Facebook Pixel Code Pemberian MPASI Menurut IDAI yang Tepat, Aman, dan Bergizi

Pemberian MPASI Menurut IDAI yang Tepat, Aman, dan Bergizi

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 14 Februari 2022

Diperbarui: 29 September 2025

4 - 6 Bulan
Pola Asuh
Cover Image of Pemberian MPASI Menurut IDAI yang Tepat, Aman, dan Bergizi

 

Bunda mungkin sudah tahu bahwa MPASI adalah makanan pendamping ASI untuk bayi 6 bulan ke atas. Namun, ada hal-hal penting lainnya yang perlu diperhatikan. Lalu, seperti apa pengertian dan prinsip pemberian MPASI menurut IDAI?

Apa itu MPASI Menurut IDAI?

MPASI menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) adalah makanan padat yang mulai diberikan sejak bayi berusia 6 bulan sampai 23 bulan, ketika kebutuhan gizinya tidak lagi bisa dipenuhi hanya dari ASI. 

Di periode ini, kemampuan makan bayi juga berkembang, terlihat dari mulai adanya minat terhadap makanan atau minuman selain ASI. 

Masa ini dikenal sebagai periode penyapihan (weaning), yaitu proses peralihan dari hanya mengonsumsi ASI menuju makanan padat secara bertahap, baik dari jenis, porsi, frekuensi, tekstur, hingga konsistensinya.

Mengapa MPASI Diberikan pada Usia 6 Bulan?

Masa pemberian MPASI termasuk fase kritis dalam pertumbuhan anak. Sebab mulai usia 6 bulan, kebutuhan gizi bayi (terutama zat besi dan vitamin A) tidak lagi cukup hanya dari ASI.

Jika terlambat memulai atau makanan yang diberikan tidak sesuai dari segi kualitas maupun jumlahnya, risiko malnutrisi bisa meningkat.

MPASI pun menjadi sarana belajar penting bagi si Kecil. Pemberian MPASI melatih keterampilan makan seperti mengunyah, menelan, dan menggerakkan makanan di mulut.

Bahkan, MPASI juga mendukung perkembangan gigi, rahang, serta otot mulut yang dibutuhkan untuk bicara kelak.

Baca Juga: Panduan Lengkap Pemberian MPASI Pertama untuk Ibu Baru

Apa Saja Prinsip Dasar Pemberian MPASI Menurut IDAI?

Prinsip dasar MPASI menurut IDAI terdiri dari tepat waktu, aman dan higienis, adekuat, dan responsif. Apa maksudnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

1. Tepat Waktu

Menurut IDAI, MPASI sebaiknya mulai di usia 6 bulan. Memulai MPASI tepat waktu penting untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil.

Namun, MPASI sebaiknya diberikan saat bayi sudah menunjukkan tanda siap makan untuk memastikan gizinya benar-benar tercukupi, pencernaannya aman, dan tumbuh kembangnya tetap optimal.

Berikut adalah tanda-tanda bayi siap makan MPASI:

  • Bisa duduk dengan leher dan kepala tegak tanpa bantuan.
  • Mencoba meraih makanan di dekatnya.
  • Menunjukkan tanda lapar lebih sering walaupun sudah diberi ASI rutin, seperti rewel, gelisah, dan tidak tenang.
  • Bisa menggenggam benda dan memasukkan ke mulut.
  • Reflek membuka mulut saat sendok didekatkan ke mulut.
  • Bisa memindahkan makanan dari sendok ke mulut.

2. Aman dan Higienis

MPASI harus aman dikonsumsi. Ayah Bunda perlu mempersiapkan dan membuat MPASI dengan cara, bahan, dan alat yang aman dan bersih.

Hal ini penting agar MPASI tidak tercemar bakteri, virus, dan bahan lain yang menyebabkan masalah kesehatan.

Sesuaikan tekstur MPASI dengan usia si Kecil agar tak tersedak dan menyebabkan gangguan pencernaan. Misalnya, anak yang baru memulai MPASI baru boleh mengonsumsi puree atau bubur kental. 

3. Bernutrisi Seimbang (Adekuat)

Pemberian MPASI menurut IDAI harus mengandung gizi yang seimbang, yakni mengandung protein, zat besi, lemak, karbohidrat, vitamin, serta mineral. 

Seporsi MPASI harus terdiri dari protein hewani, sayur dan buah, lemak sehat, dan makanan pokok berkarbohidrat. Pastikan juga asupan kalorinya terpenuhi.

Dapatkan buku resep eksklusif Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kumpulan resep lezat bergizi dan mudah dibuat di rumah ala Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CB, CIMI. Gratis!

Baca Juga: Menu MPASI Umur 6 Bulan untuk Tumbuh Kembang Bayi yang Optimal

4. Pemberian yang Responsif

Pemberian MPASI menurut IDAI harus responsif, yaitu konsisten dan dan sesuai dengan respon kenyang atau lapar dari si Kecil. Dengan begitu, pola makan sehat bisa terbentuk. 

Hanya berikan si Kecil makanan bergizi ketika lapar dan hentikan saat dia kenyang. Lakukan hal ini secara konsisten.

Pastikan tidak memaksa bayi makan. Bersabarlah saat memperkenalkan makanan baru karena idealnya, Ayah Bunda perlu 10–15 kali percobaan sampai ia mau makan makanan baru.

Panduan Tekstur MPASI Bertahap

Pemberian tekstur MPASI menurut IDAI harus bertahap sesuai usianya. Berikut daftar tekstur yang tepat berdasarkan umur anak.

  • MPASI pertama 6 bulan: Bubur kental berasal dari makanan yang disaring hingga halus (puree).
  • 6–9 bulan: Puree atau makanan yang dihancurkan hingga halus (mashed).
  • 9–12 bulan: Makanan yang dicincang halus (minced), makanan yang dicincang kasar (chopped), dan makanan yang bisa digenggam (finger food).
  • 12–24 bulan: Makanan keluarga yang dihaluskan atau dicincang seperlunya.

Frekuensi & Kebutuhan Kalori MPASI

Asupan zat gizi mencukupi akan mendorong pertumbuhan yang optimal. Seiring bertambahnya usia, berat, dan tinggi badan, frekuensi dan keperluan kalori MPASI pun meningkat. 

Berikut frekuensi dan kebutuhan kalori MPASI sesuai usia si Kecil.

  • MPASI pertama 6 bulan: 2 kali sehari, 200 kkal per hari.
  • 6–9 bulan: 2–3 kali makan, 1–2 kali selingan, 200 kkal per hari.
  • 9–12 bulan: 3–4 kali makan, 1–2 kali selingan, 300 kkal per hari.
  • 12–24 bulan: 3–4 kali makan, 1–2 kali selingan, 550 kkal per hari.

Tips Pemberian MPASI yang Tepat Menurut IDAI

Agar si Kecil memiliki pola makan yang baik, ada beberapa tips dari IDAI yang perlu diikuti, apa saja? 

1. Jadwalkan Waktu Makan Secara Teratur

Buatlah jadwal makan harian yang konsisten agar ia terbiasa makan di waktu yang tepat. Jadwal waktu makan juga penting untuk mengatur rasa lapar dan kenyang.

2. Perhatikan Sinyal Lapar dan Kenyang Anak

Memahami tanda lapar dan kenyang sejalan dengan prinsip pemberian MPASI menurut IDAI, yaitu responsif. Membiarkan si Kecil lapar akan membuatnya rewel dan kekurangan gizi. 

Sedangkan, memberikan makan saat ia kenyang menyebabkan pemaksaan yang membuatnya stres, bahkan berat badan berlebih. Berikut tanda lapar yang harus diperhatikan:

  • Memajukan tubuhnya ke ke arah makanan.
  • Membuka mulut saat makanan mendekat ke tubuhnya.
  • Mencoba meraih bahkan merebut makanan di dekatnya.
  • Mengambil makanan dari sendok ke mulut.

Sementara itu, berikut tanda kenyang pada si Kecil:

  • Tubuh menjauhi makanan saat disuap.
  • Menelan atau mengunyah semakin lambat.
  • Menggelengkan kepala atau memalingkan wajah saat makanan mendekat.
  • Tidak fokus dengan makanan dan tertarik pada hal lain di sekitarnya.

3. Ciptakan Suasana Makan yang Menyenangkan

Tips MPASI menurut IDAI selanjutnya adalah buat suasana makan menyenangkan. Sajikan makanan yang tampak menarik agar si Kecil semakin minat makan.

Ayah Bunda perlu membuat suasana yang menyenangkan agar si Kecil selalu mengingat bahwa waktu makan bukanlah hal yang buruk. Jadi, ia termotivasi makan bersama keluarga.

Hindari memaksa anak saat makan. Memaksa dan terlalu sering membersihkan hanya membuat suasana makan sulit dinikmati si Kecil.

Pastikan Ayah Ibu tidak terlalu sering membersihkan mulut dan tangannya, biarkan ia menyelesaikan makannya terlebih dahulu.

4. Berikan Variasi Rasa, Warna, dan Tekstur

Sebaiknya, berikan berbagai macam makanan dengan tekstur bertahap, rasa, warna, bahkan bentuk yang beragam. 

Tujuannya, agar si Kecil terbiasa menikmati banyak jenis makanan dan tidak pilih-pilih. 

Pengenalan beragam jenis makanan melatih kemampuan mengunyah dan menstimulasi sensorik si Kecil.

5. Tunjukkan Contoh Makan yang Baik

Anak merupakan peniru ulung, Bun. Maka dari itu, Ayah Bunda perlu memberi contoh pola makan yang sehat. 

Bila orang di sekitarnya terbiasa makan tidak teratur dan pilih-pilih, ia pun akan melakukan hal yang sama.

Baca Juga: 30 Ide Menu MPASI 6 Bulan Selama Sebulan

Pemberian MPASI menurut IDAI merupakan panduan yang bisa diikuti agar proses pengenalan makanan padat lebih optimal. 

Bila si Kecil menunjukkan tanda-tanda masalah makan dan diikuti dengan kenaikan berat dan tinggi badan yang tidak signifikan, segera konsultasikan dengan dokter anak.

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya