Campak pada bayi adalah infeksi virus akut yang sangat menular dengan gejala utama demam, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam dari wajah hingga seluruh tubuh dalam 7-14 hari setelah terinfeksi. Virus penyebab campak dapat menyebar sangat cepat melalui udara, sehingga memahami gejala awal dan cara penularannya penting untuk melindungi bayi dari penyakit campak.
Apa Itu Campak pada Bayi?
Campak adalah infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus morbili dari keluarga paramyxovirus. Di Indonesia, campak disebut juga dengan penyakit tampek atau gabagen.
Penyakit ini bisa sangat berbahaya, terutama bagi bayi karena sistem kekebalan tubuh mereka belum sempurna.
Bayi di bawah usia 12 bulan juga lebih berisiko terserang penyakit campak karena ia masih terlalu kecil untuk mendapatkan imunisasi campak lengkap.
Apakah Campak Menular?
Ya, campak alias tampek atau gabagen sangat menular. Virus penyebab campak sangat mudah menyebar melalui udara, kontak langsung, atau percikan liur dari penderita saat batuk atau bersin.
Virus ini juga bisa bertahan dan tetap menular di udara atau permukaan benda hingga dua jam. Jika si Kecil menghirup atau menyentuh area yang terkontaminasi, ia bisa dengan mudah tertular campak.
Berada di ruangan yang sama dengan seseorang yang terinfeksi campak selama kurang lebih 15 menit juga dapat membuat bayi lebih mudah tertular virus ini.
Seseorang yang terkena campak bisa menularkan virus mulai dari empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam pertama terlihat.
Ciri-Ciri Campak pada Bayi
Gejala campak pada bayi ditandai dengan demam tinggi, batuk kering dan pilek, serta mata merah dan berair yang biasanya muncul 7–14 hari setelah terinfeksi.
Pada hari ke-3 atau ke-4, biasanya muncul bintik putih keabuan kecil seperti butiran garam di dalam mulut (bintik Koplik).
Setelah Koplik spots muncul, biasanya 3-5 hari kemudian ruam khas campak akan mulai menyebar dari wajah ke seluruh tubuh.
Berikut adalah penjelasan singkat kemunculan gejala campak pada bayi berdasarkan fasenya:
|
Fase
|
Gejala
|
Durasi
|
|
Fase awal
|
Demam, batuk, pilek, mata merah
|
2-4 hari
|
|
Koplik spot
|
Bintik putih keabu-abuan dalam mulut
|
2-3 hari setelah gejala awal
|
|
Fase ruam campak
|
Ruam merah dari wajah → badan → kaki
|
5–6 hari dan mulai memudar setelah 3–7 hari muncul.
|
|
Fase akhir
|
Ruam menghitam, tubuh mulai pulih
|
1 minggu
|
Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Ruam itu Campak?
Ruam campak biasanya diawali bintik-bintik datar yang muncul di wajah dan belakang telinga, lalu menyebar ke leher dan meluas ke seluruh tubuh tanpa mengenai telapak tangan dan kaki.
Pada kulit terang, ruam tampak merah jelas. Pada kulit yang lebih gelap, warnanya bisa ungu, lebih gelap dari kulit sekitar, atau sulit terlihat.
Saat ruam muncul, demam pada bayi bisa naik hingga 40°C. Gejalanya bisa disertai nyeri otot, lemas, kurang nafsu makan, dan batuk yang mengganggu tidur.
Ruam campak biasanya berlangsung 5–6 hari dan berubah menjadi warna tembaga atau kehitaman. Dalam 3–7 hari ruam mulai memudar dan umumnya hilang sepenuhnya dalam 5–10 hari, lalu kulit mengelupas ringan.
Baca Juga: Ciri-Ciri Demam yang Berbahaya pada Bayi dan Pengobatannya
Apakah Campak pada Bayi Berbahaya?
Campak bisa berbahaya bagi bayi karena dapat memicu berbagai komplikasi serius bila tidak ditangani dengan tepat. Dua komplikasi yang paling sering muncul adalah diare dan infeksi telinga.
Pada kasus yang lebih parah, campak dapat menyebabkan pneumonia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, bahkan kematian. Pneumonia menjadi penyebab terbanyak kematian pada bayi akibat campak.
Bayi dengan daya tahan tubuh lemah memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi berat ini. Karena itu, pemantauan dan penanganan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk.
Komplikasi langka namun mematikan adalah subacute sclerosing panencephalitis (SSPE), yaitu gangguan saraf akibat infeksi campak. SSPE biasanya muncul 7–10 tahun setelah infeksi dan lebih berisiko pada anak yang terkena campak sebelum usia 2 tahun.
Bagaimana Cara Mengobati Campak pada Bayi?
Tidak ada obat khusus untuk campak, tetapi gejalanya bisa dikurangi dengan membantu bayi lebih sering tidur dan menyusui untuk mencegah dehidrasi. Berikut adalah beberapa cara mengobati campak pada bayi di rumah:
1. Berikan Obat Penurun Panas
Tidak ada obat khusus untuk menyembuhkan campak, tetapi paracetamol atau ibuprofen dapat membantu meredakan demam pada bayi. Pastikan dosis yang diberikan sesuai dengan anjuran dokter.
Dokter juga dapat memberikan obat batuk dan/atau salep antiruam untuk mengatasi ruam campak.
2. Kompres Hangat
Selain dengan obat penurun demam, Bunda juga bisa menempelkan kompres hangat di dahi, lipatan ketiak, dan lipatan selangkangan untuk menurunkan demam pada bayi.
Penggunaan kompres hangat cukup selama 10-15 menit saja, tapi boleh diulang beberapa kali agar demam si Kecil turun.
Baca Juga: Penyebab Bayi Demam Naik Turun dan Cara Mengatasinya
3. Berikan Suplemen Vitamin A
Dokter dapat meresepkan suplemen vitamin A sebagai cara mengobati campak pada bayi.
Penelitian dari jurnal Sari Pediatri menyebutkan, suplementasi vitamin A dapat membantu memperkuat kekebalan tubuh terhadap virus campak, sehingga berpotensi mengurangi keparahan dan risiko komplikasi pada bayi.
4. Buat Bayi Tidur Lebih Sering dan Lama
Tidur berperan besar dalam membantu tubuh bayi pulih dari penyakit. Saat tidur, tubuh bekerja lebih aktif memperbaiki sel, memperkuat sistem imun, dan memulihkan energi yang hilang.
Saat tidur, tubuh juga memproduksi lebih banyak antibodi dan sel imun yang membantu melawan virus atau bakteri penyebab penyakit.
Untuk membantu bayi tidur lebih nyenyak saat sakit, ciptakan suasana kamar yang nyaman seperti dengan mematikan lampu agar suasananya lebih teduh dan suhu kamar tidak terlalu panas atau dingin.
Bunda juga bisa bantu si Kecil cepat terlelap dengan memberikan pijatan lembut atau dengan menggendongnya di buaian.
5. Lebih Sering Menyusui
Menyusui membantu pemulihan bayi karena ASI mengandung antibodi alami yang melawan virus dan bakteri penyebab penyakit.
ASI menjaga tubuh bayi tetap terhidrasi selama sakit. Nutrisi lengkap di dalamnya mendukung perbaikan jaringan dan memperkuat daya tahan tubuh.
Kandungan ASI yang mudah dicerna juga membuat energi bayi dapat fokus pada proses penyembuhan.
Selain itu, menyusu memberi rasa aman dan nyaman. Hal ini membantu bayi lebih tenang dan tidur lebih baik, sehingga pemulihannya lebih cepat.
6. Bersihkan Kerak di Mata Si Kecil
Saat terinfeksi virus campak, mata si Kecil akan mengeluarkan cairan berwarna hijau atau kuning yang membuat matanya berkerak lengket.
Bantu bersihkan kerak mata si Kecil menggunakan kapas bersih yang dicelup ke air hangat (jangan lupa diperas dulu, ya).
Seka lembut area sekitar mata yang berkerak dan jangan digosok atau ditekan untuk menghindari iritasi pada mata si Kecil.
7. Jaga Kebersihan Kulit
Saat bayi sakit campak, menjaga kebersihan kulit sangat penting untuk mencegah iritasi dan infeksi tambahan.
Mandikan si Kecil dengan air hangat untuk meredakan rasa tidak nyaman pada kulitnya. Setelah mandi, oleskan pelembap lembut yang aman untuk bayi agar kulit tetap terhidrasi dan tidak semakin kering.
Hindari penggunaan bedak tabur karena dapat menyumbat pori-pori dan memperparah iritasi pada ruam campak.
Berapa Lama Campak pada Bayi Sembuh?
Gejala biasanya muncul sekitar 10–14 hari setelah kontak dengan orang yang terinfeksi, dan ruam campak mulai terlihat 3–5 hari setelah gejala awal muncul.
Bayi biasanya bisa pulih dari campak dalam 7–10 hari setelah terinfeksi. Rata-rata, bayi mulai merasa lebih baik sekitar dua hari setelah ruam muncul. Namun, batuknya bisa bertahan hingga dua minggu.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera bawa si Kecil ke dokter jika gejalanya tak kunjung membaik atau jika muncul tanda-tanda berikut ini:
- Demam >40°C
- Tidak mau minum
- Kejang
- Sesak napas
- Ruam berdarah
- Tidak responsif
- Tanda dehidrasi (mulut dan bibir kering, menangis tanpa air mata, popok kering lebih dari 3 jam, mata dan ubun-ubun cekung, serta urine berwarna gelap.)
Sebagian besar kasus campak yang ringan akan sembuh dalam sekitar 10 hari. Namun, segera hubungi dokter jika bayi menunjukkan tanda komplikasi, seperti kesulitan bernapas, diare parah, atau demam tinggi.
Supaya Bunda tidak salah langkah dalam menjaga kesehatan si Kecil, bergabunglah sebagai member Klub Generasi Maju untuk dapatkan akses informasi kesehatan bayi yang lengkap dan terpercaya.
Tanda-Tanda Penyakit Campak pada Bayi Akan Sembuh
Tanda bayi mulai sembuh dari campak adalah demam yang mereda, pilek berkurang, mata tidak lagi merah, dan bintik Koplik (bercak putih di dalam mulut) menghilang.
Ruam campak juga perlahan memudar. Ruam biasanya memudar dalam waktu sekitar satu minggu, yang sering disertai dengan pengelupasan kulit. Ruam campak yang sudah sembuh kadang meninggalkan warna kecokelatan sementara.
Batuk umumnya menjadi gejala terakhir yang hilang. Bayi dianggap mulai pulih ketika demamnya turun, nafsu makannya kembali, dan si Kecil terlihat lebih aktif.
Selama fase pemulihan, penting bagi Bunda untuk tetap memastikan bayi banyak beristirahat dan minum agar tidak dehidrasi, terutama jika masih diare.
Harus Bagaimana Jika Bayi Kena Campak Sebelum Imunisasi?
Bayi di bawah 9 bulan lebih rentan terkena campak karena belum bisa menerima vaksin. Jika bayi terinfeksi, Bunda harus segera membawa si Kecil ke dokter untuk pemeriksaan.
Sebagian besar kasus campak dapat dirawat di rumah dengan istirahat, cairan yang cukup, dan obat penurun demam. Meski begitu, campak tetap berisiko menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia atau pembengkakan otak.
Selama gejala masih ada, jauhkan bayi dari orang yang rentan seperti bayi lain, ibu hamil, dan anak-anak yang juga belum mendapatkan vaksin untuk mencegah penyebaran campak.
Baca Juga: Urutan Imunisasi Bayi 0–24 Bulan Sesuai IDAI 2024 + Manfaat Lengkap
Bagaimana Cara Mencegah Campak pada Bayi?
Sebagai langkah perlindungan dari campak, bayi harus mendapatkan dosis imunisasi MR.
Dosis vaksin MR pertama harus didapatkan di usia 9 bulan, yang dilanjutkan dengan dosis penguat (imunisasi booster) di usia 18 bulan. Vaksin MR harus didapatkan sekali lagi pada usia 6–7 tahun.
Imunisasi MR dapat mencegah dua penyakit sekaligus, yaitu campak dan campak Jerman (rubella). Vaksin MR aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia, termasuk di Indonesia.
Vaksinasi dapat melindungi si Kecil, mencegah penyebaran penyakit, dan membantu mencegah wabah. Jadi, jangan sampai lupa untuk memberikan vaksinasi pada si Kecil sesuai jadwalnya.
Apabila Bunda memiliki pertanyaan lebih lanjut terkait campak pada bayi, jangan ragu untuk hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju. Tim careline kami siap menjawab pertanyaan Bunda 24/7 tanpa perlu membuat janji terlebih dahulu. Bunda juga dapat menanyakan berbagai hal lain terkait pengasuhan si Kecil seperti nutrisi, stimulasi, dan progres tumbuh kembang.