Fungsi zat besi untuk anak penting dalam mengoptimalkan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak. Namun, banyak anak di Indonesia masih kekurangan zat besi, yang bisa menghambat konsentrasi dan menurunkan daya tahan tubuh.
Mengapa Zat Besi Penting untuk Anak?
Zat besi penting untuk membantu pembentukan hemoglobin, protein sel darah merah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh termasuk tulang dan otak.
Tulang membutuhkan oksigen untuk tumbuh, dan otak anak bahkan membutuhkan hampir seperlima dari total oksigen dalam tubuhnya.
Zat besi juga mengatur sel-sel imun di saluran cerna untuk melawan infeksi bakteri dan virus.
Manfaat Zat Besi untuk Anak
Anak usia 1–3 tahun membutuhkan 7 mg zat besi setiap hari dan anak usia 4–6 tahun butuh 10 mg zat besi per hari. Apa saja manfaat zat besi untuk anak?
1. Mencegah Anemia
Zat besi bisa mencegah anemia pada anak karena berperan utama dalam pembentukan hemoglobin.
Ketika tubuh kekurangan zat besi, produksi hemoglobin menurun, sehingga jumlah sel darah merah berkurang dan distribusi oksigen ke jaringan tubuh menjadi tidak optimal.
Namun, kekurangan zat besi tidak serta-merta langsung menyebabkan anemia. Anak baru dikatakan anemia jika cadangan zat besi menipis dan kadar hemoglobinnya turun di bawah batas normal.
Survey menunjukkan 1 dari 3 anak usia di bawah 5 tahun mengalami anemia defisiensi zat besi. Jadi, yuk cek apakah kebutuhan zat besi (iron) si Kecil sudah cukup atau belum di Kalkulator Zat Besi secara gratis! Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat, Bunda bisa langsung tahu seberapa besar risiko kekurangan zat besi pada si Kecil.
Baca Juga: 13 Ciri-Ciri Kekurangan Zat Besi pada Anak
2. Mendukung Fungsi Kognitif
Zat besi untuk anak mengikat oksigen dan menyalurkannya ke otak. Faktanya, otak perlu 20% dari total oksigen tubuh agar bisa menjalankan fungsinya, seperti ingatan, fokus, dan belajar informasi baru.
Sebuah studi menunjukkan, kekurangan zat besi berdampak negatif pada kognitif anak.
Studi lain juga melaporkan, anemia defisiensi zat besi yang berlangsung sejak lahir hingga usia 2 tahun bisa menyebabkan masalah kecerdasan yang bersifat permanen.
3. Meningkatkan Konsentrasi
Zat besi membantu meningkatkan konsentrasi anak karena berperan penting dalam mengalirkan oksigen ke otak melalui hemoglobin di sel darah merah.
Selain itu, fungsi zat besi dibutuhkan untuk pembentukan dan fungsi neurotransmitter seperti dopamin dan serotonin, yang berpengaruh pada fokus, suasana hati, serta kemampuan belajar anak.
Jadi, ketika anak tercukupi zat besinya, fungsi otaknya berjalan dengan baik sehingga si Kecil bisa lebih fokus, mudah memahami pelajaran, dan aktif saat beraktivitas.
4. Tingkatkan Daya Tangkap Anak
Manfaat zat besi untuk anak mendukung perkembangan saraf pada bagian otak yang mengatur daya ingat dan pembelajaran.
Otak yang mendapat cukup oksigen dapat bekerja lebih optimal dalam berpikir, mengingat, dan memproses informasi.
Studi mengungkapkan, anak usia 6–12 bulan yang mendapatkan suplemen zat besi bisa menangkap informasi visual dengan cepat. Kemampuan ini pun bisa menandakan IQ yang lebih tinggi di kemudian hari.
5. Daya Ingat Lebih Kuat
Fungsi zat besi untuk anak penting untuk daya ingatnya.
Penelitian sementara oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata (Perdami), 22,1% anak SD di Indonesia yang berisiko anemia justru mengalami penurunan memori. Hal ini dipengaruhi oleh rendahnya kadar hemoglobin dalam darah.
6. Mendukung Perkembangan Sistem Saraf
Zat besi untuk anak merangsang pembentukan lapisan pelindung sel-sel saraf di otak. Gunanya, agar hubungan setiap sel saraf semakin kuat dan cepat.
Jika pembentukan lapisan pelindung terganggu, proses pada sel saraf akan terhambat. Hal ini menghambat perkembangan kecerdasan dan motorik anak.
7. Membangun Perilaku Positif
Memenuhi asupan zat besi untuk anak selama 2 tahun pertama ternyata memengaruhi perilakunya.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak yang kekurangan zat besi rentan rewel dan cepat marah. Pasalnya, anemia membuat si Kecil lelah dan tidak nafsu makan.
Karena mood buruk, si Kecil enggan berinteraksi dan tidak bersemangat menjalani aktivitas hariannya dengan baik.
Baca Juga: Manfaat Zat Besi Terhadap Perilaku Sosial Anak Prasekolah
8. Dukung Prestasi Belajar Anak di Sekolah
Fungsi zat besi untuk anak mendukung proses belajar di sekolah. Zat besi membuat si Kecil lebih fokus dan lebih bersemangat menyelesaikan tugas.
Sebaliknya, kekurangan zat besi bisa membuat IQ lebih rendah dan sulit fokus. Si Kecil pun sering melamun, mengantuk, dan linglung di kelas.
Anak dengan anemia cenderung mendapatkan nilai ujian yang lebih rendah daripada anak non-anemia. Nilai matematikanya pun cenderung di bawah rata-rata.
9. Bantu Cegah Risiko Stunting
Salah satu dampak kekurangan zat besi pada anak yang paling serius jika terjadi dalam jangka panjang adalah stunting. Terutama jika defisiensi zat besi terjadi pada periode emas usia anak, yaitu 0-2 tahun.
Anemia defisiensi zat besi memengaruhi pertumbuhan dengan mengganggu produksi hormon IGF-1 yang penting untuk perkembangan.
Sementara itu, stunting dapat memperburuk anemia karena kurangnya asupan zat besi (iron), vitamin A, dan zinc yang penting untuk penyerapan dan metabolisme zat besi.
10. Menekan Risiko Infeksi
Tak kalah penting, manfaat zat besi untuk anak adalah pencegahan penularan penyakit infeksi.
Anak yang kekurangan zat besi diketahui lebih rentan tertular infeksi, karena zat besi diperlukan untuk mendukung fungsi sistem kekebalan dalam membentuk perlawanan terhadap bakteri.
Asupan zat besi yang mencukupi juga membantu menjaga keseimbangan jumlah dan fungsi sel darah putih yang memainkan peran utama pada kekebalan tubuh si Kecil.
11. Meningkatkan Kualitas Tidur
Kekurangan zat besi pada anak dikaitkan dengan perubahan pola tidur jangka pendek dan jangka panjang yang dapat berpengaruh pada kelancaran tumbuh kembang anak.
Dalam jangka panjang, pertumbuhan anak mungkin terdampak jika ia tidak mendapatkan cukup tidur. Itu karena hormon pertumbuhan biasanya dilepaskan saat tidur.
Jika anak terus-terusan kurang tidur, tubuhnya tidak akan memproduksi hormon pertumbuhan dalam jumlah yang cukup.

Baca Juga: Cara Mengatasi Kurang Zat Besi pada Anak, Bunda Perlu Tahu!
12. Jaga Nafsu Makan Baik
Memenuhi kebutuhan zat besi untuk anak menjaga nafsu makannya. Bila si Kecil nafsu makan, asupan gizinya terpenuhi dengan baik.
Anak yang kekurangan asupan harian zat besi sering dikaitkan dengan penurunan nafsu makan.
13. Tidak Mudah Lelah
Fungsi zat besi untuk anak penting sebagai sumber energi bagi tubuh. Zat besi membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otot.
Kekurangan zat besi dapat menghambat kemampuan fisik dan mental sehingga anak mudah lelah dan kurang fokus.
14. Mengurangi Frekuensi Breath-Holding Attacks
Pemberian zat besi untuk anak diteliti dapat membantu mengatasi serangan breath-holding attacks. Tapi, tahukah Bunda apa sebenarnya yang dimaksud dengan kondisi ini?
Breath-holding attacks adalah kondisi ketika anak menahan napas tanpa sadar hingga wajahnya tampak pucat atau kebiruan setelah marah, takut, atau kesakitan.
Anak dengan anemia lebih rentan mengalami BHA karena mudah lelah dan emosinya kurang stabil.
Meski biasanya tidak berbahaya dan akan hilang seiring usia, penting bagi Bunda memastikan asupan zat besi anak tercukupi. Zat besi membantu menjaga fungsi saraf yang mengatur refleks bernapas tetap normal.
15. Lebih Aktif dan Lincah
Zat besi untuk anak menjaga tingkat energi yang stabil sehingga anak tetap aktif bermain dan belajar. Zat besi juga penting untuk menyalurkan energi ke otot.
Kekurangan zat besi menghambat si Kecil untuk tetap aktif dan lincah.
16. Menjaga Kesehatan Rambut
Manfaat zat besi untuk anak adalah meningkatkan aliran darah ke kulit kepala. Hal ini membuat rambut anak tumbuh lebih sehat, kuat, dan bebas dari masalah rambut rontok atau kering.
Salah satu gejala kekurangan zat besi adalah kerusakan pada rambut, terutama rambut rontok.
Cara Memenuhi Kebutuhan Zat Besi Anak
Berikut beberapa cara penuhi kebutuhan zat besi untuk anak setiap harinya:
1. Penuhi dari Makanan Tinggi Zat Besi
Ayah Bunda bingung memilih asupan untuk anak kekurangan zat besi? Untungnya, ada banyak sumber makanan tinggi zat besi.
Zat besi pada makanan terdiri dari 2 jenis, yaitu zat besi heme dari daging-dagingan dan non-heme dari sayur, buah, dan biji-bijian. Zat besi heme lebih mudah diserap tubuh daripada non-heme.
Berikut beberapa makanan yang mengandung zat besi untuk anak.
|
Makanan
|
Porsi
|
Zat Besi
|
|
Daging sapi cincang
|
¼ ons
|
0,8 mg
|
|
Daging kambing
|
¼ ons
|
1 mg
|
|
Hati ayam
|
Setengah potong
|
3,6 mg
|
|
Hati sapi
|
Setengah potong
|
1,7 mg
|
|
Sosis sapi
|
Setengah potong
|
0,8 mg
|
|
Telur
|
1 butir
|
0,8 mg
|
|
Brokoli
|
9 kuntum
|
0,2 mg
|
|
Bayam
|
3 ikat
|
1 mg
|
|
Tahu
|
150 gram
|
2,4 mg
|
|
Tempe
|
100 gram
|
2,7 mg
|
|
Tauge
|
100 gram
|
1 mg
|
|
Kol
|
100 gram
|
0,5 mg
|
Pastikan Ayah Bunda memberikan makanan tinggi zat besi hewani minimal 2 kali sehari. Lengkapi dengan sayur dan buah yang tinggi zat besi.
2. Kombinasikan dengan Vitamin C
Agar manfaat zat besi untuk anak lebih optimal, kombinasikan dengan makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, jambu merah, dan pepaya.
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi non-heme hingga 2 kali lipat.
Baca Juga: 8 Cara Menambah Zat Besi pada Anak yang Tepat
3. Hindari Hal yang Menghambat Penyerapan
Beberapa makanan seperti susu sapi, kopi, teh, atau produk kedelai dapat mengganggu penyerapan zat besi jika dikonsumsi bersamaan dan dalam jumlah berlebihan.
Memenuhi kebutuhan zat besi untuk anak memang membutuhkan kombinasi asupan makanan bergizi dan kebiasaan makan yang baik.
4. Suplementasi Zat Besi (Jika Diperlukan)
Jika muncul gejala kekurangan zat besi, seperti lesu, pucat, atau sulit berkonsentrasi, pemberian suplemen mungkin diperlukan.
Namun, pastikan sudah konsultasi terlebih dahulu dengan dokter. Salah dosis zat besi untuk anak menyebabkan efek samping, seperti gangguan pencernaan.
5. Bantu dengan Susu Pertumbuhan Terfortifikasi Zat Besi
Selain dari makanan, Ayah Bunda juga bisa memberikan si Kecil susu pertumbuhan tinggi zat besi yang mengandung zat besi 3x lipat, DHA 100%, minyak ikan tuna, dan double protein. Dukung si Kecil lebih cepat tanggap dan tumbuh lebih tinggi.
Mau Si Kecil terhindar dari risiko anemia, Bun? Yuk, coba konsultasi langsung dengan ahli NutriCare Expert soal asupan zat besi dan anemia lewat WhatsApp, kapan saja 24 jam!
Jangan lupa juga daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!