Facebook Pixel Code 13 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Aman

13 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Aman

Disusun oleh: Tim Penulis

Diterbitkan: 16 Maret 2023

Diperbarui: 18 November 2025

0 - 3 Bulan
Pola Asuh
Cover Image of 13 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi dengan Aman

 

Adanya lendir dahak di tenggorokan dapat menimbulkan suara ‘grok-grok’ ketika bayi bernapas, yang terdengar mirip suara berkumur. Agar si Kecil bisa bernapas lega, yuk cari tahu cara mengeluarkan dahak pada bayi yang aman!

Apakah Dahak Bayi Bisa Keluar Sendiri?

Dahak sebenarnya berfungsi melindungi saluran napas dan membantu mengeluarkan kuman penyebab penyakit pada si Kecil. Maka itu, dahak pada bayi biasanya hilang sendiri jika infeksinya ringan.

Bayi belum bisa mengeluarkan dahaknya sendiri karena refleks batuknya belum kuat. Sebagian dahak kadang bisa tertelan dan kemudian keluar bersama pup saat BAB. 

Namun, Ayah Bunda tetap perlu membantu mengeluarkan dahaknya agar si Kecil bisa bernapas lebih nyaman.

Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi Secara Alami

Asosiasi Dokter Anak Amerika Serikat (AAP, 2022) tidak menganjurkan pemberian obat batuk pada anak di bawah usia 4 tahun karena ada kekhawatiran risiko efek samping serius.

Alternatifnya, Bunda bisa mencoba beberapa cara menghilangkan dahak pada bayi​ berikut ini:

1. Perbanyak ASI

Banyak minum akan membantu dahak atau ingus jadi lebih encer sehingga mudah dikeluarkan.

Berhubung bayi di bawah 6 bulan dianjurkan hanya minum ASI, Bunda bisa memperbanyak pemberian ASI, ya. ASI juga dapat membantu meningkatkan sistem imun si Kecil untuk melawan infeksi penyebab batuk pada bayi

2. Gunakan Humidifier

Bunda juga bisa menggunakan humidifier sebagai salah satu cara menghilangkan dahak pada bayi. Humidifier dapat membantu menjaga kelembapan ruangan.

Kelembapan udara inilah yang dapat membuat bayi jadi lebih mudah bernapas. Dahak atau ingus yang menyumbat juga jadi lebih encer sehingga mudah dikeluarkan.

Bunda bisa menyalakan humidifier di kamar tidur agar si Kecil bisa tidur nyenyak di malam hari.

Baca Juga: 15 Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Baru Lahir (0-3 Bulan)

3. Berikan MPASI yang Hangat dan Mudah Ditelan

Jika si Kecil sudah mendapatkan MPASI, Bunda bisa memberikan makanan yang hangat dan mudah ditelan.

Si Kecil yang sedang sakit batuk kemungkinan tidak akan mau makan karena merasa sakit saat menelan. 

Memberikannya makanan yang hangat seperti sup ayam atau bubur bisa jadi pilihan cara mengeluarkan dahak pada bayi, sekaligus melegakan tenggorokannya yang mungkin sakit.

4. Mandikan dengan Air Hangat

Mandi dengan air hangat adalah cara mengeluarkan dahak pada bayi yang aman.

Uap yang muncul dari air hangat pun bisa melembapkan saluran pernapasan bawah, tenggorokan, dan saluran hidung sehingga dahak dan lendir jadi lebih encer dan mudah dikeluarkan. 

5. Tepuk Lembut Punggung Bayi

Bunda bisa menepuk punggung bayi untuk membantu mengeluarkan dahak. Caranya adalah dengan membaringkan si Kecil pada posisi tengkurap, lalu tepuk-tepuk punggungnya dengan perlahan.

Pastikan si Kecil sudah dapat mengangkat tegak kepalanya dan menopang lehernya sendiri ya, Bun, saat tengkurap.

6. Gunakan Essential Oil 

Menggunakan essential oil juga bagus sebagai cara mengeluarkan dahak pada bayi dan melegakan pernapasannya karena pilek.

Teteskan essential oil di bantal, selimut, atau baju yang dipakai si Kecil agar ia bisa menghirup baunya. Selain itu, Bunda juga bisa uapkan essential oil memakai humidifier di kamar tidur supaya si Kecil bisa tidur nyenyak.

