Ada beberapa efek samping susu formula soya pada bayi yang perlu Bunda perhatikan. Apa saja kemungkinan efek samping tersebut dan bagaimana tips aman pemberiannya?
Apa Itu Susu Formula Soya?
Susu formula soya adalah susu berbahan dasar protein kedelai yang digunakan sebagai pengganti susu sapi bagi bayi yang alergi terhadap protein susu sapi atau memiliki kondisi tertentu.
Secara garis besar, susu formula soya umumnya direkomendasikan pada bayi dengan kondisi berikut:
- Punya alergi terhadap protein pada susu sapi.
- Memiliki intoleransi laktosa, sehingga tidak memungkinkan untuk minum susu formula sapi.
- Mengalami galaktosemia, yakni kondisi ketika tubuh bayi tidak mampu mencerna galaktosa.
- Pilihan orang tua untuk menghindari protein hewani, meski kemungkinan opsi ini sangat jarang terjadi.
Kandungan Gizi Susu Formula Soya
Susu formula soya punya beragam kandungan gizi yang baik untuk dukung tumbuh kembang bayi di samping jadi alternatif untuk bayi yang alergi terhadap protein susu sapi.
Selain punya kandungan protein yang berbeda, susu formula soya juga bebas laktosa sedangkan susu formula sapi umumnya mengandung laktosa.
Kandungan gizi di dalam susu formula soya di antaranya sebagai berikut:
- Protein nabati
- Lemak
- Karbohidrat
- Asam linoleat
- Asam α-linoleat
- Asam arakidonat
- Serat pangan
- Berbagai vitamin dan mineral
Baca Juga: Berapa Banyak Susu Formula yang Diperlukan Bayi?
Tanda Bayi Tidak Cocok dengan Susu Soya
Meski jadi alternatif susu untuk bayi yang alergi susu formula sapi, ada juga risiko ketidakcocokan bayi dengan susu soya atau kedelai.
Bahkan, bayi yang memiliki alergi susu sapi juga rentan lebih sensitif terhadap protein dalam kedelai.
Maka itu, Bunda sebaiknya selalu perhatikan bila si Kecil mengalami tanda alergi berikut setelah minum susu formula soya:
- Gatal, kemerahan, dan bintik-bintik pada kulit
- Rewel terus-menerus
- Mual dan muntah berulang
- Hidung tersumbat, gatal, dan bersin-bersin
- Diare
Efek Samping Susu Formula Soya pada Bayi
Susu formula soya pada dasarnya aman dipilih sebagai pengganti susu untuk bayi yang alergi dengan protein susu sapi maupun mengalami intoleransi laktosa.
Namun, ada beberapa efek samping susu formula soya pada bayi yang perlu Bunda ketahui, seperti:
1. Alergi Protein Kedelai
Anak dengan alergi protein kedelai akan menunjukkan gejala tertentu usai konsumsi kacang kedelai maupun produk olahannya, termasuk susu formula soya.
Berikut tanda yang mungkin terlihat bila bayi alergi protein kedelai:
- Kulit gatal dan ruam
- Eksim
- Mengi atau timbul suara saat bernapas
- Batuk
- Muntah
- Diare
- Mata gatal dan berair
- Detak jantung cepat
2. Gangguan Hormon Akibat Isoflavon
Efek samping susu formula soya pada bayi biasanya dikaitkan dengan kandungan isoflavon di dalamnya. Isoflavon kerap disebut sebagai fitoestrogen karena punya kesamaan struktur kimia.
Susu soya mengandung fitoestrogen yang mirip hormon estrogen, sehingga diduga bisa memengaruhi jaringan reproduksi.
Namun, sejauh ini belum ada bukti kuat bahwa susu formula soya memicu gangguan hormon pada bayi. Selama susu formula soya diberikan sesuai anjuran dokter, maka Bunda tidak perlu khawatir.
Baca Juga: Trik dan Panduan Tepat Memilih Susu Formula untuk Bayi
3. Masalah Pencernaan
Masalah pencernaan adalah salah satu efek samping susu formula soya pada bayi.
Bunda mungkin melihat si Kecil tampak tidak nyaman karena ia mengalami gejala seperti kram perut, gangguan pencernaan, perut kembung, diare, mual, serta muntah.
Masalah pencernaan yang muncul setiap kali si Kecil minum susu formula ini bisa jadi tanda intoleransi kedelai.
4. Gangguan Penyerapan Mineral
Penelitian menemukan bahwa kedelai mengandung senyawa alami fitat yang bisa menghambat penyerapan mineral penting di dalam tubuh, seperti zat besi, kalsium, magnesium, serta seng.
Alhasil, penyerapan mineral-mineral tersebut di tubuh bayi bisa jadi kurang optimal bila mengonsumsi susu formula soya.
Namun, efek samping susu formula soya pada bayi akibat kandungan fitat ini bisa diminimalisir karena susu formula soya saat ini sudah banyak difortifikasi dengan berbagai nutrisi.
Jadi, meski ada potensi hambatan penyerapan mineral, bayi yang minum susu formula soya fortifikasi tetap bisa mendapatkan kebutuhan gizi yang optimal.
5. Risiko pada Bayi Prematur
Susu formula soya memiliki kandungan aluminium yang lebih tinggi dibanding susu formula sapi.
Aluminium berlebih akan melemahkan fungsi tulang dan menghambat massa tulang pada bayi prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, serta bayi dengan fungsi ginjal yang lemah.
Sementara jika diberikan pada bayi yang lahir cukup bulan, berat badan optimal, dan tidak punya masalah ginjal, maka cenderung tidak mengalami risiko paparan aluminium berlebih.
Tips Aman Memberikan Susu Formula Soya pada Bayi
Di samping berbagai kemungkinan efek samping susu formula soya pada bayi, susu ini juga punya keunggulan yang tak kalah baik untuk dukung tumbuh kembang si Kecil.
Jika Bunda ingin memberikan susu formula soya pada bayi, coba terapkan tips aman berikut ini:
- Perkenalkan secara bertahap dan perlahan. Tujuannya agar bayi dapat beradaptasi dengan rasa susu soya dan mencegah timbulnya gangguan pencernaan.
- Pantau reaksi bayi. Selama masa perkenalan, penting untuk selalu memantau reaksi si Kecil dan melihat ada atau tidaknya gejala alergi.
- Konsultasi dengan dokter anak sebelum mengganti dan memberikan susu soya. Dokter akan membantu menentukan apakah si Kecil memang benar-benar membutuhkan susu soya sesuai dengan kondisinya.
- Pastikan merek susu soya terfortifikasi lengkap. Pilih susu formula soya yang sudah diperkaya dengan berbagai nutrisi penting guna mengoptimalkan asupan gizi harian bayi.
Baca Juga: Ciri-Ciri Feses Bayi Alergi Susu Sapi yang Perlu Diketahui
Alternatif Susu Formula untuk Bayi dengan Alergi Susu Sapi
Apakah si Kecil punya alergi susu sapi, Bun? Tak perlu cemas, bayi yang alergi susu sapi tetap bisa minum susu dengan alternatif pilihan sebagai berikut:
- ASI eksklusif. Jika pemberian ASI masih memungkinkan, maka ASI masih jadi pilihan terbaik untuk bayi. Bunda biasanya akan diminta menghindari susu sapi dan produk olahannya untuk mencegah munculnya gejala alergi pada bayi.
- Susu formula hidrolisat ekstensif. Jenis susu ini bisa memecah kasein yang ada di dalam protein susu sapi menjadi bagian yang lebih kecil, sehingga mudah ditoleransi oleh bayi dengan alergi.
- Susu formula asam amino. Susu ini punya protein berbentuk asam amino, bukan protein utuh. Alternatif susu formula ini cocok untuk bayi yang tidak bisa menoleransi susu formula hidrolisat ekstensif.
Susu formula soya bisa dipertimbangkan untuk bayi yang tidak bisa mengonsumsi susu formula sapi.
Dengan catatan, Bunda sudah berkonsultasi sebelumnya dengan dokter dan bayi sudah dipastikan tidak memiliki alergi terhadap kedelai.
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.