Facebook Pixel Code Apa Itu Growth Spurt, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Apa Itu Growth Spurt, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 16 Agustus 2022

Diperbarui: 22 September 2025

0 - 3 Bulan
Kesehatan
Cover Image of Apa Itu Growth Spurt, Tanda, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

 

Growth spurt adalah fase pertumbuhan fisik bayi yang sangat pesat dan seringkali membuatnya lebih rewel. Lantas, bagaimana cara menangani bayi dalam fase pacu tumbuh ini?

Apa Itu Growth Spurt?

Growth spurt atau pacu tumbuh adalah fase lonjakan pertumbuhan yang berdampak pada pesatnya kenaikan panjang dan berat badan bayi. 

Bunda tak perlu khawatir karena kondisi ini normal dan merupakan bagian alami dari perkembangan bayi. 

Secara fisik, pacu tumbuh terjadi karena tulang dan ototnya sedang terbentuk, dan nutrisi yang mereka konsumsi menciptakan lemak di dalam tubuhnya. 

Kapan Growth Spurt Terjadi?

Pacu tumbuh terjadi beberapa kali di tiap tahapan usia, mulai dari bayi, masa kanak-kanak hingga mencapai kematangan fisik (antara usia 15-20 tahun).

Fase growth spurt terjadi selama tahun pertama kehidupan si Kecil. Setiap bayi mengalami pacu tumbuh di waktu yang berbeda, tapi fase ini biasanya terjadi di usia-usia berikut:

  • 2-3 minggu
  • 6 minggu
  • 3 bulan
  • 6 bulan
  • 9 bulan

 

Tanda-Tanda Growth Spurt pada Bayi

 

Satu kali periode pacu tumbuh biasanya berlangsung selama 2–3 hari. Berikut tanda growth spurt yang mungkin Bunda sadari: 

1. Selalu Ingin Menyusu

Proses pertumbuhan yang pesat membutuhkan lebih banyak cadangan energi sehingga bayi akan melakukan cluster feeding. Apa itu cluster feeding

Cluster feeding adalah kondisi ketika bayi akan minta menyusu lebih lama dan lebih sering. Ini bisa terjadi tiap 30–60 menit sekali. 

Maka, ketika biasanya si Kecil menyusu 8 kali sehari, di fase ini si Kecil bisa menyusu hingga sekitar 12–18 kali sehari dan dengan volume yang bisa lebih banyak.

2. Lebih Rewel

Selama fase growth spurt, bayi sangat mungkin menjadi lebih rewel saat menyusu. Ia akan menyedot ASI sebentar, lalu melepaskan puting, dan mengulanginya terus-menerus.

Ini kemungkinan terjadi karena produksi ASI Bunda belum sepenuhnya menyesuaikan dengan lonjakan kebutuhan menyusu si Kecil yang tiba-tiba meningkat. 

Selain itu, produksi ASI juga bisa terganggu jika Bunda merasa kelelahan atau kurang istirahat selama fase pacu tumbuh ini.

3. Tidur Siang Lebih Lama

Sebelum dan selama fase pacu tumbuh ini, bayi dapat tidur lebih lama. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa selama fase ini jam tidur bayi bisa sampai 4,5 jam lebih lama.

Maka dari itu, si Kecil akan tidur siang lebih panjang dari biasanya. Bahkan ada yang jadi lebih jarang terbangun di malam hari. Hal ini terbilang bagus, mengingat produksi hormon pertumbuhan lebih banyak saat tidur. 

Bayi tidur terus juga menjadi pertanda tubuhnya sedang berusaha menghemat energi agar bisa dipakai maksimal untuk mengoptimalkan pertumbuhannya.

4. Sering Terbangun di Malam Hari

Sebagian bayi mengalami pacu tumbuh tidur lebih banyak. Tetapi ada juga bayi yang justru menjadi lebih susah tidur nyenyak dan rewel, terutama di malam hari. 

Hal ini biasanya terjadi karena si Kecil merasa lebih sering lapar sehingga ia terbangun berkali-kali untuk menyusu. 

Selain itu, jadwal bangun di pagi hari pun mungkin menjadi lebih awal dari biasanya. Perubahan pola tidur ini biasanya akan kembali normal dengan sendirinya dalam beberapa hari. 

5. Berat Badan dan Panjang Badan Bertambah Pesat

Selama periode ini, berat badan bayi bertambah sekitar 140–230 gram dalam seminggu dan diperkirakan BB-nya akan bertambah 2–3 kali lipat dari berat lahirnya pada usia sekitar 5 bulan.

Panjang badan bayi juga cenderung bertambah pesat. Tapi perlu diingat, pertambahan berat dan panjang tubuh masing-masing bayi juga dapat berbeda.

Selama Bunda rutin memeriksakan si Kecil ke dokter anak maupun puskesmas dan didapati BB bayi normal, maka tidak perlu khawatir.

Baca Juga: Tabel Berat Badan Bayi Normal Menurut WHO Sesuai Usianya

6. Ingin Digendong Terus

Selama fase pacu tumbuh, si Kecil mungkin menjadi lebih lengket pada Bunda. Ia sering minta dipeluk dan digendong sepanjang hari, serta akan menangis ketika diletakkan.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, perilaku ini mungkin terjadi karena si Kecil merasa kewalahan dan kelelahan. 

Sebab, energi yang ia miliki sebagian besar digunakan untuk mendukung proses pertumbuhannya yang pesat.

7. Tidak Disertai Tanda Sakit

Bayi mengalami perubahan secara fisik yang memengaruhi perubahan pola tidur, pola makan, dan emosi selama fase pacu tumbuh berlangsung. 

Namun perubahan fisik tersebut tidak akan menimbulkan rasa sakit maupun nyeri pada tubuh. Tidak pula menyebabkan demam, diare, dan tanda sakit lainnya. 

Si Kecil hanya akan menjadi lebih rewel selama 2–3 hari. Tapi, jika rewel berlangsung lebih dari seminggu (walaupun tanpa disertai tanda sakit), sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter.

Midbanner growth spurt

Cara Mengatasi Growth Spurt dengan Tepat

Menghadapi bayi di masa pacu tumbuh memang cukup menantang. Berikut tips menghadapi fase pacu tumbuh pada bayi yang bisa Bunda lakukan:

1. Susui Lebih Sering dengan Perlekatan yang Benar

Selama fase ini, bayi bisa menyusu per 30 menit sekali atau hingga 18 kali sehari. Jadi, penting agar Bunda memenuhi kebutuhan menyusui si Kecil selagi mampu.

Agar gizi yang didapatkannya optimal, pastikan cara menyusui dan pelekatan bayi sudah tepat sehingga ASI dapat masuk dengan maksimal dan si Kecil pun cepat merasa kenyang. 

2. Pastikan Bayi Cukup Tidur

Setelah menyusui, usahakan segera menidurkan bayi hingga lelap. Bukan hanya agar si Kecil tidak rewel, tapi juga memberi waktu bagi tubuhnya memulai proses percepatan tumbuh dan memberi Bunda waktu beristirahat. 

Buat si Kecil nyaman dengan menggendong dan mengayunnya sampai tertidur. Jangan lupa, berikan suasana tidur yang nyaman untuk menghindari ia terbangun dan rewel berkepanjangan di malam hari.

Misalnya buat suhu ruangan menjadi lebih sejuk, redupkan lampu, dan meminimalisir kebisingan agar si Kecil bisa tidur dengan nyenyak.

3. Tenangkan Bayi dengan Pelukan dan Skin-to-Skin

Tenang adalah kunci utama menghadapi bayi yang mengalami fase growth spurt. Hal ini karena si Kecil memiliki ikatan batin yang kuat dengan Bunda. 

Jika Bunda panik, bayi bisa semakin rewel. Namun jika Bunda tenang, si Kecil pun ikut merasakan hal yang sama. 

Baca Juga: Penyebab Weight Faltering pada Bayi, Akibat, & Cara Mengatasi

4. Bergantian dengan Ayah untuk Menenangkan Bayi

Tak dapat dipungkiri, fase pacu tumbuh yang terjadi pada sebagian besar bayi membuat orang tua cukup kewalahan menghadapinya. 

Terutama Bunda yang harus menyusui si Kecil lebih sering. Bahkan pada dini hari. 

Jika Bunda kelelahan, tak ada salahnya meminta Ayah atau orang lain di sekitar Bunda untuk bergantian menenangkan si Kecil. Dengan begitu, Bunda dapat beristirahat sejenak.

5. Penuhi Kebutuhan Nutrisi Ibu Menyusui

Berhubung fase percepatan tumbuh membuat si Kecil menyusu lebih sering, artinya Bunda perlu mencukupi kebutuhan nutrisi dengan mengonsumsi makanan bergizi setiap hari.

Cara ini dilakukan agar ASI Bunda semakin berkualitas, sehingga bayi pun mendapat asupan yang baik untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya di masa ini. 

Nutrisi yang terpenuhi dengan baik saat menyusui akan menghasilkan ASI tinggi lemak dan kalori. Asupan ekstra ini bisa membuat si Kecil lebih cepat kenyang dan berat badannya naik.

6. Rutin Cek Pertumbuhan Bayi

Untuk menghadapi pacu tumbuh dan memastikan bayi bertumbuh sesuai usianya, Bunda perlu membawanya ke pusat kesehatan secara rutin untuk pengukuran. Berikut jadwalnya: 

  • Usia 0–12 bulan: 1 bulan sekali. 
  • Usia 12–36 bulan: 3 bulan sekali.
  • Usia 36–72 bulan: 6 bulan sekali
  • Usia 72 bulan ke atas: 1 tahun sekali. 

Sekarang Bunda tidak perlu khawatir berlebihan ketika si Kecil tiba-tiba lebih rewel dan minta ASI lebih banyak ya, sebab Bunda tahu berarti ia sedang berada dalam fase pacu tumbuh. 

Baca Juga: 9 Cara Menaikkan Berat Badan Bayi yang Benar

Perbedaan Growth Spurt dan Kolik

Kolik dan pacu tumbuh sama-sama membuat bayi lebih rewel dan menangis. Namun, pemicu kedua kondisi ini berbeda.

  • Pacu tumbuh: Dipicu rasa lapar dan keinginan menyusu. Bayi akan tenang setelah kenyang. 
  • Kolik: Dipicu gangguan pencernaan atau overstimulasi. Tangisan kolik berdurasi lebih panjang, lebih sering, dan lebih sulit ditenangkan bahkan dengan disusui.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

Bayi dalam fase pacu tumbuh memang cenderung lebih rewel daripada hari-hari biasanya. Namun, Bunda perlu waspada ketika bayi rewel terlalu lama dan disertai tanda-tanda berikut ini:

  • Rewel pada bayi berlangsung lama dan tampak tidak nyaman. 
  • Bayi sering menangis, mudah tidak nyaman, serta rewel yang berlangsung lebih dari seminggu. 
  • Bayi mengalami gejala sakit, seperti demam, diare, muntah, dan tampak lemas. 
  • Kenaikan berat dan panjang badan tidak sesuai kurva pertumbuhan. 

Supaya Bunda tidak salah langkah dalam menjaga kesehatan si Kecil, bergabunglah sebagai member Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses informasi kesehatan bayi yang lengkap dan terpercaya.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya