Mengajarkan si Kecil contoh sikap jujur di sekolah itu susah-susah gampang. Apalagi di sekolah Bunda tak bisa selalu memantaunya. Tenang, Bun, inilah panduan lengkap mengajari anak agar jujur di sekolah.
Apa Itu Sikap Jujur dan Mengapa Penting di Sekolah?
Sikap jujur adalah tindakan mengungkapkan hal yang sebenarnya dan sesuai kenyataan yang ada. Jujur juga berarti menepati janji/kesepakatan yang sudah dibuat. Semua tanpa ada yang ditutupi.
Nah, di sekolah, kejujuran jadi salah satu landasan untuk bangun kecerdasan sosial-emosional anak.
Sekolah jadi lingkungan yang tepat untuk mengajarkan kejujuran yang harus dibiasakan melalui sosialisasi. Pasalnya, si Kecil pasti bertemu berbagai macam orang dengan latar belakang dan watak yang berbeda-beda di sekolah.
Manfaat Anak Bersikap Jujur di Sekolah
Menanamkan nilai kejujuran itu bukan cuma supaya anak tidak suka bohong. Manfaatnya bisa dirasakan dalam pembangunan karakter anak hingga jangka panjang.
Inilah ragam manfaat nyata dari bersikap jujur di sekolah:
- Anak lebih dipercaya guru dan teman sehingga hubungannya dengan orang-orang di sekolah lebih harmonis
- Memupuk rasa tanggung jawab, misalnya terhadap tugas-tugas sekolahnya
- Meningkatkan peluang anak untuk meraih prestasi akademik
- Meningkatkan kepercayaan diri anak
- Anak dan teman-temannya jadi saling menghargai
- Menjadi contoh bagi teman-temannya di sekolah untuk bersikap jujur juga
- Tidak mudah menyerah, melainkan mau berusaha dan terus mencoba
Cara Mengajarkan Sikap Jujur pada Anak
Sebelum memberikan contoh sikap jujur di sekolah, perhatikan beberapa strategi menanamkan nilai kejujuran pada si Kecil berikut ini.
1. Mengakui Kesalahan
Kalau anak berbuat salah, dukung dirinya untuk mengakuinya dan pastikan konsekuensi yang anak terima sesuai dengan kesalahannya, tidak berlebihan atau kurang.
Ayah dan Bunda juga harus mau mengakui kesalahan agar si Kecil bisa meneladan dari orangtuanya.
Ia pun akan paham bahwa tak ada orang yang sempurna, jadi lebih baik akui kesalahannya daripada bohong supaya tak ketahuan salah.
2. Tidak Menyontek
Contoh sikap jujur di sekolah yang paling sederhana adalah dengan tidak menyontek.
Sesulit apa pun tugas atau ujiannya, dampingi anak untuk cari solusi dan menyusun rencana. Ajari bahwa hasil dari usaha sendiri, meski kurang memuaskan, tetap lebih baik daripada menyontek.

Baca Juga: Apa Saja Hak dan Kewajiban Anak di Sekolah?
3. Berkata Jujur pada Guru
Ajarkan anak untuk berkata jujur pada guru untuk memperkuat hubungan kepercayaan dengan gurunya.
Contoh sikap jujur di sekolah misalnya saat ditanya alasan terlambat, ajari anak untuk mengatakan kondisi sebenarnya, bukan membuat alasan yang dibuat-buat.
4. Mengapresiasi Hasil Karya atau Upaya Anak
Tekankan pada si Kecil bahwa yang utama itu proses mencoba dan usahanya, bukan semata-mata hasilnya.
Jadi, apa pun hasil usaha anak misalnya ketika mengerjakan tugas, beri apresiasi bahwa dia sudah berupaya. Lalu fokus pada langkah selanjutnya untuk memperbaiki yang masih kurang.
5. Tidak Mengambil Barang Teman Tanpa Izin
Sekalipun hanya alat tulis kecil, anak perlu memahami bahwa mengambil barang tanpa izin bukan perilaku jujur dan bisa menyakiti orang lain.
Maka, berikan contoh-contoh kalimat dan sikap untuk minta pinjam barang pada orang lain. Praktikkan juga di rumah supaya meresap betul di benak si Kecil.
6. Kembalikan Barang Setelah Meminjam
Biasakan anak untuk mengembalikan barang yang bukan miliknya. Ketika mau pakai barang tersebut, ingatkan juga bahwa nantinya barang tersebut harus dikembalikan pada yang punya.
Baca Juga: 10 Cara Mengajarkan Anak Berbagi dengan Teman
7. Tidak Mengejek Teman
Ketika si Kecil tidak suka dengan temannya di sekolah, ajak anak untuk tetap berempati dan memikirkan perasaan orang lain sebelum mengucapkan sesuatu.
Jangan sampai ia malah mengejek teman tersebut di belakangnya atau mengarang-ngarang cerita yang tidak benar soal temannya. Ini sama saja dengan sikap yang tidak jujur.
Bekali si Kecil dengan kemampuan bersikap tegas tapi tetap penuh pertimbangan. Caranya, Bunda bisa melakukan role play bersama anak dengan berbagai skenario.
8. Bersikap Adil, Jangan Curang
Anak harus terbiasa bermain atau mengikuti arahan dengan sportif dan adil, meskipun itu artinya dia bisa kalah atau rugi.
Contoh sikap jujur di sekolah misalnya ketika main basket, anak tidak boleh sengaja mencederai lawannya supaya bisa menang.
Beri pengertian bahwa setiap aturan itu ada alasannya agar adil bagi semua pihak.
9. Dorong untuk Berekspresi
Anak yang jujur itu percaya diri untuk mengekspresikan dirinya sebenar-benarnya, tanpa merasa harus pura-pura jadi orang lain.
Jadi, Bunda bisa dorong si Kecil untuk selalu jadi dirinya sendiri meski kadang kurang nyaman. Berikan apresiasi ketika ia setia pada jati dirinya, dan ajak bicara bila ia bersikap tak seperti biasanya.
Bangun suasana yang mendukung seperti komunikasi yang terbuka dan penuh kasih sayang sehingga anak merasa aman untuk berbagi kebenaran tanpa rasa takut.
Baca Juga: 9 Contoh Sikap Percaya Diri di Sekolah, Perlu Diajarkan di Rumah
10. Selalu Berbuat Benar
Anak yang jujur memilih untuk selalu melakukan hal yang benar, bahkan ketika orang lain tidak melihatnya atau bahkan ketika hal tersebut tidak nyaman bagi si Kecil.
Jadi, tekankan padanya bahwa baik ada yang melihat atau tidak, ia harus selalu memilih melakukan hal yang benar.
Contoh Sikap Jujur di Sekolah
Jika si Kecil masih kesulitan untuk membayangkan contoh sikap jujur di sekolah, Bunda bisa mengajaknya membayangkan situasi-situasi berikut ini:
- Anak mengaku saat tidak sengaja mematahkan penggaris temannya dan mau menerima konsekuensinya.
- Si Kecil mengatakan alasan sejujurnya pada guru kenapa PR-nya belum selesai daripada mengarang alasan atau malah menyontek PR yang sudah dikerjakan temannya.
- Ketika menemukan uang yang jatuh di sekolah yang bukan miliknya, anak menyerahkan uang tersebut ke gurunya supaya bisa ditemukan pemiliknya, alih-alih menyimpan uang itu untuk dirinya sendiri.
- Ikut baris dan mengantre sampai gilirannya tiba ketika beli sesuatu di kantin sekolah.
- Mengembalikan buku yang dipinjam dari perpustakaan.
- Di dalam sebuah kerja kelompok, anak mengakui bagian mana yang jadi kontribusinya, dan bagian mana yang merupakan kontribusi teman-teman lain.
- Tidak menyontek saat ujian berlangsung.
- Menerima kekalahan dengan lapang dada ketika berkompetisi atau bermain dengan teman-teman sekolahnya.
- Menunggu gilirannya tiba ketika antre di kamar mandi, tidak menyerobot.
- Langsung menegur dengan santun ketika ada temannya yang melanggar aturan sekolah, bukan menjelek-jelekannya di belakang atau menyebarkan cerita tidak baik soal temannya itu.
Itulah beberapa contoh sikap jujur di sekolah. Bunda harus terus-menerus menanamkan nilai ini agar si Kecil jadi terbiasa.
Untuk mendukung anak belajar, Bunda bisa bantu lengkapi kebutuhan gizinya lewat susu yang bagus untuk kecerdasan otak yang mengandung lebih banyak nutrisi dengan zat besi 5x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil cepat tanggap dan tumbuh tinggi.
Bunda juga bisa daftar jadi member Klub Generasi Maju untuk mengakses gratis ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.
Dengan jadi member sekarang, Bunda berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!