Menjelang usia 4 bulan, bayi biasanya sudah lebih aktif dan menunjukkan banyak kemajuan. Si Kecil mulai sering berceloteh, tertawa, menirukan suara atau ekspresi, semakin terampil menggerakkan tangan, mengangkat kepala saat tummy time, hingga mulai bisa berguling. Pola tidur dan menyusunya juga mulai lebih teratur, dan ia semakin tertarik melihat bayangannya di cermin.
Yuk, cari tahu cara stimulasinya!
Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan yang Normal
Perkembangan setiap bayi berbeda-beda. Namun, bayi usia 3 menuju 4 bulan pada umumnya akan menguasai capaian tumbuh kembang berikut ini:
1. Leher Lebih Kuat dan Bisa Menegakkan Kepala
Pada usia 3–4 bulan, otot leher bayi mulai stabil sehingga ia bisa menegakkan kepala ketika digendong. Kemampuan ini muncul karena koordinasi otot leher dan bahu semakin baik.
Saat tummy time (tengkurap), bayi akan mengangkat kepala lebih tinggi dan menopang tubuh dengan kedua lengan (seperti posisi push-up).
National Institutes of Health (2024) menekankan pentingnya tummy time 10–20 menit per hari untuk mencegah kepala datar dan memperkuat otot inti.
2. Mulai Bisa Berguling
Perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan terkait motorik kasar selanjutnya adalah ia mulai bisa berguling sendiri, dari posisi tengkurap ke posisi telentang.
Bayi biasanya berguling untuk meraih mainan atau benda lain yang menarik perhatiannya. Oleh karena itu, ia memerlukan perhatian ekstra agar tidak meraih benda berbahaya atau terbentur.
3. Mengenali Sumber Suara
Bayi usia ini sudah dapat menoleh ke arah suara yang menarik perhatiannya.
Terkadang ia juga bereaksi dengan cara lain seperti mengerutkan alis, diam sejenak dan mendengarkan, atau tersenyum saat mendengar suara familiar yang disukainya.
Baca Juga: Berat Badan Bayi 3 Bulan yang Ideal dan Cara Menaikkannya
4. Bertambah Ceriwis
Di usia ini, bayi seolah tampak mendengarkan saat Bunda mengajaknya berbicara. Lalu, ia akan mulai mencoba menimpali kata-kata Bunda dengan ocehannya.
Si Kecil mungkin akan mencoba mengajak Bunda berbicara dengan mengeluarkan suara seperti “aaaah” atau “oooh”.
5. Suka Memandangi Wajah
Suka memandangi wajah Bunda merupakan salah satu perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan yang bisa diamati.
Hal ini karena kedua bola matanya sudah mampu memahami jarak suatu objek. Jadi, bayi bisa melihat detail wajah Bunda dengan lebih jelas.
Selain itu, ia juga menunjukkan ketertarikan untuk mengamati wajah-wajah baru yang ada di sekitarnya.
6. Mulai Membedakan Warna
Perkembangan bayi 3 bulan ke 4 bulan dalam aspek penglihatan sudah semakin baik. Bayi mulai dapat membedakan warna-warna kontras seperti merah atau hijau.
Sistem penglihatannya meningkat pesat sehingga ia lebih tertarik pada benda berwarna cerah.
Kemampuannya membedakan warna, juga dapat membuat si Kecil cenderung menyukai mainan dengan warna tertentu.
7. Mengikuti Benda Bergerak
Penglihatan yang semakin baik juga membuat mata bayi mampu mengikuti benda yang sedang bergerak cepat.
Meski begitu, kebanyakan bayi usia ini belum bisa menangkap benda bergerak yang menjadi targetnya. Sebab, koordinasi mata dan tangannya belum berkembang sempurna.
Baca Juga: Durasi Ideal Jam Tidur untuk Bayi Sesuai Tahapan Usianya
8. Memahami Lebih Banyak Emosi
Pada usia ini, si Kecil akan sibuk memahami lebih banyak emosi. Caranya, dengan mendengarkan kata-kata dan memperhatikan ekspresi wajah Bunda.
Ia akan coba menghubungkan ekspresi wajah yang Bunda buat dengan kata-kata yang Bunda ucapkan.
Melalui observasi itu, bayi akan mengerti bahwa nada tinggi dengan wajah tersenyum menunjukkan rasa senang. Lalu, wajah murung dan nada rendah menunjukkan rasa sedih.
9. Lebih Pintar Mengekspresikan Emosi
Perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan juga dapat diamati dari kemampuannya mengekspresikan emosi yang sedang dirasakan.
Bunda mungkin akan melihat si Kecil tertawa lepas, tersenyum ketika mendengar atau melihat hal-hal yang disukai, dan membuat suara-suara seperti “ah-guu” untuk mengekspresikan diri.
10. Tidak Lagi Rewel Saat Bunda Menjauh
Penglihatan bayi semakin baik sehingga ia bisa melihat Bunda dari jarak beberapa meter.
Oleh karena itu, saat Bunda perlu mengambil popok baru atau mengambil air minum di seberang ruangan, si Kecil sudah tidak terlalu rewel lagi.
Baca Juga: Apa Itu 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan) dan Cara Mengoptimalkannya
Cara Menstimulasi Perkembangan Bayi 3 Bulan Menuju 4 Bulan
Untuk memaksimalkan perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan, Bunda perlu memberikan stimulasi yang tepat, antara lain:
1. Sering Mengajak Bayi Bicara
Bunda perlu sering-sering mengajak si Kecil bicara untuk menstimulasi kemampuan bahasa dan emosinya. Ajak bayi bicara saat mengganti popok, mandi, atau bermain.
Ketika berbicara, pastikan Bunda menatap mata si Kecil dan membuat ekspresi muka yang hangat. Dengan begitu. si Kecil semakin pintar mengaitkan antara kata-kata dan perasaan.
2. Menanggapi Celoteh Bayi
Walaupun hanya celotehan tanpa makna, tapi Bunda perlu memberikan respons seolah sedang mengobrol dengan si Kecil.
Hal ini penting untuk memotivasi si Kecil agar terus berceloteh, meningkatkan perkembangan bahasa, dan kemampuannya memahami komunikasi dua arah.
Jadi, ketika Bunda berbicara, bayi akan mendengarkan. Setelah itu, baru giliran bayi menanggapi ucapan Bunda. Begitu pula sebaliknya.
3. Membacakan Buku Bergambar
Membacakan buku cerita meningkatkan kemampuan bahasa, menulis, dan membaca si Kecil di kemudian hari.
Pilih buku cerita dengan gambar besar dan berwarna terang. Perlahan, bacakan buku menggunakan ekspresi dan nada yang ekspresif. Pangku bayi agar ia dapat melihat gambar dengan baik.
Membaca buku bersama dapat meningkatkan bonding antara Bunda dan si Kecil. Dengan demikian, si Kecil merasa aman dan dicintai sepenuh hati.
Baca Juga: Umur Berapa Bayi Bisa Melihat? Ini Tahapan dan Stimulasinya
4. Menggantung Mainan Saat Tummy Time
Saat si Kecil tummy time, Bunda dapat menggantung mainan menarik di depan bayi. Aktivitas ini bertujuan untuk menstimulasi kekuatan leher dan kontrol kepala si Kecil.
Ketika dalam posisi berbaring, gantung mainan dengan jarak yang cukup dekat. Dengan begitu, ia dapat latihan meraih dan menggenggamnya.
5. Letakkan Mainan Bersuara di Sekitar Bayi
Coba letakkan mainan berwarna terang atau mengeluarkan bunyi di sekitarnya sebagai cara menstimulasi perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan dari aspek motoriknya.
Dengan begitu, si Kecil termotivasi untuk menoleh, mengangkat kepala, atau berguling untuk menemukan sumber suara dan meraihnya.
6. Beri Mainan Bergerak untuk Dilihat dan Dikejar
Bunda juga dapat meletakkan mainan yang bergerak sekitar 60 cm di depan bayi selama tummy time.
Biarkan mainan bergerak perlahan mendekati wajah bayi. Tujuan dari stimulasi ini adalah melatih koordinasi mata dan tangan si Kecil agar semakin baik.
Dengan demikian, lama-kelamaan si Kecil dapat menangkap benda yang bergerak menggunakan kedua tangannya.
7. Membuat Rutinitas Harian yang Konsisten
Bunda dapat mulai membuat jadwal harian yang dilaksanakan dengan konsisten. Dengan melakukan rutinitas yang mirip setiap hari, si Kecil akan merasa lebih aman.
Untuk membuat jadwal harian, sesuaikan dengan ritme tidur si Kecil dan rutinitas keluarga Bunda. Jangan memaksakan jadwal orang lain yang tampak lebih “ideal”.
8. Menyiapkan Ruang Bermain Aman
Pastikan si Kecil berbaring di karpet bermain yang cukup tebal dan luas sehingga badannya tidak sakit ketika berguling atau kepalanya terbentur.
Singkirkan juga benda-benda berbentuk kecil, tajam, dan memiliki permukaan yang kasar. Contohnya kelereng, bola bekel, gunting kuku, jarum pentul, balok kayu, dan meja.
Benda-benda tersebut dapat membuat si Kecil tersedak, terluka, hingga cedera.
Pastikan Bunda tidak melewatkan momen penting tumbuh kembang bayi. Bergabung sebagai member Klub Generasi Maju untuk mendapatkan akses panduan tumbuh kembang lengkap dan tips dari ahli.
Baca Juga: Ciri-Ciri Bayi Overstimulasi dan Cara Tepat Mengatasinya
Kapan Perlu Konsultasi ke Dokter?
Bunda perlu konsultasi ke dokter apabila perkembangan bayi 3 bulan menuju 4 bulan menunjukkan satu atau lebih keterlambatan, seperti:
- Bayi tidak bisa mengangkat kepala sama sekali saat tengkurap.
- Tidak merespons suara atau tidak menoleh ke arah sumber suara.
- Tidak melakukan kontak mata atau tidak tersenyum sama sekali.
- Tidak mengeluarkan suara atau ocehan.
- Tubuh terlihat sangat kaku atau sangat lemas.
Itulah tumbuh kembang bayi 3 bulan menuju 4 bulan dan stimulasi yang bisa Bunda lakukan. Lantas bagaimana perkembangan bayi di usia 4 bulan?
Pastikan Bunda mendapat panduan lengkap seputar perawatan bayi, tips bonding dengan si Kecil, hingga tips menghadapi hari-hari pertama sebagai ibu baru di E-Book Panduan Bunda Baru.
Unduh GRATIS sekarang agar Bunda bisa mulai perjalanan menjadi ibu baru dengan lebih tenang dan percaya diri!