Bayi demam adalah tanda tubuhnya sedang melawan infeksi. Namun, Bunda harus tahu ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi, sehingga bisa memberikan penanganan cepat dan tepat!
Kapan Demam pada Bayi Dianggap Berbahaya?
Bayi disebut demam jika suhu tubuhnya berada di atas 38oC. Ini adalah tanda sistem imun si Kecil sedang bekerja melawan infeksi.
Demam pada bayi cenderung ringan dan normalnya berlangsung selama 2-3 hari. Namun, IDAI menyebutkan, bayi demam tinggi yang berusia kurang 3 bulan perlu segera ke dokter meski belum 3 hari.
Ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi di atas 3 bulan juga bisa Bunda lihat dari keadaan umumnya, apakah si Kecil seaktif biasanya atau tidak.
Baca Juga: 8 Penanganan Demam Pasca Imunisasi pada Bayi
Ciri-ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi
Suhu tubuh normal anak 36,5-37oC. Walau sering kali bayi demam ringan dan bisa sembuh tanpa ke dokter, ada ciri-ciri demam yang berbahaya ada bayi yang perlu Bunda waspadai:
1. Demam Lebih dari 39°Celcius
Ciri demam yang berbahaya pada bayi adalah jika temperatur rektal (pengukuran suhu di anus) di atas 39° Celcius. Bunda sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter.
Sebab, anak berisiko mengalami kejang demam. Demam tinggi juga menjadi tanda adanya infeksi serius.
2. Demam pada Bayi Usia di Bawah 3 Bulan
Pada bayi berusia di atas 3 bulan, Bunda mungkin bisa membantu menurunkan demam pada bayi di rumah, terutama jika selama 3 hari kondisinya menunjukkan perbaikan.
Akan tetapi, jika bayi demam berusia di bawah 3 bulan, Bunda perlu segera membawa si Kecil ke dokter, tanpa memedulikan keadaan umum si Kecil apakah baik atau tidak.
Ini karena demam pada bayi berusia di bawah 3 bulan bisa jadi tanda infeksi bakteri serius yang membutuhkan penanganan medis segera.
3. Demam Lebih dari 3 Hari
Jika bayi demam berusia 3-36 bulan dan telah berlangsung selama lebih dari 3 hari ini bisa digolongkan sebagai ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.
4. Demam Tidak Membaik Meski Diberi Obat
Bunda perlu waspada jika suhu tubuh si Kecil tidak turun meski telah memberikan obat demam untuk anak.
Obat demam umumnya baru akan diberikan ketika si Kecil sudah sangat rewel agar ia bisa lebih nyaman dan dapat beristirahat.
Demam yang tidak turun meski telah diberi obat membutuhkan penanganan lebih lanjut.
5. Bayi Tampak Lemas dan Sulit Dibangunkan
Bayi yang tampak lemas dan sulit dibangunkan juga jadi ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.
Bunda perlu waspada bahkan ketika si Kecil menunjukkan tanda-tanda tidak seaktif biasanya. Cek tatapan si Kecil yang tampak “bengong”, tidak responsif, dan susah dibangunkan.
Walau si Kecil cenderung lebih banyak tidur saat demam, ia tetap akan waspada ketika dibangunkan.
Baca Juga: 8 Daun yang Bisa Menurunkan Demam Anak Secara Alami
6. Nafsu Minum Berkurang
Ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi juga bisa dilihat dari kebiasaannya yang berubah, misal bayi tidak mau minum susu.
Demam bisa meningkatkan risiko dehidrasi pada bayi. Jika bayi jadi lebih sulit minum, risiko dehidrasi pun semakin tinggi. Itu sebabnya, Bunda perlu waspada.
7. Frekuensi Buang Air Kecil Berkurang
Untuk tahu apakah si Kecil kekurangan cairan atau tidak, Bunda bisa melihat frekuensi buang air kecilnya.
Bayi setidaknya buang air kecil >6 kali sehari. Jika kurang dari itu dan diikuti dengan demam, Bunda perlu khawatir karena termasuk ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi.
8. Demam Disertai Kejang
Untuk beberapa kasus, kejang pada bayi termasuk efek samping demam tinggi. Kejang pada bayi umumnya berupa mata mendelik atau terkadang berkedip-kedip.
