Facebook Pixel Code Gejala DBD pada Anak dan Perbedaannya dengan Penyakit Lain

Gejala DBD pada Anak dan Perbedaannya dengan Penyakit Lain

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 04 Mei 2023

Diperbarui: 24 November 2025

1 Tahun
Kesehatan
Cover Image of Gejala DBD pada Anak dan Perbedaannya dengan Penyakit Lain

 

Masuk musim hujan, penting bagi Bunda memahami gejala DBD pada anak agar penanganannya bisa dilakukan sesegera mungkin. Yuk, Bun, simak berbagai gejalanya!

Kapan Gejala DBD pada Anak Mulai Muncul?

Anak bisa mengalami DBD ketika digigit nyamuk aedes aegypti yang membawa virus DBD. Menurut IDAI, gejala DBD pada anak biasanya muncul sekitar 4-7 hari setelah ia digigit nyamuk.

Masa tersebut disebut dengan dengan masa inkubasi. Si Kecil umumnya tidak mengalami gejala. Virus dengue menyerang sistem kekebalan (limfatik) dan pembuluh darah anak.

Pada awalnya, gejala DBD pada anak bisa menyerupai flu, dengan demam yang lebih tinggi. Namun, dapat memburuk dengan cepat dan membutuhkan penanganan segera.

Ciri dan Gejala DBD pada Anak

Gejala DBD pada anak mungkin saja lebih tampak karena daya tahan tubuhnya belum terbentuk sempurna.

Berikut ini adalah beberapa gejala DBD pada anak yang perlu Bunda waspadai:

Gejala Umum DBD yang Sering Terjadi

1. Demam Tinggi 

Dibandingkan infeksi virus lainnya, gejala DBD pada anak biasanya ditandai dengan demam tinggi mendadak. Umumnya, demam akibat DBD bisa mencapai 40°C.

Demam tiba-tiba dapat berlangsung terus-menerus, dan diikuti gejala lain, seperti sakit kepala atau nyeri tulang.

Baca Juga: 10 Hal yang Tidak Boleh Dilakukan saat Anak Demam

2. Sakit Kepala

DBD pada anak juga umum menyebabkan sakit kepala. Hal ini bisa menyebabkan anak rewel. Selain sakit kepala, si Kecil juga dapat merasakan sakit di belakang matanya.

3. Nyeri Sendi, Otot, dan Tulang

Mirip dengan gejala flu pada anak, DBD juga bisa menyebabkan nyeri sendi, otot, dan tulang. Itu sebabnya, DBD pada anak disebut juga dengan breakbone fever.

4. Wajah dan Leher Kemerahan 

Kulit kemerahan alias flushing juga jadi salah satu gejala DBD pada anak. 

Menurut The American Journal of Tropical Medicine and Hygiene (2024), ini terjadi karena virus DBD dapat menyebabkan pembuluh darah melebar sehingga kulit jadi tampak lebih merah.

5. Anak Lesu dan Rewel

Akibat berbagai gejala DBD pada anak di atas, sangat wajar bila si Kecil jadi kelelahan dan sangat rewel. 

Terutama karena berbagai gejala di atas akan menyebabkan ketidaknyamanan.

6. Nafsu Makan Menurun, Sulit Tidur

Gejala DBD, baik pada anak maupun orang dewasa, sama-sama menyebabkan sakit kepala dan nyeri tulang yang cukup hebat.

Rasa sakit inilah yang membuat anak-anak kesulitan tidur dan nafsu makannya terganggu.

Baca Juga: ‌6 Cara Mengatasi Anak Demam Naik Turun Tanpa Obat 

Gejala Khusus yang Perlu Diwaspadai

Untuk tipe demam berdarah yang cukup berat, gejala DBD pada anak di di bawah ini perlu Bunda waspadai, bahkan jadi sinyal untuk segera membawanya ke rumah sakit:

1. Mual dan Muntah Berulang

Mual dan muntah berulang biasanya muncul beberapa hari setelah gejala DBD pada anak yang umum muncul. 

Mual dan muntah adalah tanda Bunda perlu segera membawa si Kecil ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

2. Muncul Ruam Merah

Ruam merah juga jadi salah satu gejala DBD pada anak yang cukup khas. Biasanya, ruam merah ini muncul di seluruh tubuh pada 2-5 hari setelah demam muncul.

Ruam akibat DBD biasanya datar dengan permukaan kulit dan tidak menghilang sangat ditekan.

3. Mimisan, Gusi Berdarah, atau BAB Berdarah

DBD umumnya menyebabkan pembuluh darah lebih rapuh, mudah pecah, dan trombosit anak menurun. Trombosit ini berperan dalam proses pembekuan darah. 

Tanpa itu, anak jadi lebih mudah mengalami perdarahan.

Itu sebabnya, mimisan, gusi berdarah, atau BAB berdarah jadi salah satu gejala DBD pada anak yang wajib Bunda waspadai.

4. Kulit Terasa Dingin dan Pucat

Selain perdarahan, masalah pembuluh darah saat DBD juga menyebabkan anak mengalami gejala seperti kulit terasa dingin dan pucat. Ini terjadi akibat perdarahan internal yang terjadi. 

Kondisi ini bisa berujung pada demam berdarah hemoragik yang membutuhkan penanganan dengan segera karena dapat membahayakan nyawa.

5. Penurunan Kesadaran atau Pingsan

Saat anak mengalami perdarahan hebat di dalam tubuh, ia berpotensi mengalami syok. Inilah yang kemudian dapat menyebabkannya mengalami penurunan kesadaran.

Baca Juga: Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Penanganan yang Tepat 

Perbedaan Bintik DBD, Gigitan Nyamuk, Alergi, dan Campak pada Anak

Bintik merah gejala DBD kadang keliru diartikan sebagai penyakit lain atau sebaliknya. Berikut adalah perbedaan bintik merah yang jadi tanda DBD pada anak, gigitan nyamuk, alergi, ataupun campak.

Penyebab

Ciri-Ciri Bintik/Ruam

Lokasi Umum di Tubuh

Gejala Penyerta

Kapan Harus ke Dokter

Demam berdarah

  • Bintik merah datar
  • Tidak menonjol (sama dengan permukaan kulit)
  • Tidak hilang saat ditekan
  • Bintik berwarna merah terang hingga keunguan

Di sekujur tubuh (dada lengan, kaki, wajah)

  • Demam tinggi
  • Nyeri otot
  • Nafsu makan menurun
  • Mimisan
  • Lemas
  • Jika bintik disertai demam yang sudah berlangsung lebih dari 3 hari
  • Anak sangat lemas dan tidak aktif

Gigitan Nyamuk

  • Bintik merah menonjol (bentol)
  • Terasa gatal

Di bagian tubuh yang umumnya tidak tertutup baju (tangan, kaki, wajah)

Gatal di area ruam dan tidak menyebar, serta tidak disertai gejala lain

Jika bentol semakin membesar, gatal semakin berat, atau anak tampak memiliki reaksi alergi

Alergi (biduran)

  • Bintik merah menonjol (bentol)
  • Ukuran bentol bisa besar, atau kecil-kecil yang menyatu jadi besar
  • Bentol menyebar dengan cepat
  • Terasa gatal

Di seluruh bagian tubuh, terutama wajah dan leher

  • Ruam terasa panas 
  • Sangat gatal
  • Mata dan bibir bengkak
  • Mata berair
  • Dalam kondisi alergi berat, bisa menyebabkan masalah pernapasan

Jika ruam disertai bengkak di wajah dengan cepat, sesak napas, atau lidah bengkak.

Campak (rubeola)

  • Bintik merah yang dapat kecokelatan
  • Tidak terasa gatal

Dimulai dari belakang telinga, wajah, dan kemudian ke badan, punggung, dan kaki

  • Demam tinggi
  • Batuk dan pilek
  • Mata merah dan berair
  • Lesu 

Jika ruam muncul disertai demam tinggi yang tidak membaik lebih dari 3 hari

Fase DBD pada Anak

Perjalanan penyakit demam berdarah biasanya punya 3 fase, termasuk juga jika terjadi pada anak. Fase ini dikenal dengan istilah pelana kuda.

Tabel fase DBD pada anak berikut ini dapat membantu Bunda dalam mengenali masing-masing fasenya sehingga bisa lebih waspada:

Fase

Kemunculan

Gejala Utama

Tindakan yang Disarankan

Fase Demam

Hari 1-3

  • Demam tinggi dan mendadak (hingga 40oC)
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Kulit kemerahan (flushing)
  • Nafsu makan menurun

Pastikan anak mendapat kebutuhan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi dan catat suhu tubuh anak.

Fase Kritis

Hari 4-6

  • Demam menurun sekitar 37-38oC atau lebih rendah
  • Trombosit menurun jauh sehingga bisa menyebabkan mimisan, gusi berdarah, atau BAB berdarah
  • Muntah
  • Pucat dan kulit dingin

Segera bawa ke rumah sakit untuk mendapat penanganan medis. Tanpa penanganan tepat, kondisi ini dapat berakibat fatal.

Fase Pemulihan

Hari 7-10

  • Demam hilang
  • Kondisi membaik
  • Anak kembali aktif dan mau makan
  • Buang air kecil sudah lebih banyak dari hari sebelumnya

Pantau kadar trombosit dan hematokrit lewat tes darah. Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi untuk mempercepat pemulihan.

Apakah DBD pada Anak Berbahaya?

Anak yang terkena DBD biasanya akan sembuh dalam waktu 1 sampai 2 minggu, jika mendapatkan penanganan yang tepat. Tanpa penanganan yang tepat, DBD pada anak bisa berakibat fatal.

Salah satu dampak paling berbahaya dari DBD adalah syok dengue (dengue shock syndrome) kondisi ketika tubuh mengalami syok akibat perdarahan internal. 

Walau jarang terjadi, anak yang pernah kena DBD punya risiko yang lebih tinggi mengalami kondisi ini jika terinfeksi kembali. 

Baca Juga: 6 Cara Mudah Mengatasi Anak Demam Tinggi di Malam Hari

Pengobatan DBD pada Anak

DBD disebabkan oleh virus dan belum ada obat khusus untuk mematikan virus ini di dalam tubuh. 

Namun, Bunda bisa fokus meredakan gejala dan menjaga jumlah cairan untuk mencegah kondisi memburuk. Ini beberapa cara yang dapat dilakukan di rumah:

  • Berikan parasetamol sesuai anjuran dokter untuk menurunkan demam.
  • Hindari memberikan ibuprofen dan aspirin karena dapat meningkatkan risiko perdarahan.
  • Kompres hangat di area dahi, ketiak, atau lipatan paha selama 10-15 menit.
  • Pastikan kebutuhan cairan terpenuhi, bisa dari ASI, air putih, susu, air tajin, atau jus jambu. 
  • Berikan makanan bergizi, terutama yang tinggi vitamin C, untuk membantu pemulihan.
  • Segera ke RS jika muncul gejala DBD pada anak yang berat, seperti mimisan atau lemas.

Cara Mencegah DBD pada Anak di Rumah

IDAI menyebut bahwa kondisi lingkungan adalah salah satu faktor yang bisa meningkatkan risiko DBD pada anak. Maka, untuk mencegahnya juga sering berhubungan dengan hal ini.

Beberapa cara mencegah DBD pada anak yang bisa Bunda lakukan di rumah, yaitu:

  • Menguras dan menutup tempat penampungan air untuk mencegah nyamuk berkembang biak.
  • Menaburkan bubuk abate di area yang memungkinkan air menggenang untuk membunuh jentik nyamuk.
  • Memasang kelambu atau menggunakan losion antinyamuk sebelum anak tidur.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk di dalam ruangan, seperti lavender, serai, atau kemangi.
  • Menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah genangan air.

Kapan Anak Harus Segera Dibawa ke Dokter?

Kunci penanganan DBD pada anak adalah deteksi dini. Jangan ragu membawa si Kecil ke dokter bila mengalami gejala, seperti:

  • Demam tinggi lebih dari 3 hari.
  • Muncul bintik merah yang menyebar cepat.
  • Anak muntah terus atau mimisan.
  • Tampak sangat lemas, mengantuk terus, atau pingsan.
  • Ujung jari, bibir, atau wajah kebiruan

Jika tanda-tanda ini muncul, segera bawa anak ke rumah sakit untuk pemeriksaan darah dan cairan infus.

Kalau Bunda punya pertanyaan lebih lanjut, jangan ragu menghubungi Sahabat Bunda Generasi Maju. Kami siap menjawab pertanyaan Bunda seputar kondisi kesehatan si Kecil selama 24/7. 

Jangan ketinggalan juga bergabung di Klub Generasi Maju segera untuk dapatkan akses istimewa ke berbagai artikel terbaru seputar kesehatan anak ya, Bun. Gratis! 

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi