Facebook Pixel Code Mood Swings pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Mood Swings pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 12 November 2018

Diperbarui: 02 Februari 2026

Trimester 1
Tips
Cover Image of Mood Swings pada Ibu Hamil: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

 

Mood swings pada ibu hamil umum terjadi akibat perubahan hormon kehamilan, perubahan fisik, kurang tidur, hingga faktor psikologis. Ibu hamil bisa menjadi lebih mudah lelah, merasa cemas, cepat tersinggung, atau lebih sensitif, terutama di awal kehamilan dan menjelang waktu melahirkan.

Apa Itu Mood Swings pada Ibu Hamil?

Mood swings pada ibu hamil adalah perubahan suasana hati yang terjadi secara tiba-tiba, seperti mudah merasa senang lalu cepat berubah menjadi sedih atau sensitif. 

Kondisi ini normal terjadi pada sekitar 70–80% ibu hamil. Perubahan mood ini terutama dipengaruhi oleh peningkatan hormon kehamilan yang memengaruhi kerja otak dan emosi. 

Di samping itu, perubahan fisik, kelelahan, serta kekhawatiran menjelang kelahiran juga turut berperan memengaruhi suasana hati Bunda.

Penyebab Mood Swings Ibu Hamil

Bunda mungkin bingung kenapa suasana hati bisa tiba-tiba berubah begitu cepat. Sebetulnya, mood swing ibu hamil tidak terjadi tiba-tiba tanpa sebab. Berikut beberapa hal yang dapat menjadi pemicunya:

1. Perubahan Hormon (Estrogen & Progesteron)

Selama hamil, hormon estrogen dan progesteron mengalami perubahan signifikan yang dapat memengaruhi kadar neurotransmiter, yaitu zat kimia otak yang mengatur suasana hati.

Kadar estrogen yang meningkat dapat membuat ibu hamil lebih sensitif, mudah cemas, cepat tersentuh, bahkan bisa depresi. 

Peningkatan hormon progesteron bisa menimbulkan rasa kantuk berlebih, lesu, dan sulit fokus, gangguan tidur, hingga ketidaknyamanan terkait kehamilan seperti sakit punggung yang turut memengaruhi emosi sehari-hari.

2. Perubahan Fisik (Mual, Lelah, Nyeri)

Mood swings pada ibu hamil juga bisa disebabkan oleh perubahan fisik yang terjadi di masa kehamilan. Mulai dari mual, muntah, mudah lelah, hingga nyeri tubuh. 

Semua perubahan yang membuat Bunda merasa tidak nyaman ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan kehamilan. 

Ketidaknyamanan yang berlangsung terus-menerus bisa memicu emosi Bunda menjadi lebih sensitif dan mudah tersinggung. 

Baca Juga: 5 Cara Meningkatkan Daya Tahan Ibu Hamil agar Tetap Bugar

3. Kurang Tidur

Kurang tidur bisa jadi salah satu penyebab mood swings pada ibu hamil. Di trimester pertama, perubahan hormon sering membuat ibu hamil merasa sangat mengantuk dan cepat lelah meski sudah tidur cukup.

Sebaliknya, di trimester ketiga, perut yang membesar, sering buang air kecil, atau rasa tidak nyaman membuat tidur malam jadi lebih sulit. Kondisi ini dapat memengaruhi emosi, sehingga ibu hamil lebih sensitif dan suasana hati mudah berubah-ubah.

4. Kecemasan dan Faktor Psikologis

Kecemasan dan faktor psikologis turut berperan besar dalam perubahan mood ibu hamil. Banyak ibu hamil merasa khawatir tentang proses persalinan, kondisi bayi, hingga perubahan peran sebagai orang tua.

Adanya kekhawatiran terkait finansial dan perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari, seperti hubungan dengan suami atau anak, dapat menambah beban pikiran Bunda. 

Perasaan cemas yang terus berulang ini dapat membuat Bunda lebih sensitif dan memengaruhi suasana hati.

5. Nutrisi Tidak Seimbang

Nutrisi yang tidak seimbang juga dapat memengaruhi suasana hati ibu hamil. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan tubuh cepat lelah, lemas, dan lebih mudah merasa kesal.

Sementara itu, kekurangan omega-3 dapat berdampak pada suasana hati karena nutrisi ini berperan dalam fungsi otak. 

Jika kebutuhan nutrisi tidak terpenuhi dengan baik, emosi ibu hamil cenderung tidak stabil.

Yuk, cek risiko kekurangan zat besi Bunda secara gratis! Cukup jawab 7 pertanyaan singkat di Kalkulator Zat Besi, Bunda bisa tahu apakah kebutuhan zat besi selama kehamilan sudah tercukupi dan seberapa besar risiko kekurangannya.

Perubahan Mood Ibu Hamil Berdasarkan Trimester

Mood swings pada ibu hamil umumnya terjadi selama trimester pertama, antara minggu ke-6 hingga ke-10, dan berlanjut lagi di trimester ketiga menjelang persalinan.

1. Mood Swings di Trimester 1

Pada trimester pertama, Bunda mengalami berbagai gejala kehamilan yang membuat tubuh banyak beradaptasi. 

Mual, muntah, dan kelelahan karena perubahan hormon dapat membuat tubuh Bunda lebih sensitif dan suasana hati gampang berubah. 

Bahkan tak jarang, Bunda jadi lebih mudah menangis atau merasa sedih tanpa alasan jelas. 

2. Mood Swings di Trimester 2

Memasuki trimester kedua, mood swings pada ibu hamil mulai mereda dan kondisi tubuh sudah lebih stabil setelah beradaptasi dengan berbagai perubahan di masa kehamilan. 

Tubuh Bunda juga biasanya sudah lebih bertenaga di trimester kedua ini. Meski mungkin masih ada kekhawatiran mengenai proses persalinan dan perubahan peran sebagai orangtua nantinya.

Baca Juga: Daftar Makanan yang Dilarang untuk Ibu Hamil Trimester 1-3

3. Mood Swings di Trimester 3

Tiba di trimester ketiga, Bunda mungkin akan mengeluhkan susah tidur, nyeri punggung, dan rasa tidak nyaman akibat perut yang semakin besar. 

Kondisi ini membuat tubuh cepat lelah dan emosi lebih sensitif. Ditambah dengan kecemasan menjelang persalinan, suasana hati pun jadi lebih mudah berubah. 

Gejala Mood Swings pada Ibu Hamil

Perubahan suasana hati Bunda di masa kehamilan bisa mudah dikenali dengan ciri-ciri berikut:

  • Perubahan emosi yang drastis, dari senang tiba-tiba bisa sedih dan menangis atau sebaliknya. 
  • Susah fokus. 
  • Cemas berlebih.
  • Tiba-tiba merasa sedih atau marah. 
  • Mudah menangis. 
  • Sensitif terhadap pendapat orang lain. 

Cara Mengatasi Mood Swings pada Ibu Hamil

Perubahan mood yang terjadi tiba-tiba sangat berpengaruh pada aktivitas dan keseharian Bunda. Agar emosi lebih stabil dan suasana hati lebih baik di masa kehamilan ini, berikut yang bisa Bunda lakukan:

1. Istirahat yang Cukup

Usahakan memprioritaskan waktu tidur yang cukup, terutama di trimester awal. Bunda bisa menyiasatinya dengan rutinitas tidur yang teratur, bangun di jam yang sama setiap pagi, dan tidur siang saat tubuh terasa lelah.

Terapkan juga sleep hygiene dengan menghindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur, hindari berolahraga 3 jam sebelum tidur, serta ciptakan suasana kamar yang nyaman. 

Usahakan juga tidur dengan posisi miring ke kiri dan lutut ditekuk untuk meningkatkan aliran darah khususnya ke jantung, rahim, plasenta, dan ginjal, sekaligus mengurangi tekanan pada organ tubuh.

2. Makan Teratur dan Konsumsi Nutrisi Pendukung Mood

Pastikan pola makan Bunda teratur dan dilengkapi dengan berbagai nutrisi penting sepertiprotein, lemak, dan karbohidrat sebagai sumber energi serta kesehatan tubuh Bunda.

Asupan DHA dan omega-3 juga penting untuk mendukung fungsi otak dan membantu menjaga kestabilan mood. Asupan zat besi, vitamin C, vitamin D, dan magnesium juga membantu mengurangi rasa lelah di masa kehamilan. 

Bunda juga bisa melengkapi kebutuhan nutrisi harian dari susu ibu hamil yang sudah difortifikasi. 

SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung ​nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.

Baca Juga: 15 Makanan Sehat untuk Ibu Hamil agar Janin Tumbuh Optimal

3. Olahraga Ringan

Olahraga saat hamil bisa jadi pereda stres dan pengatur suasana hati yang baik. 

Jika Bunda tiba-tiba merasa sedih atau marah, coba alihkan dengan melakukan kardio ringan seperti berjalan kaki atau berenang. Rutin yoga dan meditasi juga akan membantu Bunda lebih fokus dan mudah mengendalikan emosi. 

Terlebih, olahraga yang dilakukan di luar ruangan biasanya membuat Bunda lebih segar dan memberi energi tambahan.

4. Latihan Relaksasi

Cara mengelola mood swings pada ibu hamil lainnya bisa dengan melakukan latihan relaksasi. Contohnya, deep breathing yang dapat membantu tubuh lebih rileks dan menurunkan stres.

Ada pula mindfulness dan teknik grounding 5-4-3-2-1 untuk membantu Bunda lebih fokus.

5. Batasi Pemicu Stres

Membatasi paparan media sosial dapat membantu mengurangi perasaan cemas atau yang sering memicu stres. 

Sebaiknya pilih konten yang positif dan batasi waktu layar agar pikiran lebih tenang. Selain itu, jaga komunikasi terbuka dengan pasangan atau orang terdekat Bunda tentang perasaan dan kebutuhan Bunda. 

Dukungan emosional dari orang terdekat dapat membantu mengurangi beban pikiran dan menstabilkan suasana hati selama kehamilan.

6. Rutin Cek Kehamilan

Pemeriksaan kehamilan idealnya dilakukan minimal 4 kali selama masa kehamilan, yaitu 1 kali di trimester pertama, 1 kali di trimester kedua, dan 2 kali di trimester ketiga. 

Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin membantu memastikan Bunda dan janin di kandungan dalam keadaan sehat. 

Mengetahui hal baik ini dapat menenangkan pikiran Bunda dan membantu menurunkan rasa cemas selama kehamilan.

Kapan Mood Swing Perlu Diwaspadai?

Jangan anggap sepele mood swing ibu hamil. Waspadai bila ketidakstabilan mood membuat Bunda mengalami gejala berikut:

  • Mengalami mood swing lebih dari 2 minggu. 
  • Aktivitas harian terganggu. 
  • Susah tidur. 
  • Perubahan pola makan. 
  • Kecemasan berulang.
  • Tidak mampu berkonsentrasi pada apa pun dalam waktu lama
  • Kehilangan ingatan jangka pendek.
  • Muncul pikiran untuk menyakiti diri sendiri.

Jika perubahan suasana hati selama kehamilan ini berlangsung semakin intens, lebih dari dua minggu, dan tidak juga membaik, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis lainnya. 

Pastikan Bunda daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya