Kapan janin mulai bergerak dalam kandungan? Tak sedikit ibu hamil yang penasaran dan bertanya-tanya mengenai hal ini. Yuk, pantau pertumbuhan janin di artikel ini!
Kapan Janin Mulai Bergerak?
Janin sebenarnya sudah mulai bergerak pertama kali di usia kehamilan 12 minggu, tapi Bunda mungkin tidak menyadarinya karena ukurannya yang masih kecil.
Jadi, kapan janin mulai bergerak? Umumnya, pergerakan janin mulai terasa pertama kali dalam kandungan di antara minggu ke-16 bila Bunda sudah pernah hamil sebelumnya, sampai minggu ke-25 bila ini kehamilan pertama.
Jika Bunda belum merasakan gerakan janin pada usia 18-20 minggu, tidak perlu khawatir karena rentang normal untuk merasakan gerakan janin adalah antara 13-25 minggu kehamilan.
Di awal kehamilan, Bunda mungkin hanya merasa gerakan seperti berdebar yang hanya terjadi sesekali. Biasanya, gerakan janin lebih terasa saat Bunda dalam posisi duduk atau berbaring.
Gerakan Awal Janin Seperti Apa?
Gerakan pertama janin biasanya terasa seperti sensasi geli, seolah ada kupu-kupu terbang di dalam perut. Ada juga yang merasakan kedutan halus, bahkan sensasi seperti ada ikan yang berenang di dalam perut.
Pada trimester pertama kehamilan, Bunda jarang merasakan gerakan bayi. Namun seiring usia kehamilan bertambah, janin juga semakin aktif dan setiap gerakannya pun bisa dibedakan.
Pada trimester kedua dan ketiga, gerakan bayi sudah lebih jelas. Bahkan, Bunda sudah dapat merasakan tendangan, pukulan, dan sikut bayi.
Kemudian trimester ketiga, bayi dapat bergerak kurang lebih sebanyak 30 kali per jam. Meski begitu, setiap kehamilan bisa memberikan pengalaman gerakan janin yang berbeda, Bun.
Tabel Tahapan Gerakan Janin Berdasarkan Usia Kehamilan
Janin akan mengalami tahapan demi tahapan untuk bergerak sejak usia kehamilan Bunda memasuki trimester kedua awal. Berikut fase gerakan janin sesuai usia kehamilan:

Baca Juga: Tahapan Tumbuh Kembang Janin Selama Kehamilan
Bagaimana Cara Memantau Gerakan Janin?
Jika sebelumnya Bunda bertanya kapan janin mulai bergerak di dalam kandungan, kini setelah merasakan rutin gerakannya (biasanya di minggu ke-28), saatnya melakukan pemantauan.
Bunda bisa menilai gerakan normal janin serta menghitung gerakannya sendiri di rumah dengan cara berikut:
- Pertama-tama, pilihlah waktu bayi Bunda paling aktif bergerak (misalnya, setelah Bunda makan).
- Buat posisi Bunda senyaman mungkin, bisa duduk di kursi atau berbaring miring. Bila berbaring, usahakan untuk berbaring menghadap ke kiri agar sirkulasi darah ke bayi berjalan lebih baik.
- Selanjutnya, Bunda bisa menghitung apakah gerakan janin mencapai 10 kali dalam waktu 2 jam (count to ten).
- Lakukan cara menghitung gerakan janin ini sejak usia kehamilan 28 minggu. Pastikan Bunda melakukannya di waktu yang sama setiap hari agar lebih akurat.
Janin umumnya bergerak paling aktif, seperti menendang, menggeliat, atau jungkir balik, di pukul 9 malam sampai 1 pagi dini hari, saat Bunda bersantai, sedang makan, atau bahkan sudah tertidur lelap.
Tips Merangsang Gerakan Janin
Ada beberapa cara yang bisa Bunda lakukan untuk membantu merangsang agar janin bergerak di dalam kandungan, di antaranya berikut ini:
- Memutar musik lembut.
- Berbicara dengan janin dan usap perut.
- Berjalan-jalan atau menggerakkan tubuh.
- Makan atau minum minuman manis.
- Berbaring miring ke kiri untuk memaksimalkan aliran darah.
Menambahkan nutrisi penting, seperti DHA dan asam folat, untuk bantu perkembangan saraf janin serta zat besi agar suplai oksigen ke janin tetap optimal. Salah satu cara untuk memenuhi nutrisi selama kehamilan bisa dengan minum susu SGM Bunda High-Iron, Bun.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Kapan Harus Waspada Jika Janin Tidak Bergerak?
Jika sudah memasuki minggu ke-25 usia kehamilan dan tidak merasakan gerakan apa pun di perut, tak perlu panik dan cemas, Bun. Ini bukan berarti janin tidak tumbuh dan berkembang kok.
Dalam beberapa kasus, bayi akan jarang bergerak dibandingkan dengan bayi lainnya. Jadi, ini bukanlah sesuatu yang buruk. Bunda perlu waspada bila gerakan janin menunjukkan tanda berikut:
- Janin bergerak sudah stabil dan Bunda sudah mengenal pola pergerakan bayi, tapi kemudian melambat dan semakin hilang.
- Gerakan janin terasa kurang dari 10 kali dalam kurun waktu 2 jam.
- Gerakan tiba-tiba berhenti selama lebih dari 12 jam setelah usia kehamilan 28 minggu.
- Janin bergerak lebih lambat dari biasanya selama 2 hari berturut-turut.
Baca Juga: 5 Pantangan untuk Ibu Hamil Trimester 2
Nah, sekarang Bunda sudah tahu kapan janin mulai bergerak. Jangan ragu untuk menghubungi dokter kandungan untuk memeriksakan kondisi si Kecil jika terjadi tanda-tanda yang mengkhawatirkan.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!