Facebook Pixel Code Ciri-Ciri Bayi Overstimulasi dan Cara Tepat Mengatasinya

Ciri-Ciri Bayi Overstimulasi dan Cara Tepat Mengatasinya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 18 Agustus 2023

Diperbarui: 06 Agustus 2025

0 - 3 Bulan
Tumbuh Kembang
Cover Image of Ciri-Ciri Bayi Overstimulasi dan Cara Tepat Mengatasinya

 

Stimulasi penting untuk tumbuh kembang bayi. Namun, stimulasi berlebihan justru membuatnya rewel. Yuk, pahami ciri dan contoh over stimulasi pada bayi agar bisa segera memberikan respons yang tepat dan si Kecil tenang kembali.

Apa Itu Overstimulasi?

Overstimulasi adalah kondisi bayi yang kewalahan akibat menerima terlalu banyak rangsangan, seperti suara, cahaya, gerakan, atau interaksi sosial dalam satu waktu.

Misalnya, bayi yang awalnya tenang bisa tiba-tiba menangis karena terlalu lama tummy time, dipeluk banyak orang, atau melihat suasana ramai. Inilah contoh overstimulasi pada bayi yang umum terjadi.

Overstimulasi membuatnya sulit memproses informasi dan bisa menimbulkan stres atau ketidaknyamanan.

Penyebab Overstimulasi pada Bayi

Sebelum memahami contoh overstimulasi pada bayi, Bunda perlu mengetahui penyebabnya agar hal ini bisa dihindari. Beberapa penyebab overstimulasi adalah:

1. Aktivitas yang Terlalu Banyak

Penyebab overstimulasi pada bayi salah satunya karena terlalu banyak aktivitas yang ia lakukan. 

Pasalnya, bayi bisa merasa bingung dan tidak nyaman kalau menerima banyak hal baru dalam waktu bersamaan.

Misalnya ia diajak bermain cilukba sambil digendong, diperdengarkan lagu, dan juga diajak berbicara dalam satu waktu.

2. Adanya Perubahan Suhu

Seperti orang dewasa, bayi juga dapat merasa tidak nyaman jika terjadi perubahan suhu lingkungannya yang ekstrem, baik terlalu panas atau terlalu dingin.

Suhu yang tidak nyaman membuat bayi overstimulasi. Jika merasa terlalu dingin atau terlalu panas, bayi bisa merasa kewalahan dan sulit untuk tenang.

3. Screen Time Berlebihan

Contoh over stimulasi pada bayi adalah akibat paparan screen time yang terlalu lama.

Ada banyak informasi kompleks yang harus diproses dalam satu waktu. Jadi, otak bayi yang masih berkembang akan kesulitan memprosesnya.

Oleh karena itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan untuk tidak memberikan gadget kepada bayi sebelum usia 2 tahun. 

Baca Juga: Atasi Buah Hati Rewel Dengan Cara Ini

4. Adanya Perubahan Aktivitas

Penyebab overstimulasi lainnya adalah perubahan rutinitasnya. 

Bayi cenderung merasa nyaman dengan rutinitas yang konsisten karena memberi rasa aman. Saat ada perubahan rutinitas, bayi merasa kewalahan dan sulit beradaptasi.

Sebagai contoh, bayi yang tidak nyaman dan rewel saat berlibur karena ada penyesuaian waktu tidur atau jadwal menyusui.

5. Pengaruh Lingkungan

Bayi bisa mengalami overstimulasi apabila berada di lingkungan yang terlalu bising, ramai, memiliki cahaya yang terlalu terang, dan penuh warna-warni.

Perlu diketahui, setiap bayi mempunyai tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap stimulasi. Beberapa bayi mungkin lebih rentan terhadap stimulasi berlebih sehingga ia sulit tenang.

6. Terlalu Banyak Orang di Sekitar Bayi

Berada di keramaian dengan terlalu banyak orang juga merupakan contoh over stimulasi pada bayi. Situasi seperti ini kerap membuat bayi stres karena terlalu banyak stimulasi visual dan suara.

Tingkat toleransi sosial pada setiap bayi tidaklah sama. Beberapa bayi mungkin senang bertemu banyak orang dan menikmati perhatian orang-orang di sekitarnya. 

Namun, ada juga bayi yang mudah merasa kewalahan oleh banyaknya wajah baru atau keramaian sehingga bisa merasa kewalahan, gelisah, takut, atau menangis.

7. Sistem Saraf yang Belum Matang

Bayi memang cepat terstimulasi karena sistem sarafnya belum matang sepenuhnya untuk mengatur segala stimulasi.

Tindakan yang mungkin terlihat sederhana bagi orang dewasa sebenarnya dapat membuat bayi merasa kewalahan, seperti berbicara atau melakukan kontak mata. 

Si Kecil perlu waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan atau stimulasi baru.

Baca Juga: Cara Jitu Menidurkan Bayi Baru Lahir agar Nyenyak

Ciri dan Contoh Over Stimulasi pada Bayi

Ciri over stimulasi pada bayi yang paling jelas adalah rewel dan menangis. Namun, ada lagi ciri-ciri bayi sudah mengalami stimulasi berlebihan yang perlu dipahami. Apa sajakah itu?

1. Napasnya Lebih Cepat

Napas cepat bisa jadi sinyal bayi sedang merasa stres karena overstimulasi. Saat stres, tubuhnya menghasilkan hormon kortisol dan membuat napasnya seperti tergesa-gesa.

2. Menggosok Mata

Contoh over stimulasi pada bayi yang satu ini menandakan bila si Kecil sedang kelelahan. Ia terlalu lelah akibat melihat banyak hal yang merangsang matanya. 

Saat overstimulasi, otot matanya pun bekerja lebih keras. Jadi, ia mengucek mata untuk memberikan rasa nyaman sesaat.

3. Menutup Wajahnya dengan Tangan

Saat stimulasi terasa tidak tepat dari segi waktu, jumlah, atau intensitasnya, bayi berusaha melawan stimulasi tersebut. 

Salah satu tanda bayi kewalahan adalah ia akan berusaha melindungi dirinya dengan menutup wajah. Bayi juga mungkin memalingkan wajah, bahkan enggan digendong.

4. Mengepalkan Tangan dan Menendang

Contoh overstimulasi pada bayi bisa terlihat dari gerakannya yang cenderung menyerang, seperti menendang dan mengepalkan tangan.

Bayi menganggap overstimulasi sebagai bahaya. Nah, menendang dan mengepalkan tangan merupakan respons bayi dalam menghadapi bahaya dengan cara melawannya.

Ingin memantau perkembangan si Kecil dengan lebih percaya diri? Daftar sebagai member Klub Generasi Maju untuk panduan tumbuh kembang bayi sesuai tahapan usia.

Cara Mengatasi Overstimulasi pada Bayi

Agar si Kecil tak lagi overstimulasi, ada hal yang bisa Ayah Bunda lakukan. Apa sajakah itu?

1. Kurangi Atau Hentikan Stimulasi

Cari tahu waktu terbaik bagi bayi untuk melakukan stimulasi. Kebanyakan bayi merasa senang di pagi hari atau setelah tidur siang. Lakukanlah secara rutin. Bila ada perubahan, lakukan secara bertahap.

Apabila Bunda melihat tanda-tanda overstimulasi segera kurangi intensitasnya atau hentikan sesi stimulasi tersebut. Pindahkan bayi ke tempat yang lebih tenang dan kondusif. 

2. Pindah ke Tempat yang Tenang dan Nyaman

Pilih tempat yang tidak terlalu ramai apabila si Kecil terlalu sensitif dengan keramaian atau suara yang terlalu riuh. 

Bunda bisa pindahkan si Kecil ke kamar tidurnya, buat ruangan sejuk dan gelap tanpa hal-hal apa pun yang mengalihkan perhatiannya.

3. Tenangkan Bayi dengan Sentuhan atau Musik Lembut

Ada berbagai cara yang bisa digunakan untuk mengatasi overstimulasi pada bayi. Cobalah belai dahi hingga leher si Kecil sembari digendong. Gendonglah dengan sedikit diayun perlahan. 

Ayah Bunda bisa menyetel musik dengan alunan pelan dan lembut, seperti musik instrumen klasik pengantar tidur. 

Kedua cara ini bisa membuat rewel berkurang, maka ia perlahan akan tidur. Bahkan, musik klasik juga terbukti mengasah kemampuan kognitif si Kecil.

4. Biarkan Bayi Istirahat

Overstimulasi menandakan bayi sudah kelelahan, baik secara fisik maupun kondisi mentalnya. Jadi, bujuk si Kecil untuk tidur siang atau tidur lebih cepat agar ia bisa beristirahat.

Dalam satu hari, pastikan bayi tidur sebanyak 14–15 jam yang terbagi antara tidur siang dan tidur malam, dengan jarak 3–4 jam sekali.

5. Hindari Paparan Layar dan Suara Bising Berlebihan

Pastikan bayi sudah mendapatkan waktu istirahat sebelum Ayah Bunda mengajaknya pergi. Bawa baju ganti, mainan favorit, selimut, dan kebutuhan penting lainnya jika pergi bersama si Kecil.

Jangan bawa bayi di kerumunan yang bising saat ia berusia di bawah 3 tahun, seperti konser, bioskop, pertandingan olahraga, dan perjalanan menggunakan motor saat jalanan macet.

Hindari juga penggunaan gadget untuk menghibur atau sebagai alat bantu stimulasi untuk anak di bawah usia 2 tahun. 

Memahami contoh overstimulasi pada bayi bisa membantu Ayah dan Bunda mengatur stimulasi yang sesuai. Perhatikan ritme si Kecil dan beri ia ruang untuk tenang saat dibutuhkan.

Butuh informasi tambahan tentang tumbuh kembang bayi atau stimulasi yang tepat? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang tumbuh kembang anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya