Facebook Pixel Code Ciri-Ciri Anak Sehat & Tidak Sehat yang Perlu Bunda Tahu

Ciri-Ciri Anak Sehat & Tidak Sehat yang Perlu Bunda Tahu

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 21 Agustus 2023

Diperbarui: 06 November 2025

1 Tahun
Kesehatan
Cover Image of Ciri-Ciri Anak Sehat & Tidak Sehat yang Perlu Bunda Tahu

 

Ciri-ciri anak sehat tidak hanya terlihat dari fisiknya saja, tapi juga dari perkembangan kognitif, sosial, emosional, dan kesehatan mentalnya. Yuk, kenali tanda anak sehat dan cara menjaga kesehatannya!

Ciri-Ciri Anak Sehat

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), anak sehat akan menunjukkan pertumbuhan optimal jika berada di lingkungan yang mendukung secara biologis, fisik, dan psikososial. 

Beberapa ciri-ciri anak sehat yang bisa Bunda perhatikan antara lain:

1. Berat dan Tinggi Sesuai Usia

Salah satu ciri-ciri anak sehat adalah pertumbuhan berat dan tinggi badan anak yang sesuai dengan usianya. Ini menandakan status gizi anak dalam kondisi optimal.

Bunda dapat memantau pertumbuhan si Kecil dengan mencatat hasil pengukuran berat dan tinggi secara rutin, lalu membandingkannya dengan kurva pertumbuhan. 

Jika pertumbuhan terlihat lambat atau tidak seimbang, bisa jadi ada masalah gizi atau kesehatan yang perlu diperhatikan.

IDAI menyarankan agar Bunda dan Ayah rutin membawa si Kecil ke posyandu atau dokter anak untuk pemantauan dan evaluasi tumbuh kembang anak yang lebih akurat.

Baca Juga: 6 Aspek Perkembangan Anak Usia Dini dan Cara Optimalkannya

2. Aktif Bergerak

Anak sehat biasanya terlihat lincah dan bersemangat saat beraktivitas, seperti berlari, melompat, bermain bola, atau bersepeda. 

Aktivitas fisik yang rutin juga memperkuat otot, tulang, jantung, serta meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah sakit. Anak pun tetap bugar dan energik setiap hari!

3. Tampilan Fisik Sehat

Tampilan fisik pada anak sehat bisa dilihat dari kulit yang tampak lembap, juga tidak kering dan bersisik. Rambutnya pun tampak berkilau dan kuat, serta tidak mudah rontok. 

Kuku si Kecil berwarna merah muda dan tidak rapuh. Warna merah muda pada kuku ini menunjukkan bahwa anak tidak menderita anemia atau kekurangan darah.

4. Nafsu Makan Baik

Salah satu ciri-ciri anak sehat adalah memiliki nafsu makan yang baik. Saat waktu makan tiba, anak biasanya tampak antusias dan menikmati makanannya tanpa harus dipaksa.

Anak yang sehat juga tidak mengalami kesulitan mengunyah atau menelan makanan. Misalnya, si Kecil bisa makan nasi, sayur, dan lauk dengan lahap tanpa mengeluh.

Kondisi ini menunjukkan sistem pencernaan bekerja baik dan kebutuhan gizinya terpenuhi, sehingga tubuh anak dapat tumbuh optimal dan tetap bertenaga sepanjang hari.

5. Emosi Stabil

Ciri-ciri anak sehat secara mental salah satunya mengekspresikan perasaan dengan tepat, misalnya ikut senang saat bermain atau ikut sedih ketika temannya menangis.

Anak dengan emosi stabil biasanya tampak lebih bahagia, mudah beradaptasi, dan memiliki semangat belajar tinggi. Si Kecil pun tumbuh percaya diri dan tangguh menghadapi situasi baru.

Bunda dan Ayah bisa membantu perkembangan emosional anak dengan sering mengajak anak bercerita tentang perasaannya. 

Tanyakan dengan lembut agar anak terbiasa mengenali dan mengungkapkan emosinya dengan sehat.

6. Mudah Konsentrasi

Anak yang sehat mampu fokus saat belajar, bermain, dan bisa menyelesaikan tugas tanpa mudah terdistraksi. 

Misalnya, ia bisa menyusun puzzle hingga selesai atau mendengarkan cerita sampai habis. 

Konsentrasi yang baik menunjukkan perkembangan kognitif yang optimal. Anak belajar berpikir logis, mengingat informasi, dan menyelesaikan masalah dengan caranya sendiri.

Sebaliknya, jika anak mudah melamun atau sulit fokus, bisa jadi ia kurang tidur, sedang stres, atau kekurangan nutrisi penting yang mendukung fungsi otak.

7. Tidur Nyenyak

Waktu istirahat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan fisik dan mental anak. 

Tidur yang cukup membantu tubuh beristirahat, memulihkan energi, serta menjaga suasana hati tetap stabil.

Jika disertai dengan asupan nutrisi yang seimbang, sel-sel tubuh dan otak anak dapat tumbuh optimal. Inilah alasan mengapa tidur nyenyak menjadi salah satu ciri-ciri anak sehat.

8. Ceria dan Percaya Diri

Ciri-ciri anak yang sehat juga selalu terlihat ceria dan percaya diri. Anak sehat yang memiliki rasa percaya diri selalu berani dalam melakukan hal baru tanpa takut gagal. 

Kepercayaan diri ini juga akan membuat anak mudah bergaul dan berteman dengan banyak orang tanpa memiliki keraguan atau rasa minder.

Sementara anak-anak yang kurang ceria dan percaya diri cenderung merasa lesu dan tidak semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

9. Jarang Sakit

Anak yang jarang sakit juga termasuk ciri-ciri anak sehat. Ia tidak mudah terkena flu, batuk, atau demam, bahkan saat teman-temannya sedang sakit di sekolah.

Daya tahan tubuh yang kuat menunjukkan sistem imun anak berfungsi optimal. Hal ini biasanya didukung oleh pola makan bergizi, tidur cukup, dan aktivitas fisik yang teratur.

Jika anak tetap aktif, ceria, dan jarang absen dari sekolah karena sakit, itu tanda tubuhnya sehat dan mampu melawan infeksi dengan baik.

Tanda Anak Sehat vs Tidak Sehat 

Setiap anak memiliki kondisi tubuh yang berbeda. Namun, ada beberapa tanda umum yang bisa membantu Bunda membedakan anak sehat dan tidak sehat. 

Ciri Anak Sehat

Ciri Anak Tidak Sehat

Berat & tinggi sesuai usia

Berat badan turun tanpa sebab

Aktif & ceria

Lesu, tidak mau bermain

Nafsu makan baik

Menolak makan / sulit makan

Tidur nyenyak

Susah tidur, sering terbangun

Emosi stabil

Mudah marah, tantrum berlebihan

Konsentrasi baik

Sulit fokus, sering melamun

Cara Menjaga Kesehatan Anak

Ingin anak tumbuh sehat secara fisik dan psikis, Bun? Tenang, ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan tubuhnya. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Pastikan Anak Tidur Cukup

Tidur cukup merupakan salah satu kunci penting menjaga tubuh anak tetap sehat. Saat tidur, tubuh memperbaiki sel dan jaringan yang rusak serta membantu sistem imun bekerja optimal.

Kurang tidur dapat membuat anak mudah lelah, sulit fokus, dan rentan sakit. Karena itu, penting bagi Bunda untuk membiasakan si Kecil tidur tepat waktu setiap hari.

Durasi tidur ideal sekitar 13 jam untuk anak usia 2 tahun dan 12 jam untuk usia 3-4 tahun. Usahakan anak sudah tidur sebelum pukul 9 malam agar kualitas tidurnya maksimal.

Baca Juga: 6 Manfaat Tidur Siang untuk Tumbuh Kembang Anak

2. Ajak Anak agar Aktif Bergerak

Untuk menjaga anak tetap sehat dan bugar, batasi waktu menonton TV atau bermain gadget maksimal 2 jam per hari. Ajak si Kecil melakukan aktivitas fisik yang melibatkan gerak tubuh.

Bunda dan Ayah bisa rutin berolahraga bersama anak, seperti jogging, bersepeda, berenang, atau bermain permainan tradisional seperti petak umpet dan lompat tali.

Selain menyenangkan, aktivitas fisik membantu memperkuat tulang dan otot, menjaga berat badan ideal, serta membuat anak lebih percaya diri dan mudah bersosialisasi.

3. Menjaga Kebersihan Tubuh

Menjaga kebersihan tubuh merupakan bagian penting dari ciri-ciri anak sehat. Mengajarkan kebiasaan ini sejak dini membantu anak memahami pentingnya hidup bersih dan sehat.

Bunda bisa membiasakan anak untuk mandi setiap hari, menggosok gigi secara rutin, serta mencuci tangan dengan sabun.

Pastikan si Kecil mencuci tangan menggunakan sabun minimal 20 detik setelah bermain, sebelum makan, atau setelah batuk dan bersin untuk mencegah penyebaran penyakit.

4. Teruskan Optimalkan Nutrisinya

Salah satu cara menjaga anak tetap sehat adalah dengan memenuhi kebutuhan nutrisinya setiap hari. Anak dengan gizi seimbang cenderung tumbuh optimal dan tidak mudah sakit.

Pastikan Bunda memberikan makanan bergizi lengkap, termasuk buah, sayur, protein, dan karbohidrat kompleks agar kebutuhan vitamin dan mineralnya terpenuhi.

Nutrisi seperti vitamin C, zat besi, dan protein berperan penting dalam memperkuat daya tahan tubuh serta mendukung pertumbuhan anak secara menyeluruh. 

Pastikan juga Bunda melengkapi nutrisi si Kecil dengan memberikannya susu pertumbuhan berkualitas, terfortifikasi vitamin dan mineral penting, dan punya rasa yang enak.

Baca Juga: Pentingnya IronC™, Kombinasi Unik Zat Besi dan Vitamin C untuk Tumbuh Kembang Anak

Seberapa Sering Anak Perlu Periksa Kesehatan?

Pemeriksaan kesehatan anak sebaiknya dilakukan secara rutin, bahkan saat anak terlihat sehat. Tujuannya untuk memantau pertumbuhan, perkembangan, dan status gizinya.

IDAI menyarankan pemeriksaan berkala pada masa pertumbuhan aktif, terutama untuk anak di bawah usia lima tahun.

Selain itu, segera bawa si Kecil ke dokter jika muncul tanda tidak biasa, seperti demam berkepanjangan, nafsu makan menurun, atau perubahan perilaku.

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi