Facebook Pixel Code Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Ini Cara Stimulasinya!

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Ini Cara Melatihnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 30 November 2022

Diperbarui: 11 Agustus 2025

4 - 6 Bulan
Tumbuh Kembang
Cover Image of Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap? Ini Cara Melatihnya

 

Umur berapa bayi bisa tengkurap? Umumnya, bayi mulai belajar tengkurap di usia 4 hingga 6 bulan saat otot leher dan tubuh bagian atasnya mulai kuat. 

Yuk, cari tahu tanda-tanda kesiapan, cara melatih bayi agar cepat tengkurap, serta apa yang perlu Bunda lakukan jika si Kecil lambat tengkurap.

Umur Berapa Bayi Bisa Tengkurap?

Bayi umumnya bisa tengkurap sendiri di usia 4-6 bulan. Di usia 4 bulan, otot leher, dada, dan lengan bayi mulai kuat sehingga ia bisa membalik dari telentang ke tengkurap.

Menjelang usia 5-6 bulan, ia sudah bisa berguling dari terlentang ke tengkurap, lalu kembali ke posisi telentang lagi dengan gerakan yang lebih luwes.

Namun, perkembangan setiap bayi unik dan bisa berbeda-beda. Ada yang bisa tengkurap lebih cepat atau lebih lambat dari rentang usia tersebut, dan ini semua normal.

Tanda Bayi Siap Tengkurap Sendiri

Sebelum bisa tengkurap sendiri, bayi biasanya akan menunjukkan tanda bahwa ia siap belajar tengkurap. Ciri-ciri bayi mau tengkurap antara lain:

  • Sering mengangkat kepala dan bahu tidak goyah saat telentang, sambil menahan perut.
  • Mampu menoleh dari satu sisi ke sisi lain.
  • Berguling ke depan atau samping.
  • Bisa memutar badannya ketika dalam posisi telentang.
  • Menggoyangkan pinggul dari sisi satu ke sisi lainnya.
  • Menendang kaki dan melayangkannya ke atas untuk mengangkat pinggul saat telentang.
  • Sebagian bayi sudah mampu mengangkat kepala dan mampu menggerakkan leher. 
  • Mendorong dadanya sedikit ke atas.
  • Bisa mengarahkan tangan ke depan guna meraih benda di dekatnya dan membuat sikunya jadi lebih lurus.

Baca Juga: Bayi 4 Bulan Belum Bisa Tengkurap: Penyebab dan Stimulasinya

Cara Melatih Bayi agar Cepat Bisa Tengkurap

Setelah mengetahui umur berapa bayi bisa tengkurap, tapi sampai usianya saat ini ia belum bisa melakukan sendiri, Bunda bisa menerapkan beberapa cara melatih bayi tengkurap di bawah ini:

1. Tummy Time Teratur

Salah satu cara melatih bayi tengkurap adalah dengan sering menengkurapkan bayi selama 3-5 menit alias tummy time, di lantai beralas matras tipis, beberapa kali dalam sehari.

Saat ditengkurapkan, Bunda bisa panggil nama si Kecil atau goyang-goyangkan mainan agar ia reflek mendongak dan menahan kepalanya berada di posisi tengkurap.

Tengkurapkan bayi setelah bangun tidur siang atau habis ganti popok. Ini adalah salah satu cara agar bayi cepat miring dan tengkurap.

Apabila si Kecil mulai terlihat tidak nyaman tengkurap, tidak perlu dipaksa dan kembalikan lagi ke posisi telentang.

2. Tengkurapkan di Atas Dada Bunda

Untuk memperkuat otot leher si Kecil, cobalah menengkurapkannya di atas dada Bunda. Lalu ajak bernyanyi atau berbicara agar ia mau berusaha mengangkat kepalanya.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan agar Bunda memulai stimulasi bayi ini beberapa menit saja, sebanyak 2-3 kali sehari. 

Jika si Kecil sudah terlihat lebih nyaman dan kuat, naikkan durasinya secara bertahap hingga mencapai 20 menit untuk setiap sesinya. 

3. Ajak Bercermin

Melihat pantulan dirinya sendiri di depan cermin akan menarik perhatian bayi dan membuatnya bertahan di posisi tengkurap dengan durasi lebih panjang. 

Cara melatih bayi tengkurap ini baik untuk bayi yang belum memiliki kekuatan leher untuk mengangkat kepalanya. 

Jadi, coba tempatkan cermin sejajar mata bayi supaya ia bisa berkaca tanpa harus menengadahkan kepala terlalu tinggi. Pastikan juga cermin kokoh dan tidak mudah jatuh, ya.

