Sejak sebelum memutuskan ingin hamil, Bunda harus memahami dan mengantisipasi penyebab utama stunting pada anak. Sebab, stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia.
Apa Penyebab Utama Stunting di Indonesia?
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis atau gizi buruk yang dialami ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga anak berusia 2 tahun. Meski begitu, ada penyebab stunting lain yang sangat kompleks, apa saja?
1. Kurangnya Asupan Gizi Sejak dalam Kandungan
Ibu hamil yang tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup bisa mengalami kondisi bernama kekurangan energi kronik (KEK).
Ibu hamil dengan KEK berpotensi melahirkan anak dengan berat badan lahir rendah yang bisa menjadi penyebab utama stunting.
Kekurangan asupan gizi pada ibu hamil bisa terjadi akibat sulitnya akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta kekurangan pilihan makanan dan sumber protein hewani.
Baca Juga: Penyebab Anak Kurang Gizi, Ciri, Dampak, dan Solusinya
2. Pemberian ASI dan MPASI yang Tidak Optimal
Pemberian ASI eksklusif kurang dari 6 bulan menghambat asupan whey dan kolostrum, yang penting untuk imun dan gizi anak.
Anak yang tidak mendapat MPASI tinggi protein hewani sejak usia 6 bulan juga berisiko mengalami stunting. Ini karena tubuhnya kekurangan asam amino esensial untuk pertumbuhan otak dan sel tubuh.
Makanan hewani mengandung zat gizi penting seperti vitamin B12, D3, DHA, dan zat besi heme. Zat-zat ini tidak tersedia di sumber nabati dan penting untuk tumbuh kembang optimal.
3. Infeksi Berulang dan Gangguan Kesehatan
Penyakit infeksi seperti muntaber, cacingan, dan ISPA sering dikaitkan dengan risiko stunting. Kemenkes menyebut diare pada anak yang berlangsung lebih dari 2 minggu tiap 3 bulan juga dapat meningkatkan risiko ini.
Infeksi menjadi salah satu penyebab utama stunting karena menghambat penyerapan zat gizi. Tubuh butuh energi besar untuk melawan infeksi, tapi tanpa gizi cukup, pertumbuhan anak bisa terganggu.
Terlebih, saat sakit anak cenderung kehilangan nafsu makan sehingga sulit memenuhi kebutuhan gizinya. Kondisi ini memperbesar kemungkinan terjadinya stunting jika tidak segera ditangani dengan tepat.
4. Lingkungan Tidak Sehat dan Sanitasi Buruk
Keterbatasan akses ke air bersih dan fasilitas jamban yang tak layak menjadi salah satu faktor risiko penyebab stunting pada anak yang jarang disadari.
Air kotor bisa tertelan dan tersentuh sehingga menyebabkan infeksi. Tak hanya itu, jamban yang tak layak juga membuat feses mencemari lingkungan sekitar.
Kondisi ini pun lagi-lagi memicu infeksi yang mengganggu nutrisi dan tumbuh kembang anak.
5. Kurangnya Akses terhadap Layanan Kesehatan Berkualitas
Banyak orang tinggal di lingkungan yang sulit diakses. Jumlah fasilitas dan layanan kesehatan pada wilayah ini pun terbatas.
Bila ingin menempuh fasilitas dan layanan yang memadai, diperlukan waktu yang lebih lama. Akibatnya, proses diagnosis dan penanganan masalah gizi pada anak akan terhambat.
Tak hanya itu, kurangnya akses pendidikan dan ekonomi orang tua juga menghambat pemberian imunisasi, yodium, dan vitamin A pada anak. Padahal, ketiganya penting untuk mencegah stunting.
Baca Juga: 11 Ciri-Ciri Anak Stunting dan Cara Mendeteksinya
Faktor Risiko Apa yang Dapat Meningkatkan Stunting pada Anak?
Selain penyebab utama stunting, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko masalah pertumbuhan anak yang satu ini. Apa saja?
- Faktor Sosial Ekonomi: Kondisi ekonomi yang lemah membuat orang tua dan anak tak dapat mengakses makanan, tempat tinggal layak, air bersih, dan layanan kesehatan yang memadai.
- Tingkat Pendidikan Ibu: Akses dan tingkat pendidikan yang rendah membuat orang tua tidak melek dengan kualitas makanan anak, cara merawat anak, dan menjaga kehamilan.
- Usia Ibu Saat Hamil: Kehamilan di usia remaja dan di atas 35 tahun berisiko karena penyerapan gizi tidak optimal. Kondisi ini bisa menyebabkan janin kekurangan gizi dan mengganggu tumbuh kembangnya.
- Jarak Kehamilan Terlalu Dekat: Kehamilan yang terlalu dekat dan banyak anak dapat menurunkan nafsu makan anak dan menyulitkan pemenuhan gizi.
- Kondisi Kehamilan: Stres, berat badan rendah, anemia, dan infeksi saat hamil bisa meningkatkan risiko stunting pada anak.
- Kondisi Kesehatan Ibu Sebelum Hamil: Kondisi seperti berat badan rendah, anemia, lengan kecil, tubuh pendek, dan malnutrisi sebelum hamil dapat meningkatkan risiko stunting pada anak.
Dampak Stunting pada Anak
Dampak stunting pada anak meliputi gangguan tumbuh kembang fisik, kecerdasan, serta peningkatan risiko penyakit kronis di masa depan. Berikut penjelasannya:
1. Dampak Stunting Jangka Pendek
Bila penyebab utama stunting tidak segera diatasi, muncul dampak jangka pendek berikut:
- Tinggi badan anak stunting lebih pendek daripada rata-rata anak di usianya.
- Tumbuh kembang otak tak optimal.
- Gangguan kognitif dan motorik.
- Kelainan metabolisme.
- Rentan terkena infeksi atau penyakit tak menular.
2. Dampak Stunting Jangka Panjang
Sementara itu, berikut bahaya stunting pada anak dalam jangka panjang;
- Sulit konsentrasi.
- Susah memahami pelajaran di sekolah.
- Prestasi di sekolah menurun.
- Produktivitas bekerja saat dewasa rendah.
- Rentan memiliki masalah penyakit degeneratif atau penyakit akibat pertambahan usia.
Penyebab utama stunting perlu diketahui dan dicegah sejak sebelum kehamilan.
Namun, perlu diingat, penyebab stunting sangat kompleks sehingga pencegahannya membutuhkan tanggung jawab bersama dan peran pengambil kebijakan untuk membenahi akses terhadap gizi, sanitasi, kondisi ekonomi, dan pendidikan yang memadai.
Baca Juga: Pahami Perbedaan Stunting dan Gizi Buruk pada Anak
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Jangan lupa juga daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!