Perkembangan anak usia 3 tahun adalah masa penuh keajaiban, yakni ketika si Kecil semakin mandiri dan ingin tahu banyak hal. Di tahap ini, stimulasi yang tepat sangat penting untuk mendukung tumbuh kembangnya secara optimal.
Milestone Perkembangan Anak Usia 3 Tahun Secara Lengkap
Tumbuh kembang si Kecil terdiri dari berbagai aspek, yaitu kemampuan berpikir (kognitif), motorik, bahasa dan komunikasi, sosio-emosional, serta pertumbuhan fisik.
Berikut kemajuan perkembangannya di setiap aspek.
1. Kognitif
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perkembangan anak usia 3 tahun dari sisi kognitif ditandai dengan:
- Senang bermain peran dengan teman atau keluarga dan boneka.
- Paham dengan arti angka, seperti 1 atau 2.
- Membuat lingkaran mengikuti cara yang dicontohkan.
- Membuka dan menutup pintu dengan mandiri.
- Menghitung sampai dengan 3 objek.
- Senang bermain dengan mainan anak edukatif yang memiliki tombol atau tuas.
- Mengerti perintah Bunda dan Ayah, seperti diperingatkan agar menjauhi kompor.
- Paham dan mulai hafal nama-nama warna.
- Mengerti konsep perbedaan, termasuk beda ukuran besar dan kecil.
- Anak mengingat kejadian tertentu yang sudah lewat bila ditanya.
- Memahami konsep waktu, seperti hari ini, kemarin, pagi, siang, malam.
- Bertanya banyak hal, seperti "Mengapa roda mobil berputar?
- Menunjuk gambar yang benar ketika ditanya pertanyaan sederhana.
- Mencoba menyelesaikan puzzle.
Baca Juga: 7 Permainan Edukatif yang Mengasah Otak Anak
2. Motorik Kasar
Menurut pedoman Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK), perkembangan anak usia 3 tahun dari aspek motorik kasar terdiri dari:
- Berdiri 1 kaki selama 2 detik.
- Melompat lebar (minimal selebar 20 cm).
- Pandai memanjat.
- Naik turun tangga, 1 kaki di setiap anak tangga tanpa berpegangan.
- Pandai berjinjit.
- Menendang bola kecil.
- Mengayuh sepeda roda 3.
- Lancar berlari, melompat, bahkan memanjat.
- Jalan jinjit.
3. Motorik Halus
Perkembangan anak usia 3 tahun ini dilihat dari keterampilan menggunakan jari, telapak, dan pergelangan tangannya untuk melakukan aktivitas. Berikut tanda-tanda kemajuan motorik halusnya.
- Membuat garis lurus.
- Menumpuk 4 atau lebih kubus.
- Bisa menemukan benda yang disembunyikan oleh 2–3 lapisan penutup.
- Mencuci tangan.
- Menggunakan sendok dan garpu.
- Mampu menggenggam pensil, spidol, atau krayon dengan stabil.
- Berpakaian secara mandiri.
- Merapikan mainan dengan cara sederhana.
4. Bahasa & Komunikasi
Anak 3 tahun sudah bisa berkomunikasi dengan bahasa yang lebih mudah dipahami. Apa saja milestone perkembangan bahasa anak 3 tahun?
- Membuat kalimat dari 2–4 kata.
- Mengulangi kata-kata yang ditangkap dari percakapan.
- Mengetahui nama-nama orang yang dikenal.
- Menunjuk 4 gambar atau benda saat disebutkan.
- Menunjuk 3–6 atau lebih bagian tubuh.
- Mulai memahami warna.
- Mengikuti perintah 2 langkah.
- Melengkapi kata-kata dari lirik lagu atau kalimat familiar.
- Menguasai 200 kata dan membuatnya menjadi sebuah kalimat panjang.
- Melontarkan kata-kata penolakan, misalnya “nggak mau makan”.
- Menyanyikan lirik lagu sederhana.
- Bercakap-cakap dalam dialog sederhana, misalnya jika ditanya bermain apa dan bersama siapa, ia sudah bisa menjawabnya dengan mantap.
- Memahami kejadian lampau (kemarin).
- Mengetahui nama dan usianya.
- Bertanya “siapa”, “apa”, “di mana”, atau “kenapa”, misalnya “Bunda mana?”
- Bisa mengatakan “tolong”, “maaf”, dan “terima kasih”.
- Mampu mengucapkan kata “aku”, “kita”, atau menyebut namanya sendiri.
- Memahami konsep tentang waktu dan tempat.
5. Sosial & Emosional
Anak 3 tahun sudah bisa menunjukkan kemampuan sosial dan emosional yang lebih baik. Apa saja milestone perkembangan sosio-emosional anak 3 tahun?
