Mengetahui cara menurunkan demam pada anak akan membantu si Kecil kembali nyaman untuk beraktivitas. Kenali juga penyebab dan gejala demam anak agar Bunda bisa berikan penanganan tepat!
Apa Penyebab Demam pada Anak?
Demam bukanlah penyakit, melainkan gejala yang timbul karena sistem imun tubuh anak sedang berusaha melawan gangguan atau infeksi. Demam umumnya disebabkan oleh:
1. Infeksi Bakteri
Infeksi bakteri seperti bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan infeksi telinga tengah dan pneumonia (radang paru-paru) dapat memunculkan gejala berupa demam.
Bakteri penyebab infeksi saluran kencing dan muntaber (E. coli) juga dapat mengakibatkan demam sebagai salah satu gejalanya.
2. Infeksi Virus
Demam pada anak paling banyak disebabkan oleh infeksi virus, terutama rhinovirus yang menyebabkan batuk-pilek (selesma) atau virus influenza yang menyebabkan flu pada anak.
Selain demam dan bapil, infeksi virus juga menyebabkan sakit tenggorokan, bersin-bersin, mata berair, sakit kepala, nyeri badan, radang tenggorokan, dan nyeri pada telinga.
Baca Juga: Ketahui Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Flu Singapura Pada Anak
3. Kecapekan
Bermain terlalu lama, terutama berlarian atau bergerak terus secara aktif, dapat membuat anak demam. Maka dari itu, istirahat jadi salah satu kunci cara menurunkan demam pada anak.
Penyebabnya adalah karena tubuh anak menghasilkan panas berlebihan yang dapat memicu dehidrasi. Biasanya, demam akibat kecapekan juga membuat anak pucat, pusing, dan lemas.
Di sisi lain, si Kecil mungkin terpapar oleh virus atau bakteri dari lingkungan ketika ia bermain di luar. Paparan kuman penyebab penyakit dapat memunculkan demam pada anak.
4. Kepanasan
Badan anak bisa terasa panas setelah terlalu lama terpapar teriknya sinar matahari. Kondisi ini disebut dengan heat stroke atau sengatan panas.
Anak-anak rentan mengalami heat stroke karena tubuhnya belum mampu mengontrol suhu badan dengan cepat dan belum bisa mengatur pengeluaran keringat dengan baik.
Selain itu, anak-anak lebih cepat terkena dehidrasi saat kepanasan. Anak yang kepanasan atau kecapekan juga dapat mengalami mimisan.
5. Efek Imunisasi
Demam juga dapat muncul sebagai efek samping imunisasi. Demam setelah imunisasi biasanya tidak terlalu tinggi dan akan mereda hilang dalam waktu 1-2 hari.
Demam setelah imunisasi juga disertai dengan pembengkakan dan rasa nyeri di area bekas suntikan.
6. Efek Samping Obat
Beberapa jenis obat-obatan dapat membuat suhu tubuh anak naik, seperti antibiotik atau obat penenang kejang.
Jadi, Bunda sebaiknya selalu menanyakan efek samping obat kepada dokter dengan detail sebelum diberikan kepada si Kecil.
7. Gejala Autoimun
Demam yang terjadi terus-terusan dapat menandakan anak memiliki penyakit atau gangguan autoimun. Kondisi ini harus diperiksa dan ditangani dokter secepatnya.
Selain demam, gangguan autoimun juga ditandai dengan kelelahan, pembengkakan sendi, nyeri sendi, masalah kulit, nyeri perut, masalah pencernaan, dan pembengkakan kelenjar.
Gejala Anak Demam
Anak dikatakan demam ketika suhu tubuhnya 38°C atau lebih. Selain itu demam pada anak juga disertai dengan gejala berikut:
- Kulit wajah, punggung, dan dada anak lebih hangat dari biasanya.
- Wajah memerah.
- Menggigil.
- Berkeringat dingin.
- Lemas, tidak bertenaga.
- Mengeluhkan pusing atau sakit kepala
- Rewel.
- Kehilangan nafsu makan.
- Menunjukkan tanda dehidrasi, seperti sering haus, tidak buang air kecil, menangis tanpa air mata, dan mata tampak cekung.
Baca Juga: Gejala DBD pada Anak, Fase Demam, dan Pengobatannya
Cara Menurunkan Demam Anak
Berikut beberapa langkah yang bisa Bunda lakukan agar si Kecil lebih nyaman saat demam:
1. Kompres Air Hangat
Cara menurunkan demam pada anak yang penting adalah dengan kompres air hangat di leher dan ketiak. Kompres hangat bekerja dengan mengeluarkan panas tubuh lewat pori-pori kulit.
Hindari penggunaan air dingin untuk mengompres anak yang demam ya, Bun, karena bisa buat si Kecil menggigil dan suhu tubuhnya makin naik.
Cukup basahi kain waslap bersih dengan air hangat, peras, dan tempel di leher dan ketiak anak agar panas tubuhnya cepat turun. Lakukan langkah ini sampai suhu tubuhnya stabil.
2. Perbanyak Minum Cairan
Anak demam sangat berisiko dehidrasi karena tubuh kehilangan banyak cairan. Dehidrasi akan berbahaya jika dibiarkan. Jadi, pastikan anak mendapat asupan cairan cukup.
Selain air putih biasa, Bunda bisa berikan kuah sayur sup hangat, air kelapa muda, atau segelas susu hangat.
Hindari memberi minuman mengandung kafein, seperti teh atau soda. Jenis minuman ini justru bisa buat anak buang air kecil terus, yang justru mempercepat kehilangan cairan tubuh.
3. Berikan Susu
Memberikan susu hangat saat anak demam di malam hari dapat membantu anak tidur lebih nyenyak.
Kandungan triptofan yang diubah jadi serotonin dalam tubuh dapat meningkatkan kadar melatonin, yakni hormon penyebab kantuk.
4. Mandi Air Hangat
Selain kompres hangat, Bunda bisa mandikan anak dengan air hangat suam-suam kuku. Jika si Kecil tidak mau mandi, jangan khawatir.
Coba cara menurunkan demam pada anak lainnya dengan membersihkan tubuhnya menggunakan handuk hangat.
Cukup basahi kain atau handuk kecil, gosokkan pelan pada tubuh anak. Ini bisa membuatnya lebih nyaman, rileks, dan membantu meredakan demam.
5. Kenakan Pakaian Nyaman dan Adem
Jika anak sudah mandi, segera keringkan tubuhnya dengan handuk lembut. Lalu, pakaikan pakaian yang nyaman agar suhu tubuh anak bisa segera turun.
Kenakan ia pakaian yang berbahan tipis dan adem, seperti katun atau kaos tipis yang menyerap keringat.
Hindari memberikan pakaian berlapis atau membungkus anak dengan selimut tebal karena akan menjebak panas dan membuat suhu tubuhnya semakin tinggi.
Baca Juga: Gejala Tipes pada Anak dan Cara Pengobatan yang Tepat
6. Pastikan Anak Istirahat
Penting membiarkan anak banyak tidur dan istirahat sebagai salah satu cara menurunkan demam pada anak.
Selama tidur, sistem kekebalan tubuh anak bekerja paling optimal melawan infeksi penyebab demam.
Maka, coba kurangi aktivitas dan waktu mainnya sementara waktu sampai si Kecil kembali sehat seperti semula.
7. Jaga Suhu Ruangan Anak Tetap Sejuk
Cara menurunkan demam pada anak yang cepat tanpa obat bisa dengan membuat ruangan tetap sejuk agar si Kecil tetap merasa nyaman.
Bunda bisa menyalakan kipas angin untuk memastikan sirkulasi udara kamar si Kecil tetap lancar dan supaya ia tidak merasa kepanasan ataupun kedinginan.
8. Kompres Bawang Merah
Kompres bawang merah bisa menjadi pilihan obat panas anak tradisional di rumah. Caranya, cukup geruskan beberapa siung bawang merah, lalu kompres pada tubuh anak.
Langkah ini dipercaya dapat bantu melebarkan pembuluh darah sehingga mengurangi panas tubuh anak melalui kulit dengan cara mengeluarkan keringat.
Dengan begitu, suhu tubuh anak bisa normal kembali.
9. Kompres Daun Tradisional
Ada beberapa jenis daun tradisional penurun demam. Beberapa di antaranya adalah daun sambiloto, kelor, dadap serep, hingga beluntas.
Daun-daun tersebut mengandung berbagai senyawa alami, termasuk antioksidan (flavonoid) dan zat antipiretik yang dipercaya dapat bantu mengatasi demam anak secara alami.
10. Berikan Makanan Bernutrisi
Memberikan makanan bernutrisi juga jadi cara menurunkan demam pada anak secara alami di rumah. Langkah ini dapat meningkatkan imun tubuh si Kecil yang sedang lemah.
Pastikan si Kecil banyak konsumsi protein hewani serta sayuran dan buah-buahan yang tinggi vitamin, mineral, dan antioksidan, guna memulihkan kondisi tubuh anak seperti sedia kala.
11. Berikan Obat Penurun Panas
Sembari melakukan cara-cara di atas, Bunda juga dapat berikan obat penurun panas untuk anak, seperti parasetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai anjuran dokter.
Namun, pilih salah satu saja. Jangan berikan anak minum parasetamol secara bergantian dengan ibuprofen agar dosis obatnya tidak berlebihan.
12. Hindari Menggunakan Alkohol
Jangan gunakan alkohol sebagai cara menurunkan demam pada anak, ya, Bun. Meski terasa dingin sesaat, alkohol bisa terserap lewat kulit dan masuk ke aliran darah anak.
Hal ini berbahaya karena bisa menyebabkan keracunan alkohol, gangguan jantung, kejang, bahkan koma. Jadi, lebih aman gunakan kompres air hangat.
Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam
Berapa Lama Demam Anak Boleh Dibiarkan Tanpa Obat?
Jika suhu anak 38–39°C tetapi anak masih aktif, mau minum, dan tidak rewel berlebihan, biasanya demam bisa ditangani dengan istirahat, asupan cairan yang cukup, dan kompres hangat tanpa obat.
Namun, Bunda bisa mempertimbangkan memberikan obat sebagai cara menurunkan demam pada anak bila demam mencapai suhu 39–40°C atau lebih, dan sudah berlangsung selama 3 hari bahkan lebih.
Kapan Anak Demam Harus Dibawa ke Dokter?
Demam pada anak umumnya tidak berbahaya dan dapat ditangani di rumah. Namun, segera ke dokter atau IGD rumah sakit terdekat jika demam disertai gejala serius berikut ini:
- Demam berulang dengan suhu di atas 40°C.
- Anak usia 2 tahun ke atas demamnya lebih dari 3 hari dengan suhu 38°C atau lebih.
- Anak rewel dan menangis namun tidak dapat ditenangkan.
- Demam disertai ruam merah yang tidak hilang ketika diusap dengan tekanan.
- Leher anak terlihat kaku.
- Kejang-kejang untuk pertama kali, pertanda kejang demam.
- Ujung kaki dan tangan teraba sangat dingin.
- Kulitnya kebiruan, keabuan, atau sangat pucat.
- Terlihat sangat mengantuk dan ketika tidur sulit sekali dibangunkan.
- Tidak merespons.
Itu dia berbagai cara menurunkan demam pada anak yang bisa Bunda terapkan. Selalu perhatikan kondisi si Kecil selama demam karena gejala serius bisa menandakan penyakit yang lebih parah.
Selain itu, apakah Bunda punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!