Angka kasus speech delay pada anak di Indonesia cenderung meningkat. Maka itu, Bunda harus mewaspadai ciri anak tidak bisa bicara lancar akibat speech delay agar tahu stimulasi apa yang harus dilakukan secepatnya.
Yuk, kenali ciri-ciri anak telat bicara, penyebab, dan cara mengatasinya!
Kapan Anak Dikatakan Telat Bicara?
Seorang anak dapat dikatakan terlambat bicara atau speech delay jika belum lancar bicara dan kosakatanya terbatas di umur 2–3 tahun.
Anak juga bisa dikatakan telat bicara jika di usia 18–30 bulan ia sulit berbicara, padahal kemampuan motorik, berpikir, dan sosialnya sudah baik.
Anak umumnya mulai bisa bicara di usia 1 tahun dan paling lambat di umur 1,5 tahun. Pada usia ini, anak seharusnya sudah bisa mengucapkan minimal 5 kata dan memiliki 20-70 kosakata.
Ciri Umum Speech Delay pada Anak
Setiap anak mengembangkan kemampuan berbahasa dengan kecepatan dan cara berbeda-beda.
Namun, berikut beberapa ciri anak tidak bisa bicara lancar yang secara umum perlu Bunda ketahui:
- Tidak menoleh saat namanya dipanggil dari belakang.
- Tidak ada babbling (celotehan) di rentang usia 2–6 bulan.
- Tidak bisa menunjuk dengan jari.
- Ekspresi wajahnya tidak variatif pada usia 6–12 bulan.
- Tidak bisa mengucapkan satu kata berarti di usia 16 bulan.
- Belum memahami kata “tidak” atau “stop” pada usia 18 bulan.
- Tidak bisa mengucapkan kata sederhana, seperti “mama” atau “dada” dengan jelas di usia 12–15 bulan.
Jika si anak tidak menunjukkan kemajuan berbahasa atau berbicara di usia yang seharusnya, bisa jadi si Kecil mengalami speech delay atau keterlambatan bicara.
Baca Juga: Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasi Keterlambatan Perkembangan Anak
Ciri Keterlambatan Bicara Sesuai Usia Anak
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), ciri anak tidak bisa bicara lancar dapat diamati dari tahapan perkembangan sesuai usianya.
Berikut berbagai ciri speech delay pada anak sesuai tahapan usianya:
1. Usia 6–12 bulan
Rata-rata, anak di usia ini mengenali namanya dan nama orang-orang terdekatnya, seperti “Mama” atau “Papa”.
Anak juga mengerti konsep komunikasi dasar, seperti “ya”, “tidak”, dan “habis”, juga beberapa perintah sederhana, misal, “Lihat ke sini!” atau “Ayo, ke sini!”
Beberapa ciri anak tidak bisa bicara lancar di rentang usia 6–12 bulan adalah:
- Tidak berceloteh (babbling) di usia 6 bulan.
- Tidak menunjuk dengan jarinya pada usia 12 bulan.
- Jarang atau sama sekali tidak menunjukkan ekspresi wajah.
- Tidak menoleh saat dipanggil namanya dari belakang
2. Usia 12–18 bulan
Waspada ciri anak tidak bisa bicara lancar jika si Kecil tidak bisa mengucapkan kata dengan jelas atau tidak memiliki kosakata berarti pada usia 16 bulan.
Umumnya, anak sudah bisa mengucapkan 3 sampai 6 kata bermakna. Bahkan, kosakatanya mencapai 5 sampai 50 kata pada usia 18 bulan.
Anak usia 1–1,5 tahun juga umumnya sudah bisa mengikuti perintah sederhana, seperti “tolong ambilkan bola merah itu, Nak!”
3. Usia 18–24 bulan
Di usia ini, si Kecil mulai banyak bicara dan menyerap kosakata baru setiap hari. Ia bisa merangkai dua kata, mengikuti perintah sederhana, dan 50% ucapannya mulai bisa dimengerti orang lain.
Namun, waspada bila orang-orang di sekitar sulit sekali mengerti ucapan si Kecil di usia 24 bulan. Ini bisa mengarah pada ciri anak tidak bisa bicara dengan lancar.
Baca Juga: Perkembangan Bahasa Anak Usia 1-3 Tahun dan Tips Stimulasinya
4. Usia 2–3 tahun
Di usia 2–3 tahun, anak biasanya sudah bisa bicara jelas dan dimengerti orang lain. Ia juga mulai membuat kalimat pendek, suka bertanya, dan mengenali benda-benda umum.
Ayah Bunda perlu waspada bila artikulasi ucapan si Kecil tidak jelas atau ia kesulitan untuk menyusun kata-kata, karena ini bisa jadi ciri anak tidak lancar bicara.
Begitu juga jika si Kecil menunjukkan ciri seperti ini di usia 2–3 tahun:
- Belum bisa menggunakan setidaknya 25 kata di umur 2 tahun.
- Belum bisa menggunakan frasa dua kata unik.
- Tidak bisa mengucapkan kombinasi kata benda pada usia 2,5 tahun.
- Belum bisa menggunakan setidaknya 200 kata.
- Tidak meminta sesuatu dengan nama.
- Ucapan sulit dimengerti pada usia 3 tahun.
5. Usia 3–5 tahun
Di usia 3-5 tahun, anak seharusnya lebih tertarik mendengarkan cerita dan percakapan di sekitarnya.
Anak usia 3-5 tahun umumnya juga sudah bisa menyebutkan nama, umur, jenis kelamin, bahkan memakai kalimat panjang (lebih dari 4 kata) ketika berbicara.
Waspada ciri anak tidak bisa bicara pada usia 3-5 tahun ini:
- Hanya dapat meniru ucapan atau tindakan, tapi tidak bisa spontan melontarkan kata atau frasa.
- Hanya mengucapkan beberapa bunyi atau kata berulang kali dan tidak dapat menggunakan bahasa lisan untuk berkomunikasi.
- Tidak bisa mengikuti petunjuk sederhana.
- Nada suaranya yang tidak biasa, seperti serak atau sengau.
- Belum bisa mengucapkan kata-kata yang telah dipelajari sebelumnya, ketika usianya sudah lebih dari usia 3 tahun.
Penyebab Anak Tidak Bisa Bicara Lancar
Keterlambatan bicara pada anak umumnya disebabkan kurang stimulasi. Misalnya Ayah dan Bunda yang jarang mengajak anak ngobrol atau anak terlalu sering main handphone.
Menurut para peneliti, speech delay juga dapat dipengaruhi oleh faktor medis seperti:
- Memiliki riwayat keluarga dengan keterlambatan bahasa dini.
- Berjenis kelamin laki-laki.
- Lahir dengan berat kurang dari 85 persen dari berat lahir optimal mereka.
- Gangguan pendengaran.
- Gangguan pada otak, contohnya gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif.
- Autisme.
- Lahir prematur.
- Gangguan pada organ mulut yang membuat si Kecil sulit melafalkan kata-kata (gangguan artikulasi).
Untuk mengetahui penyebab anak tidak bisa bicara dengan lancar, bawa si Kecil ke dokter anak, dokter THT, dan psikolog atau psikiater anak.
Ayah Bunda juga bisa memastikan perkembangan anak sudah sesuai tahapan usianya atau belum serta tips stimulasinya lewat fitur Catatan Perkembangan Anak, lho. Yuk, coba sekarang!
Bagaimana Cara agar Anak Cepat Lancar Bicara?
Perkembangan bicara anak akan sangat dipengaruhi oleh peran keluarga terdekatnya. Berikut adalah beberapa cara agar anak cepat bicara yang bisa dilakukan:
1. Rutin Berkomunikasi dengan Si Kecil
Kebiasaan berbicara dan berkomunikasi dengan si Kecil bisa dimulai kapan pun. Katakan apa yang sedang terjadi, apa yang sedang dilakukan, atau sebutkan benda-benda yang ditemui.
Bicaralah dalam bahasa yang jelas dan benar. Ini mempermudah anak agar memahami dan meniru cara berbicara yang baik.
Berikan perhatian penuh ketika anak berbicara agar merasa dihargai dan selalu ingin berkomunikasi.
2. Bacakan Dongeng
Sembari mengecek ciri anak tidak bisa bicara kancar, latih anak dengan membacakan dongeng.
Diketahui, mendengarkan dongeng bisa meningkatkan keterampilan anak memahami, mengingat, menyerap kosakata baru, sampai bagaimana cara melafalkan kata-kata.
Ayah Bunda bisa membacakan cerita atau dongeng. Saat membacakan dongeng, perlihatkan juga gambar dan sebutkan nama benda-benda yang ditunjuk.
3. Ajak Bernyanyi
Nyanyikan lagu anak-anak atau putar lagu yang melibatkan gerakan tubuh. Musik dan ritme dapat membantu meningkatkan kemampuan berbicara.
Lagu dan musik juga dapat meningkatkan pemahaman anak terhadap intonasi dan ritme dalam bahasa.
Bunda juga bisa ceritakan nama-nama benda, warna, dan bentuk yang mereka temui lewat lagu dan musik untuk bantu memperkaya kosakatanya.
4. Berikan Mainan Edukatif
Pilih mainan edukatif yang dirancang untuk mengembangkan kemampuan berbicara.
Contohnya, puzzle kata, kartu kata (flash cards), atau mainan yang mendorong percakapan, seperti mainan masak-masakan atau dokter-dokteran.
Permainan ini mengajarkan cara berkomunikasi dan menyerap kosakata baru.
Jangan lupa, berikan pujian dan semangat saat ia bisa mengucapkan sesuatu dengan baik. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara.
5. Bergabung dalam Kelompok Bermain
Kelompok bermain atau aktivitas berkelompok membuat si Kecil berinteraksi dan dapat merangsang perkembangan bahasa. Hal ini mengurangi risiko timbulnya speech delay.
Selain itu, ajak berpartisipasi dalam kegiatan keluarga, seperti memasak atau merapikan rumah. Kegiatan ini membuatnya mendengar dan menggunakan berbagai kata.
Baca Juga: 8 Ide Aktivitas untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak 1 Tahun
Sebagai orang tua, peran Ayah Bunda sangat penting dalam perkembangan bahasa anak sejak dini. Ini penting untuk mengenali ciri anak tidak bisa bicara lancar dan penanganan yang tepat.
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya.
Jangan lupa juga daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.