Dehidrasi adalah kondisi yang berbahaya pada bayi. Tanda bayi dehidrasi yang paling umum adalah jarang buang air kecil dan kulit yang tidak membal kembali setelah ditarik pelan. Ketahui penyebab, ciri lain, dan cara mengatasinya!
Penyebab Dehidrasi pada Bayi
Dehidrasi pada bayi terjadi saat cairan yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. Kondisi ini bisa disebabkan oleh muntah, diare, sakit tenggorokan, demam, atau keringatan akibat kepanasan.
Dehidrasi juga bisa terjadi jika bayi tidak mau menyusu atau kesulitan menyusu akibat sariawan.
Tanda Bayi Dehidrasi
Bagaimana cara mengetahui bayi dehidrasi? Umumnya si Kecil akan menunjukkan tanda-tanda sebagai berikut:
1. Bayi Terlihat Lemas
Saat bayi dehidrasi, ia sangat mungkin tidak bergairah untuk beraktivitas seperti biasanya. Ini disebabkan rasa lemas yang dirasakan bayi akibat kekurangan cairan.
2. Lebih Jarang Buang Air Kecil
Normalnya bayi bisa buang air kecil sekitar 5-6 kali dalam sehari. Urin yang normal memiliki warna yang jernih dan tidak terlalu pekat.
Tanda bayi dehidrasi adalah frekuensi buang air kecil yang berkurang dan warna urinnya menjadi lebih pekat.
3. Mulut dan Lidah Kering
Mulut dan lidah yang kering dapat dikenali melalui bibir yang pecah-pecah.
Dehidrasi pada bayi mengakibatkan penurunan produksi air liur, yang menyebabkan munculnya gejala mulut kering.
4. Mata yang Tampak Cekung
Dehidrasi dapat menyebabkan mata bayi terlihat cekung. Hal ini terjadi karena kulit di sekitar mata yang tergolong tipis dan sensitif kehilangan elastisitasnya.
Akibatnya, kulit bayi menjadi lebih kendur, sehingga menciptakan kesan mata yang cekung.
Dehidrasi juga bisa menyebabkan kulit menjadi kering. Kulit kering di area sekitar mata dapat memberikan kesan mata yang lebih cekung dan tampak lelah.
5. Tidur Lebih Lama dari Biasanya
Bayi yang dehidrasi cenderung tidur lebih lama karena tubuhnya sedang kekurangan cairan, yang menyebabkan penurunan energi dan respons tubuh menjadi lebih lambat.
Kondisi ini bisa membuat bayi:
- Terlihat lemas atau lesu
- Kurang aktif atau sulit dibangunkan
- Lebih banyak tidur, tapi bukan tidur berkualitas, melainkan respons tubuh terhadap kekurangan cairan
Tidur lama pada bayi dehidrasi bukan tanda ia pulih, tapi justru bisa jadi tanda bahaya karena tubuhnya tidak punya cukup energi untuk beraktivitas normal.
Baca Juga: Bayi Baru Lahir Tidur Terus, Normalkah?
6. Ubun-Ubun Bayi Terlihat Cekung
Saat bayi mengalami dehidrasi, ubun-ubun bisa tampak cekung karena kehilangan cairan. Kulit di area ini lebih tipis, sehingga lebih cepat kehilangan elastisitas dan tidak lagi terasa kenyal.
7. Tidak Keluar Air Mata saat Menangis
Ciri-ciri bayi dehidrasi berikutnya adalah tidak mengeluarkan air mata saat menangis.
Bayi yang dehidrasi sangat mungkin tidak mengeluarkan air mata karena kurangnya cairan di dalam tubuh yang dapat memengaruhi produksi air mata.
8. Tangan dan Kaki Terasa Dingin
Ciri lain dari dehidrasi pada bayi adalah tangan dan kaki bayi yang terasa lebih dingin dari biasanya.
Ini bisa terjadi karena dehidrasi dapat memengaruhi sirkulasi darah pada tubuh.
9. Bernapas Lebih Cepat dari Biasanya
Pada kasus yang parah, pernapasan serta detak jantung si Kecil lebih cepat dari biasanya adalah tanda bayi dehidrasi.
Hal ini adalah respons tubuh terhadap kekurangan cairan yang memengaruhi fungsi jantung dan sistem pernapasan si Kecil.
10. Bayi Mudah Rewel
Bayi punya keterbatasan untuk berkomunikasi atau menjelaskan apa yang dirasakan. Ia hanya punya satu cara yang sederhana untuk berkomunikasi, yaitu dengan menangis.
Oleh karenanya, saat ia merasa tidak nyaman atau sakit, mereka akan mengungkapkan lewat tangisan dan sangat mungkin juga membuat bayi lebih rewel.
Baca Juga: Kejang pada Bayi: Penyebab, Ciri, dan Cara Tepat Mengatasinya
Bagaimana Cara Mengetahui Bayi Dehidrasi?
Bila Bunda menyadari adanya tanda bayi dehidrasi, ada beberapa macam tes yang bisa dilakukan:
1. Tes Turgor
Turgor adalah kadar kelenturan kulit untuk memastikan apakah bayi kekurangan cairan atau tidak.
Bunda bisa cek turgor kulit bayi dengan menarik lembut kulit perut si Kecil, lalu lepaskan. Jika kulit perut si Kecil cepat membal kembali ke keadaan semula, tandanya ia tidak dehidrasi.
Jika setelah ditarik kulitnya tidak cepat kembali (lebih dari 2 detik), ini tanda bayi dehidrasi.
2. Tes Urine
Tes urine dapat membantu mengetahui apakah bayi mengalami dehidrasi dan seberapa parah kondisinya.
Pemeriksaan ini menganalisis komposisi urine, termasuk kadar konsentrasi zat tertentu. Tes urine juga bisa mendeteksi kemungkinan adanya infeksi pada saluran kemih bayi.
Hasilnya akan membantu dokter menentukan langkah penanganan yang tepat.
3. Tes Darah
Tes darah dilakukan untuk mengukur kadar elektrolit dalam tubuh bayi, terutama natrium dan kalium.
Pemeriksaan ini penting karena dehidrasi bisa menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit yang membahayakan.
Tes darah juga menunjukkan apakah ginjal bayi masih berfungsi dengan baik saat kehilangan cairan.
Bahaya Dehidrasi pada Bayi
Dehidrasi tidak boleh disepelekan.
Bahaya dehidrasi pada bayi dapat menjadi serius karena akan memengaruhi kerja organ vital tubuh. Pasalnya, tubuh membutuhkan cukup cairan untuk memproduksi cukup darah.
Tanpa pasokan darah yang cukup, organ vital seperti jantung dan otak tidak berfungsi seperti biasanya. Dalam kasus yang parah, si Kecil butuh perawatan khusus di NICU.
Jika tidak ditangani dengan cepat, kondisi dehidrasi dapat berkembang menjadi syok yang merupakan kondisi serius dan mengancam jiwa.
Apa yang Harus Dilakukan Jika Bayi Dehidrasi?
Segera bawa ke dokter bila dehidrasi terjadi pada bayi baru lahir atau di bawah 3 bulan. Bunda juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan jika bayi sampai mengalami dehidrasi, yaitu:
- Susui si Kecil sesering mungkin, terutama saat ia minum dalam jumlah sedikit.
- Pada bayi 6 bulan ke atas, berikan air putih sebagai selingan sumber cairan.
- Pindahkan bayi ke area yang lebih sejuk dan lepaskan pakaian atau selimut, untuk menghindari panas yang berlebihan.
- Hindari berikan cairan rehidrasi oral (oralit) tanpa konsultasi terlebih dulu pada dokter.
Kapan Harus Dibawa ke Dokter?
Selain faktor usia bayi di bawah 3 bulan, pertolongan medis juga dibutuhkan bayi yang usianya lebih besar jika mengalami gejala yang cukup parah, seperti:
- Muntah yang terjadi secara berulang selama lebih dari 24 jam.
- Diare pada bayi yang berlanjut selama lebih dari 2 minggu.
- BB bayi tidak bertambah atau bahkan mengalami penurunan berat badan akibat muntah atau diare.
- Ubun-ubun bayi tampak cekung.
- Bayi tidak mau menyusu.
- Muntah berwarna hijau cerah, merah, atau cokelat.
- Bayi terlihat sangat lemas dan rewel.
Demikian penjelasan seputar tanda bayi dehidrasi, bahaya, dan cara menanganinya. Hal terpenting dalam mencegah dehidrasi adalah pastikan si Kecil mendapatkan cairan cukup, Bun.
Bunda juga dapat berkonsultasi terkait nutrisi, pola asuh, dan tumbuh kembang si Kecil lewat chat interaktif di Sahabat Bunda Generasi Maju.
Jangan ragu untuk berbagi momen kebahagiaan maupun kecemasan Bunda. Yuk, hubungi sekarang juga, Bun!