7. Atur Suhu Ruangan 

Mengatur suhu ruangan agar tidak terlalu dingin, tapi juga tidak terlalu pengap bisa jadi salah satu cara membantu mengeluarkan dahak pada bayi agar ia lebih nyaman. 

Sebab, suhu ruangan memengaruhi kelembapan, yang juga berdampak pada saluran napas si Kecil.

Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Batuk pada Bayi Tanpa Obat

8. Terapi Uap

Terapi uap adalah cara alami untuk menghilangkan dahak pada bayi yang paling populer. Cara ini bisa membantu mengencerkan dahak di paru, lendir di tenggorokan ataupun hidung. 

Untuk melakukannya, Bunda bisa menuang air panas ke sebuah baskom besar dan tempatkan di kamar mandi. Tutup pintu kamar mandi rapat-rapat agar uap hangatnya berkumpul di dalam. 

Pangku si Kecil duduk di dalam kamar mandi yang tertutup dan biarkan ia menghirup uap hangatnya. Suhu uap yang hangat dapat melegakan hidung yang tersumbat.

9. Posisikan Bayi Tidur Miring

Memosisikan bayi tidur miring akan membantu mengeluarkan dahak yang menumpuk di saluran pernapasan.

Pastikan bayi tidur miring dengan posisi kepala yang lebih tinggi dari dadanya dengan menggunakan bantal atau selimut tambahan di kepala untuk mencegah dahak tertumpuk di tenggorokan.

10. Pijat Dada Bayi

Untuk mengencerkan dahak di saluran napas bayi, cobalah berikan pijatan lembut pada dadanya dengan gerakan melingkar.

Pijat adalah cara merawat bayi baru lahir yang dapat membantu mengeluarkan dahak di area dada.

Bunda bisa balurkan minyak telon hangat atau minyak kayu putih di dada si Kecil sebelum memijatnya untuk menambah efek melegakan hidung tersumbat pada bayi.

11. Pastikan Ventilasi Ruangan Baik

Ventilasi udara yang baik juga akan memastikan sirkulasi udara kotor dan udara segar berjalan lancar.

Hindari asap rokok dan paparan alergen seperti debu, bulu hewan, atau serbuk sari yang dapat memicu alergi dan memperburuk batuk pada bayi dan hidung tersumbat. 

12. Bersihkan Hidung Bayi

Bunda bisa membersihkan hidung bayi menggunakan cairan saline (larutan air garam) dan menggunakan pipet steril.

Teteskan beberapa tetes larutan garam ke dalam hidung bayi menggunakan pipet steril, dan condongkan kepala si Kecil untuk mengeluarkan sisa cairan dan lendir dari hidung.

13. Berikan Minuman Hangat

Cairan hangat bisa membantu mengencerkan dahak dan membuat bayi lebih mudah mengeluarkannya. Pada bayi yang sudah mulai makan MPASI, Bunda bisa memberikan air hangat atau sup kaldu untuk si Kecil saat ia sakit.

Supaya lebih mudah memahami kondisi yang dialami si Kecil dan mengetahui cara penanganannya, Bunda bisa mendapatkan edukasi kesehatan bayi yang relevan dan mudah dipahami dengan menjadi member Klub Generasi Maju.

Baca Juga: Cara Mengobati Flu pada Bayi dengan Bawang Merah, Efektifkah?

Kapan Bayi Harus Dibawa ke Dokter?

Sebenarnya, batuk berdahak bisa sembuh sendiri dalam waktu sekitar 2 minggu. 

Akan tetapi, ada beberapa tanda yang perlu Bunda waspadai. Bunda sebaiknya segera membawa si Kecil ke dokter jika:

  • Dahak tidak bisa keluar selama lebih dari 2 minggu
  • Batuk berdarah atau lendir berwarna hijau/kuning pekat
  • Bayi sulit bernapas, napas cepat, atau berbunyi “grok-grok”
  • Bibir dan ujung jari bayi tampak kebiruan
  • Bayi tampak lemas, tidak mau menyusu, atau terus menangis.

Pastikan Bunda segera membawa si Kecil ke dokter agar mendapatkan penanganan yang tepat, ya. 

Bunda juga bisa dapatkan berbagai informasi lain terkait menjaga kesehatan bayi dengan menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju yang akan menemani Bunda mendampingi tumbuh kembang si Kecil.

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya