Facebook Pixel Code Penyebab Anak 2 Tahun Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Penyebab Anak 2 Tahun Susah Makan dan Cara Mengatasinya

Foto Reviewer dr. Marlisye Marpaung, M.Ked(Ped), Sp.A(K)

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Marlisye Marpaung, M.Ked(Ped), Sp.A(K)

Diterbitkan: 09 Juli 2024

Diperbarui: 29 September 2025

2 Tahun
Nutrisi
Cover Image of Penyebab Anak 2 Tahun Susah Makan dan Cara Mengatasinya

 

Wajar bila Bunda merasa khawatir melihat anak 2 tahun susah makan. Sebab jika berlangsung lama, hal ini bisa memengaruhi asupan gizi dan tumbuh kembangnya. Yuk, cari tahu penyebab dan solusinya!

Apa Penyebab Anak 2 Tahun Susah Makan?

Bila si Kecil sedang susah makan, Bunda tidak sendirian. Banyak anak usia 1–3 tahun yang juga melewati fase ini. Namun, penyebabnya tetap perlu diantisipasi agar si Kecil bisa tumbuh optimal. 

1. Ingin Menunjukkan Kemandirian

Saat memasuki usia 1–3 tahun, anak mulai belajar mengenali dirinya sebagai individu yang punya keinginan dan pilihan sendiri.

Salah satu cara si Kecil mengekspresikan hal ini adalah dengan menolak makanan yang ditawarkan, meski sebenarnya lapar atau butuh asupan.

Sikap ini bukan berarti si Kecil benar-benar tidak mau makan, melainkan cara ia menunjukkan bahwa dirinya bisa menentukan sesuatu.

Fase ini normal dalam tumbuh kembang anak, sehingga Bunda tidak perlu terlalu khawatir.

2. Fase Pilihan Makanan yang Berubah-ubah

Anak usia 2 tahun sering mengalami fase pilih-pilih makanan, hari ini suka satu jenis makanan tapi besok bisa tiba-tiba menolak.

Misalnya, minggu ini ia suka ayam goreng, tapi besok menolak lauk yang sama. Kadang ia ingin pisahkan makanan berkuah dari nasi, takut warna tertentu, atau telur mata sapi tidak boleh pecah, dan lain sebagainya.

Ini juga masih terhitung normal dalam tumbuh kembangnya, Bun.

3. Terlalu Banyak Minum Jus atau Minuman Manis

Walaupun terdengar sehat, jus buah (terutama yang kemasan) tinggi gula dan bisa membuat anak kenyang sebelum jam makan utama. Hal ini juga berlaku untuk minuman manis kemasan seperti soda atau susu berperisa.

Lebih baik beri air putih sebagai minuman sehari-hari, dan buah potong segar atau salad buah dengan susu agar gizinya tetap terpenuhi.

Baca Juga: Anak Tidak Mau Makan Nasi, Bolehkah Minum Susu Saja?

4. Kebanyakan Camilan

Penyebab anak 2 tahun susah makan berikutnya adalah terlalu banyak makan snack alias camilan.

Camilan berlebihan membuat anak kenyang sebelum makan utama, sehingga ia menolak makan nasi dan lauk yang seharusnya dikonsumsi.

Selain itu, camilan manis atau asin membuat anak lebih suka rasa tajam dan kurang tertarik pada makanan sehat.

5. Kebiasaan Makan Diemut

Ayah Bunda mungkin ingin si Kecil menghabiskan seluruh isi piringnya sehingga membiarkan anak makan sambil diemut. 

Jika anak makan sambil diemut agar porsi di piring habis, durasi makannya bisa sangat lama.

Kebiasaan ini bisa merusak jadwal makan dan gigi, karena anak tetap kenyang saat jam makan berikutnya tiba.

6. Bosan dengan Menu yang Sama

Si Kecil mungkin juga mulai merasa bosan disajikan menu yang itu-itu saja setiap hari. Jadi, ia merasa teksturnya tidak lagi menantang, rasanya monoton, dan warnanya tidak menarik.

Ini normal, tapi penting bagi Bunda tetap mengenalkan berbagai jenis makanan agar gizinya tercukupi. 

7. Takut Mencoba Makanan Baru (Food Neophobia)

Anak 2 tahun susah makan bisa juga karena belum familiar dengan bentuk, warna, atau rasa makanan baru. Di tahap ini, si Kecil masih dalam proses belajar makan dan ada banyak bahan makanan yang belum ia kenal. 

Alhasil ketika bertemu bahan makanan tertentu ia merasa takut dengan bentuk, warna, bau, rasa, maupun teksturnya. Istilah medisnya adalah food neophobia

Hal ini sangat normal terjadi pada anak usia dini, namun tidak boleh dibiarkan begitu saja. Ayah Bunda tetap perlu mengenalkan berbagai jenis makanan agar kebutuhan gizi anak terpenuhi. 

8. Sedang Tidak Enak Badan

Sama seperti orang dewasa, anak juga bisa kehilangan nafsu makan saat sakit. Oleh karena itu, ketika si Kecil sedang sakit ia cenderung menolak makanan yang diberikan. 

Demam, radang, bapil, atau masalah pencernaan bisa jadi penyebab nafsu makannya berkurang.

Baca Juga: Anak Suka Melepeh Makanan, Apa Tips Mengatasinya?

Berapa Kebutuhan Gizi Anak 2 Tahun?

Anak susah makan memang wajar ini termasuk fase tumbuh kembang alaminya. Namun, Bunda tetap tidak boleh membiarkannya berlarut-larut.

Sebab, pola makan teratur dan bergizi seimbang tetap menjadi pondasi utama untuk bantu penuhi kebutuhan gizi harian anak

 Berikut Angka Kecukupan Gizi harian yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan RI.

Zat Gizi

Kebutuhan Harian

Energi

1350 kkal

Protein

20 gram

Lemak sehat

45 gram

Serat

19 gram

Cairan

1150 ml

Cara Mengatasi Anak Umur 2 Tahun Susah Makan 

Susah makan di usia 1–3 tahun itu wajar, Bun. Dengan kesabaran dan cara yang tepat, Bunda bisa membantu si Kecil tetap mendapat gizi seimbang. Nah, berikut cara-caranya agar anak mau makan:

1. Buat Jadwal Makan yang Konsisten

Kunci utama anak mau makan adalah rasa lapar. Supaya saat jam makan tiba si Kecil merasa lapar, maka perlu dibuat jadwal makan berdasarkan pada waktu pengosongan lambung anak. 

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), lambung anak umumnya akan kosong dalam waktu 200 menit (untuk cerna makanan padat) dan 150 menit (untuk cerna makanan cair). 

Jadi, berikan jarak antar jam makan selama 2-3 jam. Jalankan jadwal makan yang telah dibuat secara konsisten agar anak mengenal rasa lapar dan kenyang secara alami. 

2. Batasi Durasi Makan Maksimal 30 Menit

Untuk mengatasi anak 2 tahun susah makan, batasi waktu makan si Kecil maksimal selama 30 menit. 

Jadi, walaupun isi piring anak belum habis, tetap akhiri sesi makan. Hal ini dilakukan supaya jadwal makan anak tidak tertabrak jadwal makan sebelumnya. 

Hal ini tidak akan membuat anak menderita dan kurang gizi. Pembatasan durasi makan justru akan membuat anak merasa lapar dan makan lebih lahap ketika waktu makan berikutnya tiba.

3. Kenalkan Makanan Baru Secara Bertahap

Menurut IDAI, anak perlu mencoba makanan baru 10–15 kali hingga dapat menerimanya dengan baik. Maka dari itu, sabarlah dalam memperkenalkan makanan baru. 

Gunakan berbagai kesempatan yang berbeda untuk mengenalkannya, namun, jangan paksa anak jika pada akhirnya ia tetap tidak menyukai makanan tersebut.

Lebih baik ganti dengan jenis makanan lain yang kandungan nutrisinya hampir sama. Sebab, memaksa anak justru akan membuatnya trauma dan semakin susah makan. 

Baca Juga: 10 Ide Resep Makanan Anak 2 Tahun yang Susah Makan

4. Campurkan dengan Menu Favorit Anak

Salah satu trik untuk mengenalkan makanan baru pada anak adalah dengan mencampur satu jenis makanan baru dengan makanan yang telah familiar bagi anak.

Kemudian, biarkan anak mengeksplor makanan sesuai dengan keinginannya. Hindari mengkritik makanan pilihan anak. 

Untuk membuat ia tertarik mencoba makanan baru, Ayah Bunda hanya perlu mencontohkannya. Tunjukkan betapa nikmatnya makanan tersebut. 

5. Sediakan Camilan Sehat

Untuk bantu mengejar kebutuhan gizi anak yang susah makan, coba berikan camilan sehat yang cukup mengenyangkan. Berikut contohnya:

  • Sarapan: Nasi ayam kecap sayur + susu pertumbuhan.
  • Camilan 1: Biskuit cracker atau buah potong dingin yang dicocol yogurt.
  • Makan siang: Nasi + sup isi tahu udang bakso sayur. 
  • Camilan 2: Bolu pisang homemade, puding buah, atau roti lapis isi daging asap.
  • Makan malam: Nasi bakar ayam santan + susu pertumbuhan.

Hindari memberikan camilan kemasan yang tinggi garam dan gula. Lebih baik, buat camilan sendiri dan manfaatkan bahan-bahan alami seperti keju, susu pertumbuhan, merica, butter, dan lain-lain untuk perasa. 

6. Atur Jadwal Minum Susu

Bunda boleh sesekali memberikan susu untuk anak yang susah makan. Namun, jangan terlalu sering sampai menjadi kebiasaan. Susu hanyalah minuman untuk melengkapi gizi makanan, bukan pengganti makanan padat.

Terlalu banyak minum susu juga bisa menyebabkan kekurangan asupan zat besi. Pasalnya, susu mengandung protein kasein dan kalsium tinggi yang bisa menghambat penyerapan zat besi.

Jadi, batasi asupan susu maksimal 2–3 gelas (480–720ml) sehari. Berikan susu paling tidak 2 jam sebelum jam makan utama untuk menghindari anak tidak mau makan.

7. Batasi Pemberian Jus Buah

Supaya tidak membuat anak 2 tahun susah makan, batasi pemberian jus buah maksimal 118 ml dalam satu hari untuk anak usia 1–3 tahun. 

Pemberian jus buah juga tidak boleh dilakukan di tengah-tengah waktu makan. Berikan jus buah sebagai camilan.

Selama waktu makan berlangsung pun si Kecil hanya boleh minum air putih ketika ia membutuhkan. Contohnya ketika tersedak atau kesulitan menelan makanan. 

8. Libatkan Anak dalam Memasak

Melibatkan si Kecil dalam proses penentuan menu hingga memasak, akan meningkatkan motivasi serta nafsu makan anak

Ketika berbelanja, minta anak memilih sayur dan memasukkannya ke dalam kantong. Bisa juga, ajak si Kecil memilih jenis ikan yang akan dimasak. 

Kemudian, dalam proses memasak, berikan tugas yang sesuai dengan kemampuan si Kecil. Misalnya memetik sayuran atau mengaduk adonan. 

9. Berikan Pilihan Makanan

Sediakan 2 pilihan makanan sehat di meja saat jam makan tiba. Letakkan dalam jangkauan anak dan biarkan ia mengambil makanannya sendiri. 

Hal ini akan bantu memenuhi keinginan anak untuk menjadi seorang individu yang memiliki kendali dan pilihan sendiri. Dengan begitu, ia lebih semangat saat makan.

Baca Juga: 9 Vitamin Nafsu Makan untuk Anak 2 Tahun

10. Ciptakan Lingkungan Makan yang Tenang

Lingkungan makan yang baik adalah ruangan yang tenang dan tidak memiliki benda-benda yang dapat mengganggu fokus anak pada aktivitas makan. 

Contoh benda yang dapat mengganggu adalah tayangan TV, suara radio, film yang menyala di smartphone, tablet yang memutar lagu, bahkan kipas angin yang berputar dan berisik. 

Oleh karena itu, sebisa mungkin bawa anak untuk duduk di meja makan. Kalau ada high chair, dudukkan ia di sana. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera ke dokter bila anak 2 tahun susah makan menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Benar-benar enggan mencoba makanan baru meskipun sudah diperkenalkan berkali-kali.
  • Trauma berat dengan makanan yang tidak disukai.
  • Menolak makanan yang sebelumnya ia sukai.
  • Berat dan tinggi badan tidak bertambah, bahkan cenderung turun.
  • Menunjukkan tanda-tanda sakit selama lebih dari 2 hari, yaitu demam, diare, dan muntah.

Itulah penyebab, cara mengatasi, dan tanda-tanda yang perlu diwaspadai saat anak 2 tahun susah makan. 

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi

Image Banner Kalkulator Zat Besi

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi