Facebook Pixel Code Memahami Manfaat dan Cara Menambah Zat Besi pada Anak

Memahami Manfaat dan Cara Menambah Zat Besi pada Anak

Foto Reviewer dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: dr. Yuli Ariani, Sp.A(K)

Diterbitkan: 06 Maret 2023

1 Tahun
Nutrisi
Cover Image of Memahami Manfaat dan Cara Menambah Zat Besi pada Anak

 

Kekurangan zat besi adalah salah satu masalah kesehatan yang rentan dialami anak-anak, terutama pada periode seribu hari pertama. Masalah gizi ini tak boleh disepelekan lho, Bunda. Pasalnya, akibat kekurangan zat besi bisa mengganggu tumbuh kembang si Kecil.

Maka dari itu, pembahasan di bawah ditujukan agar Bunda bisa mendalami lebih detail sejumlah informasi terkait manfaat, sumber makanan, cara menambah zat besi pada anak, dan sejumlah topik terkait.

Apa Itu Zat Besi dan Manfaatnya untuk Anak

Zat besi adalah salah satu mineral penting dalam komponen hemoglobin yang membantu menjaga kesehatan tubuh karena bertugas membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh bagian tubuh. 

Selain itu, zat besi juga bagian dari mioglobin yang memiliki kandungan asam amino dan poliferin. Kandungan ini berguna untuk menyimpan oksigen di jaringan otot. Manfaat zat besi untuk anak yang paling penting adalah menunjang tumbuh kembang si Kecil, seperti perkembangan kognitif, fisik, hingga daya tahan tubuh. Itulah alasan kenapa setiap anak-anak tidak boleh sampai kekurangan zat besi.

Kebutuhan Zat Besi Anak per Hari

Perlu diketahui, kebutuhan zat besi setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung usia dan jenis kelaminnya. Kebutuhan zat besi anak-anak cukup tinggi ketika berusia 6-11 bulan. Pada usia itu, anak sedang memasuki fase tumbuh kembang pesat sehingga butuh zat besi sebanyak 11 miligram per hari. 

Jumlah tersebut berlipat-lipat jika dibandingkan bayi usia 0-5 bulan yang hanya membutuhkan zat besi sebanyak 0,3 miligram per hari. Karena jumlahnya kecil, kecukupan zat besi anak usia ini bisa dipenuhi dari ASI.

Begitu memasuki usia 1-3 tahun kebutuhan zat besi menjadi 7 miligram per hari, lalu meningkat menjadi 10 miligram per hari ketika usia anak-anak 4-9 tahun. 

Anak-anak usia 10-12 tahun membutuhkan zat besi sebanyak 8 miligram. Begitu memasuki usia 13-18 tahun, anak laki-laki perlu zat besi sebanyak 11 miligram dan anak perempuan yang sudah haid membutuhkan zat besi sebanyak 15 miligram. Kebutuhan zat besi ini perlu dicukupi setiap hari. Jika tidak, anak terancam mengalami kekurangan zat besi.

Baca Juga: 5 Alasan Vitamin C Sangat Penting Buat Anak

Akibat Kekurangan Zat Besi Pada Anak

Dampak kekurangan zat besi pada anak tak boleh disepelekan. Berikut beberapa akibatnya yang perlu diwaspadai:

  • Menurunkan kemampuan berpikir, sehingga anak lebih lambat ketika merespon segala sesuatu. 
  • Tumbuh jadi anak rewel dan susah dikendalikan. 
  • Melemahkan daya tahan tubuh.
  • Terlambat mencapai tonggak (milestone) perkembangan.
  • Meningkatkan risiko gangguan metabolisme.
  • Kemampuan motorik atau gerak anak tidak optimal.

Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab anak kekurangan zat besi. Beberapa di antaranya, seperti lahir dari ibu hamil yang kekurangan zat besi, lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, kurangnya asupan zat besi ketika si Kecil sudah mulai diberi makanan padat, gangguan pencernaan, sampai pendarahan. 

Perlu Bunda perhatikan, akibat kekurangan zat besi pada anak di atas bisa permanen sampai menurunkan kualitas hidup anak di kemudian hari. Tapi, jangan khawatir. Bunda bisa mengantisipasinya dengan langkah-langkah berikut. 

Cara Menambah Zat Besi pada Anak

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menambah asupan zat besi pada anak, antara lain:

1. Berikan Makanan Mengandung Zat Besi Tinggi

Cara menambah zat besi pada anak paling baik lewat sumber alami seperti makanan. Ketika anak sudah mengenal makanan padat atau MPASI, Bunda sebaiknya mulai membiasakan memberikan asupan tersebut untuk si Kecil. 

Makanan yang mengandung zat besi paling tinggi adalah daging berwarna merah seperti daging sapi, daging kambing, hati ayam, dan hati sapi. Beberapa sayuran seperti bayam dan brokoli juga mengandung zat besi, tapi jumlah yang diserap hanya 3-8 persen, jauh lebih kecil dibandingkan dari penyerapan sumber hewani yang bisa mencapai 23 persen. 

Jika ingin memberikan hati ayam atau sapi kepada anak di bawah satu tahun, sebaiknya Bunda berkonsultasi dulu dengan dokter. Pasalnya, makanan ini biasanya mengandung terlalu banyak vitamin A untuk si Kecil. 

2. Berikan Makanan Mengandung Vitamin C Tinggi

Vitamin C berperan penting dalam membantu penyerapan zat besi agar dapat seoptimal mungkin. Bunda bisa memberikan makanan yang tinggi vitamin C seperti jeruk, blewah, stroberi, tomat, brokoli, bayam, atau kiwi sebagai bagian dari MPASI atau dalam bentuk sari buah yang dikonsumsi setelah MPASI.. 

3. Berikan Susu di Saat yang Tepat

Susu merupakan sumber kalsium dan vitamin D si Kecil. Namun perlu diperhatikan Bunda; pemberian susu (sebagai minuman) perlu dilakukan di saat yang tepat agar tidak menghambat penyerapan kalsium. Untuk diketahui, asupan mengandung kalsium yang dikonsumsi setelah makan bisa menghambat penyerapan zat besi, karena tubuh jadi berkompetisi dengan kalsium ketika akan menyerap zat besi. 

Jadi, ada baiknya Bunda memberikan susu tidak berbarengan dengan jam makan anak, tapi berikan jeda selama beberapa saat. 

Baca Juga: 15 Ciri Bayi Kekurangan Zat Besi yang Harus Bunda Tahu

4. Hindari Memberikan Teh Setelah Makan

Teh mengandung tanin yang dapat menghambat penyerapan zat besi di dalam tubuh, termasuk anak-anak. Jadi, Bunda sebaiknya tidak membiasakan anak diberi teh sehabis makan. Jika anak ingin minum teh, upayakan jangan berdekatan dengan jadwal makan dan jangan berikan terlalu banyak. 

5. Berikan Asupan Fortifikasi Zat Besi untuk Alternatif

Selain lewat sumber zat besi alami, Bunda bisa memberikan asupan difortifikasi. Beberapa asupan ini di antaranya susu, MPASI, sereal, sampai jus jeruk. 

Berdasarkan acuan yang direkomendasikan, anak-anak usia 6-11 bulan butuh mengonsumsi zat besi sebanyak 11 miligram per hari. Jumlah tersebut dapat dicapai dengan makan hati ayam sebanyak 85 gram atau setara tiga potong sedang per hari. Atau, makan daging sapi seberat 385 gram per hari (nyaris dua porsi steak orang dewasa).

Sedangkan anak usia 1-3 tahun membutuhkan asupan zat besi 7 mg per hari. 

Porsi yang dianjurkan sesuai kebutuhan zat besi per hari tersebut tentunya sulit dipenuhi anak-anak. Sehingga, beberapa asupan fortifikasi zat besi bisa digunakan sebagai alternatif bagi para Bunda. 

Salah satu sumber zat besi adalah susu formula yang difortifikasi. Beberapa kandungan nutrisi dalam susu formula yang bermanfaat adalah sebagai berikut:

  • Iron-C™, Kombinasi unik Zat Besi & Vitamin C, untuk dukung penyerapan nutrisi penting hingga 2x lipat.
  • Mengandung minyak ikan tuna, yang merupakan salah satu minyak ikan terbaik.
  • Mengandung nutrisi penting lainnya seperti: DHA, omega 3&6, serat pangan, dan zinc.

Semoga pembahasan mengenai manfaat serta cara menambah zat besi pada anak di atas bisa membuat Bunda lebih waspada pada kondisi si Kecil. Kini Bunda juga bisa loh konsultasi online kapan saja dengan NutriCare Expert. Tim ahli siap 24/7 menjawab segala keresahan Bunda tentang kebutuhan zat besi si Kecil dengan cepat dan akurat.

Yuk, selalu perhatikan kesehatan si Kecil dan beri nutrisi terbaik ya, Bunda!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

Kalkulator Zat Besi

Image Banner Kalkulator Zat Besi

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi