Cara menyendawakan bayi bisa dengan menggendong di bahu, mendudukkannya di pangkuan, atau menelungkupkannya di atas paha. Kemudian, tepuk atau usap punggungnya pelan-pelan sampai udara keluar dan bayi merasa nyaman.
Ketahui langkah-langkah menyendawakan bayi berikut, yuk!
Mengapa Bayi Perlu Bersendawa?
Sendawa penting untuk mencegah perut kembung, gumoh, kolik, dan membuat bayi tidur lebih nyenyak. Jika bayi tidak disendawakan, perutnya bisa kembung dan mudah gumoh yang membuatnya rewel.
Ini manfaat penting bersendawa bagi bayi yang perlu Bunda ketahui:
- Mengeluarkan udara berlebih setelah menyusu.
- Mencegah perut kembung dan gumoh.
- Membantu bayi tidur lebih nyenyak.
- Mengurangi risiko kolik dan rewel setelah menyusu.
- Menjaga sistem pencernaan tetap lancar.
Kapan Waktu Terbaik untuk Menyendawakan Bayi?
Waktu terbaik menyendawakan bayi adalah setelah menyusu. Pada saat ini, udara yang tertelan selama menyusu akan lebih mudah keluar sehingga perut bayi terasa lega.
Bunda juga dapat menyendawakan bayi di tengah sesi menyusu, sekitar 5-10 menit setelah mulai minum. Tujuannya untuk bantu mencegah udara menumpuk terlalu lama di perut.
Menurut IDAI, bayi perlu disendawakan setiap selesai menyusu dan juga di tengah proses menyusu bila tampak tidak nyaman. Jika bayi mudah kembung, sendawakan secara berkala setiap 5 menit selama menyusu.
Baca Juga: Bahayakah Bayi Gumoh Banyak Seperti Muntah?
Langkah-Langkah Cara Menyendawakan Bayi
Bunda dapat mengikuti cara menyendawakan bayi berikut supaya si Kecil tetap merasa nyaman dan tidak cedera:
1. Gendong Bayi di Bahu
Gendong si Kecil menghadap kebelakang dan letakkan dagunya di atas bahu Bunda. Kemudian, topang bayi dengan memegang bagian bawah pantatnya.
Setelah itu, tepuk perlahan bagian punggungnya berulang-ulang. Saat mencoba cara menyendawakan bayi ini, Bunda dapat melakukannya dalam posisi berdiri atau duduk.
Penting untuk diingat, pastikan Bunda dan si Kecil sama-sama merasa nyaman. Jangan lupa siapkan kain di bahu supaya baju tidak kotor terkena gumoh ASI yang akan keluar ya, Bun.
2. Dudukkan Bayi di Pangkuan
Dudukkan bayi di pangkuan dengan posisi tegak, lalu topang kepala dan dadanya menggunakan satu tangan. Pastikan lehernya tetap stabil agar si Kecil merasa aman selama proses sendawa.
Miringkan tubuh bayi sedikit ke depan, kemudian tepuk atau usap punggungnya dengan lembut. Gerakan ini membantu udara di perut keluar perlahan tanpa membuat bayi tidak nyaman.
Posisi ini cocok untuk bayi usia 2-4 bulan yang sudah mulai bisa menopang kepala sebagian. Selain efektif, cara ini juga membantu bayi belajar menjaga keseimbangan tubuhnya.
3. Tengkurapkan Bayi di Atas Paha
Letakkan bayi tengkurap di atas paha Bunda dengan kepala sedikit lebih tinggi dari tubuhnya. Pastikan posisi leher aman dan bayi merasa nyaman selama proses sendawa.
Usap punggung bayi dengan lembut dari arah bawah ke atas menggunakan telapak tangan. Gerakan ini membantu mendorong udara keluar dari perut secara perlahan.
Gunakan posisi ini bila bayi tampak kembung atau sulit bersendawa. Selain membantu mengeluarkan udara, posisi tengkurap juga bisa membuat bayi lebih rileks.
4. Tengkurapkan di Atas Lengan (Colic Hold)
Letakkan bayi dalam posisi telungkup di atas lengan Bunda dengan wajah menghadap ke samping. Posisi ini membantu memberikan tekanan lembut pada perut yang dapat meredakan ketidaknyamanan akibat udara berlebih.
Topang kepala bayi dengan hati-hati dan tepuk punggungnya secara perlahan menggunakan telapak tangan. Gerakan lembut ini membantu bayi bersendawa sekaligus mengurangi rasa rewel.
Posisi ini cocok untuk bayi yang sering kolik atau gumoh. Pastikan kepala bayi selalu berada lebih tinggi dari dada dan hindari menepuk terlalu keras untuk menjaga keamanannya.
Baca Juga: 11 Penyebab Perut Bayi Bunyi dan Solusinya
Cara Mengatasi Bayi yang Susah Sendawa
Jika si Kecil sulit bersendawa, Bunda bisa mencoba mengubah posisi sendawa setiap 3-5 menit sekali. Kadang, posisi tertentu membantu udara di perut naik lebih cepat ke atas.
Berikan jeda sekitar 2-3 menit, lalu lanjutkan dengan tepukan lembut di punggung bayi. Bunda juga bisa melakukan gerakan kaki seperti sedang mengayuh sepeda sambil mengelus perut bayi.
Gerakan ini membantu merangsang keluarnya udara dari sistem pencernaan dengan cara yang lembut dan menyenangkan. Sebagian bayi memang membutuhkan waktu lebih lama untuk bersendawa, terutama setelah menyusu terlalu cepat.
Tips Aman saat Menyendawakan Bayi
Berikut ini adalah beberapa tips menyendawakan bayi agar bayi cepat sendawa:
- Tepuk punggung bayi dengan lembut menggunakan telapak tangan yang sedikit melengkung agar udara keluar perlahan.
- Pastikan Bunda dalam posisi nyaman dan stabil supaya gerakan tangan tetap terkontrol.
- Hindari mengguncang atau mengubah posisi bayi terlalu cepat agar tidak membuatnya kaget atau tidak nyaman.
- Lakukan di ruangan yang tenang supaya bayi tetap rileks dan mudah bersendawa.
- Jika bayi tertidur sebelum sempat sendawa, bangunkan perlahan dan lakukan dalam posisi gendong di bahu.
Jika bayi tidak sendawa setelah beberapa kali dicoba, jangan panik. Konsultasikan ke dokter bila perutnya tampak kembung berlebihan agar mendapat penanganan tepat.
Baca Juga: 10 Cara Membangunkan Bayi untuk Menyusu yang Ampuh
Tanda Bayi Sudah Bersendawa dengan Baik
Beberapa tanda bayi sendawa dengan baik setelah menyusui adalah sebagai berikut:
- Bayi terlihat lebih rileks dan berhenti rewel.
- Tidak ada suara gelembung udara dari perut.
- Napas lebih teratur.
- Tidak gumoh berlebihan setelah sendawa.
Sendawa biasanya terdengar pelan, bahkan kadang tanpa suara. Jadi, Bunda cukup memperhatikan perubahan ekspresi dan kenyamanan si Kecil.
Jika bayi tidak sendawa setelah beberapa kali dicoba, sebaiknya konsultasikan ke dokter anak untuk memastikan tidak ada masalah pada pencernaannya.
Kapan Harus ke Dokter?
Segera konsultasikan ke dokter jika bayi terus rewel dan perutnya terasa keras atau tampak buncit. Kondisi ini bisa menandakan adanya penumpukan udara atau gangguan pada pencernaan yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Bunda juga perlu waspada bila bayi sering gumoh berlebihan meski sudah disendawakan dengan benar. Hal ini dapat menjadi tanda bahwa ada masalah pada saluran cerna bagian atas atau posisi menyusu yang perlu dievaluasi.
Jika napas bayi terdengar sesak atau tidak teratur setelah menyusu, segera cari pertolongan medis. Kondisi ini bisa menunjukkan adanya tekanan pada diafragma akibat gas berlebih atau gangguan lain yang memerlukan penanganan dokter.
Punya pertanyaan seputar nutrisi dan tumbuh kembang si Kecil? Yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.