Keju untuk MPASI bisa dicoba sebagai cara memperkenalkan bayi terhadap berbagai jenis makanan. Dengan begitu, si Kecil akan mendapatkan berbagai zat gizi yang diperlukan tubuhnya.
Kandungan Keju untuk MPASI
Manfaat keju bisa didapat dari kandungan gizinya yang amat beragam. Berikut zat gizi yang terkandung dalam 100 gram keju:
- Protein: 16,1 gram
- Lemak: 23,1 gram
- Karbohidrat: 8,85 gram
- Laktosa: 6,24 gram
- Kalsium: 1.380 mg
- Zat besi: 0,95 mg
- Magnesium: 34 mg
- Fosfor: 768 mg
- Kalium: 295 mg
- Natrium: 1.280 mg
- Zinc: 2,21 mg
- Selenium: 16,2 mcg
- Vitamin B5: 0,463 mg
- Vitamin B6: 0,124 mg
- Folat: 18 mcg
- Kolin: 35,8 mg
- Vitamin B12: 1,52 mcg
- Vitamin A: 270
- Beta-karoten: 249 mcg
- Vitamin E: 0,84 mg
- Vitamin D: 6,5 mcg
- Vitamin K: 5 mcg
Manfaat Keju untuk MPASI
Karena kaya zat gizi, keju memberikan segudang manfaat untuk bayi. Apa saja?
1. Menguatkan Tulang dan Gigi
Keju mengandung berbagai zat mineral, seperti kalsium, magnesium, fosfor, dan zinc. Ketiga zat gizi ini penting untuk membangun kepadatan tulang dan gigi. Bahkan, sebanyak 99% kalsium di tubuh ada di tulang dan gigi.
Tak hanya itu, keju untuk MPASI juga mengandung vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Tanpa vitamin D, kalsium tidak dapat digunakan tubuh.
Kandungan protein pada keju juga menambah massa dan volume tulang dan gigi.
2. Menjaga Kesehatan Otot dan Saraf
Keju untuk MPASI mengandung protein yang penting untuk membangun otot dan jaringan tubuh. Semakin banyak otot bayi, pertumbuhannya semakin optimal dan berat badannya pun ideal.
Kalsium pada keju juga mengatur kontraksi otot bayi. Hal ini membuat otot bayi berfungsi dengan baik.
Vitamin B12 membangun dan memperbaiki myelin, yaitu lapisan pelindung saraf yang mengirim pesan ke seluruh tubuh. Kekurangan vitamin B12 membuat lapisan myelin rusak dan menyebabkan masalah saraf.
3. Mendukung Sistem Imun Bayi
Keju untuk MPASI mengandung vitamin B12, folat, protein, dan zat besi yang penting untuk memproduksi sel darah merah. Dampak kekurangan zat besi bisa sebabkan anemia.
Kekurangan darah membuat zat gizi dan oksigen tidak dapat beredar ke seluruh tubuh dengan lancar. Akibatnya, sel-sel imun tidak dapat bekerja dengan optimal.
Selain itu, zat besi juga mengontrol sel-sel imun di usus yang melawan infeksi dari makanan atau bakteri. Protein membangun antibodi yang ada pada sistem imun.
4. Menjaga Kesehatan Jantung
Keju untuk MPASI kaya akan kalsium yang membantu mengontrol otot jantung. Kalsium juga mengatur pembekuan darah, detak jantung, dan pelebaran pembuluh darah.
Kandungan vitamin B6, folat, dan B12 pada keju bisa mengurangi senyawa bernama homosistein pada darah. Senyawa ini diketahui meningkatkan risiko berbagai penyakit jantung.
5. Mendukung Kesehatan Otak
Keju untuk MPASI bisa dikonsumsi sebagai makanan untuk kecerdasan otak. Keju kaya kolin yang akan diubah menjadi senyawa bernama asetilkolin.
Nah, senyawa ini berperan penting dalam menjaga fungsi memori dan kemampuan belajar di otak.
Baca juga: MPASI 7 Bulan: Panduan Jadwal, Porsi, Tekstur, & Makanannya
Berapa Banyak Keju yang Baik untuk Bayi?
Untuk bayi usia 6–8 bulan, berikan sebanyak seperempat hingga setengah gelas kecil yang sudah diparut. Takaran ini setara dengan 28–56 gram per hari.
Bila bayi sudah berusia 8–10 bulan, berikan keju sebanyak setengah gelas hingga 1 gelas kecil atau setara dengan 56–113 gram per hari.
Bagaimana Cara Mengenalkan Keju pada Bayi?
Sebagai MPASI pertama bayi, berikan keju lembut terlebih dahulu, seperti krim keju atau krim mozzarella yang sudah dilelehkan. Campurkan keju sebagai bahan tambahan MPASI, seperti bubur bayi.
Bila si Kecil sudah bisa makan makanan yang lebih keras, oleskan keju ke camilan yang biasa ia genggam. Bisa juga potong-potong keju menjadi stik panjang agar si Kecil tidak mudah tersedak.
Kapan Bayi Boleh Makan Keju?
Bayi diperbolehkan makan keju bila usianya sudah menginjak 6 bulan. Bayi yang menginjak usia 6 bulan memerlukan asupan lebih banyak untuk tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, MPASI diperkenalkan untuk bayi.
Keju untuk MPASI bisa diberikan saat bayi 6 bulan bisa duduk dengan leher dan kepala tegak tanpa perlu bantuan. Berikan juga MPASI bila bayi 6 bulan terlihat sudah mencoba ingin mengambil makanan di depannya.
Keju yang Bagus untuk Bayi
Pilih keju untuk MPASI yang tinggi lemak, rendah garam, dan sudah dipasteurisasi. Berikan tekstur MPASI keju yang lembut atau berbentuk krim untuk pertama kali.
Hindari memberikan keju yang dimatangkan dengan jamur atau ragi aktif di permukaannya, seperti keju brie, camembert, dan keju soft blue-veined. Keju ini berpotensi membawa bakteri listeria.
Lebih jelasnya, berikut adalah jenis keju yang aman untuk Bunda berikan pada bayi:
- Keju cheddar
- Keju mozzarella
- Keju parmesan
- Krim keju
Baca Juga: Tips Persiapan MPASI dan Panduan Memberikan Makan Bayi
Resep MPASI Olahan Keju untuk Bayi
Cara paling sederhana mengolah keju untuk MPASI adalah menambahkannya sebagai topping. Selain itu, berikut ide menu MPASI yang bisa dicoba:
1. Puree Terong, Tomat, dan Keju
Bahan-bahan:
- Terong 300 gram
- Tomat 2 buah
- 1 kentang ukuran kecil
- 30 gram mozzarella
- 2 sdt minyak zaitun
- Keju parmesan parut untuk disajikan
Cara membuat:
- Cuci semua sayuran sampai bersih dan keringkan dengan kain katun kering.
- Kupas kulit terong dan potong menjadi dua bagian. Buang semua bijinya, lalu potong dua bagian tadi menjadi kubus yang lebih kecil.
- Kupas kulit tomat dan potong kecil-kecil. Buang semua biji dari potongannya. Kemudian, kupas kulit kentang dan potong kecil-kecil.
- Masukkan semua sayuran ke dalam kukusan dengan api sedang dan setel pengatur waktu untuk memasak dengan uap pada 15 menit.
- Potong keju mozzarella menjadi kubus dan masukkan ke dalam blender. Blender keju hingga menjadi pasta halus.
- Tambahkan juga sayuran rebus ke dalam blender.
- Haluskan pasta keju dengan sayuran hingga membentuk puree halus. Tambahkan minyak zaitun dan haluskan lagi.
- Sajikan puree dalam mangkuk dan hiasi dengan keju parmesan parut.
2. Puree Ubi Jalar, Wortel, dan Keju
Bahan-bahan:
- 2 buah ubi jalar berukuran sedang
- 1 wortel ukuran besar
- 25 gram keju parmesan
- 25 gram keju cheddar
Cara membuat:
- Potong kecil-kecil wortel dan kentang lalu rebus hingga empuk.
- Biarkan sayuran dingin. Setelah dingin, masukkan sayuran ke dalam blender bersama keju dan haluskan.
- Sajikan dalam mangkuk.
3. Bubur Jagung Keju
Bahan-bahan:
- 1/2 batang jagung manis, serut
- 100 gram keju parut
- Unsalted butter secukupnya
Cara membuat:
- Haluskan jagung manis serut menggunakan food processor.
- Tuang ke dalam panci, masukkan unsalted butter. Masak sampai mendidih.
- Matikan kompor.
- Beri parutan keju sebagai topping, sajikan hangat.
4. Puree Kabocha Cheese
Bahan-bahan:
- 1/4 potong labu kuning
- 50 ml ASI
- Keju cheddar secukupnya
Cara membuat:
- Kukus kabocha sekitar 30 menit atau hingga lunak. Potong-potong.
- Haluskan di food processor sampai benar-benar halus, tambahkan ASI sampai mengental.
- Tambahkan keju cheddar.
- Campurkan semua bahan sampai merata.
- Siap disajikan.
5. Alpukat Cheese Cream
Bahan-bahan:
- Buah alpukat ukuran sedang, haluskan
- 4 keping biskuit bayi
- 60 ml ASI
- 2 sdm keju parut
- ½ sdt maizena yang sudah dilarutkan dengan air
- 1 sdm margarin cair
Cara membuat:
- Hancurkan biskuit sampai halus.
- Campurkan dengan margarin cair dan susun sebagai lapisan pertama.
- Untuk cream cheese, campurkan ASI, keju dan larutan maizena lalu masak sampai mengental.
- Setelah mengental, tuang ke mangkuk sebagai lapisan kedua.
- Masukkan alpukat yang sudah dihaluskan sebagai lapisan ketiga. Siap disajikan.
Dapatkan buku resep eksklusif Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kumpulan resep lezat bergizi dan mudah dibuat di rumah ala Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CB, CIMI. Gratis!
Pantau Risiko Alergi Sebelum Memberikan Keju pada Bayi
Keju merupakan makanan pemicu alergi. Nah, pastikan Ayah Bunda memberikan keju tanpa makanan pemicu alergi lain, di antaranya kacang tanah, telur, susu, kedelai, kerang, dan terigu.
Mengenalkan keju untuk MPASI atau makanan di atas secara satu per satu membantu Ayah Bunda menelisik asupan yang memicu alergi. Jadi, Ayah Bunda segera mengetahui pemicu alergi dan stop memberikannya pada si Kecil.
Adapun gejala alergi susu atau produk susu yang mungkin muncul, yaitu:
- Diare
- Mual
- Muntah
- Pilek
- Mata kemerahan
- Ruam
Keju untuk MPASI bisa ditambahkan untuk memperkenalkan ragam makanan baru. Tak hanya itu, keju juga padat gizi sehingga bantu melengkapi kebutuhan gizi harian.
Namun, Ayah Bunda perlu ingat, jangan andalkan keju sebagai satu-satunya sumber gizi si Kecil. Tetap penuhi asupan gizi dari beragam makanan.