- Lebih mandiri.
- Menirukan orang lain, terutama orang dewasa terdekatnya.
- Bersemangat saat bersama teman sebaya dan mengajak bermain teman-temannya.
- Menentang dan melawan hal-hal yang dilarang.
- Bermain peran berpura-pura menjadi sesuatu.
- Tidak lagi kesal atau marah saat ditinggal pergi.
- Menunjukkan kasih sayang pada Bunda dan Ayah.
- Tantrum saat tak nyaman.
- Tertarik sekaligus takut terhadap tempat dan hal baru.
- Gemar bercanda.
- Paham kepemilikan.
- Menunjukkan empati, seperti berinisiatif menghibur teman yang sedih.
- Belajar berbagi, misalnya tidak rebutan saat bermain atau membagi biskuit.
- Mencari cara menyelesaikan masalah sederhana.
- Menunjukkan ekspresi sederhana dan berbagai emosi anak lain, seperti malu atau merasa bersalah.
- Membantu pekerjaan rumah dan memahami rutinitas sehingga marah bila aktivitasnya diganggu.
- Sudah paham kapan harus buang air kecil dan buang air besar.
6. Fisik
Selain perkembangan anak usia 3 tahun, pertumbuhan tubuhnya juga menandakan kesehatan si Kecil secara menyeluruh. Berikut tabel tinggi dan berat badan ideal anak 3 tahun menurut IDAI.
|
Jenis Kelamin
|
Berat Badan
|
Tinggi Badan
|
|
Laki-laki
|
11,3–16,2 kg
|
88,7 cm–107,2 cm
|
|
Perempuan
|
10,8–15,8 kg
|
87,4 cm–106,5 cm
|
Baca Juga: Threenager: Definisi, Penyebab, Ciri, dan Cara Mengatasinya
Cara Mengoptimalkan Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
Berikut beberapa hal yang dapat Bunda dan Ayah ajarkan pada anak usia 3 tahun agar tumbuh kembangnya dapat berjalan optimal:
1. Ngobrol dengan Anak
Ngobrol dengan anak dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan kognitifnya.
Tanyakan berbagai kegiatan anak seperti, bermain apa hari ini, bermain dengan siapa, dan bagaimana perasaannya. Bisa pula bertanya seputar kartun yang ia tonton siang hari tadi.
Saat usai menonton bersama, tanyakan kembali cerita kartun yang ia tonton, bagian mana yang disuka, serta pendapatnya mengenai kartun tersebut.
2. Kenalkan Konsep Berbagi & Bergiliran
Agar perkembangan anak usia 3 tahun dari sisi sosial makin terasah, izinkan bermain dengan orang lain. Langkah ini dapat memupuk kemampuannya saat bergaul.
Awasi sekaligus ajarkan akan pentingnya berbagi pada anak dengan teman-teman sebayanya. Misalnya, bila si Kecil membawa permen atau biskuit, ajarkan ia untuk membagikannya kepada orang lain.
Ajarkan juga pentingnya bermain bergiliran. Ketika anak dan teman-temannya bermain balok atau bola, minta ia untuk memainkannya secara bergantian.
Bila perlu, ingatkan ia untuk bermain secara bergiliran kalau-kalau si Kecil lupa atau ingin menang sendiri.
3. Ajarkan Anak Berperilaku Sopan Santun
Memberikan contoh yang baik merupakan cara mengoptimalkan perkembangan anak usia 3 tahun agar sopan. Misalnya:
- Mengucapkan “tolong” saat meminta sesuatu.
- Mengucapkan “maaf” bila tidak sengaja menjatuhkan atau merusak barang milik orang lain.
- Mengucapkan “terima kasih’ ketika si Kecil mendapatkan apa yang diinginkan.
Cobalah untuk membiasakan sikap baik ini melalui perilaku sehari-hari agar bisa mengasah keterampilan sosialnya.
4. Ajak Anak Menggambar & Mewarnai
Minta anak untuk menggambar bentuk lingkaran, persegi panjang, kotak, segitiga, atau orang dengan bagian-bagian tubuhnya.
Setelah itu, ajak anak menggunting gambar-gambar yang telah dibuat dan menempelkannya pada buku bergambar.
Supaya lebih menyenangkan, minta anak mewarnai gambar yang dibuat menggunakan krayon, pensil warna, atau spidol.
5. Beri Stimulasi Kemandirian
Memang, anak 3 tahun sudah bisa mandiri. Namun, kemandiriannya bisa terus diasah dengan cara sederhana, seperti mengajak menggosok gigi dan menyisir rambut sendiri.
Meski dilakukan sendiri, tetapi Ayah Bunda perlu mendampinginya bila ia membutuhkan bantuan. Misalnya, saat ia memakai pakaian sendiri tetapi belum pandai betul dalam mengancingkan pakaian.
Contoh lainnya saat mencuci tangan, anak mungkin saja kesulitan mematikan keran dan mengeringkan tangan dengan handuk.
Baca Juga: Apakah Anak Umur 3 Tahun Sudah Boleh Diajari Baca Tulis?
6. Bermain Peran Bersama
Ajaklah melakukan sandiwara atau bermain peran untuk mengasah perkembangan anak usia 3 tahun. Misalnya, anak berpura-pura menjadi dokter dan Ayah Bunda menjadi pasien atau sebaliknya.
Bisa pula memainkan peran, si Kecil menjadi penjual makanan dan Ayah Bunda menjadi pembelinya.
7. Terapkan Aturan Disiplin Sederhana
Mengajarkan kedisiplinan pada anak umur 3 tahun bisa dengan membuat aturan sederhana di rumah.
Misalnya, tetapkan batas waktu si Kecil untuk menonton televisi saat siang hari dan bermain di luar rumah saat sore hari.
Stimulasi anak 3 tahun juga bertujuan untuk melihat bagaimana sikap anak dalam menghadapi aturan yang diberikan.
8. Latih Toilet Training secara Bertahap
Perkembangan anak usia 3 tahun berikutnya sudah bisa mengetahui kapan dirinya harus buang air kecil dan buang air besar. Ia juga sudah tahu caranya mengekspresikan kebutuhan tersebut.
Jadi, latihlah anak untuk bisa ke kamar mandi sendiri. Namun, jangan kaget kalau ia masih tidak sengaja mengompol untuk beberapa waktu ke depan.
Jangan khawatir, sebagian besar anak akan berhenti mengompol secara alami dan ini bukan masalah besar sampai anak berusia 4 tahun atau lebih.
9. Dukung dengan Nutrisi Lengkap
Stimulasi perkembangan anak usia 3 tahun saja tidak cukup, Bunda juga perlu memastikan si Kecil mendapatkan asupan bergizi seimbang.
Nutrisi yang tepat membantu mendukung pertumbuhan fisik, daya tahan tubuh, serta perkembangan otak anak. Penuhi kebutuhan karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, zat besi, serta berbagai vitamin dan mineral dari makanan bergizi.
Susu pertumbuhan juga dapat diberikan sebagai pelengkap untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi harian si Kecil.
SGM Eksplor 3+ mengandung lebih banyak nutrisi dengan 5x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Dukung si Kecil cepat tanggap dan tumbuh tinggi.
Baca Juga: Penyebab Anak Tidak Aktif dan Cara agar Si Kecil Mau Bergerak
Apa yang Harus Diperhatikan pada Perkembangan Anak Usia 3 Tahun?
Perjalanan tumbuh kembang anak 3 tahun memang unik bagi setiap anak. Setiap anak memiliki kecepatan yang berbeda dalam mencapai milestone-nya.
Rentang waktu untuk mencapai milestone pun relatif lama. Jadi, perbedaan kemajuan di setiap anak bisa terlihat sangat menonjol. Padahal, bisa jadi mereka masih berada di rentang normal.
Untuk itu, Ayah Bunda tidak perlu membanding-bandingkan si Kecil dengan anak lain. Apabila tumbuh kembang si Kecil selalu menunjukkan kemajuan dan konsisten, biasanya masih dalam kondisi wajar.
Pastikan Ayah dan Bunda sama-sama hadir di perjalanan tumbuh kembang si Kecil agar ia tumbuh menjadi sosok yang sehat, cerdas, dan penuh empati.
Tanda Keterlambatan Perkembangan Anak Usia 3 Tahun
Meski pencapaian milestone setiap anak berbeda-beda, ada beberapa tanda bahaya yang perlu diwaspadai, apa saja?
- Sulit naik tangga dan sering terjatuh.
- Tidak bisa mengatakan kalimat berisi 3 kata.
- Sering berliur.
- Ucapannya tidak jelas.
- Jarang bermain peran atau pura-pura.
- Tidak tertarik bermain dengan teman sebayanya.
- Tidak paham instruksi sederhana.
- Tidak bisa berbicara menggunakan kalimat.
- Kontak mata minimal.
- Tidak mampu meniru tindakan atau perkataan orang lain.
Jangan ragu untuk konsultasikan lebih lanjut ke dokter untuk memastikan penyebab dan strategi perawatannya jika diperlukan ya.
Mama juga bisa bertanya langsung ke Sahabat Bunda Generasi Maju jika masih punya pertanyaan lain seputar tumbuh kembang si Kecil. Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!