadine.
Cara kerjanya menghambat produksi histamin yang memicu gejala alergi. Namun, tiap obat punya aturan minum yang berbeda, pastikan Bunda konsultasi dulu dengan dokter, ya.
2. Calamine Lotion atau Krim Antigatal
Ada beberapa salep, krim, atau losion yang bisa Bunda berikan sebagai cara mengobati kaligata pada anak.
Bunda bisa memberikan calamine lotion atau salep dengan hidrokortison 1%.
Akan tetapi, karena hidrokortison termasuk obat steroid dan ada batas waktu penggunaannya, tanyakan pada dokter ya Bun boleh berapa lama si Kecil memakainya.
3. Obat Resep
Kalau biduran pada anak bersifat kronis, Bunda perlu konsultasi ke dokter untuk mendapatkan obat yang tepat.
Biasanya, obatnya dapat berupa penekan sistem imun atau untuk meredakan gejala yang dialami si Kecil.
Baca Juga: Gejala Alergi Dingin pada Anak dan Penanganannya
Kapan Harus Bawa Anak ke Dokter?
Jika kaligata anak tidak kunjung sembuh meski sudah lewat seminggu, Bunda sebaiknya memeriksakan si Kecil ke dokter.
Selain itu, jangan menunggu seminggu jika si Kecil menunjukkan reaksi alergi berat (anafilaksis). Berikut adalah tanda-tanda anafilaksis yang perlu Bunda ketahui.
- Biduran disertai demam
- Mual hingga muntah
- Ruam menyebar
- Sesak napas
- Bengkak di wajah
- Sulit menelan
- Kulit tampak lebih pucat.
Jika biduran sembuh dalam waktu kurang dari seminggu tapi terus-menerus kambuh tanpa alasan yang jelas, Bunda juga sebaiknya berkonsultasi ke dokter.
Tips Mencegah Kaligata Kambuh
Cara mencegah kaligata pada anak adalah dengan menjauhi penyebabnya. Beberapa hal yang dapat Bunda lakukan untuk mencegah biduran kambuh, yaitu:
- Menjauhi paparan alergen, baik dari makanan atau lingkungan
- Menjaga kebersihan tempat tidur dan mainan
- Menggunakan pakaian yang sejuk dan longgar
- Rutin mengganti pakaian yang berkeringat
- Menggunakan sabun yang hipoalergenik dan tidak mengandung pewangi
Bunda masih punya pertanyaan seputar kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.