Bayi tidak mau menyusu (nursing strike) dapat disebabkan oleh masalah kesehatan, rasa tidak nyaman, atau faktor emosional. Pemicu umumnya meliputi sakit mulut, hidung tersumbat, posisi menyusui yang kurang tepat, hingga perubahan aroma ASI. Segera periksakan ke dokter bila bayi menunjukkan tanda bahaya seperti demam atau sesak napas.
Bayi Tiba-Tiba Tidak Mau Menyusu Apakah Normal?
Bayi menolak menyusu sering juga disebut nursing strike. Ini adalah kondisi saat bayi yang sebelumnya menyusu tanpa masalah mendadak tidak mau menyusu langsung dari payudara, meski menunjukkan tanda lapar.
Pemicu umumnya adalah ketidaknyamanan sementara, baik fisik maupun emosional seperti kelelahan akibat overstimulasi, tumbuh gigi, infeksi telinga, perubahan rasa ASI, atau stres.
Hal tersebut membuat bayi merasa tidak nyaman sehingga enggan menyusu. Nursing strike bersifat sementara, umumnya berlangsung beberapa hari hingga satu minggu dan bukan tanda bayi ingin berhenti menyusu.
Oleh karena itu, Bunda disarankan tetap tenang, mencari pemicu utamanya, dan memastikan asupan nutrisi bayi tetap tercukupi.
Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu yang Paling Umum
Menolak menyusu biasanya sering terjadi pada bayi usia 3-9 bulan, dan biasanya hanya berlangsung sekitar 2-4 hari. Lantas, kenapa bayi tidak mau menyusu?
1. Posisi Perlekatan yang Salah
Salah satu penyebab bayi tidak mau menyusu bisa jadi karena posisi yang salah.
Perlekatan atau posisi mulut yang kurang pas pada puting bisa membuat bayi kesulitan membuat mulutnya tetap menempel pada puting sehingga ia tidak dapat menyedot ASI dengan baik.
Alhasil karena lapar dan tidak bisa mendapat ASI, bayi bisa menjadi marah dan tidak mau menyusu, Bun.
2. Lapar tapi Sulit Latching
Saat bayi terlalu lapar, ia bisa menjadi rewel dan gelisah sehingga sulit menempel (latching) dengan baik pada payudara. Akibatnya, bayi tampak menolak menyusu padahal sebenarnya sangat membutuhkan ASI.
Pelekatan yang kurang tepat juga dapat membuat ASI tidak mengalir lancar atau bayi cepat lelah saat mengisap. Kondisi ini sering memicu frustrasi hingga bayi menangis dan berhenti menyusu.
Sebelum menyusui, usahakan menenangkan bayi terlebih dahulu dengan menggendong, skin-to-skin, atau mengayun lembut. Setelah bayi lebih rileks, bantu perlekatan secara perlahan agar lebih dalam dan nyaman.
3. Bayi Sedang Sakit atau Tidak Nyaman
Bayi yang sedang sakit cenderung rewel karena ia merasa ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Penyebabnya pun bisa bermacam-macam, di antaranya sakit karena tumbuh gigi, sariawan, nyeri perut atau kembung, hidung tersumbat karena pilek, atau infeksi telinga yang dapat membuat bayi rewel.
Selain itu, tidak enak badan karena efek imunisasi pun bisa jadi salah satu penyebab bayi tidak mau menyusu.
4. Produksi ASI Berkurang
Berkurangnya produksi ASI bisa menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu berikutnya. Pada dasarnya, kekurangan produksi ASI di dalam tubuh disebabkan berkurangnya asupan nutrisi dalam jumlah cukup.
Untuk ibu yang baru pertama kali melahirkan atau memiliki kondisi tertentu, produksi ASI di dalam tubuh bisa terjadi lebih lambat. Lambatnya produksi ASI bisa membuat bayi kesulitan mendapat ASI dan akhirnya tidak mau menyusu lagi.
Salah satu cara mudah menjaga produksi ASI Bunda adalah minum 12 gelas air putih untuk mencukupi kebutuhan cairan harian. Selain itu, Bunda bisa disarankan mengonsumsi nutrisi yang dapat melancarkan dan memperbanyak produksi ASI.
5. Bayi Masih Mengantuk atau Terlalu Lelah
Bayi sering mengantuk, terutama di hari-hari awal setelah lahir. Saat terlalu lelah, bayi bisa kurang responsif dan akhirnya menolak menyusu.
Dalam kondisi ini, bayi biasanya lebih nyaman dipeluk dengan metode skin-to-skin. Kontak kulit membantu menenangkan bayi dan merangsang refleks menyusu secara alami.
Agar lebih siap menyusu, Bunda bisa menggendong bayi sambil skin-to-skin atau mengganti popok terlebih dahulu. Waktu terbaik menyusui adalah saat bayi mulai setengah terjaga.
6. Rasa ASI Berubah
Tahukah Bunda? Ternyata rasa ASI bisa berubah. Penyebab umumnya karena sisa zat obat maupun makanan yang Bunda konsumsi ikut memengaruhi ASI sehingga bayi tidak mau menyusu.
Jika Bunda mengonsumsi makanan pedas atau terlalu banyak kafein, misalnya, rasa ASI kemungkinan besar akan ikut berubah.
Perubahan rasa ini dapat membuat bayi tiba-tiba tidak mau minum ASI. Jadi, sebaiknya Bunda memperhatikan asupan makanan saat masa menyusui.
Baca Juga: Hindari Makanan & Minuman ini Selama Masa Menyusui
7. Stres atas Perubahan Lingkungan
Penyebab bayi tidak mau menyusu lainnya bisa jadi adalah stres. Bayi dapat mengalami stres akibat perubahan rutinitas, seperti jadwal menyusu yang terlambat atau berpisah seharian dengan Bunda.
Menjaga pola dan ritme harian bayi tetap teratur dapat membantu membuatnya lebih tenang dan nyaman.
8. Bingung Puting
Bayi tidak mau menyusu juga kerap disebabkan oleh “bingung puting”. Bingung puting adalah kondisi ketika bayi kesulitan menemukan puting dan mengisap ASI langsung dari payudara.
Bingung puting biasanya disebabkan tongue tie pada bayi atau pelekatan menyusui yang salah. Tongue tie adalah kelainan yang menyebabkan lidah bayi menjadi sangat pendek.
9. Puting Ibu Datar atau Tenggelam
Penyebab bayi tidak mau menyusu juga bisa karena puting Bunda datar atau tenggelam. Kondisi ini membuat si Kecil lebih sulit menemukan titik pelekatan yang pas.
Permukaan puting yang datar cenderung terasa lebih licin, sehingga mulut bayi mudah lepas dan ia kesulitan mengisap efektif. Akibatnya, bayi bisa frustrasi dan jadi susah menyusu.
Namun, menyusui yang benar adalah saat mulut bayi melekat pada areola, bukan hanya putingnya saja. Puting datar/tenggelam tetap bisa disiasati dengan sering menyusui langsung, memompa, atau menggunakan nipple puller agar puting lebih menonjol.
10. Bayi Lahir Prematur
Bayi prematur umumnya memerlukan perawatan di rumah sakit terlebih dahulu sehingga belum bisa langsung menyusu. Ibu perlu menunggu hingga kondisi bayi cukup stabil untuk menerima ASI.
Saat mulai menyusu, bayi prematur biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk belajar menyusu dengan efektif. Ukuran tubuh dan mulut yang lebih kecil dapat membuat proses pelekatan menjadi lebih menantang.
Selain itu, stamina bayi prematur cenderung cepat berkurang dibanding bayi cukup bulan. Karena itu, bayi mungkin memerlukan bantuan dan latihan menyusu secara bertahap.
Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu pada Malam Hari
Bayi tidak mau menyusu pada malam hari biasanya dipicu kombinasi faktor kelelahan, perubahan rutinitas, serta kondisi tubuh dan lingkungan yang kurang nyaman.
Berikut beberapa penyebab bayi tidak mau menyusu pada malam hari yang paling umum:
- Bayi terlalu lelah sehingga sulit fokus menyusu dan lebih mudah rewel
- Jadwal tidur berubah
- Hidung tersumbat saat tidur yang membuat napas tidak lega saat menyusu
- Suhu kamar tidak nyaman sehingga bayi gelisah
- Bayi lebih ingin tidur daripada menyusu, terutama saat sudah setengah terlelap
Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu
Meskipun sulit rasanya menghadapi bayi tidak mau menyusu, usahakan Bunda tetap tenang dan tidak stres ya. Ingatlah bahwa stres dapat mengurangi suplai ASI Bunda.
Untuk mengatasinya, berikut adalah beberapa cara mengatasi bayi yang tidak mau menyusu:
1. Perbaiki Posisi dan Perlekatan Menyusu
Kesalahan posisi bisa membuat bayi merasa tidak nyaman hingga enggan menyusu. Pada dasarnya, ada cara tersendiri untuk meletakkan posisi bayi dengan benar selama menyusui, yaitu:
- Bagian wajah bayi sebaiknya dihadapkan ke arah payudara.
- Gendong bayi dalam posisi miring, menghadap ke tubuh Bunda.
- Usahakan supaya perut dan dada bayi menempel dengan perut dan dada Bunda.
Pastikan saat menyusu, seluruh bagian puting dan area di sekitarnya (areola) sudah masuk ke dalam mulut si Kecil, agar ASI juga terhisap dengan maksimal.
Dapatkan panduan lengkap menyusui eksklusif, solusi untuk tantangan menyusui, serta panduan nutrisi bagi Bunda dan si Kecil selama masa menyusui dengan mengunduh Panduan Bunda Menyusui. Download GRATIS, sekarang!
2. Stimulasi Bayi agar Mau Membuka Mulut
Bunda bisa merangsang bayi agar mau menyusu dengan memerah sedikit ASI lalu mengoleskannya ke bibir atau sudut mulut si Kecil.
Aroma dan rasa ASI biasanya memancing refleks mencari puting sehingga bayi mulai membuka mulut.
Jika bayi merespons dengan membuka mulut atau menjilat, segera dekatkan ke payudara dan bantu perlekatan secara perlahan. Lakukan saat bayi tenang atau setengah mengantuk agar ia lebih mudah latch dan menyusu lebih lama.
3. Susui di Ruangan Tenang dan Minim Distraksi
Saat hendak menyusui si Kecil, bawalah ia ke tempat yang tenang, redup, dan jauh dari keramaian. Cara ini membantu bayi merasa lebih aman sehingga lebih mudah fokus menyusu.
Jika perlu, matikan TV, kecilkan suara, dan jauhkan ponsel atau mainan yang menarik perhatian.
Bunda juga bisa mencoba rutinitas yang konsisten (misalnya menyusui di kursi yang sama) agar bayi mengenali kondisi tersebut sebagai waktu untuk menyusu.
4. Gunakan Pompa ASI Bila Perlu
Jika Bunda memiliki puting yang datar atau tenggelam, tenang saja.
Masalah ini bisa diatasi dengan merangsangnya keluar menggunakan pompa ASI. Bunda bisa terus memompa ASI sebanyak 8-10 kali sehari atau setiap 2-3 jam sekali.
Cara ini membantu puting payudara yang rata keluar sepenuhnya sehingga bayi lebih mudah menyusu, juga sekaligus menjaga suplai ASI tetap melimpah dengan mengosongkan kedua payudara melalui pompa.
5. Lakukan Skin-to-skin Secara Rutin
Skin-to-skin membantu bayi merasa aman, tenang, dan lebih mudah kembali mencari payudara. Kontak kulit juga dapat merangsang refleks menyusu serta membantu produksi ASI tetap optimal.
Lakukan secara rutin, misalnya sebelum waktu menyusu atau saat bayi mulai rewel dan sulit latch. Cukup letakkan bayi di dada Bunda, lalu selimuti punggungnya agar hangat dan nyaman.
6. Perhatikan Makanan Ibu
Sebuah penelitian yang dimuat pada American Journal of Clinical Nutrition menyatakan bahwa rasa dan aroma ASI bisa sedikit berubah tergantung makanan yang Bunda konsumsi.
Pada beberapa bayi yang sensitif, perubahan ini dapat membuatnya kaget, lalu jadi lebih rewel atau menolak menyusu. Jika bayi mendadak tidak nyaman saat menyusu, coba evaluasi apakah ada makanan beraroma tajam atau kuat yang baru Bunda konsumsi.
Bunda bisa mengurangi sementara, lalu lihat apakah respons bayi membaik dalam beberapa hari. Pastikan juga Bunda cukup minum, makan seimbang, dan hindari rokok serta alkohol karena dapat memengaruhi kualitas ASI.
SGM Bunda High-Iron adalah susu untuk ibu hamil dan menyusui yang tinggi zat besi & asam folat, juga diperkaya DHA, minyak ikan tuna, sekaligus sumber protein. Dukung nutrisi lengkap mengoptimalkan pertumbuhan & perkembangan janin, lezatnya tidak bikin mual.
Baca Juga: 12 Pilihan Makanan Bergizi untuk Ibu Menyusui
7. Tetap Tenang, Jangan Panik
Usahakan Bunda tetap tenang dan hindari panik saat menghadapi bayi susah menyusu. Pasalnya, si Kecil memiliki ikatan batin yang kuat dengan Bunda.
Jika Bunda panik, ia otomatis akan makin ikut gelisah. Proses merangsangnya agar mau menyusu pun tak kunjung berhasil.
Sebaliknya bila Bunda tenang, si Kecil pun akan merasakan perasaan yang sama dan lama kelamaan kembali menikmati proses menyusu langsung, Bun.
8. Konsultasi ke Klinik Laktasi Bila Tidak Membaik
Konsultasikan masalah bayi susah menyusui langsung ke klinik laktasi. Konselor laktasi biasanya akan membantu Bunda untuk relaktasi, yaitu upaya untuk mulai menyusui kembali setelah sempat berhenti.
Relaktasi untuk kasus bayi tidak mau menyusu bisa dilakukan dengan sesering mungkin menempelkan puting ibu ke mulut bayi terutama saat ia merasa lapar.
Namun, pastikan agar si Kecil merasa nyaman dan tidak terpaksa saat Bunda melakukannya.
Kapan Harus Khawatir Bila Bayi Tidak Mau Menyusu?
Menolak menyusu sesekali bisa jadi hal wajar pada bayi, tapi Bunda perlu waspada bila ini terjadi terus-menerus. Ada beberapa tanda yang menunjukkan kondisi si Kecil sudah butuh perhatian medis.
- Menolak menyusu > 24–48 jam
- Muncul tanda dehidrasi
- Produksi buang air di popok berkurang
- Bayi lemas / mengantuk terus
- Berat tidak naik
- Bayi menangis kesakitan saat menyusu
Jangan tunda berkonsultasi ke dokter atau konselor laktasi jika si Kecil menunjukkan tanda-tanda di atas.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.