Bunda perlu tahu berapa berat badan bayi 7 bulan yang ideal untuk memantau progres pertumbuhannya sekaligus mencegah risiko stunting sejak dini. Cari tahu juga cara-cara menambah berat badan bayi di usia ini!
Berat Badan Bayi 7 Bulan yang Ideal Menurut Standar WHO
Berdasarkan Grafik Pertumbuhan WHO, bayi 7 bulan berat badan normalnya ada di rentang:
|
Jenis Kelamin
|
Berat badan ideal (kg)
|
Panjang badan (cm)
|
|
Laki-laki
|
6.7-9.2
|
64,8 – 71,3
|
|
Perempuan
|
6.0-8.6
|
62,7 – 69,6
|
Setiap bayi tumbuh dengan kecepatan yang berbeda. IDAI menyarankan Bunda untuk rutin menimbang berat badan bayi setiap bulan untuk memantau arah pertumbuhannya.
Jika setelah 2 kali penimbangan BB bayi 7 bulan masih sangat jauh dari standar ideal di atas, hal ini dapat menandakan underweight (berat badan rendah) dan bisa berisiko stunting.
Bunda juga bisa mengecek progres pertumbuhan berat dan panjang badan bayi setiap bulan menggunakan Grafik Pertumbuhan Anak!
Penyebab Berat Badan Bayi 7 Bulan Kurang
Jika berat badan bayi usia 7 bulan jauh di bawah standar, hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Asupan Gizi Kurang
MPASI yang rendah kalori atau protein dapat membuat kebutuhan nutrisi harian bayi tidak tercukupi.
2. Pemberian ASI Tidak Optimal
Frekuensi menyusu yang jarang atau teknik pelekatan yang kurang tepat bisa membuat bayi tidak mendapat ASI sesuai kebutuhannya.
3. Gangguan Pencernaan
Kondisi seperti diare, refluks, atau intoleransi laktosa dapat menghambat penyerapan nutrisi yang seharusnya dibutuhkan bayi.
4. Penyakit Infeksi Berulang
Infeksi yang sering terjadi, misalnya ISPA atau diare, membuat tubuh bayi sulit menyerap nutrisi dengan baik.
5. Masalah Medis Tertentu
Beberapa kondisi khusus seperti kelainan metabolisme atau jantung bawaan juga dapat mengganggu pertambahan berat badan bayi.
Ciri-Ciri Berat Badan Bayi Kurang
Bayi yang berat badannya kurang biasanya menunjukkan tanda seperti:
- Tampak lebih kurus dibanding bayi seusianya.
- Pipi tidak chubby, kulit terlihat lebih longgar.
- Nafsu makan rendah.
- Perkembangan motorik terasa lambat.
- Rewel atau mudah lelah.
Cara Menambah Berat Badan Bayi 7 Bulan
Bila Bunda khawatir akibat si Kecil memiliki berat badan yang kurang, simak tips menaikkan berat badan bayi usia 7 bulan di bawah ini!
1. Lanjutkan ASI Eksklusif
Penelitian membuktikan bahwa meneruskan pemberian ASI eksklusif setelah 6 bulan adalah cara paling efektif untuk menurunkan risiko stunting sekaligus meningkatkan berat badan bayi.
Susui si Kecil setiap 1 atau 2 jam sekali di antara pemberian MPASI agar kebutuhan gizi si Kecil tercukupi.
2. Berikan MPASI Tinggi Protein
Memberikan MPASI tinggi protein adalah kunci menambah berat badan bayi 7 bulan. Bayi usia 6-11 bulan perlu 15 gram protein per hari yang kurang lebih setara 2 butir telur ayam.
Dilansir dari American Academy of Pediatrics, inilah beberapa pilihan protein hewani untuk MPASI si Kecil:
- Dada ayam
- Hati ayam
- Telur (telur ayam, telur puyuh)
- Ikan (kembung, sarden, bandeng, kakap, tuna, teri).
- Daging sapi
- Olahan susu seperti yogurt dan keju
- Protein nabati, seperti tahu, tempe, selai kacang, kacang polong, dan brokoli.
3. Berikan Camilan Lemak Sehat
Jika BB si Kecil stagnan atau turun terus, mungkin karena ia tidak mengonsumsi cukup lemak. Berikanlah camilan bayi 7 bulan yang tinggi lemak sehat dan kalori untuk bantu menambah berat badan bayi.
Misalnya snack yang mengandung kaldu ayam, minyak zaitun, selai kacang, keju, kacang-kacangan, dan yogurt tawar full-fat.
Berikan juga buah-buahan tinggi kalori seperti alpukat, pisang, dan pir sebagai variasi menu camilan untuk menambah berat badan bayi 7 bulan.
4. Tambah Asupan Zat Besi dan Vitamin C
Zat besi punya peranan penting dalam tumbuh kembang bayi dengan mencegah risiko anemia dan malnutrisi yang menjadi faktor utama stunting.
Jadi, berikanlah si Kecil makanan mengandung zat besi seperti daging sapi, hati sapi, hati ayam, bayam, dan telur.
Bunda bisa dapatkan buku resep eksklusif Inspirasi Resep MPASI Kaya Zat Besi yang berisi kumpulan resep lezat bergizi dan mudah dibuat di rumah ala Chef Devina Hermawan dan dr. Brenda Shahnaz, CB, CIMI. Gratis!
Jangan lupa, dampingi asupan zat besi dengan vitamin C dari buah-buahan seperti jambu biji, stroberi, jeruk, mangga, pepaya, dan kiwi untuk bantu memaksimalkan penyerapan zat besinya.
Baca Juga: Panduan Pemberian MPASI untuk Bayi 7 Bulan dan Resepnya
5. Buat Jadwal Makan yang Teratur
Membuat jadwal makan dapat menjadi solusi meningkatkan berat badan bayi 7 bulan. Selain sarapan, makan siang, dan makan malam, buat juga jadwal makan camilan di siang dan sore hari.
Berikut adalah tabel contoh makanan yang bisa Bunda berikan untuk si Kecil:
|
Waktu makan
|
Menu MPASI
|
|
Pagi
|
Bubur halus ayam + wortel + minyak zaitun
|
|
Camilan Pagi
|
Puree alpukat campur pisang
|
|
Siang
|
Tim daging sapi cincang + bayam + labu kuning
|
|
Camilan Sore
|
Yoghurt full fat + potongan buah lunak
|
|
Makan
|
Bubur ikan kembung + tahu + brokoli
|
Selalu perhatikan tanda-tanda lapar yang si Kecil tunjukkan. Bila si Kecil merasa lapar di luar jadwal makannya, jangan ragu untuk memberinya camilan atau makan ya, Bun.
6. Tambah Porsi Makan Bayi
Menambah jumlah porsi MPASI bayi bisa membantu naikkan berat badan. Namun, lakukanlah secara bertahap.
Misalnya yang awalnya si Kecil hanya makan 3 sendok, coba tunggu sebentar untuk melihat reaksinya lalu tawarkan lagi setengah sendok.
Bila si Kecil terlihat menikmatinya, Bunda bisa menambah porsinya perlahan-lahan. Pujilah si Kecil saat ia berhasil makan lebih banyak supaya ia semakin semangat.
7. Jangan Paksa Anak Makan
Bila si Kecil terlihat tidak menyukai atau menolak makan, jangan paksa ia makan apalagi menghabiskannya ya, Bun.
Tetaplah tenang dan ganti dengan makanan yang ia inginkan. Memarahi atau memaksa anak akan membuat pengalaman makannya jadi tidak menyenangkan.
Semoga artikel ini membantu!