Kedua tangan dan kaki kaku, terkadang diikuti gerakan menyentak. Saat kejang bayi tidak bisa memberi respons apabila dipanggil. Waspadai jika kejang berlangsung lebih dari 5 menit.
9. Demam Disertai Muntah atau Diare Terus-menerus
Bayi demam juga bisa jadi tanda bahaya jika disertai dengan tanda-tanda muntah atau diare terus-menerus.
Menurut Singapore Medical Journal (2021), penyebab bayi demam, muntah, dan diare terus-menerus adalah infeksi rotavirus atau norovirus. Ini adalah virus penyebab masalah pencernaan pada anak.
Jadi, selain demam, si Kecil juga bisa diare dan muntah. Bunda perlu waspada karena bayi akan rentan dehidrasi dan membahayakan nyawa jika terlambat ditangani.
10. Muncul Ruam yang Tidak Biasa
Ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi selanjutnya adalah ketika si Kecil mulai mengalami ruam di area kulit yang tampak tidak biasa, seperti di tangan atau tubuh.
Misalnya saja, ruam bisa jadi salah satu gejala DBD pada bayi ataupun campak. Keduanya adalah kondisi yang membutuhkan konsultasi dokter.
Ruam demam berdarah juga biasanya beda dengan ruam gatal yang mungkin lebih umum dialami si Kecil.
11. Mata Merah, Bengkak, atau Bernanah
Bunda juga bisa melihat tanda demam yang berbahaya pada bayi dari kondisi matanya.
Bisa jadi, demam yang si Kecil alami berasal dari infeksi mata. Perhatikan apakah mata si Kecil terlihat merah, bengkak, dan mengeluarkan cairan atau nanah.
Tanda Dehidrasi yang Sering Menyertai Demam Berbahaya
Salah satu risiko komplikasi yang mungkin terjadi ketika bayi demam adalah dehidrasi. Untuk itu, Bunda perlu mewaspadai tanda dehidrasi pada bayi yang demam, seperti:
- Mulut kering
- Jarang buang air kecil
- Urine di popok berwarna sangat kuning
- Menangis tanpa air mata
- Mata celong
- Muncul cekungan pada area ubun-ubun
- Bayi tidur terus dan sulit dibangunkan
Apa yang Bisa Bunda Lakukan Saat Bayi Demam?
Bayi demam tidak harus serta-merta perlu segera dibawa ke dokter. Terkadang, Bunda bisa memberikan pertolongan pertama untuk menurunkan demam anak secara alami, seperti:
- Memberikan kompres hangat
- Mengenakan pakaian tipis yang menyerap keringat
- Memberikannya ASI dan susu lebih sering
- Biarkan si Kecil makan atau minum hal favoritnya agar ada asupan yang masuk
- Ajak si Kecil beristirahat lebih banyak
Bunda juga boleh memberikan obat penurun panas untuk anak selama dokter sudah menyetujuinya ya, Bun.
Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam
Kapan Bayi Demam Harus Dibawa ke IGD?
Sekalipun ada berbagai pertolongan pertama untuk menurunkan demam pada bayi, cara-cara tersebut tidaklah menggantikan peran dokter.
Bunda tetap wajib ke dokter terutama jika Bunda menjumpai ciri-ciri demam yang berbahaya pada bayi berikut ini:
- Demam pada bayi berusia kurang dari 3 bulan
- Demam lebih dari 3 hari pada bayi berusia di atas 3 bulan
- Demam lebih dari 39oC
- Mengalami kejang demam
- Tidak menunjukkan tanda perbaikan meski telah minum obat
- Muntah-muntah dan tidak mau minum
- Lemas dan tidur terus-terusan
Baca Juga: 13 Ciri Demam karena Kecapekan pada Anak dan Solusinya
Bila Bunda masih memiliki pertanyaan, atau terkait pola asuh, tumbuh kembang anak, hingga seputar masa kehamilan dan menyusui, bisa menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju via WhatsApp.
Aktif selama 24 jam, Sahabat Bunda siap hadir menemani perjalanan Bunda sebagai orang tua.