Baca Juga: 10 Ciri Bayi 4 Bulan Cerdas dan Cara Stimulasinya

4. Perlihatkan Buku Bergambar

Bunda bisa memposisikan bayi tengkurap sambil memperlihatkannya isi buku cerita yang memiliki gambar ukuran besar dan berwarna. Cara ini dapat meningkatkan fokus visual bayi.

Selain dapat menarik perhatian bayi supaya berada di posisi tummy time dalam durasi agak lama, kegiatan ini juga meningkatkan kemampuan matanya untuk fokus melihat suatu objek.

5. Gunakan Mainan yang Bisa Dikejar

Cara melatih bayi tengkurap berikutnya bisa sambil memberikan mainan yang menarik, seperti mainan bersuara (kerincingan) atau mainan bergerak. Taruh mainan tepat di dekatnya. 

Dengan demikian, si Kecil akan terdorong untuk bergerak dan meraih mainan tersebut saat dalam posisi tengkurap. Cara ini dapat melatih fungsi koordinasi dan motorik bayi. 

Pastikan si Kecil berada di tempat aman yang posisinya rata, rendah, dan kokoh. Hindari melatih bayi tengkurap di tempat empuk seperti kasur atau sofa agar terhindar dari risiko jatuh.

6. Coba Latihan Posisi Plank Bayi 

Plank adalah posisi tubuh mirip push-up yang membentuk garis lurus mulai dari kepala, telinga, bahu, pinggang, lutut, hingga pergelangan kaki.

Pose ini bagus untuk menguatkan otot-otot badan dan lengan bayi agar bisa menahan bagian tubuh atasnya tetap tegak saat tengkurap. 

Caranya, Bunda duduk di lantai dengan kaki lurus dan baringkan si Kecil tengkurap melintang di pangkuan dengan memastikan tangannya lurus ke depan seperti Superman.

Pancing perhatian si Kecil dengan menggoyang-goyangkan mainan favoritnya supaya ia tertarik menjangkau dan mengangkat kepala.

7. Hindari Penggunaan Alat Bantu yang Menghambat Gerakan

Saat mendampingi si Kecil belajar tengkurap, hindari memberikan alat bantu seperti guling khusus tummy time ya, Bun. 

Penggunaan alat bantu yang terlalu sering akan sangat membatasi ruang gerak bayi sehingga ia justru kesulitan bergerak dengan luwes. 

Si Kecil pun akan sering bergantung pada alat itu karena terbiasa dibantu sehingga tidak berani mengeksplorasi kemampuannya sendiri. 

8. Biarkan Bayi Bereksplorasi Sendiri

Sediakan waktu bagi bayi untuk bereksplorasi sendiri alih-alih terlalu sering menggendongnya. Bunda bisa meletakan si Kecil di atas karpet (floor time) dan biarkan ia bermain sendiri.

Cara agar bayi cepat miring dan tengkurap ini akan melatih otot, kesadaran spasial, keseimbangan tubuh, dan nantinya juga akan membantu belajar duduk.

Pastikan saja tetap diawasi atau Bunda juga ikut berbaring di sekitarnya, serta tidak ada mainan atau benda yang berpotensi membahayakan di sekitar bayi, ya.

Baca Juga: Apakah Wajar Bayi 6 Bulan Belum Bisa Berdiri Tegak?

Kapan Harus Waspada Jika Bayi Belum Bisa Tengkurap?

Umur berapa bayi bisa tengkurap bisa berbeda-beda. Namun, bayi umumnya dikatakan mengalami keterlambatan perkembangan jika belum bisa tengkurap di umur 6 bulan.

Bunda juga perlu waspada apabila si Kecil menunjukkan tanda keterlambatan perkembangan umum, seperti:

  • Bayi tidak mau bergerak sedikit pun.
  • Bayi bergerak mengandalkan salah satu sisi tubuhnya saja.
  • Gerakan tubuhnya asimetris atau tidak seimbang.
  • Masih terdapat refleks primitif, yakni refleks yang muncul saat bayi, hingga lebih dari usia 6 bulan.
  • Gerakan bayi tidak terkontrol.

Penyebab bayi lambat tengkurap bisa karena adanya masalah pada perkembangan motoriknya ataupun kelahiran prematur. Segera konsultasikan ke dokter anak atau spesialis tumbuh kembang bila di usia 6 bulan si Kecil belum menunjukkan kemampuan dan ciri-ciri bayi mau tengkurap ya, Bunda.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Usia 4 Bulan Belajar Duduk?

Kini Bunda sudah tahu umur berapa bayi bisa tengkurap dan cara melatihnya. Jangan ragu konsultasi ke dokter jika ada kekhawatiran mengenai tumbuh kembang si Kecil. 

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Semoga informasi ini bisa membantu Bunda mengoptimalkan tumbuh kembang si Kecil, ya!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya