Tekstur MPASI 10 bulan tidak lagi berupa bubur halus dan lembek, Bun. Semakin bertambahnya usia bayi, semakin meningkat pula kemampuan makannya. Lantas, tekstur seperti apa yang harus diberikan pada bayi usia 10 bulan?
Seperti Apa Tekstur MPASI 10 Bulan?
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), bayi usia 10 bulan sudah bisa makan makanan bertekstur cincang halus atau kasar tanpa perlu disaring lagi.
Bayi 10 bulan juga mulai bisa dikenalkan dengan finger food atau makanan yang bisa dipegang dan dimakan sendiri. Pilih finger food yang mudah dikunyah dan tidak berisiko tersedak.
Bunda juga perlu menghindari makanan berukuran kecil, bulat, keras, atau licin agar tidak tersangkut di saluran pernapasan bayi.
Perbandingan Tekstur MPASI Menurut Usia
Berikut tahapan kenaikan tekstur MPASI di setiap usia bayi 6-12 bulan:
|
Usia Bayi
|
Tekstur MPASI
|
Contoh Menu
|
Perkembangan Kemampuan Makan Bayi
|
|
6-8 bulan
|
Halus (puree / bubur saring)
|
Puree wortel, bubur beras, puree ayam
|
Perkenalan MPASI pertama
|
|
9 bulan
|
Lumat agak kasar
|
Bubur tim kasar, sayuran cincang lembut
|
Mulai melatih kunyah
|
|
10 bulan
|
Cincang halus, cincang kasar, finger food aman untuk bayi 10 bulan
|
Bubur kasar, nasi lembek, stik wortel kukus, potongan alpukat
|
Bayi mulai makan sendiri
|
|
12 bulan
|
Makanan keluarga lunak
|
Nasi lembek, lauk cincang, potongan buah
|
Mulai makan bersama keluarga
|
Mengapa Bayi Harus Naik Tekstur?
Perubahan level tekstur MPASI 10 bulan ini terjadi karena kemampuan mengunyah bayi yang semakin baik dan mulai tumbuhnya beberapa gigi susu.
Tahap ini penting agar bayi dapat menerima dan mengunyah makanan dengan tekstur yang lebih kompleks sampai nantinya mampu makan makanan keluarga.
Pemberian tekstur MPASI 10 bulan tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan asupan nutrisi bayi, tapi juga untuk melatih kebiasaan dan keterampilan makan yang sehat sesuai dengan kemampuannya.
Baca Juga: Ketahui Tahapan Tekstur MPASI Bayi Sesuai Usianya
Apa Risikonya Jika Terlambat Naik Tekstur MPASI?
Penelitian menunjukkan bahwa bahaya telat naik tekstur MPASI lebih dari usia 9-10 bulan dapat membuat bayi cenderung menjadi picky eater atau hanya mau makan makanan lembut seperti bubur.
Maka itu, Bunda dan Ayah disarankan untuk meningkatkan tekstur MPASI secara bertahap sesuai kesiapan bayi agar si Kecil bisa belajar makan mandiri dan terbiasa mengunyah.
Contoh Menu Harian MPASI 10 Bulan
Variasikan menu MPASI bayi 10 bulan dengan beragam sumber karbohidrat, protein, lemak, hingga serat. Berikut contoh menu MPASI 10 bulan yang bisa jadi inspirasi Bunda:
|
Waktu Makan
|
Menu MPASI
|
Tekstur Makanan
|
|
Pagi
|
Bubur nasi kasar + ayam cincang + wortel kukus cincang
|
Tekstur cincang halus dan bisa ditambah minyak zaitun bila perlu
|
|
Camilan pagi
|
Potongan alpukat matang (finger food)
|
Potong seukuran jari, teksturnya lembut, aman untuk digenggam bayi
|
|
Siang
|
Nasi tim kasar + tahu kukus cincang + daging sapi giling + bayam rebus cincang
|
Pastikan nasi tidak terlalu lembek
|
|
Camilan sore
|
Pisang potong kecil atau bubur pisang + yogurt plain
|
Bisa sebagai finger food atau dihaluskan sebagian
|
|
Malam
|
Bubur kentang lembek + ikan salmon cincang + brokoli kukus cincang
|
Perkenalkan variasi protein hewani kaya omega-3
|
Bunda bisa dapatkan buku resep eksklusif Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kumpulan resep lezat bergizi dan mudah dibuat di rumah ala Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CB, CIMI. Gratis!
Cara Mengenalkan Tekstur Baru pada Bayi Usia 10 Bulan
Setiap bayi punya respons yang berbeda-beda saat dikenalkan dengan tekstur makanan baru. Supaya Bunda dan bayi lebih siap, terapkan cara mengenalkan tekstur baru pada bayi 10 bulan ini:
1. Pastikan Bayi Sudah Siap
Menaikkan tekstur MPASI 10 bulan sebaiknya dilakukan dengan tetap mempertimbangkan tanda bayi siap naik tekstur MPASI.
Misalnya, apakah bayi mampu menelan dengan baik pada tekstur yang lebih halus, apakah ia sudah mulai menunjukkan gerakan mengunyah dengan gusi atau giginya, bahkan ketika ia mulai tidak tertarik pada tekstur yang lembut.
2. Mulai dengan Jumlah yang Sedikit
Untuk mengenalkan tekstur baru pada bayi, termasuk tekstur MPASI 10 bulan, mulailah dengan jumlah kecil terlebih dahulu.
Perhatikan reaksi si Kecil dan pastikan dia nyaman dengan tekstur tersebut sebelum memberikan lebih banyak.
Sebaiknya jangan terburu-buru untuk langsung memberikan banyak tekstur baru, Bun, karena ini bisa membuat bayi justru merasa cemas atau menolak makanan baru.
Baca Juga: 10 Makanan yang Mengandung Zinc untuk Bayi
3. Cobalah Tekstur yang Berbeda
Saat bayi berusia 10 bulan, penting untuk mengenalkan berbagai bentuk dan tekstur makanan agar ia terbiasa mengunyah makanan. Ajari bayi untuk lebih cepat beradaptasi dengan makanan yang kasar secara bertahap.
Salah satu cara yang efektif adalah dengan menambahkan bahan-bahan dengan tekstur berbeda ke dalam makanan yang dihaluskan.
Contohnya, Bunda dapat mencampurkan remahan biskuit ke dalam bubur atau makanan bayi yang bertekstur lembut.
Cara ini diharapkan dapat membantu bayi untuk mulai mengenal dan merasakan perbedaan tekstur dalam makanannya.
4. Jaga Konsistensi
Proses pengenalan makanan jenis atau tekstur baru tentunya membutuhkan adaptasi terlebih dahulu, Bun. Penting bagi Bunda untuk bersabar dan memberikan kesempatan bagi si Kecil agar menyesuaikan diri.
Jika bayi sudah terbiasa dengan tekstur baru, hindari kembali ke makanan yang lebih halus agar ia tidak bingung dan menolak makan.
Bunda mungkin perlu mencoba hingga 10 kali atau lebih sebelum bayi benar-benar menerima makanan bertekstur baru.
Bagaimana Jika Bayi 10 Bulan Menolak Tekstur Baru?
Wajar bila di awal perkenalannya dengan tekstur baru bayi menolak dan melakukan gerakan tutup mulut (GTM). Tunggu beberapa hari, lalu coba berikan kembali tekstur MPASI 10 bulan yang ingin dikenalkan.
Lakukan hal ini secara konsisten sembari mulai dengan porsi sedikit, menu yang bervariasi, serta olah dengan makanan favoritnya. Ajak juga si Kecil makan bersama anggota keluarga lain agar ia lebih tertarik untuk mencoba tekstur baru.
Jika di tengah proses makan Bunda lihat bayi mengalami refleks tersedak ringan (gagging), maka tidak perlu khawatir karena ini normal selama ia terlihat tetap tenang dan bisa bernapas seperti biasa.
Baca Juga: Seperti Apa Tekstur MPASI untuk Bayi 11 Bulan yang Tepat?
Nah, itu dia penjelasan mengenai tekstur MPASI 10 bulan yang perlu Bunda ketahui. Dengan memperhatikan tekstur yang sesuai, Bunda dapat memastikan si Kecil menerima nutrisi yang diperlukan untuk tumbuh kembangnya.
Jangan sampai terlambat naik tekstur dan semoga si Kecil semakin lahap makan dengan tekstur baru dan berbagai variasi menu ya, Bun!