Facebook Pixel Code Tahapan Perkembangan Otak Janin di Tiap Trimester Kehamilan

Perkembangan Otak Janin di Tiap Trimester & Nutrisi Pentingnya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 08 April 2019

Diperbarui: 13 Agustus 2025

Trimester 1
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Otak Janin di Tiap Trimester & Nutrisi Pentingnya

Jurnal Neuropsychology Review menyebut pertumbuhan otak anak akan mencapai empat kali lipat selama periode prasekolah. Perkembangan otaknya akan mencapai ukuran 90 persen volume otak orang dewasa ketika anak mencapai usia 6 tahun.  

Pertumbuhan otak janin sudah dimulai sejak minggu awal kehamilan. Namun, perkembangan yang paling krusial memang terjadi pada perkembangan janin 7 bulan atau memasuki trimester ketiga; tepatnya pada usia kehamilan 24-44 minggu. Sebetulnya bagaimana wujud tahapan perkembangan otak janin sejak trimester awal sampai trimester ketiga?

Perkembangan Otak Janin Trimester I

Perkembangan otak janin pada fase ini dimulai sejak 16 hari setelah pembuahan. Lempengan saraf yang menjadi dasar otak dan sumsum tulang mulai terbentuk. Nah, di lempengan inilah tabung-tabung saraf akan terbentuk.

Pada usia kehamilan 6-7 minggu, tabung saraf yang menutup terbentuk menjadi tiga bagian otak yaitu otak depan, tengah, dan belakang. Calon sumsum tulang belakang berada di belakang otak belakang. Setelah itu, bagian-bagian otak mulai terbentuk, dari otak besar, otak kecil, batang otak, kelenjar hipofisis, dan hipotalamus. Sistem saraf bayi juga mulai bekerja. Pada tahap ini, tubuh janin terlihat melengkung.

Akhir trimester awal, janin sudah mulai melakukan pergerakan. Namun, Bunda mungkin belum dapat merasakannya karena ukuran janin yang belum terlalu besar.

Perkembangan Otak Janin Trimester II

Pada trimester ini bayi mulai belajar pernapasan. Ini ditandai dengan kontraksi pada diafragma dan otot dada. Pada usia 21 minggu, refleks menelannya sudah dapat membuat bayi menelan air ketuban.

Pertengahan trimester kedua, Bunda sudah mulai bisa merasakan tendangan bayi. Pertumbuhan mielin yang menyelubungi saraf juga terjadi pada masa ini. Adanya mielin membantu mempercepat komunikasi antarsel saraf. Pertumbuhan mielin akan terus terjadi hingga buah hati berusia satu tahun.

Sistem saraf mulai berkembang di akhir trimester kedua. Pada usia ini perkembangan batang otak yang mengatur pernapasan, tekanan darah, dan denyut jantung juga semakin matang.

Perkembangan Otak Janin Trimester III

Perkembangan otak bayi semakin pesat pada trimester ketiga. Perkembangannya dari segi bentuk sangat signifikan. Ukuran otak bisa berkembang hingga 3 kali lipat. Tentunya tidak hanya bentuknya yang berkembang; pada saat bersamaan fungsi otak juga ikut meningkat. Pertumbuhan neuron juga sangat pesat pada masa ini.

Permukaan otak yang halus pun semakin berubah membentuk lekukan-lekukan. Otak kecil yang berperan dalam kontrol motorik adalah bagian yang perkembangannya paling pesat. Ukurannya bisa mencapai 30 kali lipat dibanding usia kehamilan 16 minggu.

Perkembangan Otak Setelah Kelahiran

Perkembangan bayi sangat pesat pada trimester akhir kehamilan. Bunda sebaiknya memastikan kecukupan asupan nutrisi harian Bunda untuk mendukung perkembangan otak bayi pada masa ini. Selain itu, sebaiknya Bunda perhatikan juga perkembangan otak bayi setelah kelahirannya. Pada dasarnya otak bayi akan benar-benar berfungsi ketika bayi telah lahir.

Nutrisi yang paling dibutuhkan untuk perkembangan otak bayi adalah seperti asam folat dan DHA. Penuhi asupannya dengan berbagai jenis makanan yang kaya kandungan zat tersebut. Asam folat bisa didapatkan di dalam sayuran, buah, produk susu formula untuk kehamilan. DHA banyak terkandung dalam beberapa jenis ikan.

Peran Zat Besi pada Perkembangan Otak Janin di Tiap Trimester Kehamilan

Zat besi dibutuhkan untuk membentuk hemoglobin, yaitu protein darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk ke otak janin. Perkembangan otak janin sudah dimulai sejak trimester pertama dan terus berlangsung hingga trimester ketiga. Zat besi penting untuk membantu pembentukan mielin dan zat kimia otak yang mendukung kecerdasan si Kecil.

Oksigen yang cukup membantu saraf janin tumbuh sehat dan berfungsi dengan baik. Kurang zat besi saat hamil bukan hanya bisa menyebabkan anemia, tapi juga bisa mengganggu tumbuh kembang otak dan kemampuan berpikir bayi sejak dalam kandungan.

Sebuah ulasan di Journal of Nutritional Neuroscience menyimpulkan bahwa anak yang kekurangan zat besi sewaktu dalam kandungan memiliki risiko lebih tinggi mengalami keterlambatan bicara dan gangguan konsentrasi di usia prasekolah.

Dengan memperhatikan asupan nutrisi berkualitas, serta mempelajari tahapan perkembangan otak janin, Bunda bisa mempersiapkan diri sebaik mungkin sebelum bayi lahir. Dapatkan panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru. Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya