Facebook Pixel Code Panduan Lengkap Pemberian MPASI Pertama untuk Ibu Baru

Panduan Lengkap Pemberian MPASI Pertama untuk Ibu Baru

Foto Reviewer dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Diterbitkan: 09 Agustus 2023

Diperbarui: 02 September 2025

4 - 6 Bulan
Nutrisi
Cover Image of Panduan Lengkap Pemberian MPASI Pertama untuk Ibu Baru

 

Pemberian MPASI pertama penting untuk mendukung tumbuh kembang bayi di usia 6 bulan ke atas. Panduan ini membantu Bunda memahami waktu, menu, dan cara pemberian yang tepat sesuai anjuran ahli.

Kenapa MPASI Pertama Penting untuk Bayi?

WHO dan IDAI merekomendasikan pemberian MPASI karena seiring pertumbuhannya bayi mulai membutuhkan tambahan zat besi, zinc, dan energi yang tidak lagi bisa dipenuhi hanya dari ASI.

Zat besi sangat penting untuk perkembangan otak, sistem imun, dan pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi sejak dini bisa menyebabkan anemia, penurunan daya tahan tubuh, hingga gangguan kognitif.

Selain itu, MPASI berperan besar dalam mencegah stunting. Dengan asupan nutrisi seimbang, MPASI membantu memastikan bayi tumbuh optimal sesuai usianya.

Kapan Waktu yang Tepat Memulai MPASI Pertama?

IDAI merekomendasikan pemberian MPASI pertama dimulai pada usia 6 bulan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi bayi yang tidak lagi bisa dipenuhi oleh ASI, terutama zat besi dan energi tambahan.

Namun, kesiapan setiap bayi bisa berbeda. Jadi selain usia, penting juga memperhatikan tanda-tanda bayi siap MPASI.

Bagaimana Mengetahui Bayi Sudah Siap MPASI?

Ada beberapa tanda yang ditunjukkan bayi saat ia sudah siap menerima makanan pendamping ASI, seperti: 

  • Refleks menjulurkan lidah (ekstrusi) sudah berkurang atau hilang.
  • Mampu menahan kepala tetap tegak.
  • Dapat duduk sendiri atau dengan sedikit bantuan, serta mampu menjaga keseimbangan tubuh saat meraih benda di sekitarnya.

Baca Juga: Bolehkah Mulai Pemberian MPASI di Usia 5 Bulan?

Prinsip Dasar Pemberian MPASI untuk Bayi 6 Bulan

Agar pemberian MPASI pertama berjalan optimal, Bunda perlu memahami dulu prinsip-prinsip dasar dalam memberikan MPASI menurut IDAI:

1. Tepat Waktu

MPASI sebaiknya mulai dikenalkan ketika bayi berusia 6 bulan.

Pemberian MPASI terlalu dini dapat meningkatkan risiko paparan kuman penyebab penyakit.

Sebaliknya, jika terlambat MPASI, bayi bisa kekurangan nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh kembangnya.

2. Aman

Kebersihan menjadi hal utama. Semua makanan harus disiapkan dan disimpan secara higienis.

Gunakan peralatan makan yang bersih dan sebaiknya dicuci dengan sabun khusus bayi. Pastikan makanan diberikan dengan cara yang aman.

3. Adekuat (Cukup)

MPASI harus mampu memenuhi kebutuhan energi dan nutrisi anak, mulai dari karbohidrat, protein hewani maupun nabati, hingga vitamin dan mineral.

Penting juga untuk memperhatikan usia bayi, porsi, frekuensi, tekstur, serta variasi makanan agar kebutuhan gizinya tercukupi.

Sebagai langkah awal, bayi 6 bulan bisa diberikan 2–3 sendok makan MPASI setiap kali makan.

4. Terjadwal dan Benar

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan dan teratur. Idealnya, bayi mendapat tiga kali makanan utama dan dua kali camilan sehat dalam porsi kecil setiap harinya.

Ajak anak untuk belajar makan sendiri, dan biasakan membersihkan mulut hanya setelah makan selesai.

Makanan yang Bisa Dikenalkan pada MPASI Pertama

Mengenalkan berbagai makanan membantu membentuk kebiasaan makan sehat dan mencegah picky eating atau memilih-milih makanan. Berikut rekomendasi MPASI bayi:

1. Karbohidrat 

Tidak perlu ada urutan dalam memberikan MPASI pertama. Karbohidrat, protein, sayuran, dan buah bisa langsung diberikan bersamaan sejak usia 6 bulan. 

Oleh sebab itu, karbohidrat seperti nasi, kentang, gandum, jagung, dan ubi menjadi salah satu makanan pertama terbaik untuk bayi. 

Karbohidrat merupakan makanan yang menjadi sumber energi bagi si Kecil, sehingga sangat penting dikonsumsi di MPASI pertamanya.

2. Protein 

Protein sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memengaruhi semua fungsi utama tubuh.

Bunda bisa memberikan protein hewani yakni daging sapi, ayam, ikan, atau telur, sedangkan protein nabati antara lain kacang-kacangan, tahu, dan tempe. 

3. Sayuran dan Buah 

Ada mitos bahwa Bunda harus mengenalkan sayur lebih dulu daripada buah, karena buah yang lebih manis bisa membuat bayi sulit menyukai sayur.

Namun, hal ini tidak terbukti, ya, Bun! Sayur dan buah untuk bayi bisa dikenalkan secara bersamaan. Berikut beberapa pilihannya: 

  • Vitamin A: Wortel, apel, pisang, ubi jalar
  • Vitamin C: Jeruk, pepaya, tomat, mangga, kembang kol, labu
  • Asam folat: Pisang, bayam, kangkung, daun singkong
  • Serat: Pir, stroberi, ubi, brokoli, buah bit 

4. Lemak Sehat

Lemak sehat juga menjadi jenis makanan yang harus dikenalkan di MPASI pertama bayi. Lemak sehat bisa meningkatkan kadar kolesterol baik dan menurunkan risiko penyakit kardiovaskular. 

Makanan yang mengandung lemak baik antara lain alpukat, kacang almond, kacang mete, minyak zaitun, minyak canola, selai kacang, ikan, tahu, dan kacang kedelai. 

5. Hati Ayam dan Hati Sapi 

Tahukah Bunda bahwa hati ayam dan hati sapi juga menjadi makanan pertama terbaik untuk bayi? 

Tidak seperti mitos yang beredar, hati bukanlah organ yang mengandung racun. Hati aman diberikan pada si Kecil karena tinggi zat besi. 

 

Menu Apa yang Cocok untuk Pemberian MPASI Pertama?

 

MPASI pertama sebaiknya menu tunggal (single ingredient) yang teksturnya lembut (puree) dan mudah dicerna untuk membantu bayi beradaptasi dengan makanan padat.

Makanan MPASI pertama yang paling dianjurkan adalah olahan dari beras, karena beras dikenal sebagai sumber makanan dengan risiko alergi yang sangat rendah. 

Berikut adalah contoh menu MPASI hari pertama sampai hari ketujuh:

Hari

Menu

Porsi awal

1

Bubur beras putih saring

1–2 sendok makan

2

Puree labu kuning

1–2 sendok makan

3

Puree pisang

1–2 sendok makan

4

Puree wortel

1–2 sendok makan

5

Bubur beras merah saring

1–2 sendok makan

6

Puree kentang

1–2 sendok makan

7

Puree pepaya

1–2 sendok makan

Setelah 2 minggu, bayi bisa mulai mencoba menu lengkap, yang terdiri dari sumber karbohidrat, lauk protein hewani, sayur, dan sumber lemak sehat (misalnya minyak zaitun/tetesan santan).

Agar si Kecil tidak cepat bosan dengan menu itu-itu saja dan Bunda juga bisa semangat terus menyajikan MPASI bergizi, yuk unduh Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kompilasi resep kreasi Chef Devina dan dr. Brenda Shahnaz, CBS, CIMI. Gratis!

Bagaimana Menyusun Jadwal Makan MPASI?

Menyusun jadwal makan MPASI perlu disesuaikan dengan usia bayi, tanda kesiapan, serta kebutuhan gizinya. Sebagai contoh, bayi usia 6–8 bulan disarankan 2–3 kali makan utama + 1–2 kali camilan.

Contoh jadwal makan untuk bayi 6 bulan adalah:

  • 06.00: ASI.
  • 08.00: MPASI pagi.
  • 10.00: Camilan.
  • 12.00: MPASI siang.
  • 14.00: ASI.
  • 16.00: Camilan.
  • 18.00: MPASI malam.
  • 21.00: ASI
  • 02.00: ASI (bila perlu)

Contoh di atas hanyalah panduan umum. Bunda bisa sesuaikan jam makan bayi dengan rutinitas keluarga agar lebih konsisten.

Contoh Menu MPASI Pertama untuk 1 Minggu

Hari

Menu Pagi

Menu Siang

Menu Sore

Senin

Bubur nasi + ASI

Puree labu siam + hati ayam halus

Pisang lumat

Selasa

Bubur kentang + wortel halus

Bubur nasi + ikan kembung halus + bayam

Alpukat lumat

Rabu

Bubur ubi jalar + tahu kukus halus

Bubur nasi + daging sapi cincang + brokoli kukus

Pepaya lumat

Kamis

Bubur jagung + labu kuning halus

Bubur nasi + ayam cincang + kacang panjang halus

Pir kukus halus

Jumat

Bubur nasi + telur puyuh rebus (kuning saja, dihaluskan)

Bubur kentang + hati sapi + bayam

Mangga halus

Sabtu

Bubur ubi + tempe kukus halus

Bubur nasi + ikan bandeng tanpa duri + wortel

Alpukat + pisang lumat

Minggu

Bubur nasi + kacang hijau halus

Bubur jagung + ayam cincang + brokoli

Pepaya atau pir lumat

Baca Juga: Panduan MPASI Pertama untuk Bayi 6 Bulan dan Inspirasi Menunya

Apa Saja Kesalahan Umum Saat Memulai MPASI?

Beberapa kesalahan umum sering terjadi saat memulai MPASI, yang bisa memengaruhi kesehatan dan kenyamanan bayi, seperti: 

  • Terlalu cepat mengenalkan banyak bahan sekaligus.
  • Menyajikan makanan yang terlalu padat atau tidak sesuai usia.
  • Menyamakan porsi dan kebutuhan makan bayi dengan orang dewasa.
  • Memberikan makanan dengan kadar lemak tinggi, pemanis, dan penyedap rasa tambahan. 
  • Cepat menyerah saat memperkenalkan jenis makanan baru. 
  • Kerap berasumsi bahwa anak tidak menyukai jenis makanan tertentu, bahkan sebelum mencobanya. 

Bagaimana Cara Memberikan MPASI dengan Aman?

Supaya proses pemberian MPASI aman, Bunda perlu perhatikan beberapa hal berikut: 

  • Pastikan kebersihan tangan dan peralatan makan sebelum menyiapkan atau menyajikan MPASI.
  • Cuci tangan Bunda dan bayi sebelum memulai makan.
  • Simpan makanan bayi di wadah yang bersih dan aman.
  • Gunakan talenan terpisah untuk memotong bahan makanan mentah dan matang.
  • Matikan TV, komputer, atau gawai saat jam makan agar bayi fokus.
  • Usahakan setiap porsi berisi karbohidrat, protein hewani, sayuran, buah, dan lemak sehat.
  • Sajikan variasi rasa dan jenis makanan sehat untuk memperkenalkan pilihan yang beragam.
  • Kenalkan satu jenis makanan baru setiap 3 hari untuk memantau reaksi alergi atau masalah pencernaan.
  • Hindari memaksa bayi makan supaya tidak menimbulkan penolakan di kemudian hari. Jika bayi menolak, berhenti sejenak dan coba kembali di waktu lain.
  • Berikan makan saat bayi lapar tetapi dalam kondisi tenang, tidak terlalu lelah atau rewel. Usahakan untuk memberi makan pada waktu yang sama setiap hari.
  • Selalu awasi bayi saat makan untuk mencegah tersedak. Pastikan makanan bertekstur lembut, mudah dihancurkan dengan gusi, mudah ditelan, dan dipotong dalam ukuran kecil. 

Lebih Baik Disuapi atau Baby Led Weaning (BLW)?

Kombinasi keduanya sering menjadi pilihan terbaik dalam memberikan makanan pada bayi. Untuk pemberian MPASI pertama, Bunda bisa mulai dengan menyuapi agar kebutuhan nutrisi bayi tetap tercukupi.

Baby Led Weaning (BLW) memungkinkan bayi belajar makan sendiri, sambil orang tua tetap mengawasi asupan gizinya. Metode ini memberi ruang bagi bayi untuk belajar mandiri saat makan.

Namun, agar pemberian makan dengan metode BLW bisa optimal, Bunda harus memperhatikan kesiapan dan keamanan bayi saat makan:

  • Pastikan bayi sudah mampu menegakkan dada dan mempertahankan posisinya selama makan, serta selalu didampingi oleh orang dewasa. 
  • Berikan makanan yang bisa digenggam seperti finger food berukuran jari orang dewasa, dengan tekstur lembut agar mudah hancur di mulut. 
  • Hindari makanan yang berisiko tinggi menyebabkan tersedak, seperti kacang utuh, popcorn, dan buah anggur yang belum dipotong.

Pastikan kebutuhan nutrisi si Kecil terpenuhi optimal. Daftar sebagai member Klub Generasi Maju dan dapatkan panduan gizi lengkap serta rekomendasi menu harian.

Itulah panduan pemberian MPASI pertama untuk Ibu baru. Tetap semangat, ya, Bunda!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya