Facebook Pixel Code Radang Tenggorokan pada Anak: Penyebab, Ciri, Pengobatan

Radang Tenggorokan pada Anak: Penyebab, Ciri, Pengobatan

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 08 November 2023

Diperbarui: 18 November 2025

2 Tahun
Kesehatan
Cover Image of Radang Tenggorokan pada Anak: Penyebab, Ciri, Pengobatan

 

Radang tenggorokan pada anak biasanya sembuh sendiri, tapi dalam prosesnya mungkin anak jadi tidak mau makan karena sakit saat menelan. Yuk, cari tahu penyebab, ciri, dan cara mengatasinya!

Apa Itu Radang Tenggorokan pada Anak?

Radang tenggorokan pada anak adalah peradangan pada jaringan tenggorokan yang menyebabkan kemerahan, bengkak, dan nyeri, khususnya saat menelan. 

Penyakit ini bisa menular jika disebabkan oleh virus atau bakteri. Penularan terjadi lewat percikan air liur di udara atau kontak dengan tangan maupun benda yang terkontaminasi dari penderita.

Radang tenggorokan biasanya sembuh sendiri. Namun, pada kasus yang disebabkan oleh bakteri, anak perlu antibiotik sesuai resep dokter agar infeksi tidak menimbulkan komplikasi.

Penyebab Radang Tenggorokan pada Anak

Beberapa faktor yang bisa menyebabkan radang tenggorokan pada si Kecil antara lain:

  • Infeksi virus, seperti flu, pilek, hingga COVID-19.
  • Infeksi bakteri Streptococcus pyogenes.
  • Iritasi dari asap rokok, udara dingin, atau polusi.
  • Reaksi alergi terhadap debu, serbuk sari, atau bulu hewan.

Dari sejumlah faktor di atas, virus merupakan penyebab paling umum dari radang tenggorokan pada si Kecil.

Gejala Radang Tenggorokan pada Anak

Ciri khas radang tenggorokan adalah sensasi gatal pada tenggorokan atau rasa sakit saat menelan yang membuat anak tiba-tiba tidak mau makan dan minum. Ciri umum lainnya adalah:

  • Suara serak
  • Batuk kering
  • Pilek
  • Kemerahan di belakang mulut
  • Pembengkakan pada amandel
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di leher
  • Nafsu makan menurun.

Gejala lain juga mungkin akan si Kecil rasakan, seperti demam atau badan menggigil, sakit kepala, kesulitan bernapas, hingga kelelahan atau badan pegal.

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri Streptococcus, akan muncul gejala tambahan seperti demam tinggi, amandel bernanah atau berbintik putih, mual, muntah, dan nyeri parah saat menelan.

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Anak Demam Tinggi di Malam Hari

Perbedaan Radang Tenggorokan Akibat Virus vs Bakteri

Radang tenggorokan umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri. Keduanya memiliki ciri hingga risiko yang berbeda. 

Aspek

Virus

Bakteri (Streptococcus)

Gejala

Batuk, pilek, suara serak

Demam tinggi, amandel bengkak dan bernanah

Durasi Penyakit

5–7 hari, bisa sembuh sendiri

Gejala hilang 1–2 hari setelah mengonsumsi antibiotik dari dokter

Cara Penularan

Lewat droplet di udara

Lewat kontak langsung dan udara

Risiko Komplikasi

Ringan

Bisa sebabkan demam rematik hingga gangguan ginjal

Cara Mengatasi Radang Tenggorokan pada Anak

Sebagian besar kasus radang tenggorokan sembuh dalam waktu 7–10 hari. Lalu, apa yang harus dilakukan ketika anak radang tenggorokan? Berikut beberapa caranya:

1. Istirahat yang Cukup

Untuk mengurangi gejala radang tenggorokan yang dialami si Kecil, sangat penting bagi Bunda untuk memastikan bahwa anak mendapatkan waktu istirahat yang cukup.

Sebab saat tidur, tubuh memiliki kesempatan untuk memulihkan dan memperbaiki setiap sel dan jaringannya sendiri. 

Anak usia 1–2 tahun butuh tidur setidaknya 11–14 jam sehari (termasuk tidur siang). Sementara anak usia 3–5 tahun butuh tidur 10–13 jam sehari (boleh ada tidur siang, boleh tidak).

2. Banyak Minum Air Hangat

Radang tenggorokan pada anak membuat leher terasa seperti tertusuk-tusuk. Untuk bantu mengurangi rasa sakit tersebut, Bunda bisa memberikan air putih hangat.

Air putih hangat akan memicu tubuh memproduksi air liur dan membantu melembapkan tenggorokan. Dengan demikian, tenggorokan jadi lebih rileks dan nyaman.

3. Berikan Makanan Berkuah

Radang tenggorokan membuat leher terasa sakit untuk menelan makanan. Hal ini sering membuat anak tidak mau makan

Padahal anak yang sedang radang tenggorokan membutuhkan lebih banyak asupan makanan bergizi agar lekas sembuh. 

Bunda bisa memberikan makanan berkuah seperti sup ayam atau bubur. Selain kaya gizi, kuah hangatnya bisa bantu melegakan nyeri tenggorokan.

4. Berkumur Air Garam

Jika si Kecil sudah cukup besar, Bunda bisa minta anak untuk berkumur air garam. Air garam sudah lama digunakan untuk mengatasi anak yang radang tenggorokan.

Garam, yang biasanya tersedia di dapur, dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit akibat radang tenggorokan.

Bunda bisa melarutkan ½ sdt garam ke dalam air hangat lalu aduk hingga larut. Selanjutnya, minta si Kecil untuk berkumur menggunakan larutan ini setiap tiga jam.

5. Tawarkan Madu

Menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di West African Journal of Medicine (2022), madu terbukti efektif dalam meredakan gejala batuk akibat infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

Oleh karena itu, jika anak telah berusia 1 tahun ke atas, Bunda bisa berikan madu untuk bantu mengatasi batuk yang sering muncul bersama radang tenggorokan.

Jika si Kecil tidak suka madu yang diminum langsung, Bunda bisa mencampurkannya ke dalam air putih hangat atau teh.

Baca Juga: 7 Cara Ampuh Mengatasi Flu pada Anak

6. Es Loli Sehat untuk Redakan Nyeri

Bunda bisa membekukan cairan bernutrisi tinggi menjadi es loli untuk bantu meredakan rasa sakit yang muncul akibat radang tenggorokan pada anak.

Rasa sakit bisa berkurang karena es loli bisa menurunkan suhu ujung saraf yang ada di tenggorokan sehingga sinyal rasa sakit yang dikirimkan berkurang. 

Cairan apa saja yang bisa dibuat menjadi es loli? Bunda bisa membuatnya dari susu, full-fat yoghurt, atau puree buah. 

7. Permen Pelega Tenggorokan

Jika usia si Kecil sudah 4 tahun ke atas, Bunda bisa berikan permen hisap khusus anak-anak yang tersedia di apotek untuk melegakan tenggorokannya.

Minta si Kecil duduk tenang dan tidak berbicara selama mengemut permennya sampai habis karena teksturnya keras dan rawan membuat tersedak.

8. Gunakan Humidifier

Kalau udara di kamar si Kecil kering, Bunda bisa menggunakan pelembap ruangan alias humidifier untuk meredakan gejala radang tenggorokan pada si Kecil. 

Sebab udara yang kering dapat membuat leher si Kecil semakin nyeri, pilek anak semakin parah, dan intensitas batuknya meningkat. 

Ketika menggunakan humidifier, pastikan Bunda membersihkan alat dan mengganti airnya secara berkala agar bakteri dan jamur tidak tumbuh di dalamnya.

9. Obat Antibiotik

Apabila si Kecil menderita radang tenggorokan karena infeksi bakteri Streptococcus, biasanya langkah pengobatan yang akan diambil oleh dokter adalah memberikan antibiotik.

Nantinya, antibiotik yang diberikan dokter harus diminum sampai habis, meskipun si Kecil sudah tampak sehat seperti sedia kala. 

Sebab, antibiotik yang tidak dihabiskan dapat membuat bakteri jahat kebal (antibiotic resistant) sehingga penyembuhan infeksi berikutnya membutuhkan dosis antibiotik yang semakin besar.

10. Jaga Kebersihan Udara

Udara yang terkontaminasi debu, asap rokok, dan partikel lain yang berbahaya dapat memperburuk radang tenggorokan si Kecil. 

Oleh karena itu, pastikan Bunda rajin membersihkan rumah dari debu, membuka ventilasi agar sirkulasi udara baik, dan mengedukasi keluarga agar tidak merokok.

Komplikasi Jika Tidak Ditangani

Kebanyakan kasus radang tenggorokan pada si Kecil tidak menimbulkan masalah. 

Namun, jika infeksi yang parah (seperti akibat bakteri Streptococcus) tidak ditangani dengan tepat dapat menyebabkan:

  • Infeksi telinga
  • Sinusitis
  • Abses di sekitar amandel
  • Demam rematik
  • Masalah ginjal

Kapan Harus ke Dokter?

Meski umumnya ringan, sebaiknya Bunda bawa si Kecil ke dokter jika muncul tanda-tanda radang tenggorokan yang berbahaya seperti berikut:

  • Sakit tenggorokan berlangsung lebih dari 2 hari.
  • Demam tinggi (>38,5°C).
  • Sulit bernapas atau menelan.
  • Mengeluarkan air liur lebih banyak dari biasanya.
  • Amandel membesar dengan bercak putih atau nanah.
  • Anak tampak sangat lemas, dehidrasi, atau muntah terus.

Temui juga dokter jika Bunda tidak yakin atau khawatir dengan gejala yang dialami si Kecil, ya.

Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Demam pada Anak Tanpa Obat

Pencegahan Radang Tenggorokan pada Anak

Jangan sampai si Kecil sakit, Bun. Biar terhindar dari radang tenggorokan, Bunda bisa membantu dan meminta si Kecil untuk melakukan langkah pencegahan berikut:

  • Rajin mencuci tangan dengan sabun.
  • Hindari berbagi alat makan dan minum.
  • Hindari kontak dengan orang yang memiliki gejala radang tenggorokan atau flu.
  • Minta anggota keluarga lain untuk menutup hidung dan mulut saat batuk dan bersin.
  • Jaga kebersihan rumah dan ventilasi udara.
  • Pastikan si Kecil cukup tidur dan makan bergizi seimbang untuk menjaga kesehatan tubuh anak.
  • Jauhkan anak dari asap rokok dan polusi.

Nah, itulah beberapa hal penting tentang radang tenggorokan pada anak yang perlu Bunda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat ya, Bun!

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Pastikan Bunda daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi