Anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula, haruskah khawatir? Ada banyak hal yang perlu diketahui tentang susu sebagai asupan anak. Simak pembahasannya di bawah ini!
Kenapa Anak Hanya Mau Minum Susu dan Menolak Makan?
Ada beberapa penyebab anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula, apa sajakah itu?
1. Masa GTM (Gerakan Tutup Mulut) pada Balita
GTM atau gerakan tutup mulut kerap membuat si Kecil menutup rapat mulut, menyemburkan makanan atau bahkan melepehkan kembali makanan yang sudah masuk.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab GTM yang paling sering di Indonesia adalah perilaku makan yang tak sesuai atau pemberian makanan yang tak sesuai usia.
Perilaku makan yang tak sesuai biasanya berupa:
- Jadwal makan tidak teratur.
- Tekstur dan jenis makanan tidak sesuai tumbuh kembang si Kecil.
- Pemberian susu atau camilan terlalu sering.
- Kurang stimulasi makan.
2. Trauma dan Bosan dengan Makanan
Saat makan, ada beberapa hal yang membuat si Kecil trauma, seperti dimarahi, dipaksa makan, hingga tersedak.
Hal ini membuatnya kapok, sehingga anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula.
Si Kecil pun bisa bosan dengan makanan, terutama saat menunya itu-itu saja. Lama-lama, si Kecil jenuh dengan rasa, tekstur, dan tampilan makanan yang tidak menggugah seleranya.
3. Lingkungan Tidak Kondusif
Saat lingkungan di sekitar tempat makan tidak kondusif, si Kecil jadi enggan makan.
Beberapa kondisi yang mengganggu, di antaranya menonton TV/gadget saat makan yang membuatnya tidak fokus dan malas makan, serta pindah rumah dan kelahiran adik.
Pindah rumah dan kelahiran adik membuat si Kecil harus beradaptasi dengan kondisi baru dan prosesnya tidak selalu berjalan mulus. Hal ini memengaruhi emosi dan perilaku makan si Kecil.
Bolehkah Anak Hanya Minum Susu Tanpa Makan?
Tidak, susu hanyalah asupan pelengkap si Kecil. Susu berperan sebagai minuman, tidak menggantikan makanan padat dengan gizi seimbang untuk si Kecil.
Susu memang tinggi kalsium, vitamin D, lemak, dan protein. Namun, zat gizi tersebut belum lengkap untuk memenuhi kebutuhan karbohidrat, serat, serta vitamin dan mineral lainnya.
Terlebih, terlalu banyak minum susu bisa menyebabkan kekurangan asupan zat besi. Pasalnya, susu mengandung protein kasein dan kalsium tinggi yang bisa menghambat penyerapan zat besi.
Baca Juga: Anak Tidak Mau Minum Susu? Ini Cara Mudah Mengatasinya
Dampak Buruk Anak Tidak Mau Makan Nasi dan Hanya Minum Susu
Bila si Kecil hanya mau minum susu, berikut risiko kesehatan yang mungkin terjadi.
1. Anemia Defisiensi Zat Besi
Susu tinggi akan kalsium dan kasein yang menghambat penyerapan zat besi.
Saat si Kecil mengonsumsi makanan kaya zat besi, mineral tersebut justru tidak digunakan dengan optimal dan terbuang begitu saja.
Padahal, zat besi penting untuk menghasilkan hemoglobin yang membawa oksigen ke seluruh tubuh. Akibatnya, si Kecil mudah lelah, pusing, dan napas terasa pendek.

2. Berat Badan Tidak Ideal
Asupan gizi dan kalori akan susah dipenuhi saat anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula. Idealnya, anak minum susu maksimal 200–400 ml sehari atau setara dengan 2 gelas.
Dua gelas susu per hari memiliki 298 kkal, sedangkan kebutuhan karbohidrat dari nasi per hari mencapai 890 kkal per hari. Kekurangan kalori harian membuat berat badan si Kecil rendah.
Sebaliknya, bila si Kecil hanya minum susu hingga merasa kenyang, ada risiko berat badannya naik berlebih, tapi asupan gizinya tidak seimbang.
Sebagian besar kalori susu berasal dari lemak, lemaklah yang menyumbang kalori paling banyak daripada protein dan karbohidrat.
3. Perkembangan Otak dan Otot Terhambat
Saat mengandalkan susu saja, tubuh anak akan kekurangan asupan protein. Padahal, sumber protein tertinggi masih berasal dari daging-dagingan.
Akibatnya, otot si Kecil pun tidak berkembang maksimal, salah satu tandanya adalah berat badan rendah.
Tak hanya itu, perkembangan otak anak amat sangat bergantung pada DHA dan zat besi. Secara alami, keduanya tidak ditemukan pada susu.
DHA hanya ditemukan pada ikan-ikanan. Sementara itu, zat besi yang mudah diserap tubuh berasal dari sumber hewani, seperti daging merah, hati ayam, dan hati sapi.
4. Picky Eating Semakin Parah
Ketika anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula, ia akan familiar dengan makanan yang itu-itu saja.
Padahal, si Kecil perlu mengonsumsi berbagai jenis makanan agar mudah memenuhi kebutuhan gizi harian anak yang seimbang.
Jika tak kunjung familiar dengan makanan lainnya, ia cenderung menolak makanan tersebut terus-menerus. Akibatnya, si Kecil akan semakin pilih-pilih makanan.
5. Rentan Sakit
Mengandalkan susu formula saja tidak cukup. Si Kecil akan rentan kekurangan protein dan zat besi. Bila ini terjadi dalam jangka waktu yang lama, sistem kekebalan tubuhnya bermasalah.
Akibatnya, si Kecil rentan terkena penyakit akibat infeksi virus, bakteri, dan jamur. Luka si Kecil pun akan sulit sembuh.
Baca Juga: 8 Nutrisi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak Sehat
Cara Mengurangi Ketergantungan Anak pada Susu
Anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula? Ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi kondisi tersebut, bagaimana?
1. Jadwal Makan dan Susu Harus Jelas
Tentukan jadwal makan berat 3 kali sehari. Berikan camilan sebanyak 2 kali di antara waktu makan tersebut. Minum susu harus diberikan di jam camilan, bukan saat makan berat.
Pastikan durasi makan tidak lebih dari 30 menit.
2. Batasi Jumlah Susu Harian Sesuai Anjuran Dokter
World Health Organization (WHO) menyarankan, anak sebaiknya minum susu tidak lebih dari 2 gelas atau sebanyak 200–400 ml dalam sehari.
Bila terlalu banyak, anak lebih mudah kenyang sehingga ia malas makan nasi, atau bahkan malas makan makanan utamanya.
3. Hindari Beri Susu Menjelang Waktu Makan Utama
Memberikan susu sebelum atau saat makan hanya membuatnya kenyang terlalu cepat. Hal ini membuatnya tidak tertarik makan.
Sebaiknya, berikan di jadwal camilan atau berikan jarak 2–3 jam setelah makan beratnya.
Contoh Jadwal Makan Harian Anak Usia 1–3 Tahun
Berikut contoh jadwal makan untuk menghindari anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula.
Pastikan makanan mengandung karbohidrat, protein hewani, lemak sehat, dan sayur sesuai Menu Lengkap MPASI dari Kementerian Kesehatan.

Tips Membuat Anak Mau Makan Nasi dan Makanan Padat
Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan agar si Kecil mau makan:
- Atur jadwal makan utama 3 kali dan 2 kali camilan atau minum susu.
- Jadikan suasana makan yang menyenangkan, mulai dari mengajaknya menyiapkan makanan atau makan bersama keluarga.
- Latih anak untuk merasakan sensasi lapar, jangan berikan susu atau camilan menjelang waktu makannya tiba.
- Biarkan anak makan sendiri dan bereksplorasi pada makanannya.
- Jangan memaksa menghabiskan makanan atau memaksa untuk makan.
- Berikan durasi maksimal 30 menit.
Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?
Saat anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula, mungkin ini merupakan caranya mengekspresikan rasa takut terhadap makanan baru atau makanan tertentu.
Namun, masalah ini juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah medis yang dialami si Kecil. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tanda yang perlu diwaspadai, seperti:
- Menolak asupan lain seperti susu atau camilan.
- Tersedak atau muntah ketika memasukan makanan ke dalam mulut.
- Muncul tanda-tanda penyakit kuning.
- Penurunan berat badan atau tidak adanya kenaikan selama 6 bulan.
- Penolakan makan apa pun selama dua atau tiga hari.
- Reaksi emosional ketika diberikan makanan tertentu.
- Rasa takut ketika dihadapkan dengan makanan.
- Diare, muntah, pucat, lemas.
Baca Juga: Kalsium dan Vitamin D, Kunci Perkembangan Motorik si Kecil
Apakah Sufor Bisa Menggantikan Nasi?
Ayah Bunda harus memprioritaskan makanan bergizi seimbang, pemberian susu bisa dilakukan untuk melengkapi asupan gizi harian.
Untuk itu, pilihlah susu formula yang telah difortifikasi atau telah dilengkapi beberapa zat gizi penting, seperti:
- Protein berkualitas
- Zat besi
- DHA, omega 3&6
- Zinc dan vitamin D
Seluruh nutrisi itu bisa ditemukan dalam susu pertumbuhan SGM Eksplor 1+.
SGM Eksplor 1+, satu-satunya susu pertumbuhan anak 1-3 tahun dengan IronC™, kombinasi unik antara zat besi dan vitamin C yang membantu penyerapan zat besi lebih optimal hingga 2x lipat. Dilengkapi juga dengan DHA 100% Berkualitas, Minyak Ikan Tuna, omega 3&6, vitamin D, kalsium, zinc, dan nutrisi penting lainnya. Dukung tumbuh kembang maksimal si Kecil.
Anak tidak mau makan nasi hanya minum susu formula merupakan masalah yang harus diatasi. Perhatikan jadwal, isi makanan, hingga lingkungannya saat makan.
Bila masalah segera terselesaikan, asupan gizinya akan optimal untuk dukung tumbuh kembang si Kecil.
Daftar jadi member Klub Generasi Maju sekarang untuk dapatkan akses gratis ke ratusan artikel parenting yang terverifikasi ahli, fitur pendukung tumbuh kembang anak, hingga konsultasi 24 jam bersama para ahli. Dengan jadi member, Bunda juga berkesempatan dapat hadiah menarik dari setiap pembelian produk SGM!