Facebook Pixel Code Cara Aman Baby Led Weaning (BLW), Manfaat, dan Risikonya

Cara Aman Baby Led Weaning (BLW), Manfaat, dan Risikonya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 17 Juli 2018

Diperbarui: 23 Januari 2026

7 - 9 Bulan
Pola Asuh
Cover Image of Cara Aman Baby Led Weaning (BLW), Manfaat, dan Risikonya

 

Baby led weaning jadi salah satu metode pemberian makan anak yang melatih kemandiriannya. Sebelum menerapkan BLW, cari tahu dulu cara melakukan metode makan ini sampai kelebihan dan kekurangannya, Bun!

Apa Itu Baby Led Weaning?

Metode BLW adalah pemberian MPASI pada bayi usia 6 bulan ke atas dengan memberikannya kebebasan untuk makan sendiri tanpa disuapi. 

Makanan BLW biasanya berupa finger food, dan bukan bubur agar memudahkan bayi saat menyuap.

Prinsip dasar baby led weaning adalah membebaskan bayi untuk memilih dan mengambil makanannya sendiri, termasuk menentukan jumlah dan durasi makannya. 

Ayah Bunda tidak lagi mengatur porsi maupun kecepatan makan seperti saat menyuapi. Cara ini membantu bayi belajar mandiri dan mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami.

Kapan Bayi Boleh Mulai Baby Led Weaning?

Menurut IDAI, BLW hanya boleh dimulai ketika bayi sudah berusia 6 bulan dan menunjukkan tanda siap makan

Jadi, kapan bayi diajarkan makan sendiri bisa dimulai saat ia sudah menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Bayi bisa duduk tegak di kursi makan tanpa bantuan atau disangga.
  • Leher bayi sudah kuat dengan kepala yang tegak.
  • Bayi harus sudah bisa menegakkan dada dan selama proses makan dapat mempertahankan posisi tersebut.
  • Bayi mulai mengambil dan menggenggam benda-benda kecil seperti mainan atau makanan.
  • Bayi bisa mengarahkan tangan untuk memasukkan benda yang ia genggam ke dalam mulut.
  • Mulut terbuka saat melihat makanan.
  • Bayi dapat menelan makanan dan sudah tidak memiliki refleks melepeh makanan dengan lidah (tongue thus reflex).
  • Bayi bisa memindahkan makanan dari bagian depan ke bagian belakang lidah untuk menelan makanan. 

Jika ia belum menunjukkan tanda-tanda siap makan, maka tunda demi keamanan. Membiarkan bayi melakukan metode ini tanpa persiapan matang dapat meningkatkan risiko tersedak BLW.

Tidak apa-apa, kok, untuk menunggu sambil memantau terus perkembangan si Kecil sampai ia benar-benar siap.

Baca Juga: Ketahui Tahapan Tekstur MPASI Bayi Sesuai Usianya

Bagaimana Cara Baby Led Weaning yang Benar?

Melakukan baby led weaning tidak bisa sembarangan, Bun. Perhatikan dan terapkan cara BLW berikut agar prosesnya berjalan aman dan nyaman untuk mendukung proses makan si Kecil:

1. Siapkan Posisi Duduk yang Aman

Pastikan Bunda mendudukkan bayi di high chair dengan posisi tegak 90 derajat. Tujuannya agar ia bisa mengunyah dan menelan dengan lebih baik dan mencegah risiko tersedak BLW.

Perhatikan juga kenyamanan kaki bayi. Jangan sampai kakinya menggantung saat makan. Bunda bisa gunakan footrest agar kaki bayi berpijak guna memberi stabilitas tubuh saat makan.

Hindari melakukan BLW sambil digendong, rebahan, atau duduk miring karena posisi ini meningkatkan risiko tersedak dan membuat bayi sulit mengatur makanannya sendiri.

2. Berikan Finger Food yang Ukurannya Pas

Bayi akan lebih mudah belajar makan sendiri bila ukuran makanan yang Bunda berikan pas digenggamnya, tidak terlalu besar atau kecil.

Maka itu, coba berikan makanan dalam bentuk finger food yang ukurannya pas agar bayi mudah menggenggam dan mengunyahnya dengan aman. 

Potongan makanan panjang seukuran 1-2 jari orang dewasa membantu bayi memegang dengan stabil. Namun, usahakan jangan terlalu kecil agar tidak membuat si Kecil tersedak.

3. Berikan Tekstur yang Lembut

Meski bayi makan sendiri, tekstur makanan untuk BLW sebaiknya tetap lembut tetapi tidak terlalu lembek. 

Prinsipnya, makanan harus mudah dihancurkan saat dikunyah si Kecil, tapi tetap cukup padat agar tidak langsung hancur total. 

Tekstur seperti ini membantu bayi belajar mengunyah dan menggenggam dengan aman.

4. Waktu Makan 20-30 Menit

Sama seperti makan yang disuapi waktu makan ideal untuk BLW adalah sekitar 20-30 menit. Ini membantu agar bayi dapat fokus mengeksplorasi makanan tanpa merasa lelah atau bosan.

Setelah itu, cukup akhiri sesi makan dengan tenang, tanpa perlu memaksanya untuk menghabiskan makanan meski masih bersisa.

5. Tanpa Tekanan dan Tanpa Disuapi

Beri kebebasan penuh pada bayi saat BLW, termasuk kapan ia mau mulai dan berhenti makan. 

Selama menjalani metode ini, Ayah dan Bunda tidak perlu menyuapi atau menekan bayi untuk menghabiskan makanan. 

Biarkan si Kecil menikmati prosesnya sendiri agar ia belajar mengenali rasa lapar, kenyang, serta melatih kemandirian makan.

6. Tidak Perlu Target Porsi

Pada awal BLW, tujuan makan bukan untuk menghabiskan porsi makanan agar kenyang, melainkan untuk belajar mengenal makanan, tekstur, dan cara makan sendiri. 

Maka itu, Bunda tidak perlu menargetkan jumlah tertentu saat baby led weaning, ya. 

Terlebih sampai usia bayi setidaknya mencapai 1 tahun, sumber nutrisi utama si Kecil tetap berasal dari ASI atau susu formula.

Makanan yang Cocok untuk BLW

Metode MPASI bayi pada umumnya dimulai dengan pemberian bubur saring halus atau puree, lalu perlahan naik ke tekstur yang lebih padat.

Sementara saat BLW, bayi akan langsung diperkenalkan dengan finger food yang lebih mudah diambil, digenggam, dan dimakan oleh bayi tanpa bantuan.

Tipe makanan ini akan membantu bayi belajar makan mandiri, mengeksplorasi berbagai tekstur makanan, dan meminimalkan risiko bayi tersedak. 

Daftar Makanan Pertama BLW (Finger Food Usia 6-8 Bulan)

Prinsipnya sama seperti pemberian finger food di awal masa MPASI bayi, finger food untuk BLW harus lembut dan ukurannya pas di genggaman si Kecil.

Berikut berbagai rekomendasi makanan pertama untuk baby led weaning:

  • Karbohidrat: roti panggang, pasta penne/fusilli, ubi kukus, kentang rebus, nasi kepal, dan lainnya.
  • Sayuran kukus/rebus yang lembut: brokoli, wortel, labu, kentang, jagung manis, dan lainnya.
  • Buah potong lembut: pisang, alpukat, pepaya, pir matang, mangga matang.
  • Protein: telur rebus (potong memanjang), ayam kukus/oven, ikan tanpa duri, tahu kukus, tempe goreng, keju, dan lainnya.

Contoh menu BLW usia 6 bulan ke atas yakni opor ayam dan kentang rebus, pasta ikan salmon, atau ubi kukus dan telur rebus kecap.

Makanan BLW yang Harus Dihindari 

Supaya tidak membahayakan selama belajar baby led weaning, hindari pemberian makanan berikut dan ganti dengan solusi yang lebih aman:

Tidak Aman

Alasan

Solusi agar Aman

Anggur utuh

Risiko tersedak

Potong memanjang jadi 4 bagian

Tomat ceri utuh

Bulat kecil dan licin, risiko tersedak

Potong memanjang jadi 4 bagian

Kacang utuh

Keras dan kecil, risiko tersedak

Ganti dengan selai kacang tipis

Popcorn

Keras, mudah pecah, berisiko tersedak

Ganti dengan snack bayi yang lembut

Daging keras

Sulit dikunyah

Cincang daging sampai lembut

Apel mentah

Keras

Apel kukus

Tips Aman Baby Led Weaning Anti Tersedak

Jadi, masihkah Bunda bertanya-tanya, BLW aman atau tidak? Baby led weaning aman asal dilakukan dengan teknik yang benar dan pengawasan penuh. 

Bunda bisa memastikan keamanan bayi saat BLW dengan menerapkan tips berikut:

  • Pastikan bayi sudah siap makan dengan menunjukkan tanda-tanda seperti di atas. 
  • Memastikan si Kecil duduk di high chair dalam posisi tegak dan bisa terus menahan posisinya selama proses makan berlangsung. 
  • Bunda harus selalu mendampingi bayi selama proses makan, tanpa distraksi apa pun.
  • Singkirkan semua distraksi seperti TV yang menyala, tablet yang memutar film, atau mainan yang berisik.
  • Berikan makanan yang ukurannya sesuai genggaman si Kecil. 
  • Pastikan tekstur makanannya cukup lembut dan mudah hancur di mulut si Kecil.
  • Hindari pemberian makanan yang berisiko membuat si Kecil tersedak, seperti yang berbentuk bulat, serta bertekstur kenyal dan licin.
  • Memperkenalkan bayi dengan berbagai macam makanan.
  • Hindari menyajikan makanan cepat saji atau makanan yang mengandung banyak gula dan garam. 
  • Hindari pemberian makanan mentah atau makanan setengah matang. Pastikan makanan matang sempurna.
  • Jangan berikan madu karena berisiko sebabkan keracunan pada bayi akibat zat toksik yang diproduksi bakteri Clostridium botulinum.

Kelebihan Metode Baby Led Weaning

Jadi, apa saja sisi positif menggunakan metode BLW yang dapat Bunda pertimbangkan? Berikut ulasannya:

1. Bayi Belajar Mengenal Lapar dan Kenyang

Baby led weaning mampu membantu bayi untuk mengenali rasa lapar dan kenyang sebab si Kecil dimotivasi untuk makan sendiri sesuai keinginannya. 

Bunda, kemampuan mengenali rasa lapar dan kenyang ini kelak akan membantu si Kecil untuk mengontrol porsi makannya sehari-hari, lho.

Jadi, ia tidak akan makan hanya karena penasaran terhadap rasa makanan, mengikuti keinginan, atau bosan. Ini bisa mencegah bayi mengembangkan kebiasaan makan berlebih di masa depan.

2. Mengasah Motorik Halus dan Koordinasi Mata-Tangan

Melalui BLW, bayi akan belajar meraih, menggenggam, hingga memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Semua itu akan melatih koordinasi mata dan otot halus yang ada di tangan si Kecil. 

Seiring berjalannya waktu, keterampilan motorik halus si Kecil akan semakin baik dan perkembangannya lebih pesat daripada bayi yang terbiasa makan disuapi oleh Bunda. 

Keterampilan motorik halus kelak akan sangat berguna dalam kehidupan si Kecil, seperti menggunting, menggosok gigi, menulis, mengancingkan baju, dan lainnya. 

Baca Juga: 5 Tips MPASI Bergizi untuk Jaga Daya Tahan Tubuh si Kecil

3. Mengurangi Picky Eating

Saat menjalani BLW, bayi akan terekspos pada berbagai jenis, rasa, dan tekstur makanan yang jauh lebih beragam ketimbang daripada saat ia hanya disuapi. 

Selama prosesnya, si Kecil mungkin tidak akan langsung suka dengan tekstur atau rasa yang ia pilih sendiri. Tapi, Bunda harus tetap semangat untuk mengenalkan berbagai jenis makanan sejak dini.

Dengan membiasakan anak merasakan berbagai jenis makanan, besar kemungkinannya ia tumbuh menjadi anak yang tidak pilih-pilih makanan

4. Meningkatkan Kepercayaan Diri Bayi

Saat bayi berhasil mengambil, menggenggam, dan memasukkan makanan sendiri, ia merasa mampu dan berhasil atas pencapaiannya. 

Kemampuan kecil yang dilakukan sendiri ini dapat membantu membangun rasa percaya diri sejak dini.

5. Lebih Hemat Biaya

Jika menerapkan metode pemberian MPASI biasa, Bunda perlu membeli beberapa bahan makanan khusus untuk membuat bubur puree atau mashed.

Namun dalam baby led weaning, si Kecil dapat mengonsumsi makanan yang sama seperti anggota keluarga lainnya, sehingga Bunda tidak perlu membuat makanan yang berbeda. 

Ini membantu Bunda menghemat waktu dan uang belanja karena bisa memasak sekaligus dengan menu yang sama untuk sekeluarga.

Bunda bisa dapatkan buku resep eksklusif Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kumpulan resep lezat bergizi dan mudah dibuat di rumah ala Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CB, CIMI. Gratis!

Kekurangan dan Risiko Baby Led Weaning

Di balik berbagai kelebihannya, ada beberapa kekurangan dan risiko dari metode baby led weaning, seperti:

1. Risiko Tersedak Lebih Tinggi

Banyak pihak yang masih belum menyetujui penerapan BLW karena dianggap dapat membuat bayi mudah tersedak. 

Apalagi, metode BLW membiarkan bayi makan sendiri, sehingga si Kecil bisa kurang hati-hati saat makan. 

Risiko tersedak pada BLW memang bisa meningkat bila aturan keamanannya tidak diikuti.

2. Asupan Nutrisi Sulit Dipantau

Manfaat metode BLW ini sebenarnya masih menjadi perdebatan. Sebab, proses makan sendiri memungkinkan bayi tidak menghabiskan seluruh porsi makanan yang Bunda sajikan. 

Porsi yang tidak menentu ini berisiko membuat asupan nutrisi bayi sulit dipantau, bahkan bisa kekurangan sumber nutrisi penting. 

Misalnya, daging merah yang merupakan sumber zat besi terbaik mungkin tidak dihabiskan si Kecil saat makan. 

Meski saat ini memang masih belum ada penelitian yang terang-terangan menegaskan bahwa BLW menyebabkan bayi kekurangan zat besi, tapi risikonya tetap ada.

Cek apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.

3. Proses Makan Lama dan Berantakan

Proses belajar makan sendiri di metode BLW akan membuat ruang makan mengalami kekacauan kecil oleh makanan yang terjatuh ke lantai atau berserakan di atas meja. 

Seluruh tubuh si Kecil mungkin juga akan kotor karena makanan. 

Ini membuat Bunda membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membereskan makanan dan menyediakan stok sabar yang lebih banyak selama mendampingi si Kecil makan. 

4. Tidak Cocok untuk Semua Bayi

Metode BLW bisa jadi kurang aman atau kurang efektif bagi sebagian anak, terutama yang memiliki tantangan perkembangan tertentu. 

Misalnya, bayi dengan keterlambatan motorik atau masalah oral motor bisa kesulitan menggenggam, mengunyah, atau memindahkan makanan di mulut dengan aman. 

Pada kondisi seperti ini, proses makan yang melibatkan bantuan Ayah dan Ibu, seperti disuapi secara perlahan dan kemampuan makan dilakukan bertahap, sering kali lebih disarankan.

BLW vs Disuapi, Mana yang Terbaik?

Sebelum menyimpulkan mana yang terbaik, berikut perbedaan metode makan BLW dengan disuapi:

Aspek

BLW (Baby Led Weaning)

Disuapi

Siapa yang memimpin proses makan?

Bayi

Ayah dan Bunda

Tekstur awal

Finger food semi padat

Puree atau bubur halus

Target

Kemandirian dan keterampilan makan

Asupan nutrisi terpenuhi

Porsi makan

Susah diketahui

Mudah diketahui

Risiko tersedak

Lebih tinggi bila salah dalam melakukannya

Lebih rendah

Cocok untuk siapa?

Bayi yang sudah mampu duduk tegak dan menggenggam

Semua bayi

Kekurangan

Tidak cocok untuk semua bayi

Lebih lama mencapai kemandirian makan

Baik metode BLW maupun disuapi sebenarnya sama-sama baik, Bun. BLW membantu bayi belajar mandiri, bereksplorasi dengan makanan, dan mengembangkan sensori.

Sementara disuapi oleh Ayah Bunda memastikan kebutuhan nutrisi bayi, terutama zat besi, bisa tercukupi. Bunda bisa lebih fleksibel dengan melakukan kombinasi keduanya atau yang dikenal sebagai responsive feeding.

Baca Juga: 5 Tips Penting MPASI untuk Dukung Tumbuh Kembang si Kecil

Jadi, apakah Bunda mau mulai mencoba BLW atau menyuapi si Kecil saat belajar makan? Apa pun yang jadi keputusan Bunda, kami yakin itu dibuat dengan pertimbangan yang matang dengan memprioritaskan si Kecil, ya!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya