Facebook Pixel Code Gejala Anemia pada Anak: Kenali Penyebab dan Atasi!

Gejala Anemia pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 26 Januari 2022

3 Tahun
Kesehatan
Cover Image of Gejala Anemia pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

 

Kulit wajah dan bibir yang pucat adalah contoh gejala anemia pada anak yang umum. Selain itu, apa lagi ciri anak anemia yang harus Bunda waspadai dan bagaimana cara mengatasinya?

Gejala Anemia pada Anak

Anemia dapat menyebabkan penurunan konsentrasi, mudah lelah, hingga gangguan perkembangan kognitif. Berikut ini adalah gejala anemia yang mudah dikenali:

1. Kulit Pucat

Salah satu gejala khas anemia akibat kekurangan zat besi (iron) adalah kulit dan dasar kuku yang tampak pucat. 

Hal ini terjadi karena sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh menjadi lebih kecil dan pucat akibat kekurangan zat besi (iron).

Akibatnya, kulit dan jaringan tubuh lainnya tidak mendapatkan cukup oksigen untuk menjalankan fungsinya dengan baik.

2. Sakit Kepala

Kekurangan zat besi (iron) secara langsung memengaruhi produksi hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang bertanggung jawab untuk mengikat oksigen. 

Ketika kadar hemoglobin rendah, tubuh jadi tidak mampu mengalirkan oksigen dalam darah ke otak, sehingga memicu sakit kepala berdenyut dan migrain.

Dampak anemia pada otak yang kekurangan oksigen juga terlihat pada penurunan performa akademis anak di sekolah.

3. Merasa Lelah

Jangan anggap remeh kelelahan yang berkepanjangan pada anak ya, Bun. Kondisi ini bisa menjadi salah satu gejala anemia pada anak.

Kurangnya sel darah merah menunjukkan kurangnya oksigen yang disalurkan ke seluruh tubuh, sehingga anak akan merasa lelah meskipun hanya melakukan aktivitas ringan.

4. Nafsu Makan Berkurang

Penelitian dalam jurnal PLOS ONE tahun 2020 menunjukkan bahwa kekurangan zat besi (iron) dapat mengganggu produksi hormon ghrelin yang berperan penting dalam merangsang rasa lapar.

Ketika kadar zat besi (iron) dalam tubuh rendah, produksi ghrelin ikut menurun. Hal ini tentunya akan menyebabkan anak susah makan.

Baca Juga: Cek Berapa Kebutuhan Zat Besi Anak Per Hari dan Cara Memenuhinya

5. Detak Jantung Tidak Teratur

Anemia bisa menyebabkan detak jantung tidak teratur, nyeri dada, dan berbagai gejala lainnya. Kondisi ini terjadi karena jantung berusaha mengimbangi kekurangan oksigen dalam darah. 

Jika dibiarkan, detak jantung yang tidak teratur secara terus-menerus dapat merusak jantung dan bahkan menyebabkan gagal jantung.

6. Sesak Napas

Salah satu gejala anemia pada anak yang perlu Bunda waspadai adalah sesak napas. Saat tubuh kekurangan zat besi (iron), kemampuan darah untuk membawa oksigen berkurang.

Kondisi ini membuat otot pernapasan bekerja lebih keras untuk mendapatkan oksigen yang cukup, sehingga anak akan merasa sesak napas saat melakukan aktivitas fisik.

Namun, sesak napas juga bisa menjadi tanda kondisi medis lainnya. Jadi, penting bagi Bunda untuk memeriksakan si Kecil ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

7. Pembengkakan pada Lidah atau Mulut

Anemia juga dapat memunculkan gejala pada rongga mulut, seperti lidah bengkak dan nyeri, sariawan, serta sensasi terbakar.

Selain itu, si Kecil juga rentan mengalami bibir pecah dan perubahan warna pada selaput lendir mulut yang mengindikasikan kekurangan zat besi (iron).

8. Tangan dan Kaki Terasa Dingin

Tangan dan kaki yang terasa dingin juga bisa menjadi gejala anemia pada anak akibat proses produksi sel darah merah terganggu.

Kurangnya asupan zat besi (iron) harian membuat pasokan oksigen yang disalurkan oleh darah ke seluruh tubuh, terutama ke bagian tubuh yang jauh dari jantung menjadi terbatas.

9. Rentan Mengalami Infeksi Berulang

Sistem kekebalan tubuh anak yang masih berkembang sangat bergantung pada berbagai nutrisi, termasuk zat besi untuk berfungsi dengan optimal.

Kekurangan asupan zat besi (iron) dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh anak, sehingga membuatnya lebih rentan mengalami infeksi berulang.

10. Ingin Makan Benda Non Makanan

Si Kecil tiba-tiba ingin makan benda-benda yang bukan makanan, seperti es, kertas, atau tanah liat? Kondisi ini dalam dunia medis dikenal sebagai pica.

Meski terlihat aneh dan tidak wajar, kecenderungan pica sering dikaitkan dengan kekurangan zat besi (iron) atau anemia defisiensi besi.

Selain berisiko menyebabkan gangguan pencernaan, pica juga dapat menghambat penyerapan nutrisi penting lainnya, memperparah anemia, dan bahkan menyebabkan infeksi.

Baca Juga: Hati-Hati, Anemia Defisiensi Zat Besi Bisa Ganggu Kemampuan Belajar Anak!

Jika Bunda mencurigai ada gejala anemia pada anak, segera pastikan seberapa besar risiko si Kecil kekurangan zat besi (iron) lewat Kalkulator Zat Besi secara gratis hanya dengan menjawab 7 pertanyaan singkat!

Penyebab Anemia pada Anak

Bunda penasaran apa yang menyebabkan anak anemia? Secara umum, anemia terjadi ketika darah tidak memiliki cukup hemoglobin atau sel darah merah. Hal ini dapat terjadi jika:

  • Tubuh menghancurkan sel darah merah dan hemoglobin yang ada di dalamnya.
  • Tubuh tidak memproduksi cukup hemoglobin atau sel darah merah.
  • Kehilangan darah yang dapat menyebabkan penurunan zat besi. 
  • Terlalu banyak minum susu dan kurang makan makanan tinggi zat besi.
  • Anak mengalami kelebihan berat badan (obesitas).
  • Memiliki penyakit autoimun.
  • Kekurangan nutrisi zat besi, asam folat, atau vitamin B12.

Cara Menangani Anemia pada Anak

Gejala anemia ringan bisa ditangani dengan kombinasi asupan nutrisi yang tepat dan pengobatan di bawah pengawasan dokter. Berikut beberapa cara yang bisa Bunda lakukan:

1. Memberikan Makanan Tinggi Zat Besi

Mengatasi gejala anemia pada anak bisa dimulai dengan meningkatkan asupan makanan kaya zat besi. Terdapat dua jenis zat besi: heme (hewani) dan non-heme (nabati).

IDAI merekomendasikan zat besi heme karena lebih mudah diserap tubuh. Sumbernya meliputi daging merah, ayam, hati sapi, hati ayam, dan telur.

Zat besi non-heme terdapat dalam bayam, brokoli, tahu, dan tempe. Kombinasikan makanan hewani dan nabati minimal dua kali sehari untuk peningkatan kadar zat besi yang optimal.

2. Hindari Memberikan Teh

Saat muncul gejala anemia, sebaiknya Bunda hindari memberikan anak minum minuman berkafein seperti teh.

Mengonsumsi teh diketahui dapat mengganggu kemampuan tubuh anak untuk menyerap asupan zat besi yang diperlukan.

3. Dukung dengan Makanan Tinggi Vitamin C 

Agar penyerapan zat besi semakin optimal, terutama yang berasal dari tumbuhan, Bunda perlu memberikan asupan vitamin C yang cukup kepada anak. 

Vitamin C bisa didapatkan dari buah dan sayur seperti jeruk, pepaya, jambu merah, tomat, paprika, melon, dan lain sebagainya.

4. Memberikan Makanan Terfortifikasi

Bunda bisa memenuhi kebutuhan zat besi si Kecil dengan makanan terfortifikasi seperti roti, sereal gandum, atau susu bubuk terfortifikasi zat besi.

Untuk anak usia 3 tahun ke atas, Bunda dapat melengkapinya dengan SGM Eksplor 3+ karena mengandung lebih banyak nutrisi dengan 5x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Dukung si Kecil cepat tanggap dan tumbuh tinggi​.

SGM Eksplor 3+

SGM Eksplor 3+ Lebih banyak nutrisi dengan 5x Zat Besi, DHA 100%, minyak tuna & double protein. Bantu si Kecil cepat tanggap & tumbuh tinggi.

Cari Tahu di Sini!

Baca Juga: 6 Manfaat Minum Susu Tinggi Zat Besi untuk Anak 1-5 Tahun

5. Berikan Suplemen Zat Besi Jika Perlu

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin meresepkan suplemen zat besi selama beberapa bulan untuk membantu mengatasi gejala anemia pada anak dengan meningkatkan kadar hemoglobin. 

Suplemen ini biasanya diberikan jika asupan zat besi (iron) yang diperoleh dari makanan saja tidak cukup. Konsultasi lebih lanjut dengan dokter agar Bunda bisa dapatkan dosis yang tepat sesuai kondisi si Kecil.

Pastikan untuk mengikuti dosis dan aturan minum dari dokter untuk menghindari efek samping seperti konstipasi atau gangguan pencernaan.

Bunda juga bisa dapatkan berbagai artikel terbaru seputar cara mengatasi gejala anemia anak dan cara penuhi kebutuhan zat besinya dengan bergabung di Klub Generasi Maju. Daftar gratis, sekarang!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM 3+

Image Banner SGM 3+