Facebook Pixel Code Perkembangan Janin 25 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Perkembangan Janin 25 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 20 Mei 2025

Trimester 2
Tumbuh Kembang
Cover Image of Perkembangan Janin 25 Minggu dan Tips Menjaga Kehamilan

 

Minggu 25 kehamilan adalah fase penting dalam perkembangan janin. Di minggu ini, si Kecil mulai terlihat lebih aktif. Yuk, simak perkembangan janin 25 minggu dan tips menjaga kehamilan!

Perkembangan Janin 25 Minggu

Memasuki usia kehamilan 25 minggu, janin mengalami banyak kemajuan penting yang perlu Bunda ketahui!

1. Ukuran dan Berat Janin

Janin 25 minggu sudah seukuran terong besar dengan panjang sekitar 33–33,5 cm dari kepala hingga tumit dan berat 680 hingga 794 gram.

Jaringan lemak di bawah kulitnya juga mulai menumpuk untuk membantu mengatur suhu tubuh saat ia lahir nanti.

Ingin tahu kapan si Kecil lahir? Hitung perkiraan hari kelahiran si Kecil dengan mudah di Kalkulator Kehamilan, gratis!

2. Perkembangan Organ dan Fisik

Paru-paru si Kecil mulai berkembang lebih matang, dan pembuluh darah kecil pun mulai mengalirkan darah ke jaringan paru.

Meskipun begitu, paru-paru masih belum cukup berkembang untuk menyalurkan oksigen secara optimal ke aliran darah maupun membuang karbondioksida saat menghembuskan napas.​

Hidung dan lubang hidung si Kecil mulai berfungsi dengan baik. Ia sudah mulai berlatih pernapasan dengan cara menghirup dan mengeluarkan cairan ketuban. 

3. Perkembangan Otak

Otak janin 25 minggu berkembang pesat dengan membentuk koneksi antar saraf yang semakin kompleks. Indra seperti pendengaran dan sentuhan juga mulai bekerja lebih halus dan responsif.

Meskipun belum sepenuhnya matang, otak janin terus bertumbuh dan memperkuat fungsinya setiap hari sebagai persiapan untuk hidup di luar rahim.

4. Perkembangan Paru-paru dan Sistem Pernapasan

Pada usia kehamilan 25 minggu, paru-paru si Kecil mulai memproduksi surfaktan. Zat ini sangat penting untuk membantu paru-paru mengembang saat lahir nanti.

Tanpa surfaktan, paru-paru bayi akan sulit terbuka dan bekerja dengan baik setelah ia lahir. Itulah mengapa perkembangan ini jadi langkah besar untuk kesiapan hidup di luar rahim.

Jika si Kecil lahir prematur di usia ini, peluang bertahan hidupnya sudah jauh lebih baik. Tentunya dengan bantuan perawatan medis intensif dan dukungan alat bantu napas yang sesuai. ​

5. Perkembangan Sistem Pencernaan

Perkembangan janin 25 minggu juga menunjukkan fungsi usus yang mulai mampu menyerap partikel ke dalam aliran darah. Ini menandakan sistem pencernaannya semakin berkembang.

Saluran cerna si Kecil mulai berlatih mendorong dengan gerakan seperti gelombang, selayaknya sedang mencerna makanan..​

6. Aktivitas dan Gerakan Janin

Janin pada usia ini sangat aktif dan mulai menunjukkan respons terhadap sentuhan maupun suara. 

Tendangan atau gerakan mendadak mungkin terjadi saat terdengar suara keras, dan Bunda bisa merasakannya dari dalam perut.

Tak hanya itu, si Kecil juga sudah rutin buang air kecil ke dalam cairan ketuban. Kadang-kadang, Bunda mungkin merasakan hentakan kecil yang ternyata berasal dari cegukan mungilnya!

7. Responsif Terhadap Stimulus

Selain itu telinga janin usia 25 minggu sudah berkembang cukup baik. Ia mulai bisa mengenali suara, terutama suara rendah dari lingkungan sekitar.

Suara pertama yang didengar si Kecil justru berasal dari dalam tubuh Bunda. Misalnya suara detak jantung, napas, dan aliran darah Bunda sendiri.

Rangsangan suara ini penting untuk bantu perkembangan otak si Kecil. Terutama di bagian yang berfungsi mengenali dan memproses suara setelah lahir nanti.

Perubahan Bunda di Usia Kehamilan 25 Minggu

Bunda, di usia janin 25 minggu, berat badan bisa bertambah sekitar 0,5 kg per minggu. Hal ini wajar karena si Kecil juga terus tumbuh di dalam rahim.

Pertumbuhan rahim yang semakin besar bisa membuat Bunda merasa sesak napas ringan. Gejala lain yang umum dirasakan antara lain nyeri punggung dan kram kaki.

Secara emosional, Bunda juga mungkin merasa lebih sensitif atau mudah cemas. Perubahan hormon dalam tubuh bisa memengaruhi suasana hati dari waktu ke waktu. 

Mengelola stres dengan baik, beristirahat cukup, dan berbagi perasaan dengan orang terdekat dapat membantu menjaga keseimbangan emosional selama kehamilan. 

Cara Merawat Kehamilan agar Janin 25 Minggu Tumbuh Optimal

Selain tahu perkembangan janin 25 minggu, Bunda juga perlu memastikan ia tumbuh dengan optimal dan sehat. Berikut beberapa cara sederhana yang bisa Bunda lakukan!

1. Jaga Pola Makan Sehat

Pada trimester kedua, Bunda disarankan untuk mengonsumsi makanan kaya nutrisi seperti protein, zat besi, kalsium, folat, dan omega-3 untuk mendukung pertumbuhan janin dan kesehatan. ​

Cobalah menghindari makanan mentah, ikan tinggi merkuri, dan makanan olahan berlebihan untuk mencegah risiko infeksi dan komplikasi kehamilan. ​

2. Teruskan Konsumsi Asam Folat

Lanjutkan konsumsi asam folat di trimester 2 untuk melindungi janin dari risiko cacat tabung saraf seperti spina bifida dan anensefali.

Menurut CDC, asupan asam folat yang cukup dapat menurunkan risiko kelainan hingga 50%, bahkan hingga 70% jika Bunda pernah memiliki anak dengan kondisi tersebut sebelumnya.

Bunda bisa mengonsumsi makanan tinggi folat seperti susu hamil seperti SGM Bunda High Iron & DHA, hati sapi, lentil, bayam, dan kacang-kacangan. 

SGM Bunda

Susu untuk Ibu Hamil dan Menyusui
Tinggi Zat Besi dan Asam Folat
Dengan Rasa yang Lezat 

Cari Tahu di Sini!

Susu SGM Bunda bisa bantu penuhi 20% kebutuhan asam folat ibu hamil di trimester 2. 

3. Lanjutkan Konsumsi Zat Besi

Pada dua trimester terakhir kehamilan, kebutuhan zat besi meningkat drastis hingga lebih dari 1.000 mg.

Artinya, tubuh Bunda harus menyerap sekitar 6 mg zat besi per hari untuk untuk mendukung pertumbuhan janin dan volume darah yang meningkat. ​

Oleh karena itu, terus konsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah tanpa lemak, bayam, serta konsultasikan dengan dokter mengenai konsumsi suplemen zat besi saat hamil bila diperlukan.

Baca Juga: Gejala Anemia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

4. Teruskan Konsumsi DHA

DHA atau asam lemak omega-3 sangat penting untuk si Kecil. Zat ini bantu perkembangan otak dan matanya, terutama di trimester ketiga.

Kebutuhan DHA makin meningkat seiring bertambahnya usia kehamilan.

Risiko kekurangan DHA saat hamil bisa cukup serius, salah satunya meningkatkan risiko bayi lahir prematur dan depresi setelah melahirkan. 

5. Olahraga Ringan

Olahraga ringan seperti jalan kaki, yoga prenatal, atau berenang aman dilakukan di trimester kedua untuk bantu jaga kebugaran dan kurangi stres.

Selain menyehatkan, olahraga juga bisa bantu Bunda tidur lebih nyenyak dan merasa lebih bugar. Tapi pastikan dilakukan sesuai kemampuan ya, Bun.

Hindari aktivitas berat atau olahraga yang berisiko jatuh. Ini penting untuk menjaga keselamatan Bunda dan si Kecil dalam kandungan. ​

6. Jaga Kesehatan Mental dan Kelola Stres

Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi emosi Bunda, sehingga penting untuk mengenali dan mengelola stres dengan baik. ​

Teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, dan dukungan dari pasangan atau keluarga dapat membantu menjaga keseimbangan emosional.

​Baca Juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Mental Ibu Rumah Tangga

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan USG di trimester kedua penting untuk memantau tumbuh kembang si Kecil. Dokter juga akan melihat posisi plasenta dan jumlah air ketuban, Bun.

USG membantu memastikan kondisi janin tetap sehat dan sesuai tahap perkembangannya. Pemeriksaan ini biasanya rutin dilakukan oleh dokter kandungan.

Segera periksa ke dokter jika Bunda mengalami pendarahan, nyeri perut hebat, sakit kepala berat, penglihatan kabur, atau gerakan janin berkurang.

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya