Facebook Pixel Code Gejala Dehidrasi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Penanganan yang Tepat

Foto Reviewer Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Disusun oleh: Tim Penulis

Ditinjau oleh: Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH

Diterbitkan: 08 Februari 2024

Diperbarui: 01 September 2025

1 Tahun
Kesehatan
Cover Image of Tanda Anak Dehidrasi dan Cara Penanganan yang Tepat

 

Gejala dan dampak dehidrasi pada anak perlu dipahami, karena jika tidak segera tertangani, ada risiko yang membahayakan bagi si Kecil. Yuk, simak penjelasan berikut!

Apa Itu Dehidrasi?

Dehidrasi adalah kondisi saat tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada asupan cairan yang masuk sehingga mengganggu fungsi organ tubuh anak.

Tubuh perlu cairan yang cukup untuk mengatur suhu tubuh normalnya, menghasilkan lendir yang penting, hingga menjalankan fungsi organ setiap waktu. 

Jika kekurangan air dalam jumlah lebih besar, tubuh akan kehilangan elektrolit atau berbagai mineral yang penting untuk sel-sel tubuh.

Mengapa Dehidrasi Bisa Terjadi pada Anak?

Anak lebih rentan dehidrasi karena beberapa kondisi berikut:

  • Lebih aktif secara fisik.
  • Belum bisa mengenali atau mengungkapkan rasa haus dengan baik.
  • Rentan mengalami demam, muntah, dan diare.
  • Terpapar suhu panas lebih lama saat bermain.
  • Masih bergantung pada orang tua untuk minum.
  • Perbandingan luas kulit dan massa ototnya lebih besar daripada orang dewasa, sehingga cairan lebih mudah menguap dari kulit.
  • Metabolismenya lebih cepat.
  • Lebih rentan terkena penyakit infeksi sehingga meningkatkan metabolisme, seperti DBD pada anak dan flu berat. 

Baca Juga: Penyebab, Gejala, dan Obat Radang Tenggorokan pada Anak

Gejala Dehidrasi Anak Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Gejala dehidrasi bisa dikenali berdasarkan keparahannya. Ada tiga tingkat dehidrasi pada anak, yaitu ringan, sedang, dan berat. Lantas, bagaimana ciri-ciri di setiap tingkatannya?

1. Gejala Dehidrasi Ringan

Gejala dehidrasi ringan sebenarnya hanyalah jumlah buang air kecil yang berkurang, tanpa diikuti gejala lain. 

Umumnya, buang air kecil 6–8 kali sehari, tetapi saat dehidrasi ringan menjadi kurang dari 6 kali sehari. Urine juga bisa tampak lebih kuning dan baunya lebih menyengat.

2. Gejala Dehidrasi Sedang

Tanda-tanda dehidrasi pada anak dengan derajat sedang, yaitu:

  • Bibir, mulut, lidah tampak kering dan pecah-pecah.
  • Kulit kering dan tidak kenyal.
  • Rewel.
  • Air mata berkurang saat menangis.
  • Bagian lunak di kepala anak tampak cekung.
  • Bila dehidrasi karena diare, feses tampak encer. Jika karena muntah, anak akan jarang BAB.

3. Gejala Dehidrasi Berat (Darurat Medis)

Kondisi ini darurat dan si Kecil harus segera dibawa ke IGD untuk mendapatkan penanganan. Setelah mengalami gejala-gejala di atas, dehidrasi berat pada anak akan ditandai dengan:

  • Tangan dan kaki dingin.
  • Sangat lemah, tak berdaya, bahkan pingsan
  • Sangat mengantuk dan susah dibangunkan.
  • Kulit berubah warna dan timbul bercak.
  • Mata cekung.
  • Napas cepat dan dalam.
  • Menangis tanpa air mata.
  • Buang air kecil hanya 1–2 kali sehari.

Baca Juga: 10 Cara Menurunkan Demam pada Anak Tanpa Obat

Dampak Dehidrasi pada Anak Jika Tidak Ditangani

Jika tidak segera ditangani, dehidrasi akan berdampak jangka panjang bagi kesehatan si Kecil. Lantas, apa bahaya dehidrasi pada anak?

1. Gangguan Fungsi Ginjal

Saat kadar cairan berkurang, jumlah urine pun ikut turun sehingga si Kecil jarang buang air kecil. 

Jika kondisi ini sering terjadi, ia rentan mengalami infeksi saluran kemih, batu ginjal, hingga gagal ginjal.

2. Kejang

Dehidrasi menurunkan kadar elektrolit pada tubuh anak. Padahal, mineral-mineral ini penting untuk menghantarkan muatan listrik di setiap sel tubuh. 

Jika terjadi gangguan pada muatan listrik tubuh, otot si Kecil akan kaku dan kencang sehingga kejang terjadi. Si Kecil pun bahkan bisa pingsan.

3. Penurunan Kognitif

Kekurangan cairan membuat aliran darah ke otak berkurang. Kondisi ini membuat oksigen dan zat gizi ke otak terhambat, terutama pada bagian otak yang membantu proses mengingat dan adaptasi.

Dehidrasi juga meningkatkan kadar stres pada anak. Saat stres, memori jangka pendek dan kemampuan belajarnya terganggu.

Dehidrasi turut membuat senyawa kimia di otak jadi tak seimbang. Kondisi ini akan mengganggu kemampuan fokus dan mood anak.

4. Syok Hipovolemik

Syok hipovolemik adalah kondisi sel-sel tubuh yang kekurangan oksigen akibat menurunnya aliran darah yang membawa oksigen. 

Jika sel-sel tubuh mengalami kekurangan oksigen dalam waktu yang lama, dapat terjadi kematian sel di berbagai organ tubuh, terutama otak dan jantung. 

Apabila otak tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup dalam waktu 3 menit, akan terjadi kematian sel sementara yang dibarengi dengan penurunan kesadaran. 

Baca Juga: Kenali Ciri-Ciri Anak Sehat Secara Fisik dan Psikis

Jika Bunda punya pertanyaan seputar kesehatan, nutrisi, dan tumbuh kembang si Kecil, yuk, hubungi Sahabat Bunda Generasi Maju! Tim Careline kami siap membantu dengan pengetahuan dan informasi terpercaya tentang nutrisi dan perkembangan anak.

Cara Cepat Mengatasi Dehidrasi pada Anak

Bagaimana cara mengatasi dehidrasi pada anak? Ada beberapa hal yang bisa dilakukan saat anak mengalami dehidrasi ringan-berat, seperti berikut ini:

  • Berikan beberapa gelas air putih.
  • Berikan larutan oralit untuk mengganti kadar elektrolit yang hilang.
  • Berikan sayuran dan buah-buahan yang mengandung banyak air, seperti Misalnya melon, semangka. 
  • Hindari pemberian minuman bersoda dan tinggi gula. 
  • Biarkan istirahat cukup sampai kondisi tubuhnya benar-benar pulih. 

Jika muntah semakin parah, lakukanlah hal berikut:

  • Berikan 1 sendok teh oralit setiap 1–2 menit atau 50–100 ml/kg setiap 3–4 jam.
  • Hentikan asupan segelas susu hangat.
  • Beri makanan lunak terlebih dahulu.

Jika gejala tidak membaik dalam 4–6 jam, segera bawa ke dokter.

Cara Mencegah Anak Dehidrasi

  • Pastikan si Kecil minum air secara rutin, terutama saat demam, di cuaca panas, dan beraktivitas fisik.
  • Bawakan tempat air minum yang menarik agar ia tetap terhidrasi meskipun tanpa didampingi orang tuanya.
  • Berikan sayur dan buah kaya air, seperti bayam, kangkung, semangka, dan jeruk.
  • Pahami tanda-tanda awal dehidrasi, seperti kulit kering, bibir kering, dan jarang buang air kecil. 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera konsultasikan ke dokter jika anak dehidrasi mengalami:

  • Tidak mau minum berjam-jam.
  • Muntah berkali-kali dalam 24 jam.
  • Muntah hijau, merah, atau cokelat.
  • Masih menunjukkan gejala dehidrasi meskipun sudah diberi oralit atau air.
  • Susah makan selama 3–4 hari.
  • Rewel, lemas, dan tidak aktif. 

Mengetahui tanda anak dehidrasi dan melakukan pencegahan sangatlah penting. Dengan begitu, ia tidak mengalami kondisi yang bisa mengancam keselamatannya. 

Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!

Informasi yang Wajib Bunda Ketahui

Pilih Artikel Sesuai Kebutuhan Bunda

Temukan Topik Lainnya

SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi

Image Banner SGM Eksplor Lebih Banyak Nutrisi