Facebook Pixel Code Alergi Protein pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Solusi Aman

Alergi Protein pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Solusi Aman

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 20 Oktober 2022

Diperbarui: 11 September 2025

7 - 9 Bulan
Alergi
Cover Image of Alergi Protein pada Bayi: Penyebab, Gejala, dan Solusi Aman

 

Alergi protein adalah salah satu jenis alergi makanan yang umum. Lalu, apa penyebab, ciri, dan perawatan untuk bayi yang alergi terhadap protein? Simak selengkapnya di sini!

Apa Itu Alergi Protein?

Alergi pada protein adalah ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali protein tertentu sebagai zat berbahaya. Akibatnya, tubuh memicu reaksi alergi untuk melawan protein. 

Alergi melibatkan sistem imun dan bisa menimbulkan gejala lebih serius, seperti ruam, gatal, muntah, atau bahkan sesak napas. Sedangkan, intoleransi protein biasanya hanya menimbulkan masalah pencernaan.

Sebagian besar kasus alergi makanan dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika ada riwayat alergi makanan dalam keluarga, kemungkinan bayi memiliki alergi terhadap protein bisa lebih tinggi.

Penyebab Alergi Protein pada Bayi

Protein terdapat dalam banyak makanan, tetapi yang paling sering memicu alergi pada bayi adalah protein susu sapi dan kedelai.

Protein susu sapi merupakan penyebab utama alergi makanan pada bayi, khususnya di 6 bulan pertama kehidupan. Sekitar 3-4% bayi di bawah 1 tahun di Indonesia mengalaminya.

Kedelai menjadi pemicu kedua, terutama pada bayi dengan intoleransi laktosa. Telur, gandum, jelai, kacang-kacangan, seafood, hingga beberapa umbi juga dapat menimbulkan alergi.

Sumber Protein

Contoh Makanan / Minuman

Susu sapi

Susu, yoghurt, keju, krim

Kedelai

Susu kedelai, tahu, tempe

Telur

Putih telur, olahan kue

Gandum & Jelai

Roti, pasta, biskuit

Seafood

Ikan, udang, kerang

Kacang-kacangan

Kacang tanah, mete, almond

Protein hewani lain

Daging ayam, sapi, atau olahannya

Protein nabati lain

Beberapa jenis ubi, sayuran tertentu

Alergi pada protein ASI sangat jarang. Hanya 2-3 dari 100 bayi ASI yang mengalami reaksi alergi. Hal ini biasanya dipicu oleh sisa protein susu sapi yang dikonsumsi Bunda.

Baca Juga: Mengenali Gejala Alergi Telur pada Bayi hingga Penanganannya

Gejala Alergi Makanan Protein pada Bayi

Alergi terhadap protein dikategorikan sebagai alergi pencernaan karena gejalanya cenderung berupa muntah dan diare. Berikut adalah beberapa gejala alergi makanan yang umum pada bayi:

  • Muntah berulang
  • Diare atau BAB berlendir/berdarah.
  • BAB berwarna hijau.
  • Perut kembung.
  • Ruam merah (eksim) di pipi, dagu, lipatan siku/lutut.
  • Biduran.
  • Kulit kering dan bersisik.
  • Hidung tersumbat.
  • Batuk terus-menerus.
  • Mata berair dan gatal.
  • Kolik berkepanjangan.
  • Pembengkakan pada bibir, wajah, atau kelopak mata.
  • Dehidrasi karena muntah/diare.

Tanda-tanda alergi bisa muncul perlahan atau tiba-tiba setelah bayi mengonsumsi makanan yang mengandung protein. 

Selain dari makanan, reaksi alergi juga bisa muncul ketika kulitnya bersentuhan dengan protein dalam hewan, tumbuhan, atau benda-benda tertentu seperti tepung dan susu.

Baca Juga: Ciri-Ciri Feses Bayi Alergi Susu Sapi yang Perlu Diketahui

Cara Mengatasi Alergi Protein pada Bayi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah segera menghentikan semua sumber makanan atau minuman yang mengandung protein pemicu alergi. 

Untuk gejala ringan, perawatan bisa dilakukan di rumah dengan cara berikut:

  • Tempelkan kompres dingin pada kulit yang mengalami ruam atau gatal.
  • Oleskan lotion calamine atau gel lidah buaya untuk menenangkan kulit.
  • Mandikan bayi dengan air yang dicampur oatmeal untuk meredakan rasa gatal.
  • Pastikan si Kecil mendapat cukup cairan, baik dari ASI, air putih (jika usia >6 bulan), atau sup bening.

Namun, jika gejala alergi cukup berat seperti sesak napas, pembengkakan pada wajah, atau tanda dehidrasi, segera bawa bayi ke IGD atau hubungi dokter untuk penanganan medis.

Lalu, apakah alergi protein bisa sembuh? Sekitar 60-90% kasus alergi terhadap protein pada bayi bisa menghilang sendiri di usia 3 tahun.

Alternatif MPASI Aman untuk Bayi Alergi pada Protein

Bayi yang alergi terhadap protein tetap bisa mendapatkan nutrisi seimbang dengan mengonsumsi makanan pengganti alergi protein.

Bunda bisa mencoba berbagai pilihan MPASI untuk bayi alergi di bawah ini, disesuaikan dengan jenis protein yang menjadi pemicu alergi pada si Kecil.

Protein Pemicu Alergi

Alternatif MPASI Aman

Susu sapi

Bubur nasi dengan kaldu sayur, puree ubi jalar, puree labu, bubur kacang hijau (disaring halus)

Kedelai

Bubur nasi dengan sayur dan daging ayam, puree kentang, labu, wortel atau menggunakan susu beras/oat (untuk MPASI, bukan pengganti utama ASI). 

Telur

Puree sayur (wortel, brokoli, labu) daging ayam cincang halus, ikan yang aman (misal salmon, kembung), bubur ubi

Gandum/Jelai

Bubur dari beras putih/merah, millet, jagung manis, singkong, atau ubi jalar

Seafood

Ayam, daging sapi, tahu (jika tidak alergi kedelai), tempe (jika tidak alergi kedelai), atau kacang hijau halus

Kacang-kacangan

Sumber protein dari daging ayam, ikan, telur (jika tidak alergi), atau lentil yang dihaluskan

Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya