Zat besi dan vitamin C penting untuk mendukung tumbuh kembang serta kesehatan anak. Apa saja pilihan makanan yang mengandung kombinasi zat besi serta vitamin C untuk si Kecil?
Mengapa Zat Besi dan Vitamin C (IronC) Penting untuk Anak?
Zat besi serta vitamin C tidak diproduksi secara alami oleh tubuh. Jadi, si Kecil perlu mendapatkannya dari makanan. Lantas, mengapa keduanya penting untuk si Kecil?
1. Penyerapan Zat Besi Lebih Optimal
Vitamin C meningkatkan penyerapan zat besi hingga 2x lipat, terutama untuk zat besi non-heme atau zat besi dari sumber nabati.
Dengan begitu, zat besi bisa bekerja optimal dalam mendukung tumbuh kembang si Kecil.
2. Mengatasi Defisiensi Zat Besi
Kombinasi manfaat zat besi dan vitamin C juga dapat bantu mencegah gejala defisiensi atau kekurangan zat besi. Beberapa gejala defisiensi zat besi yang bisa diamati, yaitu:
- Rewel
- Kurang tenaga atau mudah lelah
- Detak jantung cepat
- Lidah bengkak
Dampak kekurangan zat besi bisa berlangsung jangka panjang, terutama pada perkembangan otak. Gangguan ini dapat muncul sejak bayi usia 5 bulan hingga anak berusia 5 tahun.
3. Mencegah Anemia
Asupan zat besi yang dilengkapi dengan vitamin C dapat membantu mencegah risiko anemia pada anak.
Zat besi diperlukan untuk membentuk hemoglobin dan vitamin C membantu tubuh menyerap lebih banyak zat besi. Alhasil, kadar hemoglobin terjaga karena jumlah zat besi dalam tubuh mencukupi.
Selain mencegah, kombinasi asupan makanan tinggi vitamin C dan zat besi juga direkomendasikan dokter sebagai penunjang pengobatan anemia.
Baca Juga: 13 Ciri Anak Kekurangan Zat Besi yang Perlu Bunda Waspadai
4. Optimalkan Fungsi Kognitif
Memberikan makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C membantu fungsi kognitif anak tetap optimal.
Otak mengatur seluruh aktivitas tubuh anak dengan bantuan sistem saraf. Untuk menjalankan fungsi ini, otak memerlukan sekitar seperlima dari oksigen yang masuk ke tubuh.
Zat besi penting untuk membentuk hemoglobin, yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak.
5. Dukung Daya Tangkap Anak
Zat besi dan vitamin C menghasilkan zat kimia yang mendukung koneksi saraf di otak si Kecil. Efeknya, si Kecil mudah menangkap pelajaran baru dan meningkatkan memori jangka panjang.
Anak dengan kemampuan kognitif yang baik dapat menyerap, memproses, dan mengingat informasi dengan cepat dan akurat, sehingga meningkatkan kemampuan belajarnya.
6. Meningkatkan Sistem Imun
Studi menyebutkan, sebanyak 40% anak dengan defisiensi zat besi rentan mengalami infeksi karena sistem kekebalan tubuh yang lemah.
Asupan zat besi penting untuk meningkatkan sistem imun anak. Bila zat besi dan vitamin C dikombinasikan, tentu tubuh si Kecil jadi lebih kuat melawan penyakit.
Terlebih, vitamin C membantu sel darah putih bekerja lebih efektif dan mempercepat penyembuhan luka.
7. Dukung Kualitas Tidur Anak
Zat besi bermanfaat dalam menjaga kualitas tidur si Kecil karena berpengaruh pada melatonin, yakni hormon yang mengatur siklus tidur si Kecil.
Vitamin C mengurangi efek munculnya gangguan tidur sehingga durasi dan kualitas tidurnya terjaga.
8. Tingkatkan Semangat Anak
Sifat antioksidan vitamin C berperan penting menurunkan kadar hormon kortisol yang memicu stres.
Sementara itu, zat besi berpengaruh terhadap produksi dopamin, hormon yang mengatur suasana hati jadi lebih baik. Zat besi juga memastikan energi anak tetap tinggi.
Asupan zat besi yang dikombinasikan dengan vitamin C dapat menjaga suasana hati anak. Hal ini penting untuk dukung kegiatan bermain serta belajar.
9. Jaga Kesehatan Kulit dan Rambut
Vitamin C merupakan antioksidan yang melindungi kulit dari kerusakan akibat radikal bebas.
Bila si Kecil kulitnya terluka saat bermain, proses penyembuhan jadi lebih cepat dengan vitamin C. Asupan zat besi penting untuk mengganti kadarnya yang hilang saat luka dan berdarah.
Kebutuhan zat besi serta vitamin C juga bantu menjaga rambut dan kuku si Kecil tubuh sehat.
10. Dukung Motorik Anak
Di usia 1 tahun, kemampuan motorik anak sedang berkembang pesat dan mendukung perkembangan fisik, kognitif, maupun sosial.
Makanan yang mengandung zat besi dan vitamin C menjaga fungsi saraf berfungsi dengan optimal. Jadi, kemampuan motoriknya bisa berkembang dengan optimal.
11. Menjaga Kesehatan Tulang dan Gigi
Vitamin C berperan dalam pembuatan kolagen dan jaringan ikat, yakni tempat mineral melekat saat tulang terbentuk. Nah, pembentukan kolagen juga membutuhkan bantuan zat besi.
Apalagi, zat besi juga membantu mempertahankan massa tulang atau jumlah total mineral yang terkandung dalam tulang.
Baca Juga: 8 Peran Penting Zat Besi untuk Perkembangan Otak si Kecil
Kebutuhan Harian Zat Besi dan Vitamin C Anak
Agar tumbuh optimal, asupan zat besi dan sumber makanan vitamin C perlu dipenuhi berdasarkan usianya.
Berikut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan RI.
|
Usia Anak
|
Zat Besi (mg/hari)
|
Vitamin C (mg/hari)
|
|
6-12 bulan
|
11 mg
|
50 mg
|
|
1- 3 tahun
|
7 mg
|
40 mg
|
|
4-6 tahun
|
10 mg
|
45 mg
|
Daftar Makanan Kaya Zat Besi dan Vitamin C
Untuk memenuhi asupan zat besi sekaligus vitamin C, Ayah Bunda bisa memberikan berbagai sumber makanan tinggi zat besi serta vitamin C untuk MPASI.
|
No
|
Makanan
|
Kandungan Zat Besi
|
Kandungan Vitamin C
|
Keterangan Tambahan
|
|
1
|
Hati Ayam dan Hati Sapi
|
- Hati ayam: 13 mg/100 gram
- Hati sapi: 6,5 mg/100 gram
|
Rendah
|
Kaya protein, vitamin A, B, dan kolin untuk kesehatan otak dan hati
|
|
2
|
Bayam
|
6,4 mg per mangkuk matang
|
Tinggi
|
Kombinasi zat besi + vitamin C bantu penyerapan zat besi lebih optimal
|
|
3
|
Tempe dan Tahu
|
- Tempe: 4,5 mg per mangkuk
- Tahu: 3,4 mg per ½ mangkuk
|
Ada
|
Kaya protein, kalsium, dan omega-3
|
|
4
|
Daging Merah
|
2,7 mg/100 gram
|
Rendah
|
Sumber protein, zinc, selenium, vitamin B
|
|
5
|
Ubi
|
2,2 mg per buah besar
|
22,3 mg per buah sedang
|
Kombinasi zat besi + vitamin C, cegah anemia
|
|
6
|
Daging Putih (Ikan & Unggas)
|
- Ikan: 1,4 mg/3 ons
- Bebek: 2,3 mg/3 ons
- Ayam: 1 mg/3 ons
|
Rendah
|
Sumber protein dan zat besi hewani yang mudah diserap tubuh
|
|
7
|
Brokoli
|
1 mg per mangkuk matang
|
50,6 mg per mangkuk
|
Mengandung folat, serat, dan vitamin K
|
|
8
|
Telur
|
0,9-1 mg per butir
|
Rendah
|
Kaya protein, vitamin, mineral, dan antioksidan
|
|
9
|
Jambu
|
Rendah
|
125 mg per buah
|
Kaya vitamin C, bantu penyerapan zat besi non-heme dari sumber nabati
|
|
10
|
Mangga
|
Rendah
|
122 mg per buah
|
Pilihan makanan pelengkap zat besi, bantu penyerapan optimal dalam MPASI
|
|
11
|
Paprika (Merah & Hijau)
|
Rendah
|
- Merah: 95 mg per ½ mangkuk
- Hijau: 60 mg per ½ mangkuk
|
Rasa manis cocok untuk MPASI
|
|
12
|
Pepaya
|
Rendah
|
88,3 mg per mangkuk
|
Tekstur lembut, cocok untuk puree MPASI
|
|
13
|
Nanas
|
0,48 mg per mangkuk
|
78,9 mg per mangkuk
|
Menambah cita rasa dan tingkatkan penyerapan zat besi
|
|
14
|
Jeruk
|
Rendah
|
70 mg per buah
|
Bisa ditambahkan ke masakan untuk tingkatkan penyerapan zat besi
|
|
15
|
Kiwi
|
Rendah
|
64 mg per buah
|
Penuhi 71% kebutuhan vitamin C harian
|
Contoh Menu Kombinasi Zat Besi + Vitamin C
Setelah menemukan sumber zat besi dan vitamin C untuk si Kecil, saatnya mengolah menjadi menu MPASI yang kaya gizi. Berikut inspirasi menu yang bisa dicoba!
|
Menu Makan Anak
|
Sumber Zat Besi
|
Sumber Vitamin C
|
|
Nasi semur daging + jus jeruk
|
Daging sapi
|
Jeruk
|
|
Bubur hati ayam + tumis bayam tomat
|
Hati ayam dan bayam
|
Tomat
|
|
Tahu tempe bumbu kuning + tumis brokoli bawang bombay
|
Tahu dan tempe
|
Brokoli
|
|
Ubi kukus + potongan pepaya
|
Ubi
|
Pepaya
|
|
Sup ayam tomat + perasan lemon
|
Ayam
|
Tomat dan lemon
|
Bunda juga bisa bantu optimalkan asupan zat besi & vitamin C si Kecil dengan memberikan susu pertumbuhan tinggi zat besi dan vitamin C yang dilengkapi juga dengan DHA 100% Berkualitas, Minyak Ikan Tuna, omega 3&6, vitamin D, kalsium, zinc, dan nutrisi penting lainnya untuk dukung tumbuh kembang maksimal si Kecil.
Baca Juga: Cara Mengatasi Kekurangan Zat Besi pada Anak yang Perlu Bunda Tahu
Cara Mengoptimalkan Penyerapan Zat Besi
Zat besi + vitamin C merupakan kombinasi zat gizi yang mendukung proses tumbuh kembang si Kecil. Agar penyerapannya optimal di dalam tubuh, berikut beberapa tips yang bisa Bunda terapkan di rumah:
- Selalu sajikan protein hewani untuk membantu menyerap besi non-heme dalam sayuran.
- Gunakan alat masak terbuat dari cast iron (besi cor) untuk meningkatkan kadar zat besi di dalam masakan.
- Sajikan buah tinggi vitamin C setelah memberikan menu makan mengandung zat besi.
- Jangan berikan teh saat sedang makan, teh mengandung polifenol yang menghambat penyerapan zat besi.
- Jangan berikan susu berbarengan dengan waktu makan, kalsium menghambat penyerapan zat besi.
- Rendam dan fermentasi kacang atau biji-bijian untuk meningkatkan penyerapan zat besi.
Jika Bunda masih punya pertanyaan seputar nutrisi, tumbuh kembang, dan kesehatan si Kecil, Bunda bisa langsung bertanya ke Sahabat Bunda Generasi Maju secara gratis, 24/7. Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.
Jangan lupa daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!