Penting untuk Bunda memahami bagaimana cara menaikkan berat badan bayi. Sebab, kenaikan berat badan adalah salah satu tolak ukur perkembangan di 1000 HPK anak.
Berapa Kenaikan Berat Badan Bayi per Bulan?
Berikut uraian kenaikan berat badan bayi berdasarkan usianya:
- Usia 0-3 bulan: Naik sekitar 800-900 gram per bulan.
- Usia 4 bulan: Naik sekitar 600 gram.
- Usia 5 bulan: Kenaikan berat badan bayi sekitar 500 gram.
- Usia 6 bulan: Kenaikan berat badan sekitar 400 gram per bulan.
- Usia 7-9 bulan: Naik sekitar 250-400 gram per bulan.
Untuk usia 0-3 bulan pertambahan berat badan paling tidak 30 gram/hari. Lalu, pada usia 3-6 bulan bayi umumnya akan mengalami growth spurt (pacu tumbuh) yang menyebabkan pertambahan berat badan 20-30 gram per hari.
Baca Juga: Tabel Berat Badan Bayi Normal (0-12 Bulan) Menurut WHO
Cara Menaikkan Berat Badan Bayi yang Ideal
Ada beberapa cara menaikkan berat badan bayi yang dapat Bunda lakukan untuk membantu si Kecil mencapai BB idealnya mengikuti patokan di atas, antara lain:
1. Perbaiki Perlekatan saat Menyusui
Agar berat badan bayi naik, yang paling penting adalah seberapa baik perlekatan menyusuinya. Jika bayi cukup ASI, berat badannya pun akan naik.
Untuk melakukan perlekatan yang benar Bunda dapat:
- Bayi dipegang dengan satu lengan. Kepala berada di dekat lengkungan siku Bunda dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan tangan yang sama.
- Posisikan mulut bayi di depan puting dan pastikan perut bayi menempel pada tubuh Bunda.
- Selanjutnya, letakkan tangan si Kecil melingkari pinggang Bunda. Pastikan tangan bayi yang dibawah tidak tertekuk dan terhimpit.
- Posisikan telinga dan lengan bayi yang di atas pada satu garis lurus.
- Pastikan sebagian besar areola, terutama yang bagian bawah, masuk ke dalam mulut bayi.
- Dagu si Kecil menempel ke payudara Bunda. Bibir bayi terlipat keluar.
- Bayi tidak boleh kempot. Kalau kempot, berarti ia menghisap angin, bukan ASI.
- Pastikan tidak terdengar bunyi decak. Hanya boleh terdengar bunyi menelan.
2. Perbanyak Frekuensi Menyusui
Pertumbuhan berat badan bayi masih dikatakan normal jika masih mengonsumsi ASI secara normal, yakni sekitar 8-12 kali sehari dan menghisap selama minimal 10 menit setiap menyusu.
Cara menaikkan berat badan bayi adalah dengan memperbanyak frekuensi menyusui.
Bila memungkinkan, berikan ASI setiap 2-3 jam dan setiap kali si Kecil menunjukkan tanda-tanda lapar. Dalam sekali menyusui pastikan ia menghisap secara teratur dengan durasi 20 menit.
Baca Juga: Cara Mudah Menyendawakan Bayi Setelah Minum Susu
3. Jangan Berikan Empeng
Memberikan empeng mungkin bisa memudahkan Bunda mengerjakan hal lain.
Namun, ngempeng dapat membuat bayi kembung, dan bingung puting sehingga bayi menolak menyusu. Hal ini dapat membuat pertambahan berat badan si Kecil terganggu.
4. Tingkatkan Produksi ASI
Meningkatkan produksi ASI dengan memompanya bisa menjadi salah satu cara menaikkan berat badan bayi yang efektif.
Apabila Bunda bekerja sehingga tidak bisa menyusui secara langsung, pastikan Bunda memompa ASI 3-4 jam sekali.
Kemudian, Bunda juga dapat mengonsumsi makanan yang dapat bantu menambah produksi ASI seperti daun katuk, alfalfa, bayam, brokoli, bawang, dan kacang arab.
Baca Juga: Pentingnya 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) untuk si Kecil
5. Jangan Gonta-Ganti Puting Saat Menyusui
Agar si Kecil bisa mendapatkan ASI sesuai kebutuhannya, jangan cepat-cepat berganti puting jika ia belum selesai menyusu di salah satu sisi payudara.
Membiasakan “bolak-balik menyusu”, yaitu menyusu pada satu payudara selama beberapa menit, lalu pada payudara lainnya, dan kembali lagi dapat mengganggu bayi mendapatkan cukup hindmilk yang kaya kalori.
Bayi akan mendapatkan lebih banyak hindmilk saat menyusui secara telaten sampai kenyang pada satu payudara.
Jika si Kecil terlihat mengantuk saat menyusu, coba gelitik kakinya dengan lembut, mengganti posisi menyusui, mengganti popoknya, atau sendawakan si Kecil.
6. Berikan MPASI Bergizi dan Tinggi Kalori
Memasuki usia 6 bulan, bayi akan membutuhkan MPASI kaya nutrisi seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral untuk memenuhi kebutuhan energi hariannya.
Cara menaikkan berat badan bayi bisa dengan memberikan bahan MPASI tinggi kalori, yaitu:
- Alpukat
- Pisang
- Mangga
- Telur
- Full cream yogurt tanpa tambahan gula
- Ubi
- Kentang
- Selain kacang
- Keju
- Kacang merah
- Daging giling (sapi, kambing, ayam, bebek)
7. Tambah Lemak Sehat
Selain makanan di atas, Bunda juga dapat menambahkan santan atau minyak zaitun sebanyak 4-7 ml (¼ -½ sendok teh) ke berbagai makanan yang akan dikonsumsi si Kecil.
Lemak sehat ini dapat membantu menaikkan asupan kalori bayi secara aman.
8. Berikan Camilan Tinggi Kalori
Satu hal bisa dilakukan jika berat badan bayi tidak naik adalah memberikannya camilan. MPASI sendiri terdiri dari 2-3 kali makanan utama dan 1-2 kali camilan setiap harinya.
Untuk meningkatkan berat badan, jangan mengandalkan makanan tidak sehat seperti permen atau kue.
Sediakan camilan sehat seperti yogurt, keju, selai kacang, pisang, atau alpukat jika si Kecil merasa lapar di antara waktu makan.
9. Perkenalkan Makanan Baru Pelan-Pelan
Pemenuhan gizi untuk menaikkan berat badan bayi didapatkan dari memberikannya beragam jenis makanan. Namun bagaimana kalau si Kecil picky eater?
Bunda harus memperkenalkan makanan baru secara bertahap dan dalam porsi kecil untuk membantu bayi terbiasa dengan rasa dan tekstur baru.
Baca Juga: Seperti Apa Ukuran dan Bentuk Kepala Bayi Normal?
Kapan Harus ke Dokter?
Bila Bunda telah melakukan berbagai cara menaikkan berat badan bayi, tapi angka di timbangan tidak kunjung bertambah, ada beberapa kondisi yang perlu Bunda perhatikan, yaitu:
- Bayi mengalami penurunan berat badan lebih dari 10% dari berat badan lahirnya.
- Berat badan bayi tidak kembali ke berat badan lahir dalam waktu 2 minggu.
- Berat badannya tidak bertambahan secara konsisten.
- Bila ditimbang berat badan bayi tidak naik selama 2 bulan berturut-turut.
- Mengalami penurunan berat badan dengan drastis.
Jika menemui kondisi demikian, Bunda perlu segera menghubungi layanan kesehatan terdekat agar si Kecil mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut dan penanganan medis yang tepat.
Jangan lewatkan momen penting tumbuh kembang bayi. Bergabung sebagai member Klub Generasi Maju untuk akses panduan tumbuh kembang lengkap dan tips dari ahli.
Semoga artikel ini membantu!