Facebook Pixel Code 10 Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi, Pengobatan, & Pencegahan

10 Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi, Pengobatan, & Pencegahan

Foto Reviewer dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Diterbitkan: 27 Januari 2022

Diperbarui: 29 September 2025

7 - 9 Bulan
Kesehatan
Cover Image of 10 Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi, Pengobatan, & Pencegahan

 

Ciri bayi kekurangan zat besi perlu diketahui dan segera diatasi. Jika tidak, kondisi ini bisa mengganggu tumbuh kembangnya. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Mengapa Zat Besi Penting untuk Bayi?

Zat besi berperan untuk memproduksi hemoglobin di dalam sel darah merah. Hemoglobin akan mengikat oksigen dan mengedarkannya ke seluruh tubuh.

Zat besi juga penting untuk pertumbuhan otak bayi, terutama fungsi memori dan belajar. Mineral ini pun berguna agar sistem imun lebih kuat sehingga si Kecil tak mudah sakit.

Faktor Risiko Bayi Kekurangan Zat Besi

Sebelum mengetahui ciri bayi kekurangan zat besi, Ayah Bunda perlu paham bila ada beberapa kondisi yang membuat ia rentan. Apa sajakah kondisi tersebut?

1. Lahir Prematur atau Berat Lahir Rendah

Saat lahir prematur, waktu yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah dan mengangkut zat besi dari plasenta pun berkurang. Hal ini membuat bayi rentan kekurangan zat besi.

Tak hanya itu, berat bayi lahir yang rendah juga rentan kekurangan zat besi karena ia butuh lebih banyak zat besi untuk mengejar pertumbuhan optimal seperti bayi lahir cukup.

2. Hanya Minum ASI setelah 6 Bulan

Setelah 6 bulan, bayi perlu asupan zat gizi tambahan selain ASI. 

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) 2019 dari Kementerian Kesehatan RI, bayi 6 bulan perlu zat besi 11 gram per hari. Berbeda dengan bulan sebelumnya yakni hanya 0,3 gram sehari.

Apabila si Kecil tidak diberikan MPASI kaya zat besi sejak usia 6 bulan, ia akan rentan mengalami ciri bayi kekurangan zat besi.

3. Pola makan MPASI Rendah Zat Besi

Tubuh manusia tidak dapat menghasilkan zat besi sendiri. Untuk itu, mineral ini hanya didapat dari makanan. 

Nah, si Kecil rentan kekurangan zat besi bila ia tidak mengonsumsi makanan kaya zat besi, seperti daging merah, hati ayam, atau daging sapi.

4. Penyakit Kronis yang Mengganggu Penyerapan Zat Besi

Beberapa jenis masalah kesehatan ternyata menghambat penyerapan zat besi. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat masalah di organ saluran cerna. 

Beberapa penyakit penghambat asupan zat besi, di antaranya penyakit celiac, penyakin Crohn, kanker duodenum, dan ulkus duodenum.

10 Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi

Bayi berisiko kekurangan zat besi jika asupan hariannya tidak cukup mengandung zat besi. Apa saja ciri bayi kekurangan zat besi?

1. Kulit Pucat

Bayi yang kekurangan zat besi umumnya tampak pucat, terutama di wajah, gusi, bibir bagian dalam, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. Kondisi ini sering menjadi tanda awal anemia pada bayi.

Jika hemoglobin kurang, maka darah menjadi kurang merah sehingga kulit tampak pucat.

2. Putih Mata Kebiruan atau Kekuningan

Kekurangan zat besi pada bayi dapat menyebabkan sklera atau bagian putih pada mata tampak kekuningan atau kebiruan.

Perubahan ini terjadi akibat penurunan jumlah serat kolagen pada sklera. Jadi, lapisan biru di bawahnya lebih terlihat jelas.

Anemia juga bisa terjadi akibat pemecahan sel darah merah terlalu cepat. Akibatnya, senyawa bilirubin yang berwarna kuning menumpuk di bagian sklera. 

3. Terlihat Lemas dan Kurang Aktif

Ciri bayi kekurangan zat besi berikutnya adalah tampak lemas, lelah, dan kurang aktif.

Kekurangan zat besi bisa membuat bayi lemas karena tubuhnya kekurangan hemoglobin yang berperan dalam mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Tanpa oksigen yang cukup, sel-sel tubuh tidak dapat bekerja dengan baik sehingga bayi mudah merasa lelah, lesu, dan kurang bertenaga. 

Baca Juga: Dampak Bayi Kekurangan Zat Besi dan Cara Mengatasinya

4. Sering Tidur Berlebihan

Anemia membuat si Kecil cepat lelah dan sering tidur karena kadar hemoglobinnya sedikit. Jadi, kadar oksigen ke jaringan dan otot pun berkurang.

Selain itu, jantung juga harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan darah yang kaya oksigen. 

5. Mudah Tertular Infeksi

Kekurangan zat besi akan mengganggu pengangkutan oksigen ke sel-sel imun. Akibatnya, fungsi sel-sel kekebalan tubuh pun melemah dan bayi lebih mudah terkena penyakit infeksi. 

Jika kekurangan zat besi berlangsung lama, hal ini dapat melemahkan respons kekebalan tubuh terhadap kuman atau patogen.

6. Bayi Mudah Rewel

Kekurangan zat besi menyebabkan tubuh bayi kekurangan oksigen yang bisa membuat si Kecil merasa lelah, lemas, dan tidak nyaman.

Selain itu, karena zat besi penting untuk fungsi otak dan perilaku, kekurangan mineral ini dapat membuat bayi lebih rewel dan sering menangis.

7. Denyut Nadi Cepat

Jika denyut nadi si Kecil terasa sangat cepat dan tidak teratur, bisa jadi ini ciri bayi kekurangan zat besi.

Jika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin menurun sehingga kadar oksigen dalam darah berkurang.

Untuk mengimbangi kekurangan oksigen tersebut, jantung bayi akan bekerja lebih keras dan lebih cepat, lalu menyebabkan detak jantungnya menjadi tidak teratur dan berdetak dengan sangat cepat.

8. Terengah-engah

Ciri bayi kekurangan zat besi berikutnya, yaitu napasnya terlihat terengah-engah. Napas si Kecil akan pendek-pendek karena tubuhnya berusaha mendapatkan lebih banyak oksigen.

Penyebabnya juga karena kurangnya hemoglobin dalam sel darah merah yang membawa oksigen. Selain napas jadi pendek, bayi juga akan terlihat kelelahan.

9. Kaki dan Tangan Dingin

Kekurangan zat besi dapat membuat tangan dan kaki bayi terasa dingin karena kekurangan sel darah merah yang cukup untuk membawa oksigen ke jaringan tubuh.

Akibatnya, sirkulasi darah ke seluruh tubuh menjadi kurang lancar sehingga tangan dan kaki lebih sering terasa dingin.

10. Berat Badan Sulit Naik

Ciri bayi kekurangan zat besi yang jarang disadari orang tua adalah pertumbuhan berat badan bayi yang lambat atau cenderung stagnan. 

Kekurangan zat besi menyebabkan bayi kesulitan mendapatkan oksigen yang cukup untuk jaringan dan organ sehingga memperlambat pertumbuhan dan perkembangannya.

Selain itu, kekurangan zat besi juga bisa mengurangi nafsu makan. Akibatnya, bayi tidak mau menyusu atau jadi makan lebih sedikit karena lemas. Efeknya, kenaikan berat badan lambat.

Baca Juga: 17 Makanan yang Mengandung Zat Besi untuk Bayi

Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Kekurangan Zat Besi?

Setelah melihat ciri-ciri fisiknya, Ayah Bunda bisa memastikan kadar zat besinya dengan tes darah di rumah sakit.

Beberapa tes darah yang untuk mengukur kadar zat besi dan memastikan anemia pada bayi adalah tes hematokrit, serum feritin, serum zat besi, serta total iron binding capacities (TIBC).

Cek apakah kebutuhan zat besi (iron) anak sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi, gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.

Apa yang Terjadi Jika Bayi Saya Kekurangan Zat Besi?

Selain timbul ciri bayi kekurangan zat besi, anemia bisa berdampak serius bagi si Kecil, seperti:

  • Gangguan fungsi kognitif permanen.
  • Kesulitan mengikuti pelajaran di sekolah saat bertambah besar.
  • Rentan terkena penyakit infeksi.
  • Tubuhnya tidak bertumbuh dan berkembang optimal.
  • Luka sulit sembuh.

Baca Juga: 15 Makanan yang Mengandung Zat Besi dan Vitamin C untuk Bayi

Cara Mencegah dan Mengobati Kekurangan Zat Besi pada Bayi

Untuk menghindari anemia kekurangan zat besi, Ayah Bunda bisa melakukan cara-cara berikut.

1. Perbanyak Asupan Makanan Tinggi Zat Besi

Mencegah kekurangan zat besi pada bayi dapat dilakukan dengan memperbanyak asupan makanan tinggi zat besi, seperti hati ayam untuk MPASI, daging merah, atau bayam.

Ingat, tubuh tak bisa memproduksi kadar zat besi sendiri. Untuk itu, si Kecil perlu mendapatkan asupan yang cukup dari makanan.

2. Kombinasikan dengan Sumber Vitamin C

Vitamin C bantu cegah bayi kekurangan zat besi. Vitamin ini bisa mempercepat penyerapan zat besi.

Kinerja vitamin C akan maksimal bila dikombinasikan dengan sumber nabati kaya zat besi. Pasalnya, Kandungan zat besi pada sayur dan buah lebih sulit diserap daripada daging dan hati. 

Berikanlah sayur dan buah kaya vitamin C, seperti jeruk, paprika, stroberi, dan brokoli.

3. Pemberian Suplemen Sesuai Anjuran Dokter

Bila ditemukan kekurangan zat besi, dokter akan memberikan suplemen zat besi untuk bayi dengan dosis yang disesuaikan.

Bila nilai hemoglobin masih normal, tetapi kadar zat besi dalam serum yang rendah, dokter bisa memberikan suplemen dosis rendah atau anjuran mengonsumsi asupan tinggi zat besi.

Bila kekurangan zat besi telah berdampak pada penurunan hemoglobin, dokter akan memberikan dosis zat besi untuk terapi.

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasi dengan dokter jika bayi menunjukkan ciri bayi kekurangan zat besi yang berkelanjutan dan berat.

Segera bawa ke dokter jika si Kecil mulai menunjukkan gejala anemia berat seperti:

  • Kulit pucat dan dingin.
  • Sklera mata tampak biru.
  • Kuku rapuh (mudah patah).
  • Sesak napas.
  • Detak jantung cepat.

Penting untuk berkonsultasi ke dokter atau ahli untuk mendapat rencana pengobatan yang sesuai. Segera lakukan pemeriksaan laboratorium agar kadar zat besi dan hemoglobin terdeteksi sedini mungkin.

Kekurangan zat besi harus dihindari sesegera mungkin. Jika tidak, akan ada risiko permanen yang tidak bisa diperbaiki. Pastikan si Kecil mengonsumsi MPASI kaya zat besi sejak usia 6 bulan.

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya