Anemia pada ibu hamil muncul ketika hemoglobin rendah akibat meningkatnya kebutuhan selama kehamilan. Kondisinya ditandai lelah, pucat, pusing, hingga sesak napas, dan dapat meningkatkan risiko persalinan prematur serta bayi lahir dengan berat rendah. Pencegahan dilakukan dengan rutin minum tablet Fe, mengonsumsi makanan tinggi zat besi (daging, sayuran hijau), asam folat, vitamin C dan B12, serta menjalani kontrol kehamilan teratur.
Apa Itu Anemia?
Anemia adalah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin, yang menyebabkan organ kekurangan oksigen.
Ini adalah masalah kesehatan umum yang memengaruhi semua kelompok usia, salah satunya ibu hamil.
Menurut hasil Riset Kesehatan Dasar 2018, jumlah kasus anemia pada ibu hamil di Indonesia mencapai 48,9% dan paling banyak dialami oleh ibu hamil usia 20-44 tahun.
Menurut WHO, ibu hamil disebut mengalami anemia jika jumlah hemoglobin (Hb) kurang dari 11 g/dL pada trimester 1 dan 3 dan kurang dari 10,5 g/dL pada trimester 2.
Jenis-Jenis Anemia pada Ibu Hamil
Ada banyak jenis anemia pada ibu hamil yang dikelompokkan berdasarkan penyebabnya. Penyebab yang berbeda ini membuat cara mengatasi anemia pada ibu hamil juga berbeda.
Berikut ini beberapa jenis anemia pada ibu hamil yang perlu Bunda waspadai:
|
Jenis Anemia
|
Penyebab
|
Dampak
|
Solusi
|
|
Anemia defisiensi besi
|
Kekurangan asupan zat besi
|
Mudah lelah, risiko berat badan bayi rendah
|
- Suplemen zat besi sesuai anjuran dokter
- Makanan mengandung zat besi
|
|
Anemia defisiensi folat
|
Kekurangan asupan asam folat
|
Risiko cacat tabung saraf atau gangguan perkembangan saraf
|
- Suplemen folat
- Makanan yang mengandung asam folat, seperti sayuran hijau
|
|
Anemia defisiensi vitamin B12
|
Kekurangan asupan vitamin B12 (biasanya dari produk hewani)
|
Risiko cacat tabung saraf, berat badan lahir bayi rendah
|
- Perbanyak konsumsi protein hewani
- Suplemen vitamin B12 sesuai anjuran dokter
|
|
Anemia hemolitik
|
Penyakit autoimun
|
Sel darah merah dihancurkan lebih cepat dari usianya, risiko ibu hamil mengalami kuning dan lemas parah
|
Observasi dan terapi dari dokter
|
Baca Juga: Pantangan Ibu Hamil Trimester 2 dan Tips agar Kehamilan Sehat
Penyebab Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil umumnya dipicu kekurangan nutrisi penting seperti zat besi, asam folat, serta vitamin B12 dan B6 akibat pola makan kurang baik, perdarahan, penyakit seperti gangguan ginjal atau autoimun, kehamilan kembar, jarak kehamilan terlalu dekat, masalah penyerapan nutrisi, serta kebiasaan mengonsumsi teh atau kopi berlebihan. Semua faktor tersebut menurunkan produksi sel darah merah dan hemoglobin.
1. Kekurangan Zat Besi
Penyebab anemia pada ibu hamil yang paling banyak terjadi adalah kekurangan zat besi.
Menurut Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia, hampir 50% kasus anemia pada ibu hamil disebabkan kekurangan zat besi.
Zat besi adalah salah satu komponen untuk membentuk hemoglobin. Jika asupannya kurang, tubuh jadi tidak bisa memproduksi sel darah merah dalam jumlah cukup.
2. Kekurangan Asam Folat
Selain zat besi, asam folat juga dibutuhkan tubuh dalam pembentukan sel darah merah. Itu sebabnya, kekurangan asam folat bisa jadi penyebab anemia pada ibu hamil.
Kekurangan asam folat selama masa kehamilan juga dapat meningkatkan risiko masalah perkembangan saraf pada janin yang dikandung.
3. Kekurangan Vitamin B12
Kekurangan vitamin B12 juga bisa menyebabkan Bunda berisiko mengalami anemia defisiensi B12. Biasanya, kondisi ini terjadi akibat pola makan yang jarang mengonsumsi protein hewani.
Itu sebabnya, Bunda yang vegetarian mungkin lebih berisiko mengalaminya.
4. Peningkatan Volume Darah
Saat hamil, volume darah meningkat 30–50% untuk membantu memenuhi nutrisi bayi. Penambahan volume ini seringnya datang dari plasma darah, sehingga kadar sel darah merah jadi turun.
Ini adalah kondisi yang normal. Namun, Bunda perlu memenuhi makan makanan kaya asam folat, vitamin B12, dan zat besi agar tubuh mampu memproduksi sel darah merah.
Dengan demikian, tubuh bisa menyeimbangkan jumlah eritrosit dengan jumlah plasma darah.
Gejala Anemia pada Ibu Hamil
Ibu hamil yang mengalami anemia biasanya mudah lelah, tampak pucat, sering pusing, sesak, jantung berdebar, hingga merasa dingin di tangan dan kaki. Gejala lain dapat berupa sulit fokus, kuku mudah patah, rambut rontok, sariawan, atau perubahan rasa. Kondisi ini muncul karena kadar hemoglobin rendah sehingga pasokan oksigen berkurang.
Beberapa gejala anemia pada ibu hamil yang umum dirasakan, antara lain:
- Tubuh lemas, letih, lesu, dan tidak bertenaga
- Pusing atau sakit kepala
- Wajah, bibir, kulit, dan kuku tampak pucat
- Sesak napas
- Jantung berdebar cepat
- Tangan dan kaki terasa dingin
- Mudah memar
- Sulit fokus dan mudah mengantuk
Jika merasakan tanda-tanda tersebut, sebaiknya segera periksa ke dokter.
Faktor yang Meningkatkan Risiko Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil terbilang cukup umum. Namun, risiko anemia pada kehamilan bisa semakin tinggi jika:
- Kurang makan makanan bergizi seimbang
- Kurang asupan zat besi, vitamin B12, dan asam folat
- Hamil kembar
- Mengalami menstruasi yang cukup banyak sebelum kehamilan
- Mual dan muntah hebat saat hamil (hiperemesis gravidarum)
- Sudah anemia sebelum hamil
- Jarak kehamilan terlalu dekat
- Hamil di usia yang sangat muda
Bunda juga bisa langsung cek risiko kekurangan zat besi Bunda secara gratis di Kalkulator Zat Besi. Hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat Bunda bisa tahu apakah kebutuhan zat besi selama kehamilan sudah tercukupi dan seberapa besar risiko kekurangannya.
Bahaya Anemia pada Ibu Hamil
Anemia pada ibu hamil berbahaya karena mengurangi suplai oksigen dan nutrisi, sehingga meningkatkan risiko persalinan prematur, BBLR, dan anemia pada bayi. Pada ibu, kondisi ini dapat memicu perdarahan pascapersalinan, infeksi, kelelahan berat, depresi postpartum, hingga kematian ibu atau janin.
Beberapa bahaya anemia pada ibu hamil yang harus diwaspadai, antara lain:
Risiko pada Janin
- Berat badan lahir bayi rendah
- Pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restriction/IUGR)
- Risiko lahir prematur
- Peningkatan risiko infeksi pada bayi baru lahir
- Masalah pernapasan pada bayi
- Gangguan perkembangan otak janin
- Ketuban pecah dini
Risiko pada Ibu
- Mudah lelah dan pingsan
- Produksi ASI sedikit
- Risiko perdarahan selama kehamilan
- Risiko keguguran
- Komplikasi persalinan
- Perdarahan persalinan
- Risiko preeklampsia
- Risiko diabetes gestasional
- Aritmia (gangguan irama jantung)
Cara Mengatasi Anemia pada Ibu Hamil
Kabar baiknya, cara mengatasi anemia pada ibu hamil cukup sederhana selama Bunda mengikuti arahan dari dokter, di antaranya:
1. Konsumsi Makanan Tinggi Zat Besi
Cara mengatasi anemia pada ibu hamil akibat kekurangan zat besi adalah mengonsumsi makanan tinggi zat besi.
Umumnya, zat besi yang berasal dari produk hewani lebih mudah diserap, tapi Bunda tetap bisa mendapatkannya dari sumber nabati.
Beberapa makanan tinggi zat besi untuk ibu hamil, antara lain:
- Daging merah tanpa lemak
- Ayam atau unggas tanpa kulit
- Ikan dan makanan laut lainnya, seperti kerang
- Sayuran hijau, seperti bayam, kangkung, sawi
- Kacang-kacangan, seperti kacang polong, kacang merah, kacang kedelao
- Telur
- Sereal terfortifikasi
2. Perbanyak Vitamin C untuk Memaksimalkan Penyerapan Besi
Bunda juga bisa mengombinasikan makanan tinggi zat besi dengan makanan dan minuman yang tinggi vitamin C. Menurut jurnal Nutrients (2021), vitamin C dapat membantu menyerap zat besi dengan lebih baik.
Vitamin C bisa dengan mudah ditemukan di buah dan sayur, seperti:
- Jeruk atau lemon
- Buah beri, seperti stroberi, blueberry, dan raspberry
- Tomat
- Pepaya
- Kiwi
- Brokoli
- Paprika
- Bayam
Baca Juga: 16 Buah yang Mengandung Zat Besi untuk Ibu Hamil
3. Konsumsi Vitamin Hamil
Biasanya, untuk memastikan kebutuhan nutrisi ibu hamil terpenuhi dan mengatasi anemia yang terjadi, dokter juga akan meresepkan berbagai vitamin saat hamil sesuai dengan kebutuhan.
Beberapa jenis vitamin hamil yang umum diresepkan, antara lain:
- Zat besi
- Folat
- Vitamin B12
- Vitamin C
- Vitamin D
4. Minum Suplemen Zat Besi sesuai Dosis
Untuk mencegah anemia pada ibu hamil, ataupun mengatasinya, dokter bisa meresepkan suplemen zat besi.
Saat hamil, Bunda akan membutuhkan 27 mg zat besi/hari. Namun, tanyakan dokter untuk dosis yang tepat sesuai kebutuhan, ya.
Suplemen zat besi sebaiknya diminum bersamaan dengan air putih. Hindari meminumnya dengan teh, kopi, atau susu, termasuk dibarengi dengan suplemen kalsium karena bisa mengganggu penyerapannya.
5. Minum Susu Ibu Hamil yang Diperkaya Zat Besi & Asam Folat
Selain konsumsi suplemen, Bunda juga bisa minum susu hamil yang telah difortifikasi dengan zat besi, asam folat, dan vitamin C untuk menambah asupan nutrisi penting yang mendukung pembentukan sel darah merah.
Cara Mencegah Anemia pada Ibu Hamil
Cara mencegah anemia pada ibu hamil bisa Bunda lakukan sejak kehamilan belum terjadi. Beberapa cara yang bisa Bunda lakukan, yaitu:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang, terutama yang kaya zat besi, sejak sebelum hamil
- Rutin minum vitamin hamil sesuai anjuran dokter
- Rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, termasuk pemeriksaan Hb jika berisiko tinggi
- Hindari minum teh atau kopi dekat dengan waktu makan
- Istirahat cukup
- Kendalikan stres
- Minum susu hamil yang terfortifikasi zat besi, vitamin C, dan asam folat.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Kapan Harus ke Dokter?
Jika mengalami anemia saat hamil, Bunda perlu segera ke dokter bila:
- Gejala anemia semakin berat
- Mudah pingsan atau sesak napas
- Kadar hemoglobin (Hb) < 10,5 g/dL
- Tidak membaik setelah konsumsi suplemen
Bunda juga bisa mendaftar dan bergabung jadi member Klub Generasi Maju untuk mendapatkan akses gratis ke ratusan artikel kehamilan dan parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli.
Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!