Penasarankah Bunda seperti apa perkembangan bayi 9 bulan? Di usia ini, si Kecil sudah bisa merangkak dan makin aktif berceloteh, lho!
Bayi juga mulai menguasai banyak hal baru yang bikin Bunda gemas. Yuk, cari tahu cara mendukungnya dan tanda keterlambatan yang perlu diperhatikan!
Perkembangan Bayi 9 Bulan
Selain fisiknya yang mengalami perubahan, bayi usia 9 bulan juga mulai menunjukkan banyak kemampuan baru, Bun. Berikut berbagai perkembangan bayi 9 bulan:
1. Mahir Merangkak
Merangkak adalah salah satu perkembangan bayi 9 bulan yang paling dinantikan. Beberapa bayi bahkan bisa memegang mainan sambil mendorong diri maju dengan tangan dan lutut.
Di usia ini, bayi juga mulai lincah mengubah posisi, seperti dari duduk ke merangkak lalu duduk kembali.
Bahkan, ada yang sudah bisa merangkak naik turun tangga, jadi Bunda perlu ekstra waspada.
Baca Juga: Apakah Normal Bayi 9 Bulan Belum Bisa Merangkak?
2. Mulai Berceloteh
Bunda akan sering mendengar celotehan lucu dari si Kecil. Kadang terdengar seperti kata “Dada” atau “Mama”, meski belum sepenuhnya jelas maknanya.
Selain bersuara, bayi juga mulai menggunakan bahasa tubuh untuk berkomunikasi. Ia akan menunjukkan keinginannya lewat gerakan atau ekspresi wajah.
3. Memahami Kata-kata Sederhana
Di usia 9 bulan, bayi mulai memahami kata sederhana seperti “tidak” dan isyarat lambaian tangan. Ia juga sudah mengenali namanya sendiri, lho!
Saat namanya dipanggil, si Kecil akan menoleh dan merespons. Bahkan, ia bisa mulai mengikuti instruksi sederhana seperti saat Bunda memanggilnya mendekat.
4. Berdiri Sambil Berpegangan
Di usia 9 bulan, bayi mulai belajar berdiri dengan berpegangan pada furnitur atau tangan Bunda. Beberapa bahkan sudah mencoba berdiri sendiri, lho!
Saat belajar, si Kecil mungkin sering terjatuh, tapi itu bagian dari prosesnya. Jika sudah percaya diri, ia akan mulai merambat maju sambil berpegangan.
5. Tepuk Tangan
Bunda mungkin mulai melihat si Kecil bertepuk tangan sendiri. Meski tampak sederhana, gerakan ini butuh koordinasi mata dan tangan yang cukup kompleks.
Untuk mendukungnya, Bunda bisa menyanyikan lagu dengan gerakan tepuk tangan. Cara ini bisa membuat bayi lebih semangat belajar.
6. Mahir Menggenggam Mainan
Di usia 9 bulan, bayi makin terampil menggenggam, memasukkan, dan mengeluarkan benda dari wadah. Ia juga mulai bisa menjepit benda kecil dengan ibu jari dan telunjuk.
Karena senang memasukkan apa pun ke mulut, Bunda perlu waspada. Jauhkan benda kecil seperti koin, baterai, dan kancing agar si Kecil terhindar dari risiko tersedak.
7. Menunjukkan Emosi
Perkembangan emosional bayi 9 bulan juga mulai terlihat jelas. Ia bisa merasa cemas, takut, atau gelisah, terutama saat bertemu orang asing.
Bayi juga mulai mengalami separation anxiety. Jadi, jangan heran kalau si Kecil menangis saat Bunda pergi sebentar, misalnya ke toilet.
8. Mengikuti Instruksi Sederhana
Di usia 9 bulan, bayi senang berceloteh dan bereksplorasi dengan lingkungan sekitar. Bunda bisa melatihnya dengan memberi instruksi sederhana untuk diikuti.
Contohnya, minta si Kecil melambaikan tangan saat berpamitan atau mengambil mainan. Ini membantu melatih kemampuan mendengar dan mengikuti perintah sejak dini.
9. Memukul Dua Benda Bersamaan
Memukul dua benda di tangan kanan dan kiri mungkin terlihat sepele, tapi sangat penting untuk motorik bayi. Aktivitas ini melatih koordinasi serta kekuatan tangan dan jari si Kecil.
Latihan sederhana ini akan mendukung perkembangan keterampilan lain ke depannya. Jadi, yuk Bunda, bantu si Kecil bermain sambil belajar.
Bunda juga bisa memantau apakah perkembangan si Kecil sudah sesuai dengan usianya atau belum dengan mengunduh E-Book Panduan Tumbuh Kembang secara gratis.
Cara Stimulasi untuk Optimalkan Perkembangan Bayi 9 Bulan
Setiap bayi berkembang dengan cara yang unik, Bun. Jadi, Bunda tidak perlu khawatir, tapi harus terus berikan stimulasi untuk si Kecil, ya. Berikut ini cara menstimulasi perkembangan bayi 9 bulan yang bisa Bunda lakukan:
1. Ajak Si Kecil Bicara
Bunda bisa membantu si Kecil memahami arti kata-kata dengan cara mengajak bayi bicara saat melakukan aktivitas sehari-hari.
Misalnya ketika menggantikan popok, Bunda bisa sambil berkata “Bunda gantikan popok dulu, ya, supaya kamu jadi lebih enak mainnya.”
Bayi usia 9 bulan sangat tertarik dengan percakapan, jadi semakin banyak bicara akan semakin baik, Bun.
2. Membacakan Buku
Salah satu cara stimulasi bayi 9 bulan yaitu membacakan buku. Dengan membaca, Bunda dapat mengembangkan imajinasi si Kecil saat membicarakan gambar-gambar di buku cerita.
Selain itu, kegiatan ini juga dapat membantu perkembangan otak bayi untuk memahami bahasa dan belajar membaca seiring bertambahnya usia.
3. Bermain Bersama
Bermain itu tidak hanya menyenangkan, tapi bisa juga sebagai stimulasi untuk si Kecil, lho.
Bunda bisa mengajak bayi menyanyikan lagu, bermain cilukba, menyembunyikan mainan, dan membuat suara lucu atau suara binatang bersama. Bermain bersama juga dapat meningkatkan bonding antara Bunda dan si Kecil.
4. Ajak Bayi untuk Bergerak
Sering bergerak akan membuat otot tubuhnya semakin kuat agar bayi bisa cepat duduk dan merangkak.
Oleh karena itu, jika bayi sedang merangkak, Bunda bisa ikut turun ke lantai dan merangkak bersama atau bermain kejar-kejaran dengan merangkak. Wah, pasti si Kecil semakin semangat, Bun!
5. Bermain di Luar Ruangan
Berada di luar ruangan memberikan si Kecil pengalaman yang berbeda, Bun. Sebab, ada banyak hal untuk dilihat, dicium, didengar, dan disentuh. Tentunya sangat baik untuk melatih kemampuan sensoriknya.
6. Bernyanyi
Menyanyikan lagu untuk si Kecil merupakan cara yang baik untuk mendukung perkembangan bicara dan bahasanya.
Ketika bernyanyi, bayi belajar untuk mengenal kata melalui lagi serta mengingat nyanyian yang kelak mungkin bisa dilantunkannya sendiri.
Tak hanya itu, bernyanyi bersama juga meningkatkan bonding antara Bunda dengan si Kecil. Menariknya, mendengarkan musik ternyata bermanfaat baik untuk perkembangan otak bayi, Bun!
7. Minta Bayi untuk Menjangkau Mainannya
Bunda bisa coba meletakkan mainan di lantai atau di atas alas bermain yang jaraknya agak jauh dari jangkauan si Kecil. Kemudian minta ia untuk merangkak atau bergerak untuk meraih mainannya.
Rayakan dengan tepuk tangan ketika ia berhasil mengambilnya. Cara ini akan bantu melatih motorik kasar dan halus si Kecil dalam mengikuti arahan, bergerak sesuai instruksi, hingga meraih sesuatu.
8. Berdiri dengan Berpegangan
Di usia 9 bulan, bayi mulai belajar berdiri dengan berpegangan untuk melatih keseimbangannya. Ini adalah langkah awal sebelum ia bisa berdiri dan berjalan mandiri.
Bunda bisa bantu dengan berlutut di depannya sambil memegang tangannya. Bisa juga, biarkan ia berdiri sambil memegang push walker agar tubuhnya lebih stabil saat belajar.
Baca Juga: 9 Cara Menstimulasi Perkembangan Bayi 9 Bulan
Tanda Keterlambatan Perkembangan Bayi 9 Bulan
Selain cara stimulasi yang tepat, Bunda juga perlu mengetahui apa saja tanda red flag pada perkembangan bayi 9 bulan. Jika si Kecil mengalami tanda-tanda di bawah ini, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis anak, ya, Bun.
Berikut adalah beberapa red flag yang perlu Bunda waspadai, antara lain:
- Tidak meraih benda atau memasukkan benda ke dalam mulutnya.
- Tidak bisa duduk dengan bantuan.
- Tidak ada respons apapun jika namanya dipanggil.
- Tidak ada kontak mata saat diajak bicara.
- Mata tidak mengikuti arah pergerakan benda.
- Sering memutar mata ke dalam atau ke luar.
- Tidak mengoceh.
- Tidak menoleh ke arah suara.
Setiap perkembangan si Kecil adalah hal yang berharga. Bunda bisa cek perkembangan si Kecil setiap bulan, termasuk kebutuhan zat besi beserta inspirasi menu MPASI lezat bergizi untuk bayi di Diary Generasi Maju.
Baca Juga: Normalkah Bayi 9 Bulan Belum Tumbuh Gigi?
Pada dasarnya, Bunda yang paling mengerti si Kecil. Maka dari itu, apabila Bunda merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan tumbuh kembang si Kecil, sebaiknya tanyakan langsung ke dokter sejak dini, untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.
Lalu, akan seperti apa perkembangan bayi 10 bulan nanti? Yuk, terus pantau tumbuh kembang si Kecil dari bulan ke bulan di Generasi